Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 175. Permintaan Baby Zi


__ADS_3

Happy Reading..


Indahnya Kota Roma tidak mengalahkan indahnya dan cantiknya wajah Dessy yang semakin bersinar dan glow di mata Dimas. Dimas benar-benar dibuat selalu tersenyum sendiri jika selesai berolahraga bersama sang istri.


Malam ini, Dessy dan Dimas baru saja selesai menikmati kebiasaan dan rutinitas baru Dimas selama sudah berstatus suami dari Dessy. Hp Dimas berdering dan nada dering Dimas membuat Dessy tertawa terbahak-bahak.


"Ya ampun beb" ucap Dessy yang tertawa sambil bergoyang dengan gaya khasnya Dessy mengikuti musik dari nada dering Dimas.


Dessy pun bernyanyi mengikuti musik dari hp Dimas.


"Goyang dombret


goyang dombret


Kang Dadang paling kasep


Saya suka akang suka sekali"


Dessy pun bernyanyi dan berjoget ala artis dangdut. dan seakan-akan seperti biduan yang sedang menggoda penonton dengan menyentuh wajah Dimas.


Dimas tertawa melihat Dessy bergoyang. Dimas pun melupakan kalau hpnya sedari tadi berdering saking asyiknya goyangan Dessy. Membuat Dimas lupa daratan dan mengulang kembali olahraga malamnya. Dessy menyesal karena goyangannya membuat singa terbangun kembali. Dessy pun pasrah dan ikut arus dalam permainan Dimas.


Telpon yang seharusnya Dimas angkat gara-gara goyangan maut Dessy membuat Dimas tidak jadi mengangkat telponnya. Hp Dimas kembali berdering, tapi tetap tidak membuat sang pengantin baru terusik sedikit pun dari aktifitasnya. Orang yang sedari mencoba menghubungi nomor hp Dimas pun menyerah juga.


Ke Esokan paginya, hp Dimas kembali berdering dan berhasil membuat orang yang saling berpelukan dibalik selimut terbangun dari tidurnya. Dimas perlahan menurunkan tangan Dessy dari tubuhnya. Kemudian buru-buru mengangkat telponnya setelah melihat siapa yang menelponnya.


"Halo, Assalamu alaikum Dimas" ucap Orang diseberang telpon.


"Waalaikum salam" jawab Dimas.


"Dimas! kamu itu semalam ngapain sih sampe-sampe teleponku tidak diangkat??" tanya Emre yang sudah misruh-misruh di tempatnya.


Ternyata orang yang menelpon Dimas dari semalam adalah Emre. Emre sudah ngomel-ngomel dan menceramahi Dimas. Dimas menjauhkan hpnya dari telinganya Setelah mendengar Omelan dari Emre yang tidak ada titik komanya kalau sudah ngomel-ngomel.


"Udah belum ngomel-ngomelnya atau Masih mau dilanjut, tapi kalau masih mo lanjut aku tutup yah telponnya, masih ngantuk soalnya" ucap Dimas yang sudah bersiap Ingin menutup telponnya.


"Kamu yah baru juga ditelpon udah mo matikan sambungan teleponnya" ucap Emre yang sudah mulai marah.


"Jangan marah-marah nanti cepat tua" ucap Dimas yang tersenyum dibalik hp tersebut.


Emre pun menjelaskan permasalahannya, Dimas mendengarkan dengan seksama dan air mukanya langsung berubah, menandakan ada yang sangat serius.

__ADS_1


"Ok, Besok aku akan pulang" ucap Dimas.


Dessy memperhatikan ada perubahan dari wajah suaminya. Dessy pun khawatir dengan keadaan tersebut. Dessy memegang tangan suaminya untuk bertanya hal tersebut. Tapi Dimas tidak ingin menyampaikan apa pun kepada Dessy, karena Dimas tidak ingin membuat Dessy khawatir.


"Besok kita otw Yah sayang" ucap Dimas.


"Pulang ke Indonesia kah yang??" tanya Dessy.


"Iya" jawab singkat Dimas.


Sedangkan di Tanah Air, Aulia setiap hari menyempatkan dirinya untuk mengunjungi kamar perawatan Rangga. Walaupun belum ada tanda-tanda Rangga sadar dari komanya, tapi Aulia selalu datang ke sana walaupun hanya sekedar untuk berbincang-bincang dengan Rangga. Aulia juga selalu memeriksa keadaan Rangga dan membersihkannya tubuh Rangga. Setiap hari Aulia akan melakukan hal demikian. Ibu Anna selaku ibunya Rangga sangat bersyukur karena ada yang memperhatikan kondisi Rangga putranya.


"Makasih yah Nak, kamu selalu ada di samping Rangga" ucap ibunya Rangga yang memegang tangan Aulia.


"Ibu tidak perlu berterima kasih kepada Saya, karena Aulia tidak melakukan apa pun cuma menjenguk Rangga saja" ucap Aulia yang menyeka air matanya.


"Berusaha lah Nak, mudah-mudahan dengan perhatian tulus yang kamu berikan mampu membangunkan Rangga dari tidurnya" ucap ibu Anna.


"Insya Allah Bu, selama Aulia bisa, Aulia pasti melakukan apa pun itu yang penting Rangga sadar dari komanya" ucap Aulia.


Sedangkan Delia kondisinya sudah stabil dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya. Semua keluarga besar Wiguna sangat senang mendengar kabar tersebut. Eliana pun langsung terbang dari Inggris ke Indonesia setelah mendengar kalau Delia masuk ke rumah sakit. Tapi Elliana pulang ke tanah air hanya seorang diri tanpa anak dan suaminya.


Delia sudah berada di dalam kamarnya, Delia sangat merindukan putra bungsunya Baby Zi yang setiap hari semakin menggemaskan saja. Delia sangat terharu melihat banyaknya warga masyarakat yang mendatangi kediamannya untuk menunggu kepulangannya ke rumah. Delia bersyukur karena banyak orang yang perhatian dan mendoakan kesembuhannya. Orang-orang tersebut rata-rata yang sering dibantu oleh Delia dan keluarga besar Wiguna.


Karena itu lah mereka heran kenapa bisa ada orang yang dendam dengan keluarga Wiguna dan menurut mereka itu tidak mungkin karena mereka sangat baik. Keluarga besar Wiguna mulai detik ini tidak ingin mempublikasikan cucu-cucu mereka ke khalayak ramai. Hak ini ditempuh oleh mereka untuk menghindari tindak kejahatan.


Delia menyambut dengan senyuman manis semua masyarakat yang menyempatkan dirinya untuk hadir di kediamannya. Delia memerintahkan kepada seluruh anak buahnya maupun ARTnya untuk melayani semua masyarakat dengan baik. Delia pun menyempatkan dirinya untuk mengucapkan terima kasih banyak kepada Readers dan masyarakat yang telah memberikan doa untuk kesembuhannya. Setelah masyarakat pulang dari sana. Baru lah Eliana dan Emilia beserta yang lain datang menjenguk Delia.


Emilia menangis di pelukan kakak iparnya setelah mendengar tentang perjuangan Delia disaat menyelamatkan Aulia dan Rina.


"Ternyata Nyonya Emilia busa juga yah menangis" canda Delia.


"Iih Kakak emangnya aku ini robot apa yang tidak bisa Menangis, aku kan Manusia juga kayak yang lainnya" dibalas candaan juga oleh Emilia.


"Kami sangat senang Nak, Setelah mendapat kabar kalau kamu sudah bisa pulang dari rumah sakit" ucap Mama Elisabeth yang duduk di samping ranjang king size-nya Delia.


"Makasih banyak Ma, ini semua berkat do'a Kalian juga, Delia sangat senang karena kalian selalu ada bersamaku" ucap Delia yang memeluk tubuh mama mertuanya.


Baby Zi berlari ke dalam kamar Delia setelah Baby zi mendengar suara mommynya. Baby Zi sangat bahagia karena sudah hampir dua Minggu tidak bisa bertemu dengan Moommy nya.


"Zi kangen banget sama mom" ucap Zi dalam pangkuan Delia.

__ADS_1


"Mommy juga kangen banget sama Zi, selama Mommy gak ada di rumah Zi gak nakal kan??." tanya Delia kepada putranya.


"Zi tak pernah nakal loh Mommy, Zi itu aktif Mom" ucap Baby Zi yang menoel hidung mommynya.


"Mommy sangat bahagia dengarnya, kalau Di gak nakal, tapi Zi tetap minum susu kan Nak??." tanya Delia.


Zi terbilang anak yang paling malas minum susu formula, kalau pun ingin minum pasti banyak alasannya begitu pun juga dengan Baby sitter nya pasti menggunakan berbagai taktik yang mereka tempuh agar Baby Zi minum susu.


"Zi lihat gak siapa yang ad di kamar Mommy??." tanya Delia kepada anak bungsunya.


Zi pun mengarahkan pandangannya ke arah yang dimaksud Delia. Zi sangat bahagia setelah mengetahui Grandma dan Auntynya ada di sana. Baby Zi pun berlari ke arah Grandma nya.


"Grandma" ucap Zidane yang berlari kecil ke arah Mama Elisabeth.


Mama Elisabeth pun segera merentangkan ke dua tangannya. Baby Zi akhir-akhir ini sangat dekat dengan grandmanya, karena selama Delia di rumah sakit, Mama Elisabeth lah yang selalu ada bersama Baby Zi.


"Grandma, Zi mau jalan-jalan ke Pantai, Grandma gak lupa kan sama janji grandma?."


tanya baby zi yang sudah duduk manis di dalam pangkuan Neneknya.


"Jadi dong Sayang, tapi bukan sekarang yah Nak, tunggu Mommy kamu sehat dulu baru kita barengan ke Pantai, iya kan Del??." terang Mama Elisabeth.


"Iya Nak, tunggu Mommy sehat dulu yah baru kita ke Pantai" ucap Delia.


"Janji yah Nek, tapi Zi mau semua Kakak Zi hadir di sana" ucap Zi.


Mereka saling berpandangan karena permintaan Si yang kali ini susah untuk mereka kabulkan. Mereka pun tak mampu mengiyakan atau pun menolak keinginan dari Baby Zi.


TBC..


Maaf Fania baru bisa update lagi, kemarin Fania Sibuk jadi gak sempat Update banyak ini pun fania cari waktu luang saja.


FANIA Ucapkan Makasih Banyak atas dukungannya selama ini kepada BDP dalam bentuk apapun 🙏🥰😘


Fania tak akan Bosan untuk mengingatkan untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN Yah Readers 🙏.


Makasih banyak.


by Fania Mikaila Azzahrah.


Makassar, 17 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2