Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 83. Kehilangan


__ADS_3

Happy Reading..


Bulan madu yang rencananya akan berakhir dengan kebahagiaan TerPaksa Arya dan Delia lalui dengan penuh perjuangan.


Sudah berjam-jam Delia berjuang di Meja Operasi Tapi belum juga ada tanda-tanda Kalau Operasinya akan Segera selesai. Hal ini Membuat Seorang Presdir Muda yang Garang dan Bengis terpaksa harus Mondar mandir di Depan Ruang Operasi bagaikan Setrikaan Saja.


Semua Orang yang Hadir di Sana tak henti-hentinya Berdo'a Untuk kesalamatan Delia dan Calon Bayinya.


"Paman Park kok Operasinya belum selesai juga, apa sebenarnya yang terjadi dengan Istriku??" Tanya Arya Wiguna Albert Kim Said yang sudah nampak sangat khawatir.


"Tenanglah Nak, Banyak lah berdo'a Moga Allah SWT menyelematkan ke Dua-duanya" Jawab Paman Park Ji-Sung.


Setelah mendengar kata-kata Paman Park Arya duduk di kursi Tunggu. Arya Tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi. Di sinilah Arya sadari dengan sangat jelas kalau Kekuatan dan kekuasaan Allah SWT yang berperan dan Tidak ada kuasa dan Daya apa pun Jika Allah SWT yang berkehendak.


Karena Adzan Subuh sudah berkumandang dari Handphonenya, Arya segera pamit kepada Paman Park Ji-Sung untuk segera ke Mushollah Rumah Sakit.


"Paman aku pamit ke Mushollah dulu" Ucap Arya kepada Paman Park.


"Hati-hati dan Kalau Operasinya sudah selesai aku pasti menghubungimu" Ucap Paman Park.


"Assalamu alaikum" ucap Salam Arya.


"Waalaikum salam" jawab Paman Park.


Paman Park awalnya seseorang yang tidak beragama dan memiliki keyakinan Apa pun di dalam hidupnya. Tapi Berkat Persahabatannya dengan seorang Cewek Muslim yang berhijab Dari Indonesia lah yang memberinya Ilham untuk segera memeluk agama Islam. Dari situlah hingga saat ini, Paman Park memeluk Agama Islam.


Cewek itu adalah Sahabat sekaligus rekan Kerjanya di Kediaman Utama Oma Estella Dulu. Tapi karena Cewek itu pulang ke Tanah airnya sehingga terpaksa persahabatan mereka putus. Paman Park sudah menganggap cewek itu adiknya sendiri.


Arya dan Kim berjalan ke Arah Musholla Rumah Sakit. Dan bergegas mengambil air wudhu.


Kebetulan saat itu, ada beberapa orang yang ada di Mushollah yang akan melaksanakan shalat subuh. Jadi Mereka melaksanakan shalat subuh dengan Shalat berjamaah.


Arya melaksanakan shalat subuh dengan penuh takzim dan khusyuk. Arya Tak henti-hentinya meneteskan air matanya dikala Dia mendoakan keselamatan Istri dan Calon Bayinya.


Beberapa saat kemudian, Arya dan Kim sudah kembali dari Musholla sehingga Giliran Paman Park dan yang lainnya yang akan ke Mushollah.


Beberapa Menit kemudian, Lampu ruang Operasi Padam menandakan Operasinya telah selesai.


Arya sangat bahagia ketika mengetahui hal itu dan bergegas berdiri dan berjalan ke arah pintu. Dokter dan beberapa perawat keluar dari Ruang Operasi.


Arya segera mendatangi Dokter untuk menanyakan keadaan Delia Istrinya.


"Dokter gimana dengan keadaannya Istri saya??" Tanya Arya dalam bahasa Korea.


"Maafkan Kami tidak bisa menyelamatkan salah satu dari Calon Bayi kalian, Kami hanya bisa menyelamatkan Nyonya Muda dan Satu Bayinya Saja sedangkan yang satunya Sudah Tiada" Ucap Dokter.

__ADS_1


Arya gembira mendengar kabar kalau istrinya bisa selamat sekaligus sedih karena Calon Anak kembar mereka terpaksa harus meninggal dunia.


Paman Park Dan Kim mendekati Arya untuk menguatkan Arya agar Jangan larut dalam kesedihan.


"Ternyata calon Bayi kami Kembar" Ucap Arya sambil meneteskan air matanya.


"Nyonya Muda akan segera di bawa ke Ruang ICU Khusus dan Tunggu beberapa Jam untuk menunggu sampai nyonya Muda Sadarkan diri dan Tolong jangan buat Nyonya Muda Banyak fikiran atau pun stress karena hal itu sangat berpengaruh terhadap keadaan janinnya" Ucap Dokter.


"Dan satu hal lagi, Umur Janin dalam kandungan Nyonya Muda itu sudah jalan 4 bulan" ucap Dokter.


"Baik Dokter kami akan lakukan sesuai dengan instruksi Dokter" Ucap Kim yang mengambil alih untuk menjawab pertanyaan Dari Dokter soalnya Arya Sudah seperti Patung Saja.


"Makasih Dokter atas bantuannya" Ucap Paman Park.


Delia segera dipindahkan ke Ruang ICU sementara waktu sampai kondisinya benar-benar Stabil dan membaik.


Arya tidak kuasa melihat kondisi dari Istrinya yang telah berjuang untuk menyelamatkan salah satu Bayinya. Dan Sangat menyesal karena telah melakukan perjalanan Jauh sehingga salah satu Bayinya harus Tiada.


Keesokan harinya, Delia sudah dipindahkan ke Ruang perawatan VVIP yang Fasilitasnya super mewah dan lengkap. Karena kondisi dari Delia sudah membaik tapi belum sadarkan diri.


Arya segera ke ruang perawatan sang istri berada. Arya menyuruh Paman Park dan Kim beserta keluarganya yang lain untuk pulang istirahat.


Arya duduk di dekat Ranjang Istrinya. Dan memegang tangan Delia.


"Maafkan Kakak Sayang yang tidak tahu kalau kamu sedang Hamil, ini semua gara-gara kakak sehingga kita harus kehilangan salah satu Bayi kita" Ucap Arya sambil menangis tersedu-sedu di depan Delia.


Arya tak henti-hentinya mencium jemari tangan Delia.


"Sayang jangan lama-lama tidurnya, apa Kamu tidak ingin melihat Kakak?? oiya Kamu kan suka dan Bahagia banget ingin melihat keindahan Korea,jadi Kakak mohon bangun yah Sayang" Ucap Arya sambil berusaha untuk menahan tangisnya.


Mungkin karena pengaruh obat bius sudah tidak bereaksi lagi di tubuh Delia dan Karena mendengar perkataan Arya sehingga Delia membuka kelopak matanya.


Orang yang pertama dia lihat adalah Arya Wiguna Albert Kim Said suaminya. Delia tersenyum melihat wajah damai sang Suami yang sudah terlelap dalam tidurnya sambil terus memegang tangan Delia. Arya ketiduran setelah mengeluarkan segala gunda gulananya yang ada di dalam hati dan fikirannya. Arya terTidur di dekat Tangan sang istri.


Delia tidak ingin membangunkan suaminya, Delia Hanya menatap wajah Suaminya yang terlihat begitu Tampan. Dan mengelus puncak surau Arya.


"Maafkan Delia Kakak yang tidak bisa menjaga calon bayi kita" Ucap Delia sambil meraba bagian perutnya.


Delia terisak ketika mengingat ketidak mampuan dan ketidakberdayaannya untuk menjaga calon bayinya.


Delia segera menghapus jejak air matanya di wajahnya karena Arya sudah bangun.


Delia segera tersenyum ke arah suaminya. Senyum itu langsung disambut dan dibalas oleh Arya.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar Sayang, Maafkan Kakak ketiduran jadi tidak mengetahui kalau kamu sudah sadar" ucap Arya sambil tetap memegang tangan Delia.

__ADS_1


"Alhamdulillah Aku baik-baik saja kok Kak, Aku senang melihat Kakak" ucap Delia.


"Apa yang kamu rasakan, apa ada yang sakit atau kamu butuh sesuatu??" Tanya Arya.


"Alhamdulillah aku sangat baik-baik saja Kak, aku hanya ingin minum" ucap Delia sambil memegang lehernya.


Delia berusaha untuk menyembunyikan perasaan sedihnya Karena Delia tidak ingin membuat Suaminya terbebani dengan pemikirannya kalau gara-gara Mereka bulan madu sehingga mereka harus kehilangan bayi mereka dan khawatir dengan keadaannya.


Arya pun seperti itu, Yang tidak ingin menanyakan atau pun membahas tentang kondisi Delia yang kehilangan salah satu bayi kembar mereka, Arya Ingin kalau Delia sendiri yang mulai menanyakan perihal itu.


"Kak, jangan tanya Mama Elisabeth dan yang lain kalau Delia sakit, Delia tidak ingin membuat mereka khawatir" Ucap Delia sambil memegang tangan Arya.


"Tapi sayang.." ucapan Arya terpotong.


"Aku tidak ingin membuat mereka khawatir kak, insya Allah Delia kuat dan bisa menghadapi semua ini" ucap Delia.


Walaupun dalam hati Delia sangat sedih dan menyesal karena telah menyembunyikan berita besar tentang kehamilannya dari suaminya karena Delia Ingin memberikan kejutan kepada Arya. Tapi Delia berusaha untuk menyembunyikan hal itu.


"Kalau itu keinginanmu, Kakak akan Diam" ucap Arya.


"Apa kamu lapar atau ada yang ingin kamu makan?" Tanya Arya.


Delia diam dan berfikir sejenak untuk mencari Cara untuk menyampaikan keinginannya.


"Kok diam saja sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Arya.


"Aku baik-baik saja kok Kak, aku hanya ingin makan masakan Kakak" ucap Delia malu-malu.


Delia heran dengan keinginannya yang ingin Makan masakan buatan suaminya, Karena menurut Delia dia sudah keguguran dan tidak mungkin merasakan ngidam lagi.


Arya Belum menyampaikan kebenarannya Kepada Delia,Arya menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan kebenarannya.


TBC...


Alhamdulillah Fania bisa update 1 bab hari ini.


Typo Mohon dimaklumi πŸ™πŸ™.


Jangan Bosan yah untuk memberikan dukungan kalian ke Karya Receh Fania dan mudah-mudahan kalian tidak bosan dengan alurnya πŸ™πŸ™.


Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, FAVORITKAN, RATE BINTANG 5 dan FANIA Tunggu Saran-sarannya.


Makasih banyak..


FANIA Mikaila AzZahrahπŸ’‹

__ADS_1


Makassar, Selasa, 18 Januari 2022.


__ADS_2