Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 333 S2. Perpisahan


__ADS_3

Happy Reading...


Mobil yang mereka tumpangi berhenti di pinggir jalan pas depan Kafe tempat janjian mereka bersama dengan pengacara yang urus perceraiannya.


Di hari kedatangannya di Indonesia, Elliana sudah mantap dan memutuskan untuk menggugat cerai suaminya dengan banyaknya bukti yang cukup untuk melakukan hal itu.


Bukti yang paling buat dia sedih dan kecewa adalah Mark bermain perempuan bahkan hampir setiap hari. Tapi, Eliana tidak ingin mengatakan hal ini kepada pihak pengacaranya dan terutama kepada anggota keluarganya.


Bukti itu dia peroleh dari detektif yang dia sewa selama ini. Hancur sangat hancur berkeping-keping hingga tak tersisa.


Hati istri mana yang tidak akan sedih, sakit, kecewa dan terluka bahkan akan hancur berkeping-keping jika mengetahui bahwa suaminya yang sudah menemaninya beberapa tahun mengkhianati kepercayaannya, bermain serong di belakangnya.


Bahkan sang suami kerap kali memperlakukan sangat kasar dirinya. Sudah berusaha untuk mencoba bertahan dan memaafkan khilaf dan kesalahan suaminya, tapi berulang kali juga dia tidak pernah ingin berubah dan memperbaiki semuanya yang sudah terlanjur salah dan menyimpan.


Bukannya melakukan introspeksi, minta maaf dan menghindari kesalahan-kesalahan itu, malahan semakin menambahnya saja.


Kesabaran itu tanpa batas, tapi kesabaran setiap manusia ada batasnya.


Eliana mantap untuk menggugat cerai suaminya Mark Zuckerberg sebelum berangkat ke Makassar. Ada hal penting yang dia urus di sana sebelum memilih menetap di Pulau Dewata Bali.


Kenapa dia memilih Indonesia sebagai tempat tinggal selanjutnya, karena di luar negeri sudah memberikan banyak kenangan indah maupun sedih di dalam hidupnya. Dan hari ini saatnya untuk membuka dan memulai menata hidupnya yang baru.


"Bismillahirrahmanirrahim," ucapnya sebelum menandatangani berkas dan surat-surat cerainya.


Pengacara itu memandang ke arah Eliana yang sedikit pun tidak memiliki rasa kecewa, sedih, ragu dan Khawatir saat jari lentiknya menandatangani surat akta cerainya.


"Makasih banyak pak atas bantuannya, berarti sudah beres yah," tanyanya setelah meletakkan ballpoint di atas meja.


"Sudah, tapi apa Nyonya tidak menginginkan untuk menuntut harta gono-gini kepada Tuan Mark?" pengacara itu dengan seksama mempercantik raut wajahnya Eliana.


"Tidak perlu Pak, aku masih bisa hidup tanpa sepeserpun harta dari suamiku."


"Oh gitu."


"Kalau gitu Saya pamit Pak, kebetulan saya ada urusan yang sangat penting dan sudah larut malam juga, Assalamu alaikum."


Eliana berjalan ke arah luar pintu depan perasaan yang sangat lega tanpa ada beban berat yang menghimpitnya.


"Alhamdulillah makasih banyak ya Allah, semoga ke depannya akan baik-baik saja."


Zack, Raditya dan Key yang melihat kedatangan Mommy mereka segera berdiri dan berjalan ke arah Eliana tapi, padangan mereka selalu memperhatikan kondisi jalan di sekitarnya.


"Bagaimana Moms?" tanya Keyna.


"Alhamdulillah semuanya sudah beres, saatnya kita berangkat ke Pelabuhan," jawabnya.


Eliana menolehkan wajahnya ke arah belakang saat ada seseorang yang memanggilnya. Mata Eliana berkaca-kaca menahan buliran air mata yang Setiap saat akan jatuh membasahi pipinya. Hanya menunggu waktu yang tepat saja.


Eliana berlari ke dalam pelukan orang itu.

__ADS_1


"Mama," teriaknya disertai dengan deraian air matanya.


Ternyata yang datang menghampiri mereka adalah Mama Elisabeth, Delia, Arya Zoe dan Amanda.


Eliana langsung memandang ke arah ke tiga anaknya. Mereka hanya tersenyum dan mengangkat ke dua bahunya. Elliana hanya tersenyum ke arah anak-anaknya.


"Mama sudah dengar dan tahu semuanya, Mama hanya bisa bilang kalau itu yang terbaik untuk Kamu nak maka lakukan saja,"


Elliana memeluk erat tubuh wanita yang telah melahirkannya.


"Maafkan Mama dan Papa semua ini terjadi karena Kami yang menjodohkanmu dengan Pria brengsek yang tidak bertanggung jawab," wajahnya berubah sendu.


Elliana menghapus air mata mamanya. Elliana tersenyum dan tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Mamanya.


"Kamu sangat kuat dan sabar Sayang, Mama bangga sama Kamu, merestui semua jalan yang telah Kamu pilih,"


"Mama jangan mengungkit semua yang sudah berlalu, saatnya kita memulai hidup baru tanpa bayang-bayang masa lalu, anggap saja semua tidak pernah terjadi di dalam hidupnya Eliana," senyuman yang selalu menghiasi wajahnya sedari tadi.


"Mama tidak habis pikir Mark seperti itu, entah apa yang sudah merasukinya hingga lupa daratan dan berbuat kebodohan yang nantinya akan dia sesali seumur hidupnya."


Mereka saling bertatapan satu sama lain, mereka larut dalam keharuan.


"Ternyata kita sudah jadi besan yah," timpal Arya yang ingin memecahkan kesedihan yang dirasakan oleh mereka.


"Iya, dari adik kembar sekarang jadi besan," balasnya disertai dengan senyuman canda tawanya.


"Jadi sekarang Apa rencana Mbak?" tanya Delia.


"Zack apa Kamu ingin ikut bersama dengan ibu mertuamu?" tanyanya dengan mengalihkan pandangannya ke putra sulungnya.


"Aku akan ikut ke mana pun istriku Ayah," jawabnya dengan wajahnya yang penuh keseriusan dan ketegasan.


Arya Wiguna langsung memukul pelan lengan anaknya.


"Ayah bangga pada Kamu nak, Ayah tidak menyangka jika Kamu akan mengambil keputusan yang sangat penting seperti ini, Ayah akan selalu mendukung apa pun yang Kamu inginkan dan Pilih, Ayah dan Mama akan selalu mendukung semua keputusan Kamu."


"Makasih banyak Ayah, Zack sangat bahagia mendengar perkataan Ayah."


Mereka berbicara tidak seperti seorang Ayah kepada putranya, tetapi sebagai seorang dua sahabat baik yang selalu saling memberikan support dan dukungan apa pun yang menjadi pilihan dan langkah mereka.


"Jadilah suami yang bertanggung jawab dan selalu merendahkan diri dan berhati sabar dalam menghadapi sifat pasangan Kamu nak, jujurlah satu sama lain, dan jadikan apa yang kalian lihat dalam kehidupanmu menjadi contoh untuk Kamu untuk menata hidup kalian ke depannya," Pesan-pesan moral Arya untuk kedua pasangan pengantin baru.


Zack memeluk tubuh Ayahnya dengan penuh kasih sayang. Zack bangga dengan sikap dan perilaku Ayahnya selama ini. Arya sudah membesarkan anak-anaknya dengan sangat baik.


Arya berhasil karena adanya seorang Istrinya di sampingnya yang sangat Cantik, istimewa, baik hati, penyayang serta selalu mengerti dengan Arya dalam keadaan apa pun.


Mereka mendidik anak-anaknya tanpa ada kekerasan atau pemaksaan kehendak nya pada ke tiga anaknya. Mereka memberikan kebebasan penuh untuk menentukan masa depan mereka.


Arya dan Delia hanya memberikan petunjuk, arahan dan nasehat untuk pilihan mereka itu. Seperti halnya dengan memilih pasangan hidup, mereka hanya memberikan wejangan dan petuah bijak untuk menjalani kehidupan mereka.

__ADS_1


Setiap orang memiliki cara dan tipe yang berbeda-beda dalam mengasuh dan mendidik buah hatinya. Ada yang sangat disiplin, adanya mengunakan cara kekerasan, bahkan ada yang memberikan kebebasan kepada anak-anaknya dan tidak tahu cara mendidik untuk kebaikan mereka kelak.


"Mama hanya menitip pesan, jadilah orang tua yang selalu bijaksana dalam mengambil keputusan dan kebijakan apa pun itu."


"Maafkan Mama, dan Ayah yang tidak sempat datang di hari spesial Kamu Nak, mama tidak tahu jadinya mama gak lihat kalian menikah," ucap sesal Delia.


"Mama tidak perlu menyesali semuanya, lagian ini semua pilihannya dan keputusan dari Zack sendiri, Zack sangat bahagia bisa hidup menjadi putra Mama," Zack memeluk tubuh Mamanya dengan sangat erat.


"Putra Ayah sudah besar dan bukan lagi anak muda seperti anak muda di luar sana, sekarang Kamu sudah punya tanggung jawab sebagai seorang suami nak," Delia memeluk tubuh putranya yang baginya baru beberapa hari lalu dia melihat anaknya yang berlarian dengan kaki kecilnya mereka.


"Key, tegur Suami Kamu jika dia salah melangkah dan semoga pernikahan kalian selalu dalam lindungan Allah SWT dan saqinah mawadah warahmah,"


"Iya Ma, Key akan berusaha jadi istri yang baik," timpalnya.


Wedding rings are only a symbol of happiness, but true happiness is in the ark of the household.


A great marriage is not when the perfect couple gets together, but when the imperfect couple learns to enjoy their differences.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah.


Semoga masih suka baca novel recehan ku ini. Mungkin Akhir bulan novel recehku ini akan pamit pada kalian semua.


Kalau gak punya waktu untuk baca setiap Babnya bisa dicicil juga boleh. Tidak apa-apa kok so Monggo saja lah Fania Ikhlas sangat malah.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara:


Like setiap Babnya,


Rate Bintang 5,


Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya


dan


Votenya Juga serta Giftnya yah bagi lah Kakak hehehe ✌️


********To Be Continued********


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Selasa, 28 Juni 2022


__ADS_2