
HAPPY READING..
Kejujuran yang baru saja diutarakan oleh Ibu Martha, Maminya Dimas membuat Eliana terpukul. Selama ini, Elliana berharap dan selalu berdo'a agar kesalahan yang diperbuat oleh suaminya di masa lalunya tidak akan pernah terbuka dan muncul kepermukaan lagi. Eliana tidak ingin satu orang pun dari keluarganya yang tahu dengan permasalahan dalam rumah tangganya.
"Kalau boleh tahu, Eliana tahu dari mana tentang kebenaran Kalau Amanda bukanlah cucu kandungku dan apa hubungan kamu nak dengan Amanda??." tanya Tante Martha.
Eliana tidak tahu harus menjawab apa karena Eliana takut membuat tantenya curiga.
"Aku adalah teman dari perempuan yang membawa bayi itu, kami saling kenal waktu di London, dan setelah Saya kembali ke Indonesia saya baru tahu kalau teman Saya itu sudah meninggalkan dunia" tutur Eliana yang berusaha menenangkan perasaannya agar Tante Martha tidak curiga.
"Oohh gitu, tapi Nak Tante mohon jangan sampai ada orang lain yang tahu kebenaran ini terutama kepada Amanda, Tante tidak Ingin membuat Amanda bersedih" ucap Tante Amanda yang memohon kepada Elliana yang sudah memegang tangan Eliana.
"Kalau gitu, Elliana pamit yah Tante karena Eliana ingin mengunjungi makam Oma Estella Warren" jelas Elliana.
"Hati-hati nak, jangan ngebut yah kalau mengemudikan mobil" ucap Tante Martha.
"Makasih Tante" ucap Eliana sambil mencium tangan tantenya.
Eliana sebelum pulang ke rumahnya, Eliana Singgah ke Makam Oma Estella. Setiap ada masalahnya, Eliana akan menyempatkan dirinya ke Makam Omanya, di sanalah Eliana akan mencurahkan segala isi hatinya. Oma Estella yang menjadi sosok ke Dua setelah Tuhan tempat Eliana curhat
Eliana membawa sebuket bunga mawar merah kesukaan Omanya. Dan menyimpan buket bunga itu di atas pusara sang Oma. Suasana di pemakaman Omanya sepi, seperti ini lah biasanya. Karena pemakaman itu adalah pemakaman khusus keluarga besar Wiguna Albert Kim Said. Tidak untuk umum, tapi walaupun agak sepi tapi tetap terjaga dan terawat dengan baik. Bahkan pemakaman itu tidak terkesan angker seperti pemakaman pada umumnya.
"Oma Maafkan Saya yang baru bisa datang mengunjungi Oma" ucap Eliana sambil menyimpan bunga mawar yang dia bawa dan menyiram air putih di atas pusara Omanya.
"Oma, apa yang harus aku lakukan, Aku tidak tahu harus gimana, Aku tidak menyangka kalau kesalahan, yang dilakukan oleh Mark dulu ternyata membuahkan hasil Oma, Mark memiliki anak dari wanita itu, padahal aku sudah memberikan uang kepada perempuan itu agar membeli obat kontrasepsi tapi ternyata dia tidak mendengarkan ku" ucap Eliana yang semakin terisak.
Sedangkan di dalam bagasi mobil Eliana ternyata Amanda bersembunyi di dalam bagasi itu. Amanda membuka bagasi itu dan setelah melihat keadaan di sekitarnya, betapa kagetnya Setelah menyadari kalau dirinya berada di sekitar kuburan. Amanda segera keluar dan berjalan masuk ke dalam makam itu. Sayup-sayup Amanda mendengar suara seseorang yang menangis. Bulu kuduk Amanda langsung berdiri.
"Ya Allah Tolong Amanda, jangan-jangan itu Suara hantu yang lagi menangis" ucap Amanda yang semakin berjalan ke arah dalam kuburan.
Eliana semakin terisak dalam tangisnya dan Eliana sudah terduduk di atas tanah. Amanda pun sudah melihat sosok perempuan yang terduduk dan menangis tersedu-sedu.
"itu kan Aunty Eliana, apa yang dilakukan Aunty di pemakaman tua??." tanya Amanda.
Amanda terus mendekat ke arah Elliana tapi langkahnya terhenti setelah mendengar perkataan dari Eliana.
"Oma apa kah aku harus menerima kenyataan kalau Amanda itu adalah putri dari suamiku, Aku tidak sanggup jika Raditya dan Keyna tahu kalau Sosok daddy-nya yang selama ini mereka tahu adalah sosok suami dan Bapak yang bertanggung jawab, Setia dan tidak pernah melukai perasaan dan hatiku tapi tiba-tiba mereka tahu kalau mereka punya adik perempuan." ucap Eliana.
Amanda terduduk di atas tanah kuburan, Amanda pun menangis tersedu-sedu Setelah mendengar perkataan dari Aunty Eliana.
"Ternyata Papi Dimas bukanlah papiku, ternyata Kakak Raditya dan Keyna adalah kakakku, Nenek Martha bukanlah Nenek Amanda" ucap Amanda yang semakin mengeraskan suara tangisannya.
Eliana pun tersadar kalau ternyata ada orang lain yang ada di pemakaman tersebut. Eliana pun mengarahkan pandangannya ke segala arah untuk mencari siapa yang menangis. Eliana pun heran karena menurutnya tidak ada yang tahu kalau dirinya ada di sini dan suara yang sempat Eliana dengar adalah Suara seorang anak kecil.
"Oma Eliana pamit dulu, insya Allah kalau ada waktu, Eliana akan datang lagi" ucap Eliana yang kemudian membersihkan dirinya dari bekas tanah yang menempel di pakaiannya.
__ADS_1
Eliana pun berjalan dan mencari sumber suara itu dan ternyata sumber suara itu berasal dari sekitar pohon yang ada di sekitar makam. Orang itu duduk membelakangi Eliana, sehingga Eliana tidak mengetahui siapa sosok orang yang membelakanginya. Eliana pun menepuk pundak Orang itu dan orang itu pun langsung menoleh karena takut sekaligus kaget karena ada orang yang tiba-tiba menepuk pundaknya.
"Hantuuuuu, tolong jangan ganggu Amanda pak Hantu, ibu hantu, Amanda tidak sengaja masuk ke dalam bagasi mobil Aunty Eliana hingga Amanda ada di sini" ucap Amanda yang seluruh tubuhnya sudah gemetaran.
"Amanda tidak punya salah apa-apa sama kamu, jadi Tolong jangan ganggu Aku" ucap Amanda sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Eliana mencoba untuk membuka tangan Amanda yang menutupi wajahnya. Tapi Amanda tetap tidak membuka matanya. Amanda perlahan-lahan membuka matanya karena penasaran juga dengan Gimana sosok wajah sang hantu. Setelah membuka matanya, Amanda langsung memeluk tubuh Eliana dan menangis kencang.
Eliana tiba-tiba hatinya menghangat Setelah dirinya dipeluk oleh Amanda. Seperti halnya,jika Keyna atau Raditya yang memeluk tubuhnya.
"Perasaan apa ini yah Allah??." tanya Eliana yang merasa heran dengan perasannya.
"Aunty jangan benci Amanda Aunty, Amanda sayang banget sama Aunty, Amanda Mau Aunty jadi Mommy Amanda" mohon Amanda dalam pelukan Eliana.
Eliana tidak tahu harus bereaksi gimana terhadap Amanda. Tapi hati kecilnya Elliana menginginkan agar Amanda memanggilnya dengan sebutan Mommy. Akhirnya Eliana membalas pelukan Amanda dan mengelus rambut panjang Amanda. Eliana pun ikut menangis tersedu-sedu bersama dengan Amanda.
"Silahkan Amanda panggil Aunty dengan panggilan sesuka hati Amanda" ucap Eliana yang menyentuh wajah Amanda.
"Mommy" ucap Amanda.
Kejadian ini ternyata disaksikan langsung oleh Mark dan tanpa terasa air mata Mark juga menetes.
"Maafkan aku Eliana, dan aku berharap kamu bisa berbesar Hati menerima kenyataan ini Semua, Aku pun shock Setelah mendengar kalau Aku punya anak dari wanita lain, dan satu hal yang kamu perlu tahu kalau di dalam hatiku sampai kapanpun hanya namamu Eliana Wiguna Kim Albert Said yang menjadi penguasa hatiku dan tidak bisa tergantikan oleh nama perempuan lain hanya namamu" ucap Mark yang berdiri di balik pohon.
"Amanda mau banget Mommy." jawab Amanda yang kembali memeluk tubuh Amanda.
Eliana sekarang tidak segan untuk membalas pelukan Amanda. Mereka bergandengan tangan ke arah Mobilnya Eliana. Mereka pun menuju ke kediaman keluarga besar Wiguna.
"Moga keyna dan Raditya mengerti dengan keputusan yang aku ambil dan mau menerima kenyataan kalau Amanda adalah adiknya" ucap Eliana dalam hatinya.
Mobil Eliana sudah terparkir Cantik di garasi rumah mewah nan megah milik Wiguna Albert Kim Said. Eliana mengandeng tangan Amanda ke dalam rumahnya. Eliana mengetuk pintu rumahnya dan Keyna yang mendengar suara bel Segera berlari ke arah pintu. Key langsung membuka pintu Rumah Neneknya tanpa pikir panjang. Key langsung memeluk tubuh Mommy nya. Tanpa menyadari kehadiran Amanda.
"Mommy key kangen loh" ucap Key yang bergelayut manja di lengan Mommynya.
"Key Mommy gak pulang sendiri loh, Mommy bawa teman mommy untuk menemani kamu tidur" ucap Mommy Nya.
"Siapa sih Mommy??." tanya Keyna.
Eliana mengarahkan pandangannya ke arah Amanda yang berdiri di samping nya. Key awalnya heran dengan kedatangan Amanda tapi kemudian langsung memeluk tubuh Amanda.
"Amanda Key kangen loh sama kamu" ucap Keyna.
"Ya Allah semoga anak-anakku bisa menerima Amanda sebagai adiknya" monolog Eliana.
"Amanda yuk ke kamarku, Aku perlihatkan semua koleksi boneka ku" ucap Keyna yang menarik tangan Amanda.
__ADS_1
Sedangkan Amanda meminta ijin kepada Eliana. Dan Eliana tersenyum dan mengangguk kepalanya. Amanda pun mengikuti langkah Keyna menuju kamarnya. Eliana tersenyum melihat keakraban mereka.
Bonus Visualnya Mark Yun Al-ayyubi
Kalau ini visualnya Mommy Eliana.
TBC..
Yang kangen dengan kisah Dari bang Dimas dan Dessy sabar yah. Karena setelah part khusus Mark dan Eliana, fania akan bahas tentang Rangga dan Dokter Aulia. Kasihan dengan Rangga yang harus bersedih karena Aulia dekat dengan pria lain. Tapi Fania masih mikir gimana alurnya biar enak bacanya dan ceritanya beda dengan kisah yang lain.
Delia dan Arya menikah karena jebakan.🤔
Emre dan Rina menikah karena kecelakaan 🤭
Aditya dan Emilia menikah diam-diam ✌️
Dessy dan Dimas menikah dengan penuh perjuangan 💪
Mark dan Eliana menikah karena perjodohan 🙏
Hyuna dan Aditya yang masih kabur dengan hubungan mereka berdua 🙏🤣.
Rangga dan Dokter Aulia yang masing-masing sudah berniat ingin menyerah dengan keadaan 🤗.
Readers: othor masih ada lagi gak tokoh baru yang akan muncul...??
Othor: ada yah tetap ada tapi Fania ingin tamatkan season pertama setelah urusan percintaan mereka kelar dan selanjutnya kisah anak-anak mereka.
Redaers: masih panjang dong Babnya kalau gitu.
othor: kalau cepat end pundi-pundi Author stop dong 🤣🤣🤣.
Lanjut baca saja yah gak usah panjang lebar pertanyaannya✌️🤭.
Moga bulan ini Bisa Ngetik 60k kata..
Amin yra 🙏💪✌️
by Fania Mikaila AzZahrah.
Makassar, 13 Maret 2022
__ADS_1