Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 248. Masih Buram


__ADS_3

Happy Reading..


Arya, Dimas dan Hyuna segera mendatangi langsung Toko perhiasan tempat Hyuna dan Alan memesan perhiasan saat mereka akan menikah dulu. Hyuna pun mendatangi pegawai toko tersebut.


"Maaf Mbak apa Pak Markus ada di dalam ruangannya?" tanya Hyuna.


"Bapak Markus ada kok Mbak, kalau Mbak ingin bertemu, Saya akan informasikan kepada bapak tentang kedatangan mbak siapa kalau boleh tahu?" tanya balik pegawai tersebut.


"Bilang saja Hyuna istrinya Kapten Alan" jawab Hyuna.


"Baik, kalau gitu Mbak duduk dulu di sana, Saya akan panggilkan Bapak Markus" ucap pegawai tersebut.


Tidak lama kemudian, Pak Markus dan pegawai tersebut berjalan ke arah Hyuna dengan gayanya yang gemulai dan lembut mengalahkan cara jalan model di Catwalk saja.


Hyuna sempat tersenyum melihat Pak Markus.


"Ya Allah Pak Markus ini pria tulen atau setengah pria saja, cara jalannya melebihi gaya berjalan Dessu saja yang menurut saya sudah sangat gemulai dan lembut atau jangan-jangan Pak Markus?".


Dimas langsung geleng-geleng kepala tidak jelas dan bergidik ngeri jika apa yang ada difikirannya ternyata benar adanya.


"Ada apa Dimas, apa kamu baik-baik saja?" tanya Arya melihat gelagat Dimas yang aneh dimatanya.


"Ooh tidak apa-apa kok, hehehehe" jawab Dimas.


"Apa kabar Cantik?" ucap Pak Markus sambil memeluk dan cipika-cipiki dengan Hyuna.


"Alhamdulillah kabar aku baik-baik saja Kok Pak" jawab Hyuna.


"Gimana kabarnya Mama Anna? Om titip salam sama mama mertua kamu yah" ucap Pak Markus dengan gaya bicaranya yang mendayu-dayu.


"Alhamdulillah Mama Anna sehat dan salamnya nanti Hyuna sampein" ucap Hyuna.


Arya dan Dimas sedari tadi selalu memperhatikan gestur tubuh Pak Markus yang selalu membuat mereka senyum sendiri secara diam-diam.


"Kalau gitu kedatangan kalian ke sini kalau bisa Om tahu ada apa?" tanya Markus.


"Hyuna ingin bertanya tentang sesuatu hal yang sangat penting dan Hyuna berharap agar Om bisa membantu Hyuna" ucap Hyuna.


"Kalau gitu kita masuk ke dalam ruangan Om, lebih enak dan leluasa berbicaranya kalau di san dari pada kita terus berdiri bisa-bisa Om karies nantinya hehehe" ucap Om Markus.


Mereka pun berjalan menuju ruangan pribadi dari Markus. Markus pun berjalan ke kursi kebesarannya.


"Silahkan duduk dan maaf ruangan Om sempit" ucap pak Markus.

__ADS_1


"Bapak bisa saja bercandanya, padahal Ruangan bapak mengalahkan ruanganku loh Pak" ucap Arya.


"Tidak mungkin ruanganku ini yang hanya 2x3 luasnya bisa mengalahkan ruangan CEO Perusahaan DA" ucap Pak Markus.


"Bapak bisa saja" ucap Arya yang ternyata Pak Markus mengetahui siapa Arya Wiguna Albert Kim Said.


Hyuna kemudian melepas cincin yang ada di jarinya dan menyimpannya ke atas Meja Pak Markus.


"Semoga bapak masih mengenal cincin ini" ucap Hyuna.


Pak Markus pun mengambil cincin tersebut dan langsung mengamati cincin tersebut bahkan Pak Markus menggigit ujung cincin itu. Raut wajahnya tidak bisa terbaca oleh Hyuna bahkan air mukanya pak Markus berubah-ubah.


"Ini cincin yang dibuat oleh desainer Toko Kami dan ini sangat rahasia dan tidak kami publikasikan atau pun buatkan iklan khusus untuk cincin ini sehingga kecil kemungkinannya untuk membuat imitasi dari cincin ini dan juga ada tulisan khusus di dalam lingkaran cincin itu sebagai simbol Perusahaan kami jadi tidak mungkin ada cincin yang sama dengan ini di pasaran" ucap Markus yang sudah menjawab banyak pertanyaan yang muncul di benak dan kepala Hyuna.


"Apa yang terjadi sebenarnya Hyuna dengan cincin ini?" tanya balik Pak Markus.


"Pasti Om sudah dengar kabar kalau Mas Alan sudah meninggal dunia, tapi yang menjadi pertanyaan besar adalah kenapa di saat Alan meninggal dunia katanya orang Dia tidak memakai cincin ini dan tadi siang tiba-tiba muncul cincin ini di dalam tasku" ucap Hyuna yang kebingungan dengan kondisi yang ada.


"Om turut berdukacita atas meninggalnya Alan" ucap Pak Markus sambil memegang tangan Hyuna.


"Makasih banyak Om" ucap Hyuna yang sudah terisak dalam tangisnya.


"Sesuai yang kamu katakan pasti ada seseorang yang sengaja menyimpan cincin ini di dalam tas kamu dengan maksud yang tersembunyi dan maksudnya itu yang kita tidak ketahui" ucap Pak Markus yang kebingungan juga.


"Kalau gitu kamu pamit dulu Om, dan makasih banyak atas informasinya dan informasi dari Om sangat berarti, dan Maafkan kami sudah mengganggu aktifitas Om" ucap Arya sambil menjabat tangan Pak Markus.


"Makasih banyak Om, Hyuna pamit dulu" ucap Hyuna.


Mereka pun meninggalkan toko perhiasan tersebut dan berjalan ke arah parkiran tempat mobil mereka terparkir.


"Jadi selanjutnya kita ke mana, karena kita sudah tahu keaslian Cincin tersebut?* tanya Dimas.


"Kita ke Villa Mama Elisabeth dan kita harus segera periksa semua cctv di sana, dan semoga kita dapat petunjuk" ucap Arya.


"Oke" jawab Hyuna singkat.


"*Ya Allah apa sebenarnya yang telah terjadi kepada Mas Alan kalau memang cincin ini adalah petunjuk tentang rahasia dari kematian Mas Alan,maka tolonglah Saya Ya Allah untuk mempermudah jalan kami dan segera mengetahui siapa sosok orang yang telah sengaja menyimpan cincin ini di dalam tasku".


"Apa jangan-jangan Alan belum meninggal dunia tapi itu tidak mungkin karena kami melihat jasad Alan di dalam mobilnya yang sudah sangat tidak bisa dikenali, cincin itu apa maksudnya muncul dengan tiba-tiba?".


"Kasihan Adikku yang harus kembali mengungkit masa lalunya bersama dengan suaminya Alan dan pasti Dia sangat sedih karena harus kembali mengingat kejadian itu*".


Ketiganya sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Mereka tidak ada yang berbicara sepatah kata pun. Sedangkan Dimas mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang karena kondisi jalan yang cukup ramai dan padat dipenuhi oleh pengendara berbagai macam kendaraan.

__ADS_1


Hingga mobil mereka sudah memasuki area Villa mewah milik Mama Elisabeth dan Pak Hendry. Mama Elisabeth yang sedang sibuk di dapur langsung melepas apfronnya setelah mendengar kabar kalau putranya dan keponakannya datang berkunjung ke Villanya.


"Rian tolong selesaikan masakan ibu, tinggal masukin ini baru kamu matikan saja dan jangan terlalu matang" ucap Mama Elisabeth yang menyimpan apron dan pisau yang sempat tadi beliau pegang.


"Siap Nyonya" Ucap Rian.


"Semoga mereka sudah mendapatkan petunjuk dari cincin Aku masukan ke dalam tasnya".


"Assalamu alaikum Mama" ucap Salam Arya ketika pintu Villa tersebut sudah terbuka dan muncullah wajah Mamanya, dan mencium punggung tangan Mamanya.


"Waalaikum salam sayang" ucap Mama Elisabeth.


"Mama sebenarnya ingin menelpon kalian agar kalian datang ke sini, tapi karena kalian sudah datang jadi Mama urungkan saja rencana Mama" ucap Mama Elisabeth yang celingak-celinguk mencari keberadaan anak menantu dan cucunya.


"Maafkan Arya Ma, yang tidak sempat mengabari Mama sebelumnya, dikarenakan kedatangan Arya ke sini yang tiba-tiba" jawab Arya yang mengerti dengan apa yang sedang dicari oleh Mamanya.


"Tidak apa-apa kok Nak, kalau gitu kita langsung ke meja makan saja kebetulan Mama sudah masak makanan Korea Selatan kesukaan kamu" ucap Mama Elisabeth yang menuntun mereka ke dalam ruangan makan.


Dimas tidak sengaja melihat Rian yang sedang berjalan mengendap-endap seperti seseorang yang sedang mengambil sesuatu yang tidak ingin ketahuan oleh orang lain. Dimas ingin mengikuti langkah kaki Rian tetapi langkahnya terhenti.


"Dimas kamu mau ke mana? kamu salah jalan Nak" ucap Mama Elisabeth yang melihat Dimas yang salah haluan.


"Maaf Bi, Dimas lupa hehehehe" jawab Dimas yang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Aku harus memeriksa rekaman cctv mulai tadi pagi dan menghapus jejak disaat Aku memasukkan kembali cincin itu di dalam tasnya Hyuna".


"Kenapa aku merasa ada yang disembunyikan oleh Rian, tapi apa yang dia sembunyikan dari kita semua?".


...--------To Be Continued--------...


Beberapa komentar dari Readers setianya BDP yang selalu hadir disetiap Update BDP 🙏




Hari ini Fania Crazy up loh kakak Readers 🙏🥰.


Semoga suka dan Jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian setelah baca ✌️👌.


Makasih Banyak atas Dukungannya Kakak Readers kepada BDP 🙏.


Maaf jika sering ada typo dalam pengetikan setiap Updatenya 🙏.

__ADS_1


by Fania Mikaila AzZahrah.


Makassar, Jum'at, 06 Mei 2022


__ADS_2