
Happy Reading..
Arya berangkat ke kantornya dengan senyuman yang selalu mengembang di bibir seksinya. Arya sudah menghubungi semua keluarga maupun sahabat Delia yang ada di Kota. Arya Ingin memberikan kejutan kepada Delia dihari jadi Mereka. Arya tak lupa menghubungi Adrian untuk membantunya dalam melaksanakan Rencananya.
Semua karyawan yang bekerja di Perusahaan Sinopec Group Heran dengan tingkah laku Presdirnya. Karena sejak Arya turun dari mobilnya sampai di depan Kantornya, Arya Selalu memberikan senyuman terindahnya kepada Orang yang berpapasan dengannya.
Arya Sudah tidak sabar ingin menyampaikan Dan memberikan kejutan untuk istrinya. Arya memasuki ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya. Arya segera menghubungi nomor handphone Adrian.
"Assalamu alaikum Adrian" salam Arya
"Waalaikum salam" jawab Adrian.
"Adrian tolong ke ruanganku sekarang" perintah Arya
"Baiklah, aku akan segera ke Sana" ucap Adrian.
Arya kemudian menutup sambungan teleponnya. Dan mengambil sesuatu dari dalam Laci mejanya. Benda yang diambil oleh Arya itu ternyata Amplop putih yang masih tersegel Rapi. Arya memandangi amplop itu dan berharap apa yang diberikan oleh Arya ini disambut Hangat dengan senang hati oleh Delia.
Arya sudah membayangkan Senyuman indah diwajah cantik istrinya.
"Moga kamu senang dengan apa yang aku berikan ini sayang" monolog Arya.
Adrian mengetuk pintu ruangan Arya terlebih dahulu sebelum Masuk.
"Masuk saja Adrian" Ucap Arya dari dalam ruangannya.
Adrian berjalan ke dalam ruangan Arya dan langsung duduk di kursi yang ada di depan Arya.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya Adrian.
"Aku ingin kamu melakukan ini" ucap Arya memberikan secarik kertas ke hadapan Adrian.
Adrian membaca dan memeriksa dengan seksama isi dari kertas itu.
"Aku ingin kamu melakukan Sesuai dengan yang ada di kertas itu tapi jangan terlalu mewah dan glamor, Aku Ingin private party yang Hanya dihadiri oleh keluarga dekat dan sahabat dekat saja" Ucap Arya.
"Siap Bos, Titahmu adalah kewajibanku dan Aku tidak akan mengecewakanmu Bos" Ucap Adrian seakan-akan sedang berbicara dengan Seorang Kaisar Saja.
"Aah kamu bisa saja Adrian" Ucap Arya.
"Acaranya makam ni kan Arya?" Tanya Adrian.
"Semua persiapannya harus selesai sebelum ba'da Isya" Ucap Arya.
"Ok" Jawab Singkat Adrian.
"Gimana kabarnya Cewek yang kamu suka Adrian??" Tanya Arya.
Adrian kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Arya. Adrian mengira Apa yang pernah dia sampaikan Arya sudah Lupa dengan kisahnya. Karena Waktu itu Adrian dalam kondisi tidak sadarkan diri bin sedang mabuk Waktu berpisah dengan Emilia. Untung saja waktu itu, Adrian tidak sempat mengungkapkan nama cewek yang disukai oleh Adrian kepada Arya.
"oohh cewek itu, Dia sudah bahagia dengan Hidupnya, Dia hanya masa lalu yang harus aku kubur dalam-dalam, Aku tak mampu meraihnya" Ucap Adrian dengan mimik wajah sendu.
"Kalau jodoh tak lari kemana, Suatu saat nanti kamu akan bertemu dengan wanita terbaik yang dipilihkan Allah SWT untukmu jadi bersabarlah" Terang Arya.
"Aku tetap akan bertahan menanti saat itu, walaupun seluruh isi Dunia menolak hubungan kami tapi aku akan tetap memperjuangkannya" Ucap Arya yang Hanya mampu diucapkan dalam hatinya
Wajah Emilia yang terlintas dalam benaknya yang sedang tersenyum padanya.
__ADS_1
"Ingat jangan terlalu mewah tapi usahakan tampilkan nuansa kesederhanaan seperti karakter Delia" ucap Arya
"Ok, kalau gitu aku pamit dulu" Ucap Adrian dengan suasana hati yang tak menentu memikirkan Nasib percintaannya dengan Emilia.
Adrian berlalu dari hadapan Arya dan segera melaksanakan perintah Presdirnya.
Arya kembali mengambil amplop yang sempat tadi dia simpan di dalam laci meja Kerjanya.
Siang Harinya, di Rumah Arya. Delia hari merasakan hal aneh yang terjadi pada dirinya yang tidak biasanya. Tapi Delia berfikiran Mungkin hal ini terjadi dikarenakan Kegiatannya bersama sang Suami. Setelah jam 11 Siang, Delia baru bangkit dari Ranjang king size-nya.
Delia Berencana ke Kantor Arya untuk membawakan makanan untuk Suaminya. Karena Delia Merasa telah berdosa tadi pagi tidak sempat menyiapkan makan pagi untuk anak dan suaminya. Jadi Delia segera ke Dapur untuk memasak makanan.
Delia Ingin memasak makanan seafood kesukaan Arya. Delia meminta tolong kepada ARTnya yang bekerja di bagian dapur untuk menyiapkan bahan-bahan makanan Seafood.
"Mbak Tolong Siapkan Bahan-bahan untuk membuat makanan seafood yah, soalnya aku ingin membawa makanan siang untuk suamiku" ucap Delia.
"Baik Nya" ucap Mbak ART Rumahnya.
Delia tipe Istri yang selalu tidak ingin merepotkan orang lain apalagi hal yang dilakukannya berhubungan dengan kewajiban terhadap suami tercintanya. Melayani Semua kebutuhan dan keperluan Suaminya adalah ladang pahala untuk seorang istri Jadi semampu Delia tidak akan meminta tolong kepada ARTnya untuk membantunya.
Makanan yang akan Delia pilih untuk dia masak adalah Kepiting Tumis bumbu Saus Padang. Alhamdulillah Arya dan anak-anaknya pecinta masakan yang terbilang kolesterol tinggi tapi Alhamdulillah Arya dan keluarganya tidak pernah merasakan Keluhan Karena kolesterolnya Tinggi atau naik.
Masakan yang ke dua Berhasil Delia buat adalah Cumi tumis Pete. Ini makanan yang menjadi makanan paling doyan Arya makan.
Karena Delia hari ini Ingin Masak 3 jenis masakan jadi Delia memilih masakan ke tiganya adalah Sup Konro. Makanan asli Makassar tapi Delia sedikit rubah isi dan tampilannya.
Delia hari ini tidak ingin mengendarai mobilnya sendiri tapi Delia meminta tolong kepada Supir pribadi yang telah diberikan tugas dan tanggung jawab dari Arya.
Delia berjalan ke arah pos Security rumahnya.
"Assalamu alaikum Pak Dirman" ucap Salam Delia.
"Waalaikum salam Nya, ada apa Nya,apa yang bisa dibanting nya?" ucap pak Dirman selaku Security rumahnya.
"Apanya yang mau dibanting Pak, cantik-cantik gini mo dibanting? ucap Delia sambil bercanda menanggapi candaan Security-nya.
"eehh maksud Saya ada yang bisa dibantu gitu Nya, hehehe" tawa cengengesan pak Dirman.
"Mana ada dalam sejarah Nya cewek cantik dibanting" ucap kelakar Pak Dirman.
Seperti itulah interaksi Delia dengan Orang-orang yang bekerja di kediamannya. Delia tidak pernah memperlakukan dengan kasar tapi Delia bahkan memperlakukan mereka seperti Keluarganya sendiri, sehingga orang-orang yang bekerja dengannya betah dan Bahagia bekerja di rumah Arya.
"Pak Dirman, di mana Pak Agus yah, kok aku gak lihat??" Tanya Delia.
"Agus sedang keluar Nya, katanya disuruh sama ART Untuk beli sesuatu di Toko swalayan depan jalan Nya" terang pak Dirman.
Klakson mobil pun berbunyi tanda Pak Agus sudah datang.
Delia langsung mendatangi Supir pribadinya.
"Pak Agus aku ingin meminta tolong, antar Saya ke kantor bapak, bisa kan pak??" tanya Delia.
__ADS_1
"Bisa kok Bu, dengan senang hati Aku akan mengantar ibu" ucap Agus.
Agus adalah Supir yang dipekerjakan oleh Arya khusus untuk Delia. Agus adalah salah satu murid Arya di Desa T. Agus segera membukakan pintu untuk nyonya Nya.
Mobil Delia pun meninggalkan halaman rumahnya dan menuju kantor suaminya.
Sesampainya di Perusahaan Sinopec Group. Delia disambut hangat oleh semua karyawan perusahaan Sinopec Group yang berpapasan dengannya. Delia membalas sapaan dan senyum mereka.
"Istri pak Arya semakin cantik yah" ucap resepsionis A.
"iya Ibu Delia semakin mengeluarkan aura kecantikannya, pantesan Pak Arya tidak bisa berpaling dari hati Istrinya" ucap resepsionis B.
Delia segera masuk ke dalam lift khusus untuk petinggi perusahaan. Dan segera ke kantor Suaminya.
"Selamat datang ibu" ucap sekretaris Arya.
"Mbak Bapak ada??" tanya Delia ke sekretaris Arya.
"Bapak ada di dalam ibu, baru saja Tamunya pergi, silahkan masuk ibu" ucap sekretaris Arya.
"Makasih Lia" ucap Delia
"Sama-sama ibu" ucap Lia selaku sekretaris Arya.
Delia langsung masuk ke kantor Suaminya. Arya Bahagia melihat kedatangan sang istri.
Delia langsung mengambil tangan Suaminya untuk dia cium bin Salim. Itulah kebiasaan Delia jika bertemu dengan Arya Suaminya. Bukan cupika cipika-cipiki yang Delia lakukan tapi Salim dengan takzim tangan Arya yang menjadi awal dari kebiasaan setiap kali pertemuan Mereka.
Arya langsung memeluk tubuh istrinya yang seharian ini telah dia rindukan.
"Kak Belum makan siang kan? ini Delia masakin makanan kesukaan kakak loh" ucap Delia.
Delia duduk di kursi yang ada di dalam kantor suaminya. Dan mulai membuka tempat makanan yang dia bawa.
"Wanginya harum banget sayang dan langsung membuat perutku berdendang loh Sayang" ucap Arya.
"Alhamdulillah kalau kakak suka" ucap Delia.
Mereka makan siang bersama tanpa ada gangguan dari luar. Saat-saat seperti ini lah yang membuat keharmonisan rumah tangga seseorng semakin besar.
TBC..
Tolong Yah Kakak Readers untuk tetap Like setiap Babnya karena Boom Like dari kalian penentu Nasib Author 🙏💗.
Tetap baca yah Kakak BDP Walaupun Alur dan Cerita BDP agak bertele-tele dan terkesan slow.
Karena Semakin panjang bab dan ceritanya berArti semakin nambah juga pemasukan Author yang sudah kontrak 🤭🙏🙏🙏.
Jadi jangan bosan yah Kakak Readers untuk Baca BDP.
Makasih banyak kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP Fania tidak bisa membalas kebaikan kalian. Fania Hanya bisa mendo'akan moga Kakak Readers yang telah memberikan dukungannya tetap diberikan kesehatan yang baik, ditambahkan Reskynya dan Dilancarkan segala Urusannya.
Amin yra 🙏💗
__ADS_1
Makassar, 11 Januari 2022