Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 136. Perjuangan


__ADS_3

Keputusan dari Majelis Hakim Ketua membuat Rangga dan ibunya sakit. Ibu Anna mendapat serangan jantung sedangkan putranya Rangga Azof sakit mental. Lengkap sudah penderitaan Rangga dan Ibunya disaat Bank menyita Rumah pribadi satu-satunya yang mereka miliki. Rindu sewaktu masih hidup, Rindu menggadaikan surat sertifikat Rumahnya Ibu Anna. Ibu Anna meratapi nasibnya yang sungguh tragis.


Sedangkan di kediaman Delia yang pastinya mewah dan megah, berkumpul lah sahabat Delia beserta pasangan mereka masing-masing. Yang Jomblo Hanya lah Dimas sang asisten pribadinya Arya yang kredibilitas kerjaannya tidak diragukan lagi. Karena kepintarannya lah sehingga Rangga dan Ibu Anna beserta Rindu mendapatkan balasan yang sepadan dengan perbuatan mereka.


Sedangkan Dessy, Suaminya tidak bisa hadir katanya sibuk mengurus Pekerjaannya. Dessy sebenarnya kecewa dan cemburu melihat keromantisan dari para pasangan sahabatnya. Dessy sedih, tapi Dessy tidak ingin menceritakan hal tersebut kepada salah satu sahabatnya.


"Dessy, Suami kamu mana, kok aku tidak pernah lihat kalian berdua gitu??" tanya Dimas yang ingin mencairkan suasana yang tampak hening.


"Gak usah dijawab dulu Dessy nanti saja jawabnya, lanjutkan saja lah makan kalian dulu, kasihan Dessy lihat badannya yang kurus banget kayak sudah berbulan-bulan tidak makan" ucap Delia.


Delia berkata seperti itu agar Dessy mau terbuka sedikit dan siap bercerita tentang kehidupan rumah tangganya. Delia sudah mendapatkan informasi tentang suaminya Dessy yang sudah menikah siri dengan perempuan lain. Delia tidak ingin mencampuri urusan keluarganya Dessy, kecuali Dessy sendiri yang meminta langsung.


"Iya Dessy badanmu kamu tipis amat, seingat aku ga kayak gini deh bulan lalu?". ucap Rina yang heran melihat perubahan tubuh Dessy yang semakin kurus.


"Kalian gak paham yah orang langsing dengan orang kurus?? gini nih akibatnya kalau lagi bunting badan melar jadinya gak bisa bedain mana langsing mana kurus" ucap Dessy sambil bercanda.


Para pria hanya jadi pendengar setia saja. Mereka tidak ingin ikut dalam pembahasan mereka. Delia menambahkan banyak makanan ke atas piring Dessy.


"Ini Makan yang banyak, kalau lapar yah makan tidak usah diet segala, gak diet pun banyak loh yang masih tertarik sama kamu" ucap Delia.


"Iya Dessy, enak loh kalau badan agak berisi katanya orang enak dipeluk" ucap Rina cengengesan.


"Katanya orang atau katanya Emre nih Rina??" ucap Dessy.


Emre langsung terbatuk setelah mendengar perkataan Dessy. Rina segera menyodorkan gelas ke hadapan Emre yang berisi air putih.


"Pelan-pelan bang, kalau lagi makan kan keselek jadinya" ucap Rina sambil memukul lembut punggung Emre.


"Makasih banyak" ucap Emre.


"Masama Bang" ucap Rina yang kembali melanjutkan makannya.


"Tidur sekamar saja kagak apa lagi mau meluk" ucap Emre yang tertahan di bibirnya.


"Dessy suami kamu bekerja di PT. Global tbk kah??" tanya Arya yang sudah selesai makan malam.


"Iya kak, Erlangga kerja di Sana bagian HRD" ucap Dessy.


Dimas sekali-kali melirik ke arah Dessy yang selalu menampilkan wajah murungnya. Dimas kadang senyum-senyum gak jelas.


"Dim, gimana perkembangan kasusnya Rangga??" tanya Arya.


"Semuanya sudah jelas, dan Rangga dijatuhi hukuman penjara seumur hidupnya" ucap Dimas.


"Huhuuuuukkkk" Suara batuk Rina.


Emre secepatnya memberikan gelas yang berisi air putih bekasnya Karena Emre tidak sempat mengambil air baru.


"Ada apa Rin, apa kamu baik-baik saja??" tanya Delia.


"Aku baik-baik saja Del" ucap Rina yang masih batuk-batuk.


"Tapi aku lihat dari berita, katanya Rangga defresi sedangkan ibunya Terkena serangan jantung" ucap Delia.


Ini gambaran Ruang Tengah rumahnya Delia.



Setelah beberapa saat kemudian, pria-pria ganteng berjalan meninggalkan Meja Makan dan segera ke ruang tengah. Mereka melanjutkan perbincangan mereka di Sana.


Meja makan tempat mereka makan dan berbincang membahas Rangga dan antek-anteknya.


__ADS_1


"Kasihan juga yah sama ibunya Rangga" ucap Dessy.


"Kasihan sih tapi mereka yang bego mau dimanfaatkan oleh Rindu" ucap Delia.


"Tapi aku lihat di Sosmed Rindu terjatuh dari lantai dua rumahnya tanpa sehelai benang pun yang melilit di tubuhnya" ucap Dessy.


"Iya, Aku juga lihat beritanya bahkan Aku tidak sanggup untuk melihat beritanya Rindu bersama selingkuhannya" ucap Delia.


"Rindu dan selingkuhannya sangat layak mendapatkan balasan dari perbuatannya" ucap Dessy.


Mereka berbincang-bincang sambil membersihkan dan merapikan Meja makan.



"Dessy dan Rina kita ke kamar aku yuk" ajak Delia kepada Dessy dan Rina.


Mereka berjalan ke arah kamar pribadinya Delia. Dessy kembali murung dan memikirkan suaminya. Entah perasaan apa yang dirasakan Dessy sampai dia memikirkan terus suaminya.


"Dessy, hai Dessy kamu baik-baik saja??" tanya Rina.


Delia juga heran melihat kondisinya Dessy yang sering melamun. Entah apa yang difikirkan oleh Dessy.


"Dessy, halo kamu baik-baik saja, ayo Dessy jangan melamun tidak baik" ucap Delia.


Dessy tiba-tiba menangis tersedu-sedu dan langsung memeluk tubuh Delia. Rina heran melihat sahabatnya yang tiba-tiba menangis. Sedangkan Delia tahu pasti Dessy memikirkan nasib rumah tangga nya.


"Ayo tenang dulu Dessy, minum air putih dulu" ucap Delia sambil menyodorkan segelas air putih.


Dessy pun menyambut gelas itu dan meminumnya. Dan kembali terisak-isak.


"Del, Er...langga" ucap Desyy.


"Iya ada apa dengan Erlangga Dessy??." tanya Delia.


Dessy semakin menangis histeris dan tidak sanggup berbicara.


"Erlangga ternyata selama ini sudah menikah lagi Del" ucap Dessy.


Rina menjatuhkan gelas yang dipegangnya saking kagetnya mendengar perkataan Dessy.


Delia segera membantu Rina terlebih dahulu untuk membersihkan pecahan dari gelas itu.


"Rina, hati-hati dong, kamu itu lagi hamil" ucap Delia.


"Maksud kamu Erlangga menduakan kamu dan dia sudah menikahi perempuan itu??" tanya Rina yang sudah emosi.


"Iya, Erlangga sudah menikah sekitar 10 bulan lalu, tapi bodohnya aku tidak tahu perbuatan busuknya Erlangga" ucap Dessy.


"Dari mana kamu tahu Dessy, jangan berfikiran negatif dulu, itu gak mungkin lah Dessy, setahu Saya Erlangga sosok suami yang setia, baik lagi" ucap Rina yang tidak percaya.


"Itu lah keahliannya menutupi kesalahannya di depan orang lain" ucap Dessy.


"Tapi kamu tahu semua itu dari siapa apa kamu melihatnya langsung atau gimana??" tanya Delia.


"Perempuan itu yang datang ke rumahku dua hari yang lalu dan perutnya sudah buncit Del" ucap Dessy yang semakin menjadi.


"Sebenarnya kami sudah tahu Dessy kalau suami kamu beristri lagi, tapi Saya tidak ingin memberitahu kamu, jangan sampai kamu tidak percaya dengan perkataan kami karena itu lah kami diam saja" ucap Delia yang sudah ikut menangis.


"Kamu yang Sabar dan kuat yah Dessy, Andai saja dia ada di depanku sudah ku tampar tuh wajah sok sucinya" ucap Rina.


"Jadi keputusan kamu apa Dessy??" tanya Delia.


"Aku ingin bercerai saja Del, cukup sudah penderitaan yang diberikan bahkan dia sering memukulku" ucap Dessy sambil memperlihatkan bekas tamparan keras di wajahnya yang masih lebam dan memerah.

__ADS_1


"Ya Allah, Erlangga tega banget lakukan ini kepadamu Desy" ucap Rina sambil memegang wajah Dessy.


"Auuu sakit Rina" ucap Dessy.


Delia segera berjalan ke arah tempat Kotak p3knya dan mengambil beberapa obat merah, kapas dan plester obat.


"Tahan yah, Mungkin ini agak perih" ucap Delia.


Obat yang dioleskan ke luka wajah Dessy adalah hasil racikan Delia sendiri yang sudah dites di Laboratorium.


Dessy menahan perihnya luka yang ada di wajahnya. Luka di hatinya lebih sakit dari pada luka fisiknya.


Karena sudah terlalu larut malam, Dessy akhirnya pulang ke rumahnya tetapi Delia sebenarnya tidak mengijinkan Dessy pulang. Tetapi Dessy bersikeras ingin menyelesaikan hubungannya dengan Erlangga secara baik-baik. Rina ingin melaporkan Erlangga ke Pihak yang berwajib tapi Dessy meminta tolong untuk tidak melakukan hal itu.


"Aku tidak ingin masalah rumah tanggaku menjadi konsumsi publik" ucap Dessy yang sudah mantap ingin bercerai, tapi tidak ingin menjadi buah bibir.


Jam 11 malam, Dessy pulang di antar oleh Dimas, Delia tidak mengijinkan Dessy naik taksi. Delia khawatir dengan keadaan Dessy.


Sedangkan Emre dan Rina sudah pulang duluan. Emre berniat ingin menjelaskan dengan jujur kepada Rina bahwa Dia adalah Pria yang ada di malam itu.


"Rina, Jika suatu hari nanti kalau kamu bertemu dengan ayah kandung dari anakmu apa yang akan kamu lakukan??" tanya Emre sambil mengemudikan mobilnya dengan pelan.


"Apa yah Bang, Rina gak tahu mau jawab apa, Rina bingung" ucap Rina.


"Tapi kalau misalnya aku adalah pria itu gimana Rina??." Tanya Emre yang menoleh ke arah Rina yang ternyata Rina sudah tertidur pulas.


"Apa dia tadi dengar semua perkataan ku atau tidak yah??" tanya Emre kepada dirinya sendiri.


Emre bingung selalu gagal jika ingin mengungkapkan kejujuran di depan Rina.


"Kenapa susah banget untuk jujurnya, berulangkali aku coba tapi hasilnya masih sama gagal terus, apa kejujuran itu sangat mahal yah?." ucap Emre.


Sedangkan Dessy dan Dimas tidak ada yang berani memulai percakapan. Mereka masing-masing sibuk dengan pemikirannya sendiri. Dessy yang sudah tidak sabar ingin bercerai dengan suaminya sedangkan Dimas menunggu waktu untuk mengatakan perasaannya.


"Dessy, Setelah belokan di depan kita ambil kiri apa kanan??" tanya Dimas.


"Kiri Kak" ucap Dessy.


Dimas tahu kalau Dessy telah menangis karena matanya memerah dan suaranya agak parau.


Tiba-tiba Hp Dessy berdering. Dan ternyata Itu panggilan dari Erlangga. Dessy mengsilent hpnya dan tidak berniat ingin mengangkat telponnya Erlangga.


"Kok gak diangkat si Dessy, nanti itu penting" ucap Dimas.


"Ga apa-apa kok paling cuma mo bilang aku tidak pulang" ucap Dessy sambil tersenyum kecut.


HP Dessy kembali berdering dan itu panggilan dari Arya. Dessy segera mengangkat telponnya dari Arya.


"Assalamu alaikum kak" ucap Dessy.


Dessy segera meminta tolong kepada Dimas untuk memutar balik mobilnya.


Emre menepikan mobilnya dan ingin mencium bibir Rina tetapi tiba-tiba handphone Rina pun berdering dan membuat rencananya lagi lagi gagal. Emre segera memutar balik mobilnya ke arah kediaman Arya.


TBC...


📢 Typo mohon dimaklumi yah Readers📢


Fania kembali untuk mengingatkan agar tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN..


Ditunggu masukannya di kolom komentar yah kk✌️🥰🥰🥰.


Makasih banyak..

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah.


Makassar, 27 February 2022


__ADS_2