
Happy Reading..
Mama Elisabeth tidak menduga dan menyangka jika pria arogan, keras kepala dan egois itu ternyata berhasil kembali menjadi suami ke duanya.
Orang yang selama ini pernah menorehkan luka mendalam dalam hidupnya ternyata sekarang menjadi pahlawannya membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh keluarga besarnya.
Pria yang sudah lama menghilang dari hidupnya yang tidak pernah dua pikirkan sedikit pun untuk bersatu kembali ternyata menjadi orang yang saat ini menjadi pria idaman dalam hidupnya setelah mantan suaminya almarhum Wiguna Albert Kim Said yang sudah berpulang ke Rahmatullah.
Mama Elisabeth bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bahagia dan menikmati indahnya rumah tangga yang dia bina bersama Hendry Simanjuntak Liu.
"Makasih banyak Mas, kamu sudah bekerja dengan sangat baik dan mereka sangat bahagia dan bersyukur karena berkat bantuan Mas kita mengetahui kalau Alan adalah Rian masih hidup" ucap Mama Elisabeth.
"Itu sudah sepatutnya Mas lakukan karena kalian adalah penyemangat dan kebahagiaan Mas dalam hidup ini" ucap Pak Hendry yang membalas pelukan istrinya.
"Alhamdulillah keputusanku dulu untuk menikah dengnmu adalah keputusan yang sangat tepat, Aku sangat bersyukur karena Mas sudah berubah menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya".
Mama Elisabeth kemudian mencium pipi suaminya. Perlahan tapi pasti Pak Hendry membalas perlakuan suaminya.
Elusan tangan lembut nan halus mama Elisabeth dipunggungnya membuat hasratnya tiba-tiba membuncah.
Dan ketika Mama Elisabeth hanya tinggal memakai pakaian yang sangat tipis kian membuat hasratnya membuncah dan bergelora.
Tangan Pak Hendry semakin bergerilya menyentuh aset benda kenyal yang akhir-akhir ini menjadi daerah favoritnya. Perlakuan dari Hendry membuat Mama Elisabeth terbang tinggi hingga melupakan logikanya.
Hingga mereka memutuskan untuk berbuat lebih pada diri mereka masing-masing dan melampiaskan hasrat mereka dalam kegiatan mereka di Siang itu.
Setelah Ibu Anna masuk ke dalam kamarnya bersama Arjuna beristirahat mereka pun mengikuti langkah Ibu Anna untuk beristirahat di dalam kamar pribadinya.
Sedangkan Hyuna setelah mengetahui kabar bahagia itu yang datangnya dari Pamannya, Hyuna segera bergegas menuju Rumah Sakit DA milik kakak sepupunya Arya Wiguna Albert Kim Said.
Hyuna berharap kedatangannya menjadi pembawa semangat untuk Alan atau Rian untuk segera sadar dari komanya. Pak Hendry menurunkan semua anak buah kepercayaannya dan terbaik yang dia miliki untuk menjaga keamanan dari keluarga Istrinya.
Saking ketatnya bahkan lalat pun tidak bisa lolos masuk ke dalam ruangan perawatan Rian. Setiap ada yang mendekati ruangan tersebut maka akan melewati beberapa keamanan yang berjaga di sana. Dan akan diinterogasi dan diperiksa seluruh tubuhnya untuk menghindar adanya penyusup.
Jika ada sesuatu yang mencurigakan maka mereka akan segera bertindak cepat sebelum terlambat. Hyuna sudah berada di dalam ruangan suaminya.
Air mata Hyuna tidak berhenti mengalir membasahi pipinya antara bahagia dan sedih.
__ADS_1
Bahagia karena ternyata suaminya yang selama ini dikira sudah meninggal dunia ternyata masih hidup dan sedihnya Karena suaminya terbaring lemah yang masih berjuang demi keselamatan dan hidupnya.
"Mas bangunlah, Apa Mas tidak ingin melihat putra kita Arjuna yang sudah besar? Arjuna merindukan kehadiran sosok Daddy nya yang selama ini Dia rindukan kehadiran Mas".
Hyuna menciumi tangan suaminya dan Air matanya sedari tadi menetes membasahi pipinya yang putih mulus itu.
"Ya Allah sembuhkan lah penyakit suamiku dan sadarkan segera, Saya sangat merindukan kehadirannya di hidupku, Aku tidak sanggup lagi hidup jika harus kembali berpisah dengan suamiku Alan".
Hyuna tanpa dia sadari sudah terlelap dalam tidurnya di samping ranjang Alan dengan tangannya yang masih setia menggenggam tangan suaminya.
Sudah sekitar dua jam Hyuna tertidur dengan masih ada beberapa tetes air mata yang membasahi pipinya. Hyuna terbangun dari tidurnya karena merasakan ada yang menyentuh pipinya.
Hyuna merasakan benda yang menyentuhnya sangat dingin sehingga tidurnya terusik dari sentuhan dari tangan orang itu.
Hyuna mengerjapkan matanya beberapa kali dan menyesuaikan cahaya lampu yang berhasil masuk ke dalam retina matanya.
Pemilik senyuman yang selalu Hyuna rindukan itu ternyata ada dihadapannya sekarang. Hyuna langsung berhamburan ke arah tubuh Rian setelah menyadari kalau dirinya tidak sedang bermimpi melihat Alan berada di depannya.
"Asssalamu Alaikum sayang" ucap salam Rian.
Rian menghapus air mata Hyuna menggunakan tangannya yang terpasang jarum infus karena hanya tangan itu yang mampu digerakkan oleh Rian bin Alan.
"Mas baik-baik saja kan atau ada yang mas inginkan atau mungkin mas mau minum?" tanya Hyuna yang mencerca berbagai macam pertanyaan untuk Rian yang baru saja tersadar dari komanya.
Rian tidak menggubris pertanyaan dari istrinya itu dan hanya memandangi wajah cantik istrinya yang seakan-akan Hyuna akan menghilang dalam sekejap mata.
"Mungkin sebaiknya Aku panggilkan dokter saja untuk mengecek kesehatan Mas" ucap Hyuna yang ingin langsung berdiri dari duduknya tapi langsung dicegah oleh Rian dengan menarik tangan Hyuna.
"Tidak perlu kamu repot-repot, Mas tidak butuh dokter yang Mas butuhkan adalah kamu berada di sisiku itu cukup bagiku" ucap Rian.
"Tapi Mas..." ucapan Hyuna terpotong karena Rian terus menggelengkan kepalanya dan menarik tangan Hyuna.
Hyuna tidak mampu mengimbangi tarikan dari Rian sehingga dia terjatuh ke atas tubuh Alan. Untung saja tidak mengenai tubuh Alan yang sakit.
"Mas lepasin ini sama saja menyakiti Mas, Mas kan baru beberapa hari selesai operasi, Mas takut jika gara-gara Hyuna Mas nambah sakit" ucap Hyuna yang khawatir jika dirinya menyakiti bahkan menambah sakitnya ditubuh Alan.
"Stop" ucap Alan dengan menempelkan jarinya diatas bibir kenyal yang merah merona semerah delima itu.
__ADS_1
Hyuna terdiam dan tidak mengganggu aktifitas suaminya yang sedari memainkan bibirnya. Hyuna tiba-tiba merasakan sesak nafas dan tubuhnya gemetar karena sentuhan yang dilakukan oleh Alan yang memainkan bibirnya dan memberi kode kepada Hyuna untuk segera mengunci rapat pintu kamarnya.
Hyuna yang mengerti dengan kode yang diberikan oleh Alan sigap berdiri lalu berjalan ke arah pintu. Hyuna mengerti dengan maksud suaminya yang menginginkan sesuatu layaknya suami istri normal lainnya.
Hyuna mengatur letak dan posisi ranjang Alan agar lebih mudah Hyuna dan Alan melakukan sesuatu yang mereka inginkan terjadi. Sudah selayaknya mereka menuntaskan hasrat mereka yang sempat terpisah empat tahun lamanya.
Tapi karena kondisi Alan yang belum pulih dan sembuh total sehingga Alan hanya menuntun Hyuna sedangkan Hyuna memimpin jalannya permainan mereka.
Para penjaga yang berada di luar ruangan tersebut sedikit mengjauh dari sana karena tidak ingin pikiran mereka tercemar dan terkontaminasi oleh suara-suara aneh yang Keliat dari bibir mereka yang berakibat terganggunya konsentrasi dan pekerjaan mereka.
"Mas, Hyuna sangat merindukan Mas Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu di sisiku". ucap Hyuna yang ngos-ngosan.
"Mas juga sangat merindukan dirimu sayang hingga Mas setiap malam berusaha untuk tidur tenang tanpa pelukanmu" ucap Alan dengan bola matanya yang bersinar.
Hyuna mampu mengikuti irama dan alur permainan dari Alan. Hyuna berhasil memimpin permainan dengan kelihaiannya dalam bermain. Empat tahun bukan lah waktu yang sebentar untuk menjalani puasa di ranjang.
Alan dan Hyuna sama-sama tersenyum setelah berhasil menuntaskan hasrat mereka walaupun dalam keadaan yang sangat terbatas dan gerak mereka pun terhalang oleh selang infus yang masih setia terpasang di tangannya.
Apa pun masalah yang kalian hadapi maka sepatutnya selesaikan semuanya di atas ranjang. Yakin dan percaya lah insya Allah akan menemukan solusi yang tepat dari kemelut dan cobaan yang kalian hadapi. ihh otor pengalaman yah hehehe.
......................
Alhamdulillah hari ini Bertahan Dalam Penantian sudah Update dua bab💪.
Sambil menunggu Updatenya BDP silahkan mampir ke Novel recehku yang lainnya yang setiap hari update:
💛Cinta yang Tulus CYT
💚 Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar,. tapi Masih butuh revisi di hampir seluruh Babnya dan masih sepi kodong pembacanya.🤣🤣
Jangan Lupa untuk tetap memberikan Dukungannya kepada BDP dengan Cara Like Favoritkan Rate Bintang 5 dan Giftnya jika kalian memiliki Poin atau Koin lebih ✌️.
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Selasa, 17 Mei 2022
__ADS_1