Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 134. Berakhir di Sel


__ADS_3

Happy Reading..


Rangga digiring oleh polisi ke Kantor Polisi untuk dimintai keterangan atas kesaksiannya Karena hanya Rangga yang hidup di antara semua orang yang berada di TKP.


"Aku mohon jangan bawa Anak Saya Pak ke kantor Polisi, Anak Saya tidak bersalah." mohon ibunya Rangga kepada polisi.


"Ibu tolong Rangga Ibu, Rangga tidak bersalah" ucap Rangga sambil terus memegang tangan ibunya.


"Ibu mohon kerjasamanya, Tolong jangan ganggu pekerjaan kami Ibu" ucap Pak polisi.


Mobil Kepolisian perlahan-lahan meninggalkan pekarangan rumah Rangga. Ibu Anna belum mau melepaskan pegangan tangannya dari tangan Rangga. Ibu Anna hampir saja terjatuh ke Tanah andai saja Ibu Anna tidak cepat melepaskan pegangan tangannya.


Ibu Anna meraung menangisi keadaan dan nasib anak tunggalnya. Ibu Anna tidak pernah menyangka dan berfikiran akan seperti ini kisah hidup Puteranya yang selalu Dia bangga-banggakan. Ibu Anna sungguh tidak kuasa melihat putranya jadi penghuni buih.


Ibu Anna menangis tersedu-sedu di atas tanah taman rumah anaknya sambil terduduk. Ibu Anna tidak tahu harus minta tolong sama siapa. Kejadian ini sangat begitu cepat dan tidak terduga. Bagaikan roller coaster saja.


Ibu Anna segera memanggil taksi untuk mengikuti Anaknya. Ibu Anna akan melakukan apa pun yang penting Rangga bisa bebas.


Ibu Anna menelpon semua nomor hp keluarga maupun kenalannya tapi belum ada yang berniat untuk membantunya. Ibu Anna tidak putus asa dan tetap berusaha untuk menelpon siapa saja yang bisa membantunya.


Beberapa saat kemudian, Ibu Anna sudah sampai di Kantor polisi. Dan segera mencari keberadaan Anaknya.


"Maaf Pak Rangga di tempatkan di bagian mana yah Pak??." Tanya Ibu Anna.


"Ooh Bapak Rangga yang tega membunuh istri dan selingkuhan istrinya itu yang ibu maksud??." Tanya oak polisi sambil tetap pandangannya ke Video yang lagi viral.


"Maksudnya Bapak apa yah z Saya tidak mengerti??." Tanya Ibu Anna yang heran dengan perkataan Pak Polisi.


"Masa sih Ibu tidak tahu kasus itu, apa lagi Dia kan anak Ibu dan kasusnya Viral loh Bu" ucap Pak polisi sambil mengarahkan layar HPnya ke arah Ibu Anna.


Ibu Anna langsung mengambil hp pak polisi itu kemudian memeriksa isi dari video yang katanya viral. Ibu Anna tiba di rumah Rangga tadi sesudah Mayat Rindu sudah diselimuti dan ditutupi tubuhnya.


"Ya Ampun apa yang terjadi kepadamu Nak, kenapa semua ini terjadi??." ucap Ibu Anna yang menangis tersedu-sedu melihat video tentang anaknya dan menantunya.


Bahkan ada yang merekam percakapan antara Rindu, Rangga dan Selingkuhan Rindu. Kegiatan panas yang dilakukan Rindu pun terekspos dengan sangat jelas tanpa sensor.


Ibu Anna shock dan kaget melihat Menantu yang selama ini dia sayangi dan banggakan telah mencoreng nama baiknya. Ibu Anna tidak menyangka ternyata menantunya adalah cewek Pel*** yang tega selingkuh dibelakang suaminya dengan banyak pria hidung belang.


"Rasain loh Rindu kamu emang pantas mendapatkan karma dari perbuatanmu sendiri" ucap Ibu Anna yang sangat marah.

__ADS_1


"Maaf yah Ibu kalau mau lihat lebih lengkap Videonya, sini Aku kirimkan video ini ke hp ibu" ucap pak polisi.


"Makasih banyak Pak, Saya ke dalam dulu mau bertemu dengan anak Saya" ucap Ibu Anna.


"Sama-sama Bu" ucap pak polisi.


Ibu Anna segera mendatangi ruangan tempat anaknya berada. Ibu Anna sedih melihat puteranya jadi penghuni Rutan. Rangga bahkan sudah menyerupai orang yang kehilangan akal sehatnya saja.


Rangga dibawah oleh polisi menemui ibunya. Rangga Ingin berlari ke arah ibunya tetapi langkahnya tertahan oleh polisi.


"Mohon jaga sikap bapak" ucap pak polisi.


"Maaf Pak" ucap Rangga.


Ibu Anna sudah tidak mampu menahan air matanya melihat kondisi dari Rangga.


Rangga duduk di hadapan ibunya. Rangga tidak bisa memeluk ibunya karena tangannya di borgol.


"Ibu tolong Rangga, Rangga tidak ingin tidur di sini Ibu" Rengek Rangga yang sudah seperti anak kecil saja.


"Iya Ibu akan lakukan apa pun yang penting kamu bisa bebas" ucap Ibu Rangga.


Ibu Anna segera mengambil handphonenya dan menelpon salah satu pengacara kenalannya. Tapi ibu Anna dibuat tidak percaya dengan permintaan dari pengacara itu.


"Maaf ibu, Bukannya Saya tidak bisa menolong anak Ibu tapi harga yang Ibu tawarkan Terlalu sedikit" ucap pengacara itu.


"Aku mohon pak tolonglah anak Saya" ucap Ibu Anna yang sudah menghibah kepada Pengacara lewat hp.


Tut..Tut..Tut...


Sambungan telpon pun terputus, pengacara tersebut memutuskan sambungan telpon secara sepihak.


"Ibu gimana dengan pengacara yang ibu sewa??." Tanya Rangga.


"Dia tidak bisa membantu kita nak, tapi ibu akan terus berusaha untuk menolongmu" ucap ibu Anna.


Bunyi sepatu seseorang membuat ibunya Rangga menoleh dan penasaran dengan pemilik langkah kaki itu. Ibu Anna penasaran dengan wajah orang itu yang selama ini belum pernah dia lihat sebelumnya. Orang itu terus berjalan ke arah mereka. Orang itu langsung menyerahkan map yang entah isinya apa kepada polisi.


"Silahkan ikut kami pak" ucap polisi kepada Dimas dan Pengacaranya.

__ADS_1


Rangga terus menunduk dan tidak berani menatap wajah Asisten pribadi Presdirnya karena Rangga takut jika Dimas tahu perbuatannya yang sudah menggelapkan uang Perusahaan hingga ratusan juta rupiah.


Sebenarnya Arya Ingin dirinya sendiri yang datang menemui Rangga tetapi Arya mendapatkan Telpon dari Korea Selatan dari Asrama Puteranya Zack. Sehingga Arya harus segera berangkat ke Seoul. Arya tidak ingin terjadi sesuatu kepada Putra pertamanya. Delia Ingin ikut ke Korea Selatan tetapi keadaannya yang tidak memungkinkan sehingga Delia mengurungkan niatnya padahal dirinya sudah merindukan puteranya itu. Sedangkan Zoe Saldana Sekarang menetap di Inggris tempat kelahiran Nenek buyutnya dari Mama Elisabeth.


Dimas tidak perduli dengan keadaan Rangga dan ibunya, bagi Dimas yang dilakukan Rangga dan Rindu selama ini sudah kelewat batas. Dimas sangat menyayangkan sikap dan perilaku Ibu Anna yang tega menghina Rina yang berakibat Bapaknya Rina Sakit dan harus meninggal dunia.


Mereka berjalan meninggalkan Rangga bersama ibunya. Arya pun tidak menoleh sedikit pun ke arah Rangga dan ibunya.


Setelah beberapa saat, Dimas Afrizal dan Pengacaranya serta Beberapa polisi berjalan ke Kursi yang diduduki oleh Rangga. Sedangkan Rangga sudah panas dingin dan semakin takut.


"Maaf Apa benar saudara Rangga adalah salah satu karyawan perusahaan Sinopec Group??." Tanya Pak Polisi itu setelah Beliau duduk dihadapan Rangga.


"Benar pak" ucap singkat Rangga.


Polisi itu pun segera menyodorkan sebuah map yang berisi bukti-bukti kejahatan Rangga yang sudah merugikan perusahaan Sinopec Group.


Rangga kaget setelah melihat dan membaca isi dari map itu. Dan tidak menyangka kalau Presdirnya akan tahu dengan cepat kelakuannya di perusahaan Sinopec Group. Rangga sudah melakukan hal itu dengan sangat rapi. Bahkan semua bukti kejahatannya sudah dua hilangkan dengan cara membakarnya.


Rangga semakin terpojok saat ada Pak polisi


yang melapor kalau Rangga tadi siang mengemudikan mobilnya dengan Ugal-ugalan dan akibat dari perbuatannya itu ada beberapa pengendara sepeda motor yang kecelakaan.


Lengkap sudah penderitaan Rangga.Pepatah mengatakan ibarat jatuh tertimpa tangga pula. Apes benar nasibmu bang.


Ibunya Rangga terperangah mendengar tuntutan dari polisi. Ibu Anna tidak menyangka anaknya akan melakukan hal itu. Ibu Anna bahkan sudah pusing memikirkan Nasib Putera tunggalnya. Dan setelah membaca tuntutan itu, polis membawa Rangga kembali ke dalam selnya.


Ibu Anna Akhirnya pingsan karena tidak sanggup menahan beban dari perbuatan Puteranya.


TBC..


📢Typo harap maklum yah kakak 🙏📢


Alhamdulillah Fania sudah buka kembali GC Sahabat F3..


Makasih atas segala bentuk dukungan Kalian kepada BDP 🙏🙏.


Kayaknya Fania butuh setangkai mawar merah nih Readers untuk penyemangat FANIA untuk crazy up 🤭🙏.


Yang Lapor salah satu Karya Fania yang tidak seberapa itu moga segera dibukakan pintu hatinya untuk memberikan secangkir kopi untuk BDP ✌️🤭🏃.

__ADS_1


By Fania Mikaila AzZahrah 💋


Makassar, 26 Februari 2022.


__ADS_2