
Happy Reading...
Suasana kekeluargaan terasa sangat kental di acara pertunangan Emre dan Rina. Mereka berbincang-bincang bebas melepaskan rasa kerinduan yang ada pada diri mereka. Ada yang rindu dengan sanak saudaranya seperti Adrian dan Emilia. Sedangkan Mama Elisabeth dan Uncle Hussain Kamel melepaskan kerinduan mereka setelah berpuluh tahun tidak bertemu karena kesibukan dan jarak yang memisahkan mereka.
Perbincangan mereka terpaksa terhenti karena Hyuna berteriak sekaligus kaget melihat Gelang kesayangannya yang sudah lama dia cari dipakai oleh seorang pria.
"Itu kan ge....??" ucap Hyuna yang kaget setelah melihat gelangnya.
Aditya langsung melihat ke arah pergelangan tangannya dan langsung teringat dengan Gelang yang sudah lama dia pakai.
"Ooh ternyata yang punya gelang ini Kamu" ucap Aditya pura-pura tidak tahu kalau yang punya gelang itu adalah Hyuna.
"Kok bisa yah! gelang Aku ada sama Anda???" ucap Hyuna.
"Apa kamu sudah lupa waktu di Perusahaan Sinopec Group yang ada di Korea Selatan, Waktu itu ada cewek yang Nabrak Aku, Katanya cewek itu gak sengaja nabrak aku gara-gara buru-buru" ucap Aditya sambil memainkan gelang Hyuna yang ada di tangannya sambil tersenyum penuh kelicikan.
"Ok! Aku minta maaf Atas kecerobohanku waktu itu, tapi tolong balikin gelang Aku, gelang itu peninggalan mama Aku" ucap Hyuna yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Masak mintanya seperti itu, coba dilembutkan dIkit suaranya" ucap Aditya.
"Bapak yang terhormat tolong yah balikin gelang Aku" ucap Hyuna yang melembutkan suaranya padahal Hyuna sudah ingin menelan bulat-bulat pria yang arogan dan menjengkelkan itu.
"Aku akan balikin gelang kamu tapi...." ucap Aditya yang sengaja memotong perkataannya.
"Apaan sih, gak jelas banget tadi udah janji mau balikin eehh sekarang kamu sendiri yang ingkari" ucap Hyuna yang sudah mulai jengkel.
"Aku kan belum selesaikan kata-kata Aku, tapi udah menyimpulkan padahal aku hanya ingin..." ucap Aditya sambil mengangkat ke depan wajah Hyuna.
Hyuna langsung ingin merebut Gelang itu dari tangan Aditya. Tetapi Hyuna tidak bisa mengjangkau nya. Maklum badan Hyuna hanya sampai sebatas dada Aditya.
"Aku hanya ada satu syarat yang harus kamu penuhi dan sumpah aku akan kembalikan gelang kamu asalkan kamu setuju dengan syarat Aku" ucap Aditya yang berbicara sambil memajukan wajahnya di hadapan Wajah Hyuna.
Hyuna pun refleks mundur dan tubuhnya tersandar di dinding. Hal itu membuat Aditya di atas angin.
"Baiklah lanjutkan kata-kata kamu dan aku akan penuhi semua permintaan kamu asalkan kamu kembaliin gelang aku" ucap Hyuna yang sudah menyerah meladeni Aditya sambil menahan tubuh Aditya yang semakin maju.
"Aku hanya ingin kamu menemaniku satu malam saja, setelah itu Aku janji akan balikan gelang kesayanganmu ini" ucap Aditya yang setengah berbisik di telinga Hyuna.
Hyuna kaget dan takut dengan permintaan dari Aditya. Hyuna sudah berfikiran yang macam-macam. Dan langsung bengong sendiri. Aditya tersenyum penuh arti ketika melihat Hyuna mematung setelah dia berbisik di telinga Hyuna.
Aditya memasukkan kertas ke dalam tasnya Hyuna secara diam-diam. Sambil berjalan meninggalkan Hyuna yang masih mematung. Aditya tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Kejadian ini tak lupuk dari penglihatan semua orang yang berada di dalam ruangan itu. Arya dan Emre hanya geleng-geleng kepala melihat Aksi Aditya.
"Sang Casanova beraksi" ucap Emre.
"Itu tidak boleh terjadi, Aku tidak akan biarkan adik sepupuku masuk ke dalam perangkap buaya buntung" ucap Arya.
"Tapi sepertinya, Sang Casanova kita sudah perlahan tobat" ucap Emre.
"Maksudnya??" Tanya Arya sambil menoleh ke arah Emre.
"Setahu Aku, Aditya sudah hampir 4 bulan tidak berkunjung ke Club langganannya" ucap Emre.
"Wooow amazing kalau gitu" ucap Arya.
Setahu Arya Temannya itu benar sang Casanova sejati tetapi tidak sembarang perempuan yang dia cicipi harus yang masih tersegel.
"Moga Sepupu kamu bisa merubah sang Casanova kita" ucap Emre sambil kembali meminum minumannya.
"Amin, Moga Saja, tapi jika dia menyakiti adikku Aku yang akan menghadapinya" ucap Arya.
Setelah pertunangan itu, Ke dua keluarga sepakat dengan hari pernikahan mereka akan diadakan tiga Minggu dari sekarang. Emre meminta waktu selama tiga Minggu karena rencananya Emre Ingin mengurus ijin di Pemerintah setempat untuk mendirikan cabang Perusahaannya di Indonesia.
Emre sudah memantapkan hatinya untuk menetap dan menjadi warga negara Indonesia seutuhnya. Emre tidak ingin setelah menikah Dia meninggalkan Rina sedangkan Rina tidak ingin tinggal dan menetap di Amerika mengingat Rina adalah anak tunggal sedangkan orang tuanya sudah tua. Emre Akhirnya mengambil keputusan untuk menjadi warga negara Indonesia.
Sebenarnya Rina dan keluarganya menginginkan acara pernikahan yang sederhana tetapi mengingat Emre bukanlah dari kalangan biasa sehingga Rina terpaksa mengikuti saran dari Emre.
Emre sudah berada di depan pintu rumah Rina. Emre Merasa deg degan dan degup jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Emre untuk pertama kalinya grogi dan tidak pede jika akan bertemu dengan Rina. Emre menguatkan hati dan perasaannya agar tidak grogi lagi.
"Assalamu alaikum" ucap Emre sambil mengetuk pintu rumah Rina.
Rina bergegas ke pintu untuk membuka pintu Rumahnya Karena mendengar ada suara seseorang yang mengetuk pintunya dan mengucap salam.
Rina membuka pintu rumahnya sambil membalas salam Emre.
"Waalaikum salam" ucap Rina sambil tersenyum manis ke arah Emre.
Emre meleleh setelah melihat senyuman yang tersungging di bibir Rina.
"Kak Emre, silahkan masuk kak" ucap Rina.
"Makasih" ucap singkat Emre.
__ADS_1
"Tante dan om di mana??" tanya Emre.
"Mereka ke kampung tadi pagi Kak" ucap Rina.
"Ohh gitu" ucap Emre.
"Bisa kah kamu temani Kakak untuk lihat undangan yang Kakak pesan ??" tanya Emre.
"Tunggu aku ganti pakaian dulu, kakak silahkan habiskan air dinginnya dulu" ucap Emre.
"Makasih" ucap Emre.
Emre hari ini berniat ingin berkata jujur kepada Rina tentang siapa sebenarnya pria yang bersamanya malam itu. Emre tidak ingin memikul beban berat yang selama ini membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang. Setiap saat Emre dihantui dengan rasa bersalahnya.
Emre sudah siap menghadapi segala konsekuensi dari kejujurannya itu. Jika memang Rina marah bahkan membatalkan pernikahan mereka Setelah mengetahui kenyataan yang ada, Emre tetap akan berusaha ikhlas dan sabar menerima kenyataan yang ada.
Emre sudah memantapkan hatinya. Emre hanya berdo'a yang terbaik untuk hubungan mereka.
Beberapa saat kemudian, Rina sudah siap untuk berangkat bersama Emre.
Rina berdiri di depan Emre yang membuat Emre pangling melihat kecantikan Rina yang begitu alami dan sederhana.
Emre dan Rina pun berangkat menuju butik Andreas yang menjadi Butik tempat gaun pengantinnya dibuat. Kebetulan Emilia sendiri yang mendesain pakaian pengantin mereka. Emilia belum pulang ke Amerika karena ingin menghadiri pesta pernikahan Emre dan Rina. Sedangkan Adrian sudah pulang ke Amerika tetapi akan balik lagi 3 Minggu kemudian.
Matahari pun perlahan-lahan meninggalkan singgasananya sedangkan Sang Dewi malam pun memperlihatkan keindahannya yang menyinari bumi malam ini dengan cahayanya.
Hyuna sudah berada di depan kamar yang sudah menjadi tempat perjanjian nya bersama Aditya. Hyuna terpaksa memenuhi persyaratan Aditya karena Hyuna ingin mengambil gelangnya dan sudah siap menerima resikonya.
Perasaan Hyuna Sudah tidak karuan memikirkan apa yang akan dilakukan oleh Aditya terhadapnya. Tetapi demi gelang peninggalan mamanya, Hyuna terpaksa datang ke hotel ini.
Aditya tersenyum melihat tingkah Hyuna di depan kamar hotelnya. Aditya mengamati Hyuna dari layar handphonenya yang tersambung langsung dengan Cctv.
"Ternyata kamu berani juga datang, Aku kira kamu tidak akan datang memenuhi permintaan aku" ucap Aditya sambil menghabiskan minuman yang ada di dalam gelasnya.
TBC...
📢Typo Mohon dimaklumi 🙏📢
__ADS_1
apa yang terjadi yah dengan Hyuna??
Emre dan Rina Sudah semakin dekat.