Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 237. Syukuran Akad Nikah


__ADS_3

Happy Reading...


Acara akad nikah antara Arman dan Karina dan Firman dengan Ratna tertutup dari awak media apa pun. Mereka ingin melangsungkan akad nikah yang sakral dan dalam suasana kekeluargaan yang sangat kental tanpa adanya jepretan kamera dari para pewarta.


Rencananya hari ini juga sebelum buka puasa mereka akan mengadakan open house dan mengundang semua masyarakat yang kurang beruntung untuk ikut bergabung dengan mereka berbuka bersama di Villa megah dan besar itu dan itu hal yang pertama kalinya terjadi dalam sejarah berdirinya Villa itu. Kedatangan kembali Mama Elisabeth di Villa itu membawa pengaruh dan dampak positif yang sangat besar pengaruhnya. Banyak tatanan dalam Kediaman tersebut yang baru tapi penghuninya sangat suka dengan perubahan dan pembaharuan tersebut. Mereka malah senang dan bersyukur karena kehidupan dari seluruh penghuni anggota Villa tersebut menjadi lebih baik bahkan sangat baik yang mereka rasakan.


"Selamat yah Bang, Semoga Abang dan Karina menjadi keluarga yang selalu diberkahi dan dilimpahi dengan kasih sayang dan bahagia hingga Kakek nenek" ucap Arya Wiguna Albert Kim sambil memeluk tubuh kakaknya.


Arman membalas pelukan dari saudara seibunya dengan erat pula. Arman bersyukur karena kehadiran dari anggota keluarga besar Wiguna sangat membantu proses dari acara akad nikahnya.


"Makasih banyak atas semuanya dan Abang sangat bahagia karena kalian bisa hadir dan menyaksikan pernikahan kami" ucap tulus Arman.


"Kamu pantas mendapatkan semuanya karena Kita ini adalah saudara dan kewajiban kita untuk membantu dan membahagiakan anggota keluarga yang lain yang membutuhkan" ucap Dimas.


"Kami ikut bahagia atas pernikahan kalian dan semoga pernikahan kalian langgeng dan menjadi Keluarga yang sakinah mawadah warahmah" ucap Delia.


Setelah semua sudah memberikan ucapan selamat serta doa restu mereka pun meninggalkan Mesjid dan menuju ke Villa milik Pak Hendry. Ke Dua pasang mempelai pengantin baru tak henti-hentinya tersenyum bahagia bahkan senyuman di wajah mereka tidak pernah pudar. Sedangkan Ratna Antika Monata dan Karina Amelia Latif kepikiran tentang apa yang akan terjadi dengan malam pertamanya mereka. Mereka khawatir tidak bisa mempersembahkan yang terbaik untuk para Suami mereka di malam pertamanya. Bahkan Ratna sudah kursus khusus dengan Delia dan meminta agar Delia memberikan masukan dan berbagi pengalaman. Secara Delia lebih senior tentunya.


Ratna hanya bisa berdoa saja semoga malam pertamanya lancar jaya dan tanpa hambatan seperti jalannya di Tol. Mereka sudah berkumpul di ruangan yang sudah ditentukan oleh Pak Hendry selaku pemilik Villa itu. Keluarga besar Karina yang dari pulau J dan S sangat bersyukur dan bahagia bahkan mereka tidak hentinya memuji kemegahan Villa milik mertua Karina.


"Kalian kampungan banget sih, mentang-mentang kalian baru pertama kali menginjakkan kaki di Villa yang besar seperti ini, menurut Saya reaksi kalian Terlalu berlebihan dan sangat norak" ucap sepupu Karina yang dari bapaknya yang bernama Lina.


Sedari awal Dia emang tidak suka melihat Karina yang menikah dengan Pria kaya raya bahkan Arman termasuk dari kalangan kaum jetset. Menurutnya Karina pasti melakukan trik dan cara kotor untuk mendapat semua ini.


"Haa dasar yah kamu gak pernah berubah masih seperti dulu, bilang saja kamu iri melihat keberuntungan Karina yang selalu dari dulu mengalahkan kamu, ternyata sangat jelas nampak di depan mata jika seseorang cemburu dengan Resky orang lain pasti reaksinya seperti kamu ini" timpal Maryana adik sepupunya Karina masih dari pihak Bapaknya yang berjalan ke arah Lina sambil menunjuk ke arah dadanya.

__ADS_1


"Kamu kali yang cemburu aku sih gak yah" ucap Lina yang menutupi kejelekan hatinya sambil menunjukkan kalau Dia itu perempuan yang baik melebihi Karina dan mencari Mangsa.


"Aku cemburu, ogah lah aku sudah bahagia dengan kehidupanku yang sekarang dan tidak pernah bermimpi untuk hidup seperti orang lain" ucap Maryana sambil berlalu dari hadapan Marlina yang sudah marah dan ingin memukul Maryana untung saja ada paman mereka yang segera melerai perdebatan kecil mereka.


"Apa yang kalian lakukan, apa kalian tidak malu memperlihatkan sifat asli kalian haaa?? Seharusnya kalian ikut berbahagia dengan pernikahan Karina dan kita harus berterima kasih kepada keluarga suaminya karena berkat mereka kita bisa sampai di Sini dan menikmati segala fasilitas kemewahan" ucap Pak Jaya adik dari bapaknya Karina.


"Iya nih anak-anak bukannya menjaga sifat mereka agar ada pria kaya yang juga tertarik kepada mereka tapi mereka malah menunjukkan sifat asli mereka" ucap Ibu Tatik yang geleng-geleng kepala melihat tingkah laku dari keponakan suaminya itu yang tidak di kampung tidak di Sini masih saja sering cekcok.


Mereka berjalan ke arah kamar mereka masing-masing yang sudah disiapkan untuk mereka sesuai dengan arahan Mama Elisabeth. Sebagian besar mereka tinggal di Paviliun yang ada di belakang Villa yang Pak Hendry sengaja buat khusus untuk keluarganya jika berkunjung ke Villa dan fasilitasnya melebihi hotel bintang lima saja.


Mereka sebagian ada yang sudah beristirahat sambil menunggu waktu berbuka puasa bersama dan ada juga yang berselfi ada juga yang berkeliling Villa untuk menikmati indahnya Villa tersebut dan ada juga yang berbincang-bincang santai.


Sedangkan Anggota keluarga besar Wiguna juga sudah beristirahat di kamar mereka masing-masing yang sudah disiapkan khusus oleh Mama Elisabeth. Sedangkan di dalam kamar pengantin Ratna. Firman kaget karena tiba-tiba Ratna histeris hanya dikarenakan melihat Firman yang membuka pakaian pengantinnya dan akan menggantinya dengan pakaian santai saja. Firman pun buru-buru ke arah Ratna untuk membantu menenangkan Ratna yang masih histeris bahkan tambah histeris melihat Firman yang semakin mendekati ke arahnya dengan bertelanjang dada saja.


Firman terus mencoba untuk mendekat Ratna dan belum paham apa yang sedang terjadi.


"Ratna diam sayang jangan berteriak seperti itu nanti orang-orang akan berdatangan ke kamar kita" bujuk Firman.


"Ratna akan diam jika Kakak memakai bajunya" ucap Ratna yang sudah memeluk bantal yang kadang menjadi penutup wajahnya.


Ratna sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya saat matanya melihat langsung penampakan body dan tubuh sispack suaminya yang terbentuk dengan baik seperti roti sobek saja. Bahkan Ratna kadang membuka matanya dan menikmati pemandangan indah itu tapi karena sedang puasa dan sesuai yang Ratna dapatkan selama beberapa hari terakhir ini adalah harus belajar menahan segala sesuatu emosi maupun hasrat dan nafsu sendiri.


"Ok Kakak akan pakai baju tapi Ratna jangan teriak entar dikira Kakak sudah ngapain kamu" ucap Jengah Firman yang baru menyadari kalau Ratna histeris gara-gara dia tidak memakai baju.


Tapi tanpa firman sadari saat tubuhnya sudah berpaling dan akan berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian Ratna langsung berlari dan memeluk tubuh bidang Firman. Sedangkan firman hanya tersenyum bahagia menanggapi kelakuan Ratna. Firman tetap berdiri dan mengijinkan Ratna melakukan apa pun terhadap tubuh dan dirinya. Ratna ingin menci** bibit Firman tapi firman langsung mencegahnya dan berbisik di telinga Ratna.

__ADS_1


"Nanti malam saja Sayang kita kan masih puasa, ditahan dulu yah Sayang dan bersiaplah nanti malam Kakak akan menunjukkan semuanya siapa sebenarnya Firman" ucap Firman yang tersenyum manis penuh arti.


Bulu kuduk Ratna langsung berdiri dan merinding takut dan kembali berfikiran yang aneh-aneh saja. Firman yang melihat Ratna bengong dan menghayal sesuatu langsung menepuk pelan kepala Ratna untuk tidak sembarang berfikiran yang tidak-tidak dengan apa yang akan mereka lakukan nanti malam.


"Iihhs Kakak kenapa sih kebiasaan kakak sedari dulu tidak berubah masih saja suka menepuk kepala Ratna, entar pintarnya Ratna berpindah ke kepala Kakak lagi" ucap Ratna yang gemes dengan sikapnya Firman suaminya.


Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 5 lewat 35 menit. Sudah banyak Masyarakat yang berdatangan memadati halaman Villa yang sudah disulap menjadi tempat pelaksanaan berbuka bersama sekaligus Berbagi berkah Ramadhan.


Semua pasangan suami istri masing-masing berpakaian seragam dengan pasangannya masing-masing seperti halnya Delia dan Arya yang memakai baju dengan motif dan warna yang sama yaitu biru navi sedangkan Dimas dan Dessy memakai pakaian yang berwarna ungu soft tapi dengan motif yang sama dengan Delia dan Arya. Pakaian mereka hanya berbeda dari segi warna dan ukurannya saja sedangkan pengantin barunya Ratna memakai warna hijau toska lengkap dengan hijab yang menutupi mahkota kepalanya dan membuat semua pangling melihatnya. Terutama Firman suaminya sendiri yang kagum dengan penampilan baru Ratna.


Suasana sore hari itu sangat ramai dipadati oleh dari berbagai kalangan masyarakat yang menyempatkan diri mereka hadir di tempat syukuran acara akad nikah kembar mereka. Masyarakat sangat bersyukur karena mendapatkan bantuan berupa sembako gratis, uang tunai dan berbuka bersama bagi yang tidak punya waktu untuk berbuka di sana mereka bisa membawa pulang ke rumah mereka masing-masing makanan mereka.


...--------To Be Continued--------...


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏.


Mohon maaf jika banyak terdapat typo yang kadang meresahkan Readers 🙏.


Sambil menunggu Updatenya Kakak juga bisa mampir baca novelku yang berjudul Cinta Yang Tulus alurnya berbeda dengan BDP, Semoga suka 👌✌️


by Fania Mikaila Azahrah


Makassar, 27 April 2022


Met menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankannya ✌️

__ADS_1


__ADS_2