Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 139. Sedih


__ADS_3

HAPPY READING..


Dalam perjalanan ke Rumah Sakit Jiwa, Mobil yang dipakai oleh Rina dan Dessy tiba-tiba berhenti di depan salah satu Sekolah TK. Mobil yang mereka pakai berhenti karena ada rombongan anak TK yang Lewat di depan mobilnya.


Dessy tanpa sengaja melihat ke arah Rombongan anak-anak itu , dan melihat ada anak TK yang membawa boneka dalam gendongannya. Boneka itu berwarna Cokelat dan membuat Dessy tersenyum melihat ke arah gadis kecil itu.


Dessy segera turun dari mobil dan berjalan ke arah Anak itu. Dessy segera memanggil nama anak perempuan itu.


"Amanda" panggil Dessy.


Gadis kecil itu, menoleh ke belakang karena ada seseorang yang memanggil namanya. Setelah beberapa saat, Amanda kemudian langsung berlari ke arah Dessy.


"Aunty Dessy" ucap Amanda sambil berlari ke arah Dessy.


Dessy membuka ke dua tangannya sambil berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan gadis cilik itu.


"Aunty Dessy, Amanda kangen banget" ucap Amanda dalam pelukan Dessy.


"Amanda sudah mau pulang??" tanya Dessy.


"ia Aunty tapi Nenek Amanda belum datang" ucap Amanda.


Rina memperhatikan mereka dari atas mobil. Dan tidak ada niat untuk mengganggu mereka.


"Amanda sayang, Tante datang nih jemput Amanda" ucap seorang perempuan yang tiba-tiba datang dan berjalan ke arah mereka.


"Amanda tidak mau pulang sama Tante, Amanda maunya sama Ayah atau nenek saja" ucap Amanda yang memegang erat tangan Dessy.


"Amanda sayang, dengarkan Aunty Dessy Amanda tidak boleh berbicara kasar sama tantenya Amanda tidak baik loh Nak" ucap Dessy yang mencoba menasehati Amanda agar mau pulang bersama tantenya.


"Tapi Amanda tidak suka sama tante Linda Aunty" ucap Amanda yang matanya sudah berkaca-kaca.


"Kalau Amanda pulang sama Tante Linda nanti Aunty akan temani Amanda jalan-jalan" ucap Dessy.


"Aunty Dessy janji??" ucap Amanda sambil mengarahkan jempolnya ke arah Jempol Dessy.


.


"Aunty janji" balas Dessy.


"Kalau gitu, Amanda mau pulang sama Tante tapi ini demi Aunty yah bukan demi Tante Linda" ucap Amanda yang menampakkan wajah juteknya ke arah Linda.


Amanda dan Linda pun masuk ke dalam mobil sedan putih. Amanda melambaikan tangannya ke arah Dessy.


"Sampai jumpa lagi Aunty Dessy yang cantik" ucap Amanda.



Dessy hanya tersenyum melihat kepergian Amanda dan tantenya. Dessy kembali ke dalam mobilnya.


"Udah selesai urusannya Dessy??" tanya Rina.


"Iya, lanjutkan saja perjalanannya" ucap Dessy.


Mobil mereka melaju menuju RSJ Harapan Kasih.


Rina dan Dessy berjalan ke arah ruang perawatan Rangga Setelah mereka bertanya kepada petugas yang berjaga. Rina dan Dessy agak takut melihat banyaknya pasien yang mengalami defresi yang penampilannya nampak acak-acakan dan menakutkan. Tapi Demi Rangga mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.

__ADS_1


"Ini ruangan bapak Rangga yang ibu cari" ucap perawat itu sambil menunjuk ke arah Ruangan Rangga.


"Makasih banyak" ucap Dessy.


Rina membuka pintu ruangan Rangga. Rina terkejut melihat kondisi Rangga yang sudah tidak seperti dulu, wajahnya ditumbuhi kumis dan cambang. Tubuhnya agak hitam dan kurus.


Rina memegang tangan Dessy. Dan mereka berjalan mendekati Rangga yang sedang duduk di depan jendela dengan tangan yang terikat.


"Assalamu alaikum Rangga" ucap Rina.


"Waalaikum salam" ucap Rangga dengan suara yang terbata-bata.


"Gimana kabarnya Rangga??" Tanya Rina.


"Aku baik-baik saja Rina" ucap Rangga.


Seorang dokter perempuan masuk ke ruang perawatan Rangga dan dua orang perawat, setelah mendapatkan informasi dari Suster karena dokter tersebut takut jika Rangga mengamuk.


"Selamat siang Ibu" ucap Dokter tersebut.


"Selamat siang Juga dokter" ucap Dessy dan Rina.


"Maaf ibu, tolong jangan terlalu dekat dengan pasien, Karena Rangga sering ngamuk dan berbicara yang tidak jelas sambil berteriak memanggil nama seseorang" ucap dokter itu.


Rina tidak kuasa menahan tangisnya. Karena sedih melihat kondisi Rangga. Yang dulunya ganteng dan bersih. Sedangkan sekarang berbanding terbalik 289 derajat bedanya.



Ini Rangga beberapa bulan yang lalu yah sebelum peristiwa yang menggemparkan seantero NT.


Dokter tersebut tersenyum menanggapi perkataan Dessy.


"Coba, ajak Rangga berbicara, Aku ingin mendengarkan langsung" ucap dokter itu yang tidak percaya dengan kemajuan yang dialami oleh Rangga.


Dessy memberikan kode kepada Rina untuk mencobanya.


"Rangga, Apa kamu mengenalku?" tanya Rina.


Rangga melihat ke arah Rina dan langsung meminta maaf kepada Rina.


"Rina teman kantorku, Rina Maafkan aku yah, aku mohon maafkan aku" ucap Rangga yang menangis tersedu-sedu.


"Iya, Aku sudah memaafkan semua kesalahan kamu" ucap Rina.


"Makasih Rina" ucap Rangga.


"Alhamdulillah ini suatu kemajuan yang luar biasa, kedatangan Anda sangat membantu proses penyembuhan dari saudara Rangga" ucap dokter.


"Alhamdulillah kalau gitu dokter" ucap Rina.


Hp Rina berdering dan menampilkan wajah Suaminya. Rina segera mengangkat telponnya dan sedikit mengjauh dari Rangga.



Seperti ini foto kontaknya Emre dihp nya Rina. Rina tersenyum sebelum mengangkat telponnya.


"Assalamu alaikum Bang" ucap Rina

__ADS_1


Rina dan Emre sepakat untuk masing-masing memanggil Abang dan Adek menurut mereka itu panggilan yang romantis.


"Waalaikum salam" Jawab Emre.


"Masih di Rumah Sakit Dek??" Tanya Emre.


Emre sebenarnya tahu semua yang dilakukan Oleh Rina di RSJ melalui Hpnya. Karena Supir pribadinya Rina merekam semua aktifitas yang dilakukan oleh Rina kemudian mengirimkan ke Hp Emre.


"Saya sudah siap mau pulang Bang udah sore soalnya" ucap Rina.


"Hati-hati yah Dek jaga kandungan kamu baik-baik" ucap Emre.


"Makasih banyak Bang" ucap Rina yang kembali memerah wajahnya.


Rina akan selalu tersipu malu, Jika mendapatkan perhatian khusus dari Emre.


"Kenapa kamu tega melakukan hal itu kepadaku Bang, apa Salahku??, tapi aku tidak sanggup untuk membencimu sampai kapan pun itu" ucap Rina di dalam hatinya.


"Ada Rina, Kamu baik-baik saja kan??" tanya Dessy yang khawatir melihat Rina yang tiba-tiba bengong.


"Oooh ga apa-apa kok, yuk kita pulang" ucap Rina.


"Kita gak pamitan sama Rangga dulu Rina?" tanya Dessy.


"Kamu saja Yah Dessy, Aku agak lelah" ucap Rina yang menutupi kenyataan yang ada.


Mereka pun pulang setelah berpamitan kepada Rangga. Mereka berjalan ke arah mobil dan segera pulang.


Rina selama dalam perjalanan kebanyakan melamun dan terdiam. Rina masih bertanya-tanya kenapa Emre tega melakukan hal itu kepadanya. Tapi sekuat apa pun Rina yang ingin mencoba membenci Emre tetap tidak bisa.


Rina menahan sekuatnya untuk tidak meneteskan air matanya di depan Dessy. Rina tidak ingin berbagi dengan siapa pun tentang hal ini.


Mobil berhenti di depan rumah Dessy. Dessy pun turun dan pamitan kepada Rina. Rina melanjutkan perjalanannya pulang ke rumahnya. Rina berusaha untuk bersabar dan menjalani kehidupannya dengan baik.


"Apa Abang tulus menikahi ku atau hanya Kasihan saja??" ucap Rina di sela tangisnya.


TBC..


Alhamdulillah hari ini bisa Update 3 Bab Tapi Aku sedih kok ada lagi peringatan dari pihak NT Yah... seperti Novel aku yang satunya..


Tapi kata teman semua Author dapat konfirmasi gitu n Admin NT Juga Sudah kasih info untuk Nasehat kepada semua Author saja katanya...


Alhamdulillah aku bisa lanjut nulis n semakin semangat kalau gitu 💪💪💪✌️🙏


Gak ngerti Aku.. Mungkin Karena Novelku Genre romantis kali yah..


Optimis dan Positif thinking aja.. Mungkin itu untuk memperbaiki Kualitas Novel ✌️🙏🙏.


Jangan Lupa untuk tetap mendukung BDP yah kakak Readers 🙏🥰.


Ada yang setuju jika Rangga diberi kesempatan ke dua gak???


Siapa sih Amanda dan ada hubungan Apa Amanda dengan Dessy???.


Rina apa yang terjadi dengan Rina yang membuat Rina selalu murung???


Yang ingin jawabannya so lanjut baca yah kk...🙏🙏🥰

__ADS_1


__ADS_2