
Happy Reading...
Setelah mereka menyelesaikan Makan paginya. Arya pamit untuk pulang karena hari ini Arya memiliki Meeting dengan Kliennya di Luar.
Jadi Arya buru-buru meninggalkan rumah Delia.
Delia dan anak-anaknya juga bersiap-siap untuk berangkat. Hari ini Delia entah kenapa perasaannya selalu berbunga-bunga.
Delia sampai di Kantornya sebelum jam kantor di mulai. Delia ingin minum kopi panas jadi Delia ke Pantry. Delia belum sempat menyelesaikan Seduhan kopinya datanglah Arman dan mengajaknya berbincang-bincang.
"Assalamualaikum Del"
"Waalaikum salam Pak"
"Panggil Arman Saja lah tak usah pakai embel-embel Pak" Ucap Arman.
"ini di kantor Pak beda halnya kalau kita bertemu di jalan" Ucap Delia.
Delia sebenarnya sudah menjaga Jarak dengan Arman Karena Delia tahu betul kalau Arman menyukainya.
"Gimana kabarnya Del?"
"Alhamdulillah baik pak"
"Kalau bapak Gimana???"
"Alhamdulillah baik Del".
"Aku minta maaf mengenai keributan yang terjadi di kantin, Aku tidak bisa membantumu" Ucap Arman.
"Tak masalah pak".
Mereka bahkan bercanda bareng dan Delia tersenyum ke arah Arman dan Membuat seseorang dibalik pintu merasakan Api cemburu yang sepertinya akan meledak.
Delia kemudian minum kopinya Tapi Karena ada Bekas kopi dibibirnya yang membuat Arman berinisiatif untuk melap Bekas Kopi itu.
"Makasih pak"
"Sama-sama Del"
Arya semakin dibuat sakit hati dan Marah karena Arman dengan sengaja membersihkan bekas kopi di wajah Istrinya. Asisten pribadinya langsung memperhatikan arah pandangan Atasannya dan sudah mengerti kenapa Arya Menampakkan muka yang tak bisa digambarkan dengan kata-kata π .
Ardian langsung memutuskan arah pandangan Arya agar tidak menimbulkan Mala petaka yang tentunya hal itu akan berimbas kepadnya sebagai Asistennya.
Ardian berdehem untuk mencairkan suasana.
"Heeemmm"
"Kamu kenapa, apa Saya perlu memberikan kamu libur untuk ke dokter??" tanya Arya.
"Ohh tidak perlu pak, sepertinya tenggorokanku yang agak bermasalah jadi aku meminta ijin untuk mengambil air putih di Pantry"
"Baiklah jangan lama"
Arya kembali memperhatikan Interaksi Delia dan Arman.
Ardian masuk ke Pantry.
"Maaf jika sudah selesai tolong tinggalkan tempat ini karena Saya juga ingin membuat minuman" Hal itu dilakukan Agar Delia menyadari kehadiran Arya yang juga berada di Sana.
__ADS_1
Delia mengalihkan perhatiannya ke arah pintu Pantry dan Mata Mereka saling bertatapan. Delia buru-buru menghabiskan kopinya dan berjalan ke Arah pintu untuk kembali ke ruangannya.
Delia berjalan tanpa mengucapkan sepatah kata pun di depan Arya. Delia tidak ingin Orang-orang tahu kalau hubungan mereka dekat.
"Sepertinya aku Harus segera memberitahukan kepada Delia kalau aku Arya Suaminya,Aku tidak ingin ada laki-laki lain dihatinya" Ucap Arya.
"Gimana pak kita lanjutkan perjalanannya atau balik??"
"Kamu saja yang balik"
Arya berjalan dengan perasaan yang tidak menentu.
Ardian adalah Asisten pribadinya Arya yang baru karena yang lama ditugaskan di Kantor Pusat yang ada di London. Ardian sebenarnya adalah satu-satunya Sahabatnya Arya. Tapi Karena Ardian ditugaskan oleh Ayahnya di Inggris jadi mereka berpisah.
Ini adalah Asisten pribadinya Arya yang baru yah. Namanya Ardian Siregar Lee. Umurnya Tidak jauh beda dengan Arya Mereka cuma beda 2 Tahun. Ardian saat ini statusnya masih single. Sedikit playboy sih tapi Cakep.
Kalau yang ini Cowok yang tertarik dengan Delia. Namanya Arman Maulana Yusuf.
Sejak pertemuannya yang tidak terduga dengan Delia dan sejak itu Arman tertarik kepada Delia.
Hari ini adalah hari kedatangan pak Wiguna Albert Kim Said dari London. Karena beberapa hari lagi Acara ulang tahun Perusahaan Sinopec Group akan berlangsung.
Oma Estella berniat ingin mengutarakan niatnya kepada anak semata wayangnya untuk meminta Agar Arya dan keluarga kecilnya bisa bersatu.
Ayah dan Mamanya Arya datang dari London dengan memakai pesawat pribadi mereka.
Mereka dijemput oleh Anak buah kepercayaannya.
Pak Wiguna Albert Kim Said sudah sampai di rumah utama. Oma Estella pun masuk ke dalam kamar pribadi anaknya dan mengutarakan maksud kedatangannya.
"Silahkan Ma" Ucap Pak Wiguna.
"Gimana kabarnya Nak dan perusahaanmu di London?" Tanya Oma Estella.
"Alhamdulillah baik dan semuanya berjalan lancar"
Pak Wiguna sudah tahu maksud kedatangan Mamanya pasti berhubungan dengan Arya.
"Ada hal yang ingin mama tanyakan kepadamu?". ucap Oma Estella.
"Sebaiknya kita ke ruang kerjaku Ma".
Mereka berjalan menuju ruang kerja Wiguna.
Wiguna duduk di kursi kebesarannya dan mengambil sebuah Album Foto dan di dalam album itu ada Foto adik kembar Wiguna.
Oma Estella pun mengambil Album Foto dan langsung menangis tersedu-sedu melihat wajah anaknya yang telah Tiada.
"Maaf bukan maksudku untuk membuat Mama menangis"
Oma Estella langsung memeluk anaknya. Dan mengingat kejadian 13 tahun yang lalu.
Delia tidak tahu kalau apa yang dilakukannya bersama Arman ternyata dilihat oleh Arya.
Sedangkan Arya tidak bisa Fokus menghadapi pertemuannya dengan kliennya yang berasal dari Prancis.
__ADS_1
Untung saja ada Asistennya yang bisa mengatasi hal itu. Tak biasanya Arya bersikap tidak profesional dalm bekerja. Selama ini, apa pun masalah yang dihadapi Arya pasti Arya akan bersikap profesional dan tidak pernah mencampur adukkan pekerjaan dengan urusan pribadinya.
apa karena selama ini Arya tidak melihat langsung Delia Dekat dengan laki-laki lain.
Arya kembali ke kantornya setelah melakukan pertemuan dengan kliennya yang dari Prancis.
"Sepertinya ada hal yang mengganggu Fikirannya saat ini?" Tanya Ardian.
Seperti itulah percakapan mereka Jika berada di luar kantor.
"Tidak apa-apa,aku cuma tidak enak badan Saja" ucap Arya.
"Kamu seperti orang lain saja yang tidak mengenalku, Kita ini sudah berteman sejak kita belum SD Dan aku sangat tahu betul kalau kamu punya masalah" Ucap Ardian
"Ukuran celana dalammu saja aku tahu" Ardian tertawa terbahak-bahak.
"Hah kalau masalah itu kamu sangat hapal".
"Aku tahu kamu menyimpan sesuatu kepada cewek yang ada di pantry,iya kan dan aku yakin gara-gara itu cewek kamu jadi tidak fokus"
"Kamu kayak peramal Saja yang tahu apa yang disembunyikan orang lain"
"Mungkin seperti itulah". ucap Ardian.
Arya dan Ardian sama-sama Diam. Mereka Sibuk dengan pemikirannya masing-masing.
"Kalau kamu belum siap untuk berbicara kepadaku tidak apa-apa".
Arya Akhirnya menjelaskan kepada Ardian tentang kisah percintaannya dengan Delia tidak ada yang ditutupinya selain masalah Ranjangnya Kalau itu cukup Arya saja yang tahuπ .
"Ohh seperti itu yah, Baru kali ini kamu punya masalah tapi gak ingin memberitahukan hal itu kepadaku. Istrimu Cantik Ar hampir saja aku godain dia".
"Awas loh kalau kamu berani mendekati Istriku, aku akan sunat punyamu"
Ardian tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Arya.
"Gimana pelayanannya pasti hot yah?" Tanya Ardian.
Arya langsung memukul bahu Ardian.
"Sakit loh dipukulin" Ucap Ardian sangat tahu kekuatan tangan dari Arya.
"Aku hanya bisa menyarankan kepada kamu untuk secepatnya jujur dihadapan Istrimu jangan sampai kamu menyesal" Ardian menepuk bahu Arya.
Perasaan Arya sedikit membaik setelah berkeluh kesah dengan Sahabat sekaligus asistennya.
Kalau ini Ayahnya si Kembar dan Idolnya Authorπ π π.
TBC...
Ada rahasia apa yah dibalik Album Foto itu???
yang penasaran dengan kelanjutan dari cerita BDP yah tunggu Updatenya yah Kakak Readers.
Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP yah kakak Readers.
Dengan Cara Like, Rate, Favoritkan dan Votenya yah kakak Readers ππ
__ADS_1
Ayo Dong Kakak Fania Mohon Kalau habis Like Dan Baca BDP TOLONG dengan Sangat untuk Mengisi Kolom Komentar. Kalau Bisa Setiap Babnya diIsi dengan Komentarnya Kakak. Silahkan berkomentar sesuai Isi Novel BDP Mau saran atau Kritikan silahkanππ.
SPAM KOMENTAR Yuk Kakak Readers πππ