
Happy Reading...
Setelah Pihak kepolisian menurunkan Berita bahwa Yang menjadi korban dalam kecelakaan itu adalah Arya Beserta Istrinya sedangkan anak-anak Mereka sampai sekarang belum ditemukan. Mama Elisabeth pinsang dan tak sadarkan diri. Oma Estella pun langsung terduduk tak percaya jika cucu dan Menantunya sudah meninggal dunia.
Tangis histeris dari keluarga dan sahabat ke dua korban pun pecah. Tak ada yang percaya dengan kejadian yang begitu cepat Terjadi. Rina dan Dessy tersedu-sedu setelah melihat jasad korban kecelakaan itu.
Korban itu setelah diOtopsi segera dibawah ke rumah Duka tepatnya di Rumah Arya dan Delia. Setelah semua selesai. Jasad mereka telah dikremasi kemudian dibawa ke makam terdekat. Saking banyaknya pelayak yang datang sampai-sampai Rumah Arya tidak bisa menampung mereka. Ada yang bisa melihat langsung kondisi korban ada juga yang tidak bisa masuk ke dalam rumah Duka bahkan hanya berdiri saja di jalan.
Oma Estella dan mama Elisabeth tidak bisa ikut menghadiri pemakaman Mereka dikarenakan kondisi mereka yang tidak stabil jadi diputuskan mereka terpaksa beristirahat di rumah utama.
6 Bulan kemudian.
Ardian beserta Pak Wiguna sampai sekarang belum menemukan titik terang keberadaan Arya dan keluarganya bahkan belum mengetahui siapa dalang dibalik jatuhnya mobil Arya ke dalam jurang.
Arya dan pelakunya bagaikan di Telang bumi. 1 pun tanda-tanda keberadaannya tak ada.
Di Suatu Daerah yang terpencil bahkan bisa dibilang daerah itu termasuk daerah yang terisolir dari daerah lain. Tak ada teknologi informasi maupun teknologi modern yang mengjangkau daerah itu. Daerah itu penduduknya sudah terbiasa tidak menggunakan pengcahayaan yang bersumber dari Listrik. Mereka masih hidup dalam keadaan sangat kuno dan terbelakang. Keseharian masyarakat di sana bekerja sebagai Petani dan Nelayan. Karena daerahnya berdekatan langsung dengan pantai jadi hasil laut melimpah ruah sedangkan hasil pertaniannya juga bagus karena Daerah mereka berdekatan dengan gunung yang tidak aktif.
Keadaan di sana sangat damai dan masih sangat kental dengan nuansa gotong royong.
Daerah itu bernama Daerah T. Untuk mencapai Akses kota butuh waktu 2 Minggu untuk berjalan kaki karena medannya yang tidak bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan apa pun lalu perjalanan dilanjutkan sekitar 2 Minggu perjalanan menggunakan mobil.
Karena medannya yang sulit dan susah untuk dijangkau dengan kendaraan roda 4.
Daerah itu sangat jauh dari kata pencemaran lingkungan. Masyarakatnya masih menggunakan teknologi sangat sederhana dalam kesehariannya.
__ADS_1
Di Sebuah rumah yang terbilang sederhana sekali yang terbuat dari kayu jati dan beratapkan daun lontar. Hiduplah sepasang suami-istri dan dua anaknya.
Dia adalah Arya Wiguna Albert Kim Said beserta istri dan anak-anaknya. Mereka selamat dari kecelakaan berkat pertolongan Allah. Karena waktu itu tidak memiliki uang dan Handphone, Mereka terpaksa berjalan menyusuri jalan yang dikelilingi hutan untuk mencari jalan pulang. Akan tetapi malah mereka tersesat semakin dalam hutan yang begitu lebatnya. Kejadian itu berlangsung beberapa hari. Mereka makan apa yang mereka temukan dan sesuai dengan hukum Islam apa itu Halal atau tidak. Mereka hidup terlunta-lunta. Hingga suatu hari mereka tidak mampu lagi untuk bertahan untuk melanjutkan perjalanannya, Akhirnya Delia dan anak-anaknya pingsan. Arya tidak tahu harus berbuat apa.
"Ayah kenapa Ayah melakukan ini kepada Kami,apa kami tidak pantas untuk bersatu dan Bahagia???"
"Ayah apa aku bukan anak kandungmu sehingga engkau tega melakukan hal ini kepada Kami
Arya berteriak histeris di tengah hutan belantara yang membuat beberapa burung yang bertengger dengan tenang di dahan pohon beterbangan setelah mendengar kebisingan dari suara Arya.
Arya tidak habis fikir kenapa Ayahnya tega melakukan hal ini kepada mereka. Arya menangisi nasib istri dan anak-anaknya Karena tidak mampu menjaga dan memberikan yang terbaik kepada mereka.
Arya mencari beberapa daun untuk dijadikan alas tempat anak dan istrinya berbaring. Arya tak henti-hentinya menangisi keadaannya. Hingga sore hari tiba, Arya tak kuasa untuk menahan tubuhnya. Arya pun jatuh pinsang menyusul anak dan istrinya.
Keesokan harinya, Arya terbangun dari tidurnya dan Merasa Heran dengan kondisi sekitarnya. Arya terbangun di atas dipan yang terbuat dari kayu jati dengan ukiran kayu yang sangat Bagus.
Arya tidak menjawab pertanyaan orang itu melainkan sedang mencari keberadaan anak dan istrinya.
"Di mana anak-anakku dan istriku pak, gimana keadaan mereka??".
"Alhamdulillah anak dan istrimu baik-baik saja mereka sedang bersama Istriku"
"Kenapa bisa kami berada di sini padahal sebelumnya saya berada di tengah hutan pak?" tanya Arya yang nampak kebingungan dengan keadaan sekitarnya.
"kami menemukan kalian dalam keadaan pingsan,Saya dan Istriku sedang mencari daun daunan yang akan kami jadikan ramuan obat herbal,tanpa sengaja kami menemukan kalian yang sudah tidak sadarkan diri lagi dalam keadaan yang sangat kacau". ucap pak Sahir.
__ADS_1
"Alhamdulillah, makasih banyak pak atas bantuannya tanpa kalian aku tidak tahu akan jadi apa nasib kami di hutan itu mungkin kami sudah di mangsa oleh kawanan Hewan buas."
"Ini semua karena bantuan dan pertolongan Allah nak tanpa petunjuk dari Allah maka kami tidak akan menemukan kalian". ucap Pak Sahir.
"Daerah sini namanya apa pak?" tanya Arya.
"Daerah ini kami namakan daerah T nak dan kami disini tidak menggunakan listrik untuk penerangan, Karena bapak memperhatikan kalian ini pasti dari kota yang tersesat di tengah hutan" ucap Pak Sahir.
Arya kemudian bangun dari tempat pembaringannya dan menuju bagian depan rumah itu. Arya memperhatikan ornamen dan perabot yang ada di rumah itu. Arya takjub dengan ornamen dan ukiran kayunya. Sudah jarang Arya menemukan ukiran kayu yang langsung dipahat menggunakan tangan dan perlengkapan seadanya. Semuanya sudah menggunakan mesin dan tentunya keaslian dan keunikan ukiran itu tidaklah sama.
TBC...
Akhirnya terjawab sudah di mana Arya selama ini dan ternyata mereka berhasil lolos dari kecelakaan maut itu.
Alhamdulillah Fania sempatkan untuk Update 1 bab hari ini. Hari ini Fania akan pergi ke pesta undangan keluarga.
Typo dalam pengetikan cerita ini mohon dimaklumi Kakak đđđ.
Fania ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya kepada BDP đđđ
Fania tidak bisa ketik nama-nama kakak Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP đđđ
Seperti biasa Fania ingatkan untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara Like, Rate Favoritkan,Vote dan kalau bisa share kepada teman atau keluarganya.đđ
Ayo dong kakak bagi kakak Readers yang baca BDP Isi dong kolom komentarnya. Kalau perlu SPAM Koment saja diSemua babnya KKđđđ
__ADS_1
Walaupun cuma bilang Next, Fania sudah bahagia. Fania suka jika ada readers yang mengomentari BDP. Fania pasti akan balas komentar kalian satu-satu.