Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 322. Kedatangan Mertua


__ADS_3

Happy Reading..


Separuh nafasku ku hembuskan untuk cintaku Biar rinduku sampai kepada bidadariku


Kamu segalanya tak terpisah oleh waktu Biarkan bumi menolak ku tetap cinta Kamu


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang Walau dunia menolak ku tak takut


Tetap ku katakan kucinta dirimu


Karena kamu bintang di hatiku


Takkan ada yang lain mampu goyahkan rasa cintaku padamu


Kamu segalanya tak terpisah oleh waktu Biarkan bumi menolak ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang Walau dunia menolak ku tak takut


Tetap kukatakan kucintai dirimu


Sudah jangan kau usik lagi


Cinta yang tertanam di hati akan ku bawa sampai mati


Kamu segalanya tak terpisah oleh waktu Biarkan bumi menolak ku tetap cinta kamu


Biar mamamu tak suka papamu juga melarang Walau dunia menolak ku tak takut


Tetap kukatakan kucintai dirimu.


As well as the regrets of life, we can correct the mistakes that make us regret. We can also make regrets as life lessons so that in the future we will be more careful and not repeat the same mistakes.


Regret cannot change the past, nor can worry change the future.


Terima kasih ya Allah, Engkau telah menitipkan Malaikat kecil ini di dalam tubuhku. Kan ku jaga dengan penuh kesungguhan.


Mendapatkan hadiah berupa amanah seorang anak merupakan sumber kebahagiaan yang dinanti sepasang suami isteri. Mendapatkan momongan menambah lengkapnya suatu keluarga.


Seketika aku menjadi wanita yang paling bahagia di dunia, ketika aku tahu ada segumpal darah dalam rahimku.


Kebahagiaan membuncah di dada ke duanya, setelah melihat calon bayinya melalui layar komputer. Walaupun sangat masih kecil, tapi Andreas dan Pricilla sangat bahagia.


Setelah mengantri mengambil obat beserta vitamin yang kualitas super nomor Wahid khusus untuk calon penerus Wiguna Albert Kim Said.


Andreas tersenyum ketika mengingat kembali perkataan dokter Aulia sekaligus bundanya itu.


Andreas penasaran sehingga harus bertanya tentang masalah hubungan suami istri disaat istri sedang hamil muda.


Awalnya bunda Aulia tertawa simpul mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Andreas sedangkan Andreas malahan kebingungan melihat tanggapan dari Bundanya.


"Andreas jangan setiap ingin gitu Kamu hajar istrimu, ingat dia lagi hamil muda, jangan terlalu digenjot, harus pelan-pelan saja dulu selow, nanti dimasa kehamilannya sudah jalan 8 bulan baru bisa hari-hari."


"Jadi harus puasa kalau gini dong," ucap Andreas polos.


"Bukannya harus puasa, tapi pelan satu kali dalam seminggu bolehlah, tapi jangan lebih dari itu," ujarnya.


Dalam hatinya, Dokter Aulia ingin tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari wajahnya Andreas saat tahu jika hanya bisa sekali dalam seminggu diperbolehkan untuk berhubungan intim.

__ADS_1


"Emang enak dikerjain, makanya jangan suka mandul alias bin main duluan."


Wajah Pricilla langsung memerah menahan malu kala itu. Dengan wajah lesu dan menundukkan kepalanya, Andreas meninggalkan ruangan praktek Dokter Aulia dengan perasaan yang bercampur aduk antara bahagia dan resah, gunda gulana karena lagi hangat dan enaknya harus menjalankan puasa.


Mereka sudah berjalan ke arah parkiran mobil karena akan kembali ke rumahnya Aunty Delia.


"Sayang kita langsung pulang saja yah," pinta Cilla yang merasa kurang enak badan.


"Kamu kenapa sayang, Kamu baik-baik saja kan?" tanya Andreas yang langsung menghentikan langkahnya.


Andreas berhenti sebelum sampai di depan mobilnya itu. Lalu ia memeriksa kondisi istrinya. Keningnya segera diperiksa oleh Andreas.


"Tubuh Kamu sedikit panas dari biasanya, kita harus segera pulang saja, Abang tidak ingin melihat ada sesuatu yang terjadi sama Kamu," ucapnya sudah Khawatir dengan kondisi fisik dan tubuhnya dari istrinya.


"Aku hanya kecapean mas,mataku juga ngantuk banget nih," ujarnya Pricilla.


Andreas segera berinisiatif menggendong tubuh istrinya ke dalam mobilnya. Andreas mendudukkan tubuh istrinya dengan sangat pelan dan hati-hati ke dalam mobilnya.


"Makasih sayang."


Setelah Pricilla sudah duduk di jok mobil penumpang. Andreas mengelilingi badan mobil lalu masuk kebagian supir.


Beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah meninggalkan halaman Rumah Sakit. Pricilla menyandarkan kepalanya kebelakang.


"Kalau kamu ngantuk tidur saja, perjalanan Kita juga cukup jauh dari sini," ucapnya dengan membelai lembut rambut istrinya.


Andreas tersenyum melihat istrinya yang begitu patuh seperti seorang anak kecil saja.


Mobil mereka sudah memasuki pekarangan rumah utama keluarga Arya. Andreas segera mematikan mesin mobilnya lalu membangunkan istrinya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.


"Huuummm, udah sampai yah Abang?" tanya Pricilla lalu mengerjapkan matanya berulang kali.


Andreas hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang terpancar selalu dari wajahnya.


Pintu tinggi besar nan menjulang tinggi itu dengan dua daun pintunya terbuka lebar dan masuklah ke dua pasangan pengantin baru tersebut.


Langkah kakinya terhenti setelah melihat seseorang duduk di dalam ruang keluarga. Raut wajahnya berubah dari tersenyum sekarang jadi serius sekaligus tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Andreas sayang," ucapnya.


Andreas berdiri mematung di tempatnya sedangkan Pricilla tidak mengetahui siapa wanita yang masih cantik di usianya yang sudah cukup umur. Pricilla pun melirik ke arah suaminya berada.


Raut wajah Andreas tampak tegang, serius sedikit ada rasa kecewa Juga di sana.


"Untuk apa Mami dan Papi ke sini?" sarkas Andreas.


Delia heran dengan perkataan yang berhasil terlontar dari bibirnya Andreas. Cilla pun tahu jika mereka adalah ke dua mertuanya.


Pricilla refleks ingin maju ke hadapan mertuanya yang langsung ingin menciumi punggung tangannya, tapi langkahnya terhenti di saat suara intrupsi dari suaminya menghentikan kegiatannya.


"Margaretha Agatha Pricilla stop!!, kalau kamu melanjutkan langkah kakimu, Abang akan sangat marah," teriaknya dengan penuh amarah.


Adrian dan Emilia terkejut dengan suara dari putra tunggalnya itu. Mereka tidak menyangka jika putranya akan bersuara cukup tinggi di hadapan mereka. Menurut mereka, selama ini tidak pernah bersifat seperti itu.


"Andreas sayang Ini Mami," ucap Emilia yang berjalan mendekati anak sulungnya.


Emilia ingin memegang tangan putranya, tapi langsung dihempaskan oleh Andreas dengan sedikit keras.

__ADS_1


Pricilla serba salah, dia tidak ingin jadi menantu yang tidak menghormati ke dua mertuanya, tapi di lain sisi dia juga tidak ingin menentang keputusan dan perintah dari suaminya, apa lagi ingin menjadi istri yang durhaka.


Pricilla jadi serba salah dan dilema dengan sikapnya sendiri.


"Maafkan aku ya Allah, aku tidak tahu harus berbuat apa, aku bingung dengan pilihan terbaik yang harus aku pilih."


Sesekali Cilla melihat ke arah Suaminya dan sepintas ke arah Mami mertuanya.


"Abang, dia Mami Kamu loh, mereka jauh-jauh datang dari UK ke Jakarta," terang Cilla dengan sangat hati-hati,dia tidak ingin menyinggung perasaan suaminya yang nantinya akan berakhir dengan kemarahan.


Pricilla memegang tangan suaminya agar dia segera berubah. Apa yang dilakukan oleh Cilla agar suaminya menerima dan menyambut kedatangan mereka.


"Abang bagaimana pun mereka adalah ke dua orang tua Abang, tidak sepantasnya Abang bersikap kasar dan keras terhadap mereka," jelas Cilla dengan penuh kelembutan.


Andreas hanya menatap sepintas ke arah istrinya lalu kembali menatap tajam ke arah Papinya.


Bukan dia marah kepada orang tuanya, tapi sifat dan tingkah laku mereka yang memutuskan untuk menjodohkannya dengan perempuan yang tidak dia suka dan cintai.


Di dalam relung hatinya yang paling terdalam, Andreas merasakan kerinduan yang sangat kepada mereka, terutama kepada Maminya.


Tetapi, rasa kecewanya berhasil menutupi kerinduannya itu.


"Maafkan Andreas mi, aku sangat merindukan Mami, tapi di sisi lain aku terlanjur kecewa dengan kenyataan jika kalian diam-diam memutuskan untuk menikahkanku dengan Laila gadis yang egois itu."


Kehangatan dalam keluarga tidak diukur dari ukuran luas rumahnya, tapi luasnya kebahagiaan yang menempati.


Kesenangan bermula dari kebersamaan bersama orang-orang terdekat, terutama keluarga.


Kebersamaan dengan keluarga momen penting dalam menggapai rumah tangga bahagia.


The warmth in the family is not measured by the size of the house, but the breadth of happiness that occupies it.


Fun begins with being together with the closest people, especially family.


Togetherness with family is an important moment in achieving a happy household.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah 👌.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Sang Penakluk


Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya dan Votenya Juga serta Giftnya yah ✌️


********To Be Continued********


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Rabu, 22 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2