Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 163. Kondisi Hyuna


__ADS_3

Happy Reading..


Tawa bahagia dan celotehan dari Baby Zi, Baby sha mewarnai Kediaman Arya dan Delia. Suara dari celotehan mereka mampu memeriahkan suasana kekeluargaan yang tercipta. Arya dan Delia tidak lupa mengundang sahabatnya beserta keluarga mereka masing-masing. Jadi lah rumah Arya seperti taman bermain anak saja. Rina dan Emre Bahagia melihat putrinya bermain dengan riang. Sedangkan kegundahan dan keresahan di rasakan oleh Hyuna.


"Aku harus berusaha untuk mencoba melupakan semua yang telah terjadi diantara kita, perasaan ini harus aku kubur dalam-dalam" ucap Hyuna yang terus memandangi Aditya yang sedang bermesraan dengan Calon tunangannya.


Semakin Hyuna berusaha untuk melupakan semakin bayang-bayang kenangan yang pernah Hyuna lalui bersama Aditya semakin terbayang saja. Hyuna berusaha untuk menahan buliran air matanya, agar tak ada yang curiga terhadapnya.


Aditya sengaja melakukan hal itu, di depan yang lain terutama di depan mata Hyuna agar Hyuna bisa melupakan kenangan indah dan perasaannya kepada Aditya. Sebenarnya Aditya tidak ingin ada orang yang terluka dengan sikapnya itu tapi Aditya mau tidak mau harus melakukan hal itu walaupun Aditya sangat menyayangi dan mencintai Hyuna. Aditya tersenyum terpaksa meladeni Clara tunangannya. Aditya sebenarnya sangat enggan untuk bersentuhan langsung dengan Clara atau bermanis-manis dengan Clara tapi Aditya terpaksa melakukan hal itu demi kebaikan mereka bersama.


Hyuna tidak sanggup lagi untuk melihat kemesraan yang dipertontonkan oleh Aditya dan Clara, sehingga Hyuna meninggalkan kediaman keluarga kecil Arya dan Delia.


"Kak Hyuna pamit duluan yah" ucap Hyuna yang meminta ijin kepada Delia untuk pulang duluan.


"Lah kok terburu-buru sih Hyuna, baru juga jam berapa, sudah mau pulang" ucap Delia.


"Perutku agak sakit kak" ujar Hyuna yang memegang kepalanya tapi pandangan matanya ke arah Aditya terus.


"Aku ambilkan obat yah" ucap Delia.


"Gak usah Kak, aku minum obatnya di apartemen saja" jawab Hyuna.


"Kalau gitu, Aku ambilkan kue pesananmu tadi, tunggu sebentar yah" jelas Delia.


Hyuna hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Aditya juga tetap memandangi Hyuna dan sedikit khawatir dengan keadaan Hyuna.


"Ini Kuenya, moga saja kamu suka dengan buatanku" ujar Delia sambil menyodorkan paper bag yang berisi dua toples kue kering.


"Makasih banyak yah kak, Hyuna pamit dulu" ucap Delia dan memeluk tubuh Delia.


Delia sempat merasakan ada sesuatu hal yang aneh dengan sikap Hyuna. Hyuna biasanya cerewet dan selalu ceria tapi sekarang sikap Hyuna itu hilang dan tidak muncul bagaikan di telan bumi. Setelah Hyuna pamit, Dia segera berlari ke arah mobilnya. Hyuna menangis histeris di dalam mobilnya.


"Ya Allah tolonglah Aku, hapus dirinya dan kenangan kami dari dalam hati dan pikiranku, aku tidak sanggup seperti ini terus" tutur Hyuna sambil terisak.


Aditya menyadari bahwa Hyuna melakukan hal itu karena alasannya dirinya. Aditya sakit dan hatinya terluka dengan melihat kondisi Hyuna yang semakin kurus di matanya.


"Maaf, semakin aku mencintaimu semakin aku harus melupakanmu" monolog Aditya.

__ADS_1


"Aaaahh, kok perutku akhir-akhir ini sering sakit yah??." keluh Hyuna sambil memegang perutnya.


Hyuna akhirnya memutuskan untuk ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Hyuna khawatir dengan keadaannya dan takut jika terjadi sesuatu kepada perutnya. Hyuna sekarang sudah diperiksa oleh dokter. Dokter tersebut melakukan pemeriksaan USG terhadap perut Hyuna. Dan disaat dokter melakukan pemeriksaaan kening dokter berkerut. Hyuna menyadari hal itu dan semakin membuatnya khawatir.


"Maaf dokter ada apa yah??." tanya Hyuna Setelah dirinya selesai diperiksa.


"Hyuna apa kamu rutin minum obat yang aku resepkan??." tanya Dokter Aulia.


Dokter Aulia lah yang setahun terakhir ini membantu untuk mengobati Hyuna. Hyuna meminta kepada dokter Aulia untuk tidak memberitahukan kepada orang lain tentang kondisinya.


Hyuna hanya tertunduk lesu tanpa menjawab pertanyaan dari dokter Aulia. Hyuna sudah tidak berharap lagi akan kesembuhan dirinya.


"Hyuna Gimana caranya kamu bisa sembuh Jika obat yang kemarin aku resepkan kamu gak minum??." ucap dokter Aulia.


"Maaf" ucap Hyuna.


"Kalau kamu bandel terus, rahimmu akan bermasalah dan kedepannya kamu akan sulit untuk memiliki keturunan" ucap dokter Aulia yang notabene adalah Kakak sepupunya.


"Maaf" hanya Kata maaf yang bisa Hyuna ucapkan.


Setelah kepergian Hyuna dari kediaman Arya Wiguna Albert Kim Said. Aditya buru-buru ikut pamit pulang dan langsung mengantar Clara ke hotel tempat dirinya menginap. Aditya sebenarnya punya rumah dan tentunya keluarga besar di Indonesia tapi dirinya lebih memilih untuk menginap di hotel selama dia ada di Indonesia.


Kening Aditya berkerut karena setelah tahu kalau Hyuna sekarang berada di Rumah Sakit dan sedang duduk di dalam ruangan Dokter kandungan.


Aditya segera turun dari mobilnya dan mencari ruangan dokter kandungan, Aditya berlari ke arah Ruangan itu. Peluh keringat bercucuran dari dahi dan wajah Aditya. Nafasnya pun ngos-ngosan. Aditya sudah berdiri di depan ruangan dan tanpa sengaja mendengar percakapan dari orang yang berada di dalam ruangan tersebut. Aditya tercengang dan kaget setelah mendengar perkataan dari mereka. Karena pintu Ruangan praktek dokter Aulia tidak tertutup rapat sehingga semua Suara yang bersumber dari dalam sampai ke telinga Aditya.


Hyuna menangis tersedu-sedu Setelah mendengar perkataan dari dokter Aulia.


"Hyuna tolong dengar perkataan kakak, kakak mohon hiduplah dengan baik dan berusaha untuk melupakannya, jangan bertindak bodoh hanya karena Dia, sayangilah hidupmu" ucap dokter Aulia panjang lebar.


"Maafkan Hyuna kak" ucap Hyuna yang sudah menangis.


"Karena tindakan yang kamu lakukan dulu akhirnya berdampak buruk terhadap rahimmu, Kakak hanya bisa memberikan saran dan masukan untuk kamu agar kamu lebih mencintai dirimu sendiri" ucap Dokter Aulia.


"Hyuna akan berusaha untuk mencoba nya" ucap Hyuna.


"Jangan cuma mencoba tapi kakak mohon dengar baik-baik perkataan Kakak dan lakukan apa yang kakak katakan" ucap Dok Aulia yang menuliskan beberapa resep obat dan vitamin untuk rahim Hyuna.

__ADS_1


"Hyuna pamit pulang dulu Kak, makasih banyak" ujar Hyuna dan langsung memeluk tubuh kakak sepupunya di depan pintu keluar.


Sedangkan Aditya segera mencari tempat bersembunyi agar dirinya tidak diketahui.


"Hati-hati dan jangan nakal terus minum obat dan vitaminnya yah" ucap Dok Aulia.


Hyuna berjalan lunglai dan kaget setelah mendengar perkataan dari dokter Aulia dan barulah Hyuna sadari kebodohannya dulu yang tega mengambil keputusan untuk membuang janin yang ada dalam kandungannya.


Aditya dibuat tidak percaya dengan penjelasan dokter Aulia. Aditya segera masuk dengan paksa ke dalam ruangan praktek dokter Aulia tanpa ijin dari yang punya. Aditya tidak tahan lagi untuk bertanya langsung kepada dokter Aulia tentang kondisi kesehatan Hyuna.


Awalnya dokter Aulia sama sekali tidak menginginkan kalau sampai ada orang lain yang tahu tentang kondisi kesehatan Hyuna. Tapi karena Aditya terus mendesak dan memaksa akhirnya Dokter Aulia pun dengan berat hati menjelaskan tentang keadaan Hyuna yang sebenarnya.


Aditya tidak percaya dengan penjelasan dari dokter Aulia. Aditya sempat tersenyum mendengar kabar kalau Hyuna hamil dan langsung kaget dan shock Setelah mendengar juga kejujuran kalau Hyuna minum obat untuk menggug**" kandungannya. Dan kondisi kesehatan terakhir Hyuna pun dokter Aulia jelaskan Setelah dokter Aulia tahu siapa sosok Aditya yang sedang duduk berhadapan dengannya. Penyesalan pun akhirnya menggerogoti pikiran Aditya. Aditya tidak menyangka perbuatan yang mereka lakukan atas suka sama suka harus berakhir dengan seperti itu. Aditya sangat menyesal andai saja dulu dirinya mampu untuk menahan godaan Mungkin hal ini tidak akan pernah terjadi Apa boleh buat Nasi sudah menjadi bubur.


"Kamu mengambil sesuatu yang sangat berharga dalam hidup seorang perempuan, apa kamu tidak memikirkan konsekuensi dari perbuatan kamu itu walaupun kalian suka sama suka waktu melakukan itu tapi..." ucap dokter Aulia yang tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya.


Dokter Aulia khawatir dengan keadaan dan kondisi kesehatan Hyuna sehingga Aulia tersulut emosinya.


"Maaf jika aku harus berkata seperti itu" ucap Aulia yang berusaha menetralkan perasaannya.


"Usia kandungan Hyuna waktu itu sudah berapa bulan??." tanya Aditya.


"Sudah 3 bulan, awalnya Hyuna ingin mempertahankan janin yang ada di dalam kandungannya tapi setelah mendengar berita tentang pertungannmu akhirnya Hyuna memutuskan untuk melakukan hal itu" ucap dokter Aulia yang juga ikut menyesal dengan keputusannya Hyuna.


Aditya terpukul dengan kenyataan yang ada, Aditya tidak kuasa menahan tangis penyesalannya. Aditya kemudian langsung berdiri dan meninggalkan ruangan praktek dokter Aulia. Aditya kemudian mencari keberadaan Hyuna. Aditya semakin menyesal setelah tahu kalau rahim Hyuna bermasalah Setelah kejadian itu.


TBC..


Gak sanggup untuk lanjutkan kisah nya Hyuna bersama Abang Aditya.


Hyuna yang sabar yah.. Hyuna harus kuat 💪💪🤧.


Yang Mau berkomentar tentang keputusan Hyuna dan sikap Aditya silahkan, Fania ikhlas kok kalian ngomel-ngomel 🤣🤣✌️.


Makasih banyak 🥰🙏


by FANIA Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, 12 Maret 2022


__ADS_2