Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 318. Kebersamaan


__ADS_3

Happy Reading..


Pernikahan yang bahagia adalah tentang tiga hal:


Mengenang kebersamaan, Memaafkan kesalahan pasangan dan berjanji untuk tidak akan pernah menyerah Satu sama lain


Pagi harinya, seperti biasanya Delia selalu bangun lebih awal dari penghuni Rumahnya. Bahkan Delia lebih cepat bangunnya dari pada art rumahnya.


Dia selalu bangun pagi untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk anak dan suaminya di pagi hari. Seperti menyiapkan makanan untuk sarapan mereka.


Pagi ini rumahnya cukup ramai dengan suasana pengantin baru. Mereka yang berada di rumah itu, sudah berkumpul untuk makan pagi. Mereka bercengkrama seperti biasanya sebelum memulai acara makannya.


Suasana kekeluargaan sangat terasa kental diantara mereka. Makanan pun sudah tersaji di hadapan mereka. Hari ini Delia memasak makanan khas Nusantara, atas permintaan dari Nyonya Lusiana ibunda Pricilla.


Ibu Luciana menyukai cita rasa masakan yang dimasak oleh Delia sangatlah otentik dan rasa rempah dan bumbunya terasa sekali. Makanan yang dimasak oleh Delia mempunyai cita rasa sendiri.


Ada rendang daging, telur balado, orak arik tempe, semuanya cita rasa asli Nusantara.


"Aunty Delia," ucap Cilla.


Delia yang baru saja duduk menolehkan kepalanya ke arah Cilla.


"Ada apa sayang?" tanya Delia.


"Aunty yang punya Kamar bagian sana yang dekat dengan dapur itu kamar atau ruangan kosong?" tanya Cilla yang ingin mengetahui hal tersebut.


Delia dan yang lainnya mengarahkan pandangannya ke arah kamar yang ditunjuk oleh Margaretha Agatha Pricilla.


"Emangnya ada apa sayang?" tanya balik Delia.


"Gini Aunty, semalam Abang Andreas kan ceritanya kehausan terus dia ke lantai bawah mo ke dapur ambil minum, tapi sebelum sampai di dapur Abang mendengar ada suara seseorang yang menangis," tuturnya.


Di saat Cilla berbicara seperti seseorang yang berdiri sejak tadi langsung pucat pasi dan gemetaran di posisi berdirinya. Tidak lain dia adalah sang pemilik Kamar tersebut. Salah satu maid yang bekerja di Istana ini.


Delia langsung mengarahkan pandangannya ke arah Adinda sang pemilik sekaligus penghuni kamar tersebut. Sedangkan yang ditatap langsung menundukkan kepalanya karena tidak ingin ketahuan jika dia lah yang menangis.


"Kamar itu kan yang Cilla maksud?" tanya balik Delia.


Delia yang menunjuk kamar itu ingin memastikan jawabannya benar atau salah.


"Iya benar sekali Aunty," jawabnya sambil mengangguk tandanya membenarkan bahwa itu benar adanya.


"Itu kamar salah satu maid yang bekerja di Sini sayang dan pemilik Kamar itu orangnya yang sedang berdiri di samping Kamu," balasnya.


Semua orang serentak menghadap ke arah Dinda. Sedangkan yang ditatap semakin grogi dan tidak tahu harus berbuat apa, tapi selalu berusaha untuk menutupi kebenaran yang ada.


"Ya Allah semoga Nyonya dan yang lainnya tidak mengetahui kalau itu aku yang menangis dan mereka tidak akan mengetahui masalah yang membuatku bersedih."

__ADS_1


"Adinda, apa benar sumber suara tangisan itu berasal dari kamar kamu?" tanya Delia.


Adinda yang ditanya seperti itu gelagapan dan terkejut saat pertanyaan ini terlontar untuknya.


Keringat dingin membasahi pipinya bahkan seluruh pakaiannya pun ikut basah. Apa yang terjadi padanya ketahuan dan dilihat dengan jelas oleh siapa pun yang ada di dalam dapur itu.


"Adinda, Kamu baik-baik saja kan?" tanya Delia yang melihat art kesayangannya itu tidak seperti biasanya, ada yang aneh menurutnya.


Yang ditanya kembali terdiam seribu bahasa, tidak tahu harus menjawab apa. Jujur atau kah menutupi kebenaran yang ada, tapi harus sampai kapan. Adinda pun berperang dengan pemikirannya sendiri. Kebingungan dan dilema melanda hati dan pikiran Perasaannya.


"Adinda apa Kamu baik-baik saja? sepertinya kondisimu kurang baik Kamu istirahat saja dulu, tidak usah bekerja hari ini hingga kondisi Kamu membaik," terang Delia.


"Makasih banyak Nyonya, aku baik-baik saja kok hanya saja," ucapan Adinda menggantung.


"Hanya saja apa Adinda?" tanya Delia.


Tiba-tiba tanpa ada angin apa pun, Adinda sesegukan dan sesekali terisak dalam tangisnya. Andreas kembali teringat semalam dengan suara tangisan yang dia dengar persis dengan yang dia dengar sekarang.


"Suara tangisan ini yang semalam Aku dengar, iya benar sekali seperti ini," tutur Andreas yang sangat yakin.


"Maksudnya Andreas?" tanya Arya Wiguna Albert Kim Said.


"Semalam Andreas jujur merinding dan mengira jika yang menangis itu adalah Kunti," jawabnya.


Jawaban itu langsung mendapatkan pukulan ringan dan pelan dari istrinya.


"Abang!! jangan bicara gitu dong, itu sama saja menakuti Cilla," tutur cila yang sudah ketakutan.


"Pricilla ada ada saja deh Sayang, mana ada hantu di rumah ini, iya kan Delia?" tanya ibu Lusiana.


"Hahaha ternyata istriku juga takut sama hantu," ucap Andreas.


"Maaf semalam itu, Saya yang menangis karena..." ucapannya terpotong.


"Karena apa Adinda?" tanya Delia yang melihat ke arah Adinda ada yang tidak beres.


"Gak apa-apa Kok Nyonya, saya hanya mimpi aneh saja," jawabnya yang segera berusaha menormalkan dan mengontrol perasaan dan emosinya.


"Oohh hanya mimpi tak kirain ada apa gitu," timpal Pricilla.


"Kalau gitu kita lanjutkan makannya, gak enak kalau makanannya sudah dingin," ujar Delia.


Mereka kembali menikmati makanan mereka yang sungguh sangat menggugah selera makan mereka.


Pricilla dan Maminya bahkan menambah porsi makannya. Setelah mencoba pepes ikan mas yang baru kali ini dia santap.


Ibu Lusiana memutuskan untuk beberapa hari menetap di Indonesia dan di kediaman Arya dan Delia. Beliau ingin menenangkan pikirannya dulu.

__ADS_1


Begitu pun dengan pengantin baru, Andreas untungnya sudah menyelesaikan pendidikannya S2nya di Inggris sehingga bisa dan siap bekerja di Perusahaan Kakeknya untuk membantu pamannya yang cukup kewalahan menghadapi dua sekaligus Perusahaan besar.


Perusahaan Sinopec Group dan perusahaannya sendiri DA. Semuanya sama-sama mencapai masa keemasannya dan puncak kejayaannya di tangan Arya. Arya berharap Anak-anaknya dan semua keturunan Wiguna bisa memiliki etos dan semangat juang untuk bekerja lebih dari yang dia miliki saat ini.


Dua bulan kemudian, Ibu Lusiana memutuskan untuk kembali ke Inggris London. Ada rasa hampa dan sedih beberapa hari ini yang menggerogoti pikiran dan hatinya.


Beliau pun sudah merindukan sosok suaminya yang egois dan keras kepala itu. Dia tidak menyangkal, jika selama di Indonesia dia merindukan sosok suaminya.


Memang awal pernikahan mereka karena perjodohan dan taktik licik yang dijalankan oleh Tuan besar Leonardo Armando, tetapi dia sudah berusaha untuk melupakan masa lalunya bersama mendiang mantan kekasihnya dulu, dan perlahan-lahan sudah mulai membuka hatinya untuk suaminya.


Sudah puluhan tahun pernikahan mereka, tapi cinta itu seakan-akan baru hadir dan mengusik ketenangan jiwanya.


Hari ini adalah hari kepulangan ibu Luciana ke Inggris bertepatan dengan beliau mendengar kabar bahagia.


Putri tunggalnya sudah hamil jalan dua bulan. Rona kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Ucapan selamat pun berdatangan dan mengalir untuk ke dua pasutri baru tersebut.


"*Jangan tunggu kaya dulu baru menikah karena pernikahan adalah tempat dilimpahkannya Resky."


"Pernikahan adalah selalu bersama dan tetap dalam satu tujuan, meski dengan cara yang terkadang berbeda."


"Rahasia pernikahan yang bahagia adalah menemukan orang yang tepat*."


Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.


Happiness does not come to those who have everything, but happiness will come to those who continue to be grateful for the blessings.


You will not find happiness if you continue to demand perfection. Be grateful for what you have, then there you will find happiness.


Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:


...1. Sang Penakluk...


...2. Cinta Yang Tulus...


...3. Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar...


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏


Tetap Dukung BDP dengan Cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan untuk tetap dapat Notifikasi Updatenya dan Votenya serta Giftnya yah ✌️


...********To Be Continued********...


...by Fania Mikaila Azzahrah...


...Makassar, Selasa, 21 Juni 2022...

__ADS_1


__ADS_2