
Happy Reading..
Emilia tidak menduga kalau Sepucuk Surat yang Dia Tulis n Dia simpan di Atas Meja Nakas Adrian tidak dibaca sama sekali oleh Adrian. Adrian pun heran Dengan Surat itu karena sampai detik ini masih belum memegang bahkan membaca surat itu.
"Maafkan Kakak Emil, Kakak tidak ada niat sedikit pun untuk tidak memperjuangkan hubungan kita, Tapi Aku sangat Takut dengan ancaman Ayah Wiguna dan Setelah perpisahan kita di Apartemenku Dulu, Aku pun langsung pergi dari Tanah air menuju Korea Selatan, Karena Ayah menginginkan aku yang mengelola perusahaan Oma Estella di Sana" ucap Adrian.
"Kalau bukan Kakak yang mengambil surat itu Jadi siapa???" Tanya Emil yang Heran dan bingung dengan keberadaan suratnya.
"Maafkan Kakak Emil, Kakak Mohon dengan sangat" ucap Adrian sambil menghapus jejak air mata Emilia.
"Maaf Kak, Aku Belum bisa" ucap Emilia.
"Apa kah kakak tidak pantas untuk mendapatkan kata maaf darimu??" Tanya Adrian sambil memegang ke dua pundak Emilia.
Tapi Emilia tidak menjawab pertanyaan Adrian malahan Emilia menoleh ke samping.
"Kumohon Emilia jawab Kakak" mohon Adrian.
Lagi lagi Emilia masih tidak bergeming. Adrian langsung berinisiatif kembali mencium bibir Emilia, karena saking gregetnya dengan sikap bungkam Emilia.
Emilia kembali menolak Ciuman itu tapi Emilia tidak mampu untuk menghindari atau pun menolak Ciuman Adrian yang begitu syahdunya dan memabukkan.
Emilia Akhirnya membalas ciuman Adrian bahkan Emilia tidak segan untuk menantang Adrian untuk beradu bibir dan bertukar Saliva. Mereka menikmati ciuman panas mereka. Bahkan tangan Adrian sudah menjalar ke mana-mana.
De sah an kecil Akhirnya keluar dari bibir ke duanya. Godaan dari pihak ke Tiga benar-benar Ampuh dan berhasil. Mereka lupa dengan status ke duanya dan Lupa sekarang mereka ada di Mana.
Hubungan terlarang yang seharusnya tidak terjadi akhirnya terulang lagi. Mereka sudah sama-sama tidak memakai sehelai benang pun. Pakaian mereka sudah teronggok di lantai.
Sekuat apapun iman seseorang Jika dihadapkan dengan Yang menggoda iman maka Logika tidak berjalan Tapi Nafsu kah yang dominan menguasai hati dan pikiran seseorang.
Mereka kembali mengulang kesalahan yang pernah mereka lakukan Dulu. Mereka sama-sama meluapkan rasa Rindu dan Cinta mereka melalui perbuatan yang tidak pantas mereka lakukan.
Adrian dan Emilia melupakan kalau ada Dua Bocah yang sedang menunggu mereka.
"Kakak kok Mami Emilia Lama banget yah, Uncle Adrian juga belum selesai??" Tanya polos Michelle.
"Mungkin Mereka antri Adek jadi mereka lama" jawab Andreas sambil menikmati udang dan Crubnya.
"Masa mereka antri Kak, kan mereka Buang air di toilet pribadi ruangan ini??" Tanya Michelle Yang heran dan tidak terima dengan jawaban Andreas.
"Sudahlah dek, kalau sudah selesai mereka pasti ke Sini kok" ucap Andreas yang tidak mau ambil pusing dengan ke Dua orang tuanya.
"Tapi kak..." ucapan Michelle Belum selesai Andreas menyela perkataan dari Michelle.
"Mereka bukan anak kecil Dek, Mereka sudah besar pasti mereka tahu apa yang mereka lakukan" ucap Andreas yang sangat menikmati menu makan siangnya.
__ADS_1
Michelle Akhirnya tidak banyak Tanya lagi dan kembali melanjutkan makannya.
Sedangkan di tempat lain yang masih ada di dalam ruangan itu, Ada Dua Anak manusia yang melakukan aktifitas yang tidak boleh mereka lakukan tapi karena adanya pihak ke Tiga yang membuat mereka menikmati kegiatannya.
Adrian bagaikan seorang yang haus akan belaian dan sentuhan dari Emilia. Sedangkan Emilia yang sangat menikmati permainannya yang sudah bertahun-tahun Dia tidak lakukan.
Beberapa saat kemudian, Mereka masing-masing sudah mencapai puncak kenikmatan surga dunia.
"Kak, Seharusnya kita tidak boleh melakukan hal ini" ucap Emilia sambil membersihkan tubuh dan Wajahnya.
"Iya, Emilia tapi Maafkan Kakak yang tidak bisa mengontrol diri ini jika melihatmu" ucap Adrian sambil memakai pakaiannya.
"Apa kita akan seperti ini terus Kak, dan sampai kapan??" Tanya Emilia.
Adrian langsung memeluk tubuh Emilia Dari belakang karena posisi Emilia yang sedang menghadap cermin untuk memasang hijabnya.
"Kita pulang ke Indonesia dan menemui Mama Elisabeth untuk meminta restunya" ucap Adrian.
"Tapi Aku Takut Kak, gimana kalau Mama Elisabeth tidak merestui hubungan kita" ucap Emilia yang kembali meneteskan air matanya.
"Kalau Mama Elisabeth tidak memberikan restunya kita datangi Arya kakakmu" ucap Adrian.
"Kalau kak Arya dan Istrinya aku yakin mereka mengijinkan dan merestui kita tapi Ayah gimana kak??" Tanya Emilia.
"Gimana kalau kita Nikah Saja Dulu, minta Restu nya nanti saja, kalau kita sudah nikah mau tidak mau mereka pasti memberikan restunya" ucap Adrian.
"Insya Allah mereka Juga Setuju" ucap Adrian.
"Jadi kita nikahnya kapan Kak??" tanya Emilia.
"Besok pagi persiapkan dirimu,kita akan menikah" ucap Adrian.
"Besok!! apa kakak sudah mempersiapkan semuanya??" Tanya Emilia.
"Kamu tenang Saja, semuanya Kakak sudah persiapkan Dengan baik" ucap Adrian yang tidak melepaskan pelukannya.
"Ayo Kak, kasihan sama anak-anak mereka pasti sudah menunggu kita" ucap Emilia sambil menggandeng tangan Adrian keluar dari Toilet.
Mereka berjalan ke luar toilet sambil bergandengan tangan dan senyum di wajah keduanya tidak pernah luntur dan pudar.
"Maafkan Papi Sayang karena sudah meninggalkan kalian di saat kalian makan" ucap Adrian.
"Tidak apa-apa kok Pi, santai saja yang penting mami dan papi bahagia" jawab Andreas.
Adrian mengelus surau puteranya yang sangat pengertian dengan ke dua orang tuanya.
__ADS_1
"Ayok kita makan Pi, Makanannya enak-enak Loh" ucap Andreas yang mulutnya penuh dengan makanan.
"Gak usah ngomong kalau lagi makan Sayang, papi kamu juga sudah lihat anaknya makan kok malah diajak Bicara Mulu sih" ucap Emilia yang membersihkan sisa makanan yang ada di bibir puteranya.
Michelle tidak ikut nimbrung, Hanya asyik menyuapi mulutnya dengan berbagai macam jenis makanan yang pastinya sangat menggugah selera.
Mereka makan dengan khidmatnya bagaikan keluarga kecil yang sedang berkumpul bersama.
Adrian dan Emilia seakan-akan amnesia dengan perbuatan yang baru saja mereka lakukan.
Penyatuan yang baru saja mereka lakukan bagaikan imun yang membuat mereka kuat dan bersemangat untuk menghadapi cobaan dan ujian cinta mereka.
Adrian sudah memantapkan dirinya untuk menikahi Emilia walaupun tanpa restu dari orang tuanya. Adrian tidak ingin menunda lagi rencananya, karena Adrian sangat takut jika Dikemudian hari Dia menyesal dengan keputusannya yang menunda untuk menikahi dan menghalalkan Emilia.
Adrian juga tidak ingin tergoda kembali untuk melakukan hubungan yang seharusnya mereka tunda dulu sebelum ada kata Sah diantara mereka.
Setelah mereka makan siang, Adrian mengantar pulang Anaknya. Ketika Anak-anak sudah masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, Adrian mengambil kotak buludru warna merah dari dalam saku celananya. Dan langsung berlutut di depan Emilia.
"Mau kah kamu menjadi Mami dari anak-anakku kelak dan menua bersamaku, hingga ajal menjemput" ucap Adrian.
Emilia sangat terharu dengan apa yang telah dilakukan oleh Adrian. Sampai Emilia tidak bisa berucap sepatah kata pun. Emilia hanya meneteskan air mata bahagainya.
"Maafkan kakak yang tidak bisa merangkai kata indah yang romantis untuk kamu" ucap Adrian sambil membuka kotak itu.
Emilia tidak menjawab pertanyaan dari Adrian. Emilia Hanya menganggukkan kepalanya dan mengulurkan Jari tangannya dihadapan Adrian.
"Makasih banyak sayang" ucap Adrian.
Emilia langsung memeluk tubuh kekasih hatinya yang telah Lama Dia sayangi dan Rindukan kehadirannya.
Adrian kembali mendekatkan wajahnya pada Wajah Emilia. Mereka kembali menyatukan ke dua pasang bibir mereka. Mereka berciuman dengan penuh mersa dan penuh kasih sayang.
Ke duanya tidak sabar menunggu hari Esok.
Adrian segera melepaskan penyatuan bibirnya, Adrian takut kebablasan lagi.
TBC..
uuppss godaan Syaitan ternyata kuat banget yah Readers 🙏😅😁.
Akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
Tapi gimana yah reaksi Keluarga besar Wiguna Albert Kim Said yah Readers???🤔🤔🤔.
Maafkan FANIA yang akhir-akhir ini tidak bisa update setiap hari 🙏🙏.
__ADS_1
Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏