
HAPPY READING..
Keributan yang terjadi di dalam Supermarket mengundang beberapa pengunjung supermarket tersebut berdatangan ke sumber keributan. Mereka sudah berusaha membantu untuk melerai ke dua bocah tersebut tapi hasilnya masih sama. Tidak ada yang mau mengalah di antara mereka. Mark pun sudah melarang dan mencegah mereka untuk tidak bertengkar tapi mereka bagaikan kucing dan tikus saja.
"Daddy!! bantuin Key dong" teriak Key.
Sedangkan Mark yang dipanggil oleh anaknya juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mark menyerah untuk memisahkan dan menghentikan pertengkaran mereka.
Mark heran dengan ke dua sifat bocah tersebut yang sama-sama keras kepala dan egois. Mereka dua orang tapi sifat dari ke duanya sama, bahkan ada kemiripan dari wajah mereka. Postur tubuhnya pun hampir sama Tinggi hanya berbeda beberapa centimeter saja, Key lebih tinggi dari Amanda, umur mereka pun sama 9 tahun.
"Kenapa wajah anak ini ada kemiripannya dengan wajah Key, dan mata anak ini mengingatkan aku pada cewek itu" monolog Mark.
Sedangkan di dalam mobil, Raditya anak sulung dari Eliana dan Mark sudah ngomel-ngomel Karena adik dan daddy-nya belum juga selesai berbelanja.
"Mom, Daddy dan Key ke mana sih kok Lama banget??." tanya Raditya.
"Mom juga heran, sudah hampir sejam mereka belum selesai juga berbelanja" jawab Eliana.
"Gimana kalau Raditya cari mereka mom??." usul Raditya.
"Mom saja yah nak, Raditya di dalam mobil saja" ucap Mommy nya.
Elliana pun masuk ke dalam supermarket dan menemukan putri dan suaminya sedang duduk manis saling berhadapan dengan seorang gadis kecil. Eliana heran dengan sikap mereka dan penasaran apa yang terjadi sehingga putri dan suaminya dengan santainya duduk dan menikmati es krim yang ada dihadapan mereka. Eliana pun mengambil kursi kosong.
"Dad, lihat jam gak??." tanya Eliana kepada suaminya sambil mengarahkan jam tangan yang ada di pergelangan tangan Mark.
Mark pun baru menyadari bahwa mereka akan berangkat kembali ke Inggris hari ini. Karena perdebatan kecil dan penasaran dengan siapa anak kecil yang ada di depannya membuat Mark melupakan apa yang seharusnya Mark lakukan.
"Mommy" ucap Key yang sudah sudah menangis dalam pelukan Mommy nya.
Eliana menatap ke arah Mark. Sedangkan Mark tidak bisa menjawab pertanyaan dari istrinya.
Sedangkan Amanda seakan-akan tidak terusik oleh kedatangan Eliana sehingga Amanda dengan santainya menikmati es krim yang ada di depannya. Eliana menatap Mark Key dan Amanda secara bergantian. Eliana tidak berhenti untuk memperhatikan ke tiganya dan akhirnya menemukan ada beberapa bagian dari wajah mereka yang mirip. Ke Tiganya seperti satu keluarga. Tapi Elliana langsung menghilangkan pikiran dan prasangka jeleknya.
"Itu tidak mungkin, kami tidak ada hubungan apa pun dengan anak ni" ucap Eliana dalam hatinya.
"Sepertinya keberangkatan kita ke Inggris harus ditunda dulu Sayang" ucap Mark kepada istrinya.
"Iya, sebaiknya kita tunda saja" ucap Elliana yang masih saja memperhatikan wajah Amanda.
"Maaf Kalau boleh tahu, adek Siapa kok bisa satu Meja dengan putri dan suami saya??." tanya Eliana kepada Amanda.
__ADS_1
Amanda segera menghentikan kunyahanya dan melap bibirnya dengan tissue. Hal itu lagi-lagi membuat Eliana heran, karena Mark dan Key
pun sering melakukan hal itu setelah makan. Eliana kembali dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Maaf Aunty, nama saya Amanda Aunty" ucap Amanda sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Eliana.
"Amanda nama yang cantik sesuai dengan orangnya" puji Eliana.
"Makasih Aunty" ucap polos Amanda sambil tersenyum manis.
Key cemburu melihat interaksi antara mommynya dengan Amanda. Key tidak suka jika mereka akrab. Key masih jengkel dengan sikap Amanda yang tidak Mau mengalah.
"Key kok cemberut gitu, cantiknya berkurang loh Sayang kalau Key gitu" ucap Eliana yang tahu persis apa yang terjadi dengan sikap Putrinya.
"Key jengkel Mom sama Amanda, gara-gara Amanda krupuk tempe nya gak jadi key makan" ucap lesu Key.
"Kok gara-gara Amanda sih, Amanda kan juga mau makan kerupuk tempe yang kata orang rasanya enak" ucap Amanda yang tidak ingin disalahkan walaupun sebenarnya dia lah yang salah.
"Sudah dong berdebatnya, gimana kalau Kita ke Mall saja, kita cari krupuk tempe di sana, mau gak??." usul Eliana kepada ke dua bocah yang sama-sama keras kepala.
"Aunty Serius nih ajakin Amanda ke Mall cari krupuk tempe??" tanya Amanda.
"Aunty serius, Key mau kan ikut??." tanya Eliana kepada anaknya.
"Dad, yuk kita berangkat" ucap Eliana kepada suaminya.
Mereka pun berjalan ke arah mobil. Sedangkan Raditya sudah tertidur di jok belakang mobil. Mark pun masuk ke kursi kemudi dan menyuruh supir pribadinya untuk pulang.
"Jadi kita ke Mall mana sayang??." tanya Mark.
"Kita ke Mall P saja Sayang karena itu Mall yang paling terdekat dari sini" jawab Eliana.
Sedangkan di kursi belakang, Amanda dan Key masih belum bisa akur dan berdamai. Mereka saling memperlihatkan bahwa mereka sama-sama egois. Raditya sama sekali tidak terganggu dengan tingkah mereka.
Mark memarkirkan mobilnya lalu mereka berjalan masuk ke dalam Mall. Siapa pun yang melihat kedekatan mereka pasti akan beranggapan kalau mereka adalah satu keluarga. Eliana semakin lama semakin dibuat heran karena tingkah laku Key dan Amanda sama. Mereka menghabiskan waktu mereka dgn penuh canda tawa. Perlahan-lahan Key dan Amanda sudah melupakan permusuhan mereka sebelumnya. Bahkan sekarang mereka sudah kompak dan solid. Mereka seperti Kakak dan adik kandung saja.
Eliana tersenyum bahagia melihat anak-anak mereka bahagia. Raditya yang awalnya dingin dan irit Bicara akhirnya pun ikut tertawa bersama mereka bahkan sudah terkesan cerewet dan tidak seperti biasanya. Raditya senang dengan kehadiran Amanda. Mereka sekarang berada di salah satu resto siap saji. Karena anak-anak mereka sudah kelaparan dan capek bermain.
"Mom, Raditya senang banget karena Key sudah punya teman jadi Raditya bisa bebas bermain gak diganggu lagi sama Key" ucap polos Raditya.
"Jadi Kakak selama ini gak suka yah bermain sama Key, kakak Raditya gak sayang sama Key" ucap Key yang sudah meneteskan air matanya.
__ADS_1
Mark langsung memeluk tubuh putrinya dan berusaha menenangkan Key.
"Bukan maksud Abang gitu kok sayang, iya kan Abang??." tanya Mark Kepada putra sulungnya.
"Maksudnya Abang, kan sudah ada Amanda jadi Key sudah punya teman bermain kan Kepada sama Amanda sama-sama anak perempuan sedangkan Abang kan anak laki-laki Key" tutur Raditya yang berusaha menenangkan adiknya.
"Iya key kan Amanda yang akan nanti temani Key Kalau Key mau bermain" ucap Amanda.
"Amanda janji akan selalu temani key untuk bermain???." Tanya Key.
"Selama Key ada di Indonesia, Amanda akan siap menemani Key" ucap Amanda.
Akhirnya key pun tersenyum dan mereka kembali menikmati hidangan yang tersedia. Entah kenapa Eliana sangat ingin mengetahui tentang jati diri Amanda. Karena semakin ke sini sikap dan perilaku Amanda semakin mirip dengan Mark dan Key.
"Apa kah aku harus mencari tahu siapa sebenarnya Amanda ini, Karena menurut aku ini tidak mungkin hanya kebetulan saja." monolog Eliana.
Eliana pun diam-diam mengirimkan Chat kepada anak buah Ayahnya. Dan meminta untuk menyelidiki siapa sebenarnya Amanda ini.
"Ya Allah mudah-mudahan dugaan ku salah" do'a Eliana.
Eliana kembali mengingat kejadian 9 tahun Lalu, di saat dirinya sedang berdebat dengan Mark suaminya. Mark waktu itu pergi dari rumah dan Eliana mengetahui kalau Suaminya sedang bersama dengan wanita lain di dalam kamar hotel. Walaupun Mark tidak sepenuhnya salah tapi yang namanya hati seorang istri pasti akan sakit dan terluka. Eliana sangat hancur dan sedih waktu itu bahkan Eliana sudah ingin menggugat cerai Mark andai saja Mark tidak mencoba untuk bunuh diri dihadapannya dan dirinya juga saat itu tidak sedang hamil. Pasti Eliana sudah berpisah dengan Mark. Mark juga sangat menyesal dengan perbuatannya waktu itu dan membuktikan kepada Eliana Kalau Mark tidak pernah ada niat untuk menyakiti Eliana dengan cara tidur dengan wanita lain. Eliana pun menerima kenyataan itu sebagai cobaan dalam rumah tangganya dan berbesar hati untuk memaafkan kesalahan Mark. Tapi karena Eliana hanya wanita biasa yang saat itu memilih untuk pulang ke Indonesia sementara waktu untuk menenangkan pikirannya.
Tapi Eliana tidak mengatakan apapun kepada keluarganya tentang kemelut rumah tangganya. Eliana menutup rapat-rapat kesalahan yang telah diperbuat oleh Mark suaminya.
Saat itu, Mark putus asa karena selalu di desak oleh keluarganya untuk mendapatkan keturunan. Karena pernikahan mereka sudah memasuki tahun ke tiga tapi mereka belum juga datang karunia seorang Anak. Karena itu lah Mark dan Eliana berdebat tentang hal itu membuat Mark pergi dari rumahnya dan ke Salah satu Club terbesar yang ada di London. Dari situlah Awal kejadian yang dilakukan oleh Mark. Dan mereka tidak ada yang tahu dan menyadari kalau Eliana sudah hamil.
TBC..
Beberapa part ke depan, kita akan membuka perlahan-lahan tentang kisah rumah tangga Eliana, Mark dan Amanda kecil. apa kah ada hubungan diantara mereka atau hanya kebetulan saja..🤔🤔.
Aku salut dengan sikap Eliana yang cukup bijaksana dalam menghadapi keadaan keluarganya dan kesalahan Mark. Kalau aku mungkin udah minta pisah 🤣🤣🤣.
Bagi Tipsnya dong Eliana 🤭. Dan sepertinya ini hanya akan terjadi di imajinasi Fania saja yha✌️✌️.
Ayok dukung Terus BDP Yah Kakak Readers 🙏.
Jangan bosan yah untuk baca kisah mereka ✌️🙏.
Jangan Lupa untuk selalu memberikan Like untuk setiap episodenya Yah 🙏.
Makasih banyak 🙏
__ADS_1
by Fania Mikaila AzZahrah.
Makassar, 13 Maret 2022.