Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 243. Acara Makan Bersama


__ADS_3

Happy Reading..


Tangis haru terjadi di dalam ruangan yang khusus dibuat untuk tempat berkumpulnya seluruh anggota keluarga. Mama Elisabeth tidak bisa menahan Air mata bahagianya karena melihat putri dan cucunya datang ke Villa milik suaminya.


Mama Elisabeth bahkan tidak bisa berucap sepatah kata pun saking bahagianya melihat kedatangan putrinya yang sedari dulu beliau harapkan kedatangannya.


"Alhamdulillah, Makasih banyak ya Allah Engkau telah membuka pintu hatinya anak-anakku untuk datang ke sini"


Mama Elisabeth hanya memeluk tubuh putrinya secara bergantian. Begitu pun juga yang dirasakan oleh Emilia dan Elliana yang sangat bahagia karena bisa bertemu kembali dengan Mamanya setelah ada perselisihan kecil diantara mereka beberapa bulan terakhir ini.


"Mama Maafkan Eliana yang sudah egois dan tidak perduli dengan kebahagiaan Mama" ucap Eliana yang bersimpuh di hadapan Mamanya.


"Emilia juga Ma, Emilia sangat menyesal telah menyakiti hati Mama, Emilia tidak bermaksud untuk menyakiti Hati Mama, Emilia hanya khawatir dan takut jika suatu saat nanti Mama akan melupakan Ayah untuk selamanya" ucap Emilia.


"Kalian sama sekali tidak punya salah apa pun sama Mama, Mama sangat memaklumi apa yang kalian lakukan dan wajar saja kalian bersikap seperti itu, Mama tidak marah sedikit pun malahan setiap saat Mama berdoa agar kalian bisa memaafkan Mama dan menerima dengan tulus pernikahan Mama" ucap Mama Elisabeth.


Semua yang hadir di tempat tersebut ikut menangis tersedu-sedu dan sekaligus bahagia karena mereka bisa berkumpul seperti sedia kala dan bisa melaksanakan shalat idul Fitri secara berjamaah. Mereka pun berbondong-bondong mendatangi Mesjid yang ditunjuk oleh pemerintah setempat sebagai tempat pelaksanaan shalat idul Fitri. Senyum bahagia tidak pernah pudar dari wajah mereka. Mereka sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali dengan hari raya idul Fitri dan mereka berharap jika tahun depan mereka masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan.


Mereka melaksanakan shalat idul Fitri dengan khusuk sedangkan anak kecil yang ikut bergabung dengan mereka pun ikut Shalat bareng bersama mereka Walaupun kadang mereka bermain dan belum benar-benar khusuk menjalankannya.


Allahu Akbar... Allahu Akbar.. Lailaha illallah Allahu Akbar..


Kurang lebihnya seperti itu lah gema takbir yang dikumandangkan oleh seluruh jamaah shalat idul Fitri di Mesjid tersebut yang dipimpin oleh khatib yang bertugas untuk membawakan ceramah di Mesjid tersebut.


Tanpa terkecuali semua orang berbahagia melaksanakan idul Fitri, tua muda, Kakek nenek, anak-anak semuanya bergembira dan berbaur dalam suasana idul Fitri.


"Ayah Maafkan Mama yang mengambil keputusan untuk kembali menikah dengan Hendry sahabat Ayah sendiri, bukan berarti Mama sudah melupakan Ayah, tapi Mama menyetujui pernikahan ini karena Mama tidak ingin melihat anak-anak dan anggota keluarga kita menderita karena itu lah Mama memutuskan untuk menikah kembali dengan Hendry".

__ADS_1


Mama Elisabeth tak henti-hentinya menangis mengingat almarhum suaminya pak Wiguna Albert Kim Said. Mama Elisabeth memang sudah mulai membuka hatinya untuk Hendry sekarang, tapi bukan berarti sudah melupakan Pak Wiguna dengan begitu mudahnya. Kenangan yang mereka lalui bukanlah kenangan indah yang hanya berlangsung sesaat saja tetapi berlangsung hingga 30 tahun lebih lamanya mereka hidup bersama hingga maut memisahkan mereka.


Arya dan Delia serta yang lainnya pun turut berbahagia dengan bertemunya kembali dengan hari raya idul Fitri. Mereka bersuka cita menjalankan shalat Ied. Mama Elisabeth berencana hari ini akan mengadakan acara berkumpul bersama dengan seluruh anggota keluarganya dan besok pagi akan mengundang semua karyawan yang bekerja di ke dua Perusahaannya yaitu Sinopec Group dan Sekaligus Perusahaan milik Hendry serta masyarakat sekitar lingkungan tempat tinggalnya.


Setelah melaksanakan shalat idul Fitri, mereka pulang bersama dengan berjalan kaki saja sambil bersalaman dan meminta maaf kepada orang yang kebetulan berpapasan dengan mereka yang kebetulan mengenal mereka juga. Mereka kali ini memakai pakaian yang seragam dengan Pasangan masing-masing, Misalnya Arya dan Delia memakai pakaian yang senada dengan anak-anak mereka dengan motif dan warna yang sama yaitu hijau limau. Sedangkan Adrian dan Emilia memakai pakaian yang berwarna cokelat susu begitu pun dengan yang lainnya.


Sedangkan di kediaman Villa mewah tersebut, Para koki kembali sibuk di dapur untuk memasak setelah mereka selesai melaksanakan shalat idul Fitri berjamaah juga, Mereka memasak makanan khas Indonesia yang sesuai dengan permintaan anak-anaknya, Mereka lebih memilih makanan khas Indonesia yang paling sering masyarakat Indonesia masak pada saat hari raya idul Fitri. Misalnya seperti opor ayam, Ketupat sayur, rendang , Coto Makassar, dan masih banyak aneka masakan yang Koki buat sesuai permintaan dari anak cucunya.


Mereka sungkeman di hadapan orang tua mereka, Orang tua Rina pun turut hadir di tempat tersebut, Mertua Hyuna, ke dua orang tua Dessy dan Dimas pun juga ikut hadir di sana dan sudah Duduk di tempat masing-masing dan para anak-anak mereka akan melakukan sungkeman satu persatu.


Acara sungkeman tersebut berlangsung cukup menguras air mata yang hadir di sana, bahkan para Maid dan art pun turut ikut bersedih melihat keharuan yang terjadi di sana. Sedangkan seseorang yang sedang berada di balik tembok ikut menangis tersedu-sedu karena melihat seseorang yang paling Dia sayangi berada di antara mereka. Tetapi tidak punya kuasa dan daya untuk mendekati orang yang disayanginya dan harus hidup dalam penyamaran demi kebaikan kekasihnya tersebut.


"Maafkan Saya yang belum bisa hadir di depanmu, dan mengatakan kepada kamu kalau Aku sangat merindukan kehadiran kamu disisiku, tetapi demi kebaikan kita Aku harus melakukan semua ini".


"Sepertinya makanan yang dimasak oleh koki sudah siap, wanginya saja sudah tercium dan harum sekali" ucap Hyuna yang mengendus bau harumnya makanan yang tercium hingga ke indera penciumannya.


"Iya betul kata Hyuna aromanya wangi banget yang mampu membuat perutku langsung lapar" timpal Arya.


"Tunggu sebentar Mama cek dulu, jangan sampai makanannya belum masak dan belum tersedia di meja makan" ucap Mama Elisabeth yang mencegah mereka berjalan ke arah dapur.


"Tidak perlu Elisabeth kamu repot-repot biarkan mereka yang masih muda bergerak ke dapur dan membantu koki agar cepat selesai masakannya" ucap Mertuanya Hyuna ibundanya Alan.


"Jangan lama Mommy, Kirana sudah lapar" ucap Kirana putrinya Emilia dengan gaya aksen Inggrisnya yang tidak fasih dan lancar berbahasa Indonesia.


"Sabar yah sayang, Mommy cek dulu dan kalau makanannya sudah siap barulah kita akan panggil kalian" ucap Emilia yang berusaha menenangkan putri kecilnya yang sudah kelaparan.


"Mama Zidane juga lapar, tapi Zidane mau makan sup Konro khas Makassar yang sudah terkenal rasanya enak" ucap Baby Zi yang sudah membayangkan makan sup Konro tersebut.

__ADS_1


"Zi sudah lapar yah, tapi Zi harus sabar tunggu Mama lihat makanannya dulu apa sudah masak apa belum" ucap Arya Wiguna Albert Kim Said yang mencoba untuk membuat anak bungsunya mengerti.


"Oke Ayah ganteng" ucap Zidane.


"Good boy" ucap Arya sambil bertos ria dengan putranya.


Yang lain sambil menunggu masakannya jadi, mereka mengisi waktu bercanda dan anak-anak ada yang bermain bersama seperti bermain tebak tebakan dan ada yang sibuk dengan hpnya. Tidak berapa lama kemudian, makanan pun sudah terhidang di atas Meja makan yang cukup panjang dan bisa menampung banyak kepala keluarga.


"Ayok semuanya, Makanan sudah siap dan tersaji di atas meja yang sudah menanti kehadiran kalian" ucap Mama Elisabeth sambil bercanda kepada cucunya.


Mereka sudah duduk di kursi mereka masing-masing dan siap makan. Tapi karena Arjuna yang menginginkan makanan yang dimakan oleh Zidane sedangkan Hyuna melarang putranya untuk makan sup konro yang Arjuna belum pintar Makan makanan tersebut sehingga Hyuna berdebat kecil dengan putra tunggalnya.


"Sayang Arjuna masih kecil jadi belum bisa makan sup itu, gimana kalau kita ganti saja dengan makanan yang lainnya" ucap Hyuna.


"Tapi Arjuna mau coba itu Mami bukan makanan yang lainnya" ucap Arjuna yang sudah meneteskan air matanya.


Karena Hyuna tidak tega melihat putranya yang bersedih sehingga mau tidak mau Hyuna pun berdiri di tempat duduknya dan berjalan ke arah makanan sup konro yang kebetulan makanan tersebut sudah habis di atas meja sehingga Hyuna berjalan ke arah Dapur untuk mengambil langsung. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara dan senyuman seseorang yang berada di dalam dapur.


"Itu tidak mungkin, pasti aku salah mengenali suara itu dan pasti senyuman itu banyak sekali orang yang sama".


...--------To Be Continued--------...


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian "BDP"


Jangan Lupa untuk selalu dukung BDP dengan Cara Like, Favoritkan, Rate Bintang 5 yah ✌️🙏.


Makasih banyak.

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Rabu, 04 April 2022


__ADS_2