Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 14. Bertemu dengan Ipar


__ADS_3

Happy Reading..


Delia diantar oleh Cewek yang sedari tadi menolongnya. Mulai saat ini Delia tidak ingin berfikiran macam-macam atau pun berfikiran jelek,Demi Jabang bayi yang ada di dalam rahimnya.


"Oiy perkenalkan namaku Eliana" Eliana memperkenalkan dirinya sambil tetap mengemudikan mobilnya.


"Aku Delia,Aku panggil Mbak, kakak atau apa nih?" tanya Delia.


"Panggil Aunty Eliana saja, kan kelak nanti aku juga akan jadi Auntynya si Kembar jadi mulai sekarang panggil Aunty Eliana ok" Ucap Eliana.


"Baik Aunty Eliana" Delia menirukan suara Anak Kecil.


Mereka tertawa bersama seakan-akan mereka sudah kenal Lama. Perjalanan mereka Terasa singkat karena mereka tak henti-hentinya bercanda dan berbincang-bincang.


"Setelah belokan di depan kita terus apa belok nih?" tanya Emilia.


"Teru saja kakak, gak jauh lagi dari sini" jawab Delia.


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Delia.


"Makasih banyak Kakak atas bantuannya, Mampir dulu lah kak, kita bincang-bincang apa gitu". ucap Delia menawarkan kepada Emilia.


"Lain kali saja, aku ada urusan yang urgen soalnya" Jawab Emilia.


"Baik Kakak, kalau gitu Hadija yah Kakak" ucap Delia.


"Apaan tuh Hadija?" tanya Emilia dengan wajah yang heran.


"Hati-hati di jalan Kakak mksudnya" Delia tersenyum kepada Emilia.


"ohh gitu, ingat jangan banyak fikiran dan harus istirahat yang cukup, Vitamin juga jangan sampai gak diMinum" Ucap Emilia.


"Siap Aunty Emilia". Jawab Delia.


Mobil Emilia perlahan-lahan meninggalkan pekarangan rumah Delia.


Delia melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Eliana menuju rumah utama Keluarganya.


Pagar tinggi mengjulang ke langit bagaikan pencakar langit.


Sistem keamanan di rumah Utama Eliana sudah memakai teknologi yang canggih.

__ADS_1



Siapa pun yang melihat tampilan rumah Eliana pasti akan terkagum-kagum.


Author pun terkagum wooow amazing..😅


Eliana langsung menuju kamar mamanya.


"Mama Aku pulang, anak cantikmu sudah pulang nih"


Seperti inilah gayanya Eliana jika pulang ke rumah utamanya.


Mama Eliana keluar dari kamarnya,dan menghampiri putri ke duanya.


"Gimana kabarmu sayang, Kamu baik-baik saja kan, Kamu lupa yah sama mama kamu ni sampai-sampai baru muncul?" Mama Elisabeth pura-pura merajuk dan berjalan ke arah dapurnya.


"Mama Marah-marah entar keriputnya nambah loh"


Mama Elisabeth langsung berjalan ke arah Cermin dan memeriksa Wajahnya.


"Gak ada, Wajah mulus gini dibilang keriputan". ucap Mamanya sambil terus memeriksa wajahnya.


"Mama yah kalau masalah keriput pasti reaksinya cepat banget".


Eliana langsung memeluk tubuh mamanya dari arah belakang.


"Ma, apa Kakak Arya pernah balik gak ke sini?"


Wajah mama Elisabeth langsung berubah sendu dan ada kilatan kesedihan di matanya. Ada banyak Rasa yang berkecamuk dalam benak mama Elisabeth. Mama Elisabeth sangat merindukan Anak laki-laki semata wayangnya.


Anak yang paling dekat dengannya harus pergi jauh dari kehidupannya, Karena Ayahnya yang menginginkan hal itu terjadi. Ayahnya Arya sebenarnya memiliki alasan khusus dari keputusannya itu, Tapi Hal itu diketahui hanya oleh Beliau sendiri.


"Mama mohon jangan bahas tentang kakak di depan Ayahmu, kamu tahu kan Ayahmu orangnya gimana" Permintaan Mama Elisabeth Kepada Emilia.


"Siap ma, apa mama tahu kalau kakak Arya sudah menikah dan sekarang istri kak Arya sedang hamil?" Tanya Eliana.


Mama Elisabeth kaget mendengar penuturan anaknya dan tidak percaya dengan hal itu.


"Itu tidak mungkin Eli, kakak kamu pasti akan memberitahukan kepada Mama dan minta restu kepada mama jika ingin menikah".


"Aku serius ma, Kak Arya sendiri yang memberitahukan kepada Emil, Bahkan Kak Arya diam-diam menyuruhku untuk menjaga Istrinya Ma" ucap Emilia.

__ADS_1


"Gimana Istrinya Kakak kamu,apa dia baik,apa dia Cantik, gimana orangnya?"


"Kalau menurut aku, Delia itu tipe Cewek yang baik,ramah, Cantik,pakai Hijab orangnya ma".


Eliana berbicara sambil mengingat wajah Delia.


"Kamu kenalnya dimana dan sudah lama kenalnya kah?".


"Tadi sih baru kenalnya ma, dan Aku yakin banget kalau kak Arya tidak salah pilih istri, Istrinya masih muda loh ma, umurnya baru mau 20 Tahun" ucap Emilia.


"Wooo daun muda nih mantuku, Ternyata kakakmu suka daun muda" ucap Mama Elisabeth.


Emilia dan mamanya tertawa bersama sambil menikmati secangkir teh hijau dan Kue kering yang ada di Meja dapur.


"Calon bayi kakak kembar loh Ma"


"Alhamdulillah kalau gitu, Tapi mereka baik-baik saja kan?"


"iya ma sampai saat ini mereka baik-baik saja"


"Kalau Mama ketemu dengan kak Delia pasti senang, Emil jamin keriput di wajah Mama akan hilang" ucap Emilia.


Eliana berlari meninggalkan mamanya di Dapur. Mama Elisabeth paling anti bahas Keriput.


"Awas yah nanti Mama potong Uang jajan kamu baru tahu rasa" ucap Mamanya sambil tersenyum melihat tingkah putri bungsunya.


"Aku tidak takut" hahhaha.


Anak dan mamanya sama-sama kompak. Sama-sama suka bercanda dan tentunya baik hati.


Mama Elisabeth Masuk ke dalam kamarnya dan mengambil figura yang berisi foto Arya.


"Nak, Mama kangen sama kamu, Maafkan Mama yang tidak bisa membelamu".


Mama Elisabeth mencurahkan isi hatinya dan rasa rindunya diatas figura Arya.


TBC...


Pengen juga punya mertua seperti Mama Elisabeth yah Readers.


Fania Ucapkan Makasih banyak untuk Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP, Fania kembali ingatkan untuk letakkan jempolnya di Tanda Like, Favorit dan Votenya. Jangan Lupa KriSannya juga Kakak.🙏🙏💞💗

__ADS_1


Typo mohon dimaklumi...🙏🙏


__ADS_2