Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 254. Ingin Memastikan


__ADS_3

Happy Reading..


"Apa yang terjadi di Sana, Apa kamu sudah menabrak Hyuna?."


"Sudah Nona sesuai yang Nona perintahkan, tapi sayang ada seseorang yang langsung tiba-tiba datang berlari menolongnya, tetapi kami yakin mereka pasti tidak selamat dalam kecelakaan tersebut".


"Bagus kalau gitu, gimana dengan anak buah yang kamu perintahkan untuk merusak pekerjaan dan mencuri hasil tes DNA tersebut?."


"Maafkan kami, kalau yang itu kami tidak berhasil, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena anak buah saya tidak meninggalkan jejak sama sekali dan kami masih berusaha untuk merebut map yang berisi data hasil tes tersebut". tutur Anak buahnya.


"Oke lanjutkan pekerjaan kalian jika kalian berhasil saya akan memberikan bonus yang banyak untuk kalian semua".


"Makasih bos".


Sambungan telpon pun terputus, Sang anak buah beserta anteknya sudah kembali bekerja sesuai dengan arahan dari big Bos mereka.


"Kamu tidak akan pernah tahu kebenarannya dan Rian kamu juga tidak akan tahu kalau aku dibalik semua kejadian yang menimpa kamu dan keluargamu, Makanya kamu harus menuruti semua perkataan ku".


Langsung mengambil pas bunga dan melempar ke arah cermin yang tidak bersalah sedikit pun, Amarahnya yang mudah meledak hanya karena persoalan sepele saja membuat seluruh penghuni Rumahnya terkejut dengan suara hantaman keras dan lemparan benda tersebut ke arah cermin. Dan dalam sekejap langsung tersenyum dan tertawa terbahak-bahak. Seperti itulah kebiasaan dari Pemilik rumah besar nan megah itu.


Arya Sore hari itu menuntaskan keinginannya karena tidak ingin dibuat tersiksa dan konsentrasinya hilang jika tidak disalurkan pada tempatnya. Arya terburu-buru membersihkan sisa-sisa dari bercocok tanamnya dan berjalan ke arah lemari mencari pakaiannya sedangkan hpnya masih setia berada di dekat telinganya.


"Dimas amankan dan jaga baik-baik hasil dari tes DNA tersebut jangan biarkan ada lagi yang menginginkan tes tersebut dan melakukan segala cara untuk mendapatkannya" ucap Arya yang memakai celana pendek selutut saja karena dirinya akan kesulitan dan terlalu lama berpakaian jika dia memilih celana panjang jeans.


"Ok, tapi tadi ada sedikit kekacauan yang terjadi di saat tes masih berlangsung, ada dua orang pria yang memakai pakaian OB yang membawa troli lengkap dengan peralatan membersihkan datang dan mencoba mengganggu pekerjaan dari Tim dokter, Untung saja Saya kembali ke rumah Sakit untuk mengecek keamanan langsung ke depan Lab, dan kami berhasil mengamankan orang tersebut dan mengintrogasinya, tetapi mereka tewas sebelum membuka mulutnya dan saya segera memeriksa keadaan mereka dan ternyata mereka menyimpan racun di bawah lidah mereka" ucap Dimas panjang lebar.


"Terus kamu sudah memeriksa racun apa yang mereka telan sehingga mereka mati dalam hitungan detik saja?" tanya Arya yang masih berusaha memakai bajunya yang sedikit kesulitan karena tanganya yang satu masih memegang hpnya.


"Saya sudah periksa langsung di lab dan ternyata racun itu adalah racun dengan varian baru dan tidak jenisnya sulit untuk ditemukan di dalam negeri" terang Dimas lagi.


"Berarti mereka sudah mempersiapkan dengan baik dan terencana dengan matang" timpal Arya.


"Sepertinya seperti itu" ucap Dimas yang sibuk mengetik sesuatu dan langsung mengirim chat itu ke nomor hp Arya dan langsung mengirim data-data hasil tes tersebut ke dalam email Arya juga.


"Tunggu, Aku akan segera ke sana secepatnya" ucap Arya lalu membuka sedikit pintu kamar mandi.


"Sayang, Aku ke Rumah Sakit dulu, ada pekerjaan yang kakak harus segera selesaikan" ucap Arya lalu berjalan ke luar dan tidak lupa mengunci rapat pintu kamarnya.

__ADS_1


"Hati-hati Kak" Jawab Delia.


"Siapa sebenarnya orang yang berada di balik kekacauan ini, tidak mungkin Papa Hendry dan setahu saya beliau sudah berubah, tapi besok saya akan bertemu dengan papa dan akan menjelaskan semuanya yang terjadi".


Arya lalu menghubungi nomor handphone Aulia.


"Assalamualaikum Aulia" ucap Salam Arya.


"Waalaikum salam kak, sedari tadi Aku mencoba menghubungi nomor hp KK tapi tidak diangkat" ucap Aulia yang duduk di samping ranjang Hyuna.


"Ada apa Aulia?" Arya bertanya kepada Aulia.


"Hyuna Kak, tadi sore keserempet mobil dan sekarang berada di rumah Sakit" jawab Aulia.


"Apa yang kamu katakan Aulia, itu tidak mungkin" ucap Arya yang nasih setia mengemudikan mobilnya dengan kedua tangannya.


Sudah terpasang alat headset bluetooth ditelinganya untuk memudahkan dia berkomunikasi disaat berkendara mobil.


"Jadi keadaannya Hyuna sekarang gimana Aulia?." tanya Arya.


"Berikan perawatan yang terbaik untuk Hyuna dan Saya akan segera ke rumah Sakit" ucap Arya yang ingin mematikan sambungan teleponnya tetapi langsung di cegah oleh Aulia.


"Arya, halo" teriak Aulia.


"Iya ada apa lagi?"


"Ada pria yang menolong Hyuna dan sempat mengatakan kepada Dokter yang merawat Hyuna kalau yang menolongnya adalah suaminya Hyuna" terang Aulia.


Arya tiba-tiba merem mendadak mobilnya, Untung saja jalanan yang dilalui oleh Arya terbilang sangat sepi sehingga tindakannya tidak merugikan dan mengganggu aktifitas orang lain.


"Itu tidak mungkin Aulia, mungkin dokter itu salah dengar saja dan tidak mungkin orang yang sudah mati hidup kembali yang benar saja" ucap Arya yang tersenyum gamang mendengar penuturan Aulia.


"Tidak mungkin dokter tersebut salah dengar karena tadi ada seseorang yang datang dan memberikan rekaman cctv, dan beberapa foto yang sempat dia ambil saat kejadian terjadi" tutur Aulia lagi.


"Tunggu Aku, Aku sudah hampir sampai di rumah Sakit dan tolong simpan baik-baik bukti yang ada di tanganmu" pinta Arya.


"Baiklah" ucap Aulia kemudian menutup telponnya dan menelpon nomor hp mama Elisabeth dan Mama Anna ibu mertuanya Hyuna.

__ADS_1


Arya kembali melajukan mobilnya yang sempat berhenti sesaat dikarenakan perkataan Aulia tidak masuk akal.


"Apa maksud dari perkataan pria tersebut entah apa yang terjadi dengan pria itu sehingga mengaku kalau dirinya adalah suaminya Hyuna".


Arya segera memarkirkan mobilnya tepat di belakang pintu masuk ke arah letak laboratorium. Arya melangkah kakinya dengan tergesa-gesa langkah yang lebar dan nampak di raut wajahnya terbersit ketegangan sekaligus kebingungan dengan apa yang menimpa keluarga kali ini.


Arya yang awalnya ingin menemui Dimas tapi ternyata berpapasan dengan rombongan perawat yang mendorong bangkar rumah Sakit dan di atasnya Rian tertidur akibat efek obat bius yang diberikan kepadanya di saat sedang dioperasi.


"Perawat apa yang terjadi dengan pasien ini?" tanya Arya melihat dengan seksama kondisi dari Rian.


"Pasien sudah dioperasi karena terdapat banyak luka di belakang punggungnya dan dokter mengeluarkan ada beberapa pecah beling serta paku yang tertancap di punggung pria itu" terang suster tersebut yang menatap Arya dan langsung tersadar kalau yang mereka temani berbincang-bincang adalah pemilik Rumah Sakit DA tempat mereka mengadu nasip.


"Pria ini terluka karena menolong istrinya yang hampir saja ditabrak tuan muda" timpal perawat yang satu yang langsung mengenali wajah dari Arya selaku pemilik RS DA.


"Ohh gitu" ucap Arya.


"Tidak mungkin kan yang menolong Hyuna adalah Rian dan kalau benar Rian apa maksud dari perkataannya itu, atau jangan-jangan Rian adalah".


Arya langsung berlari ke arah lokasi Lab di mana Dimas sedang menunggunya, Arya semakin dibuat penasaran dan tidak percaya dengan penjelasan Perawat tersebut. Hingga Arya sudah berada di depan Laboratorium dan menyaksikan langsung ada beberapa orang yang sedang menyerang Dimas dan pihak Security pun sudah ikut membantu melawan kelompok pengacau tersebut beranggota beberapa orang.


Untung saja lokasi Lab tersebut jauh dari pusat rumah sakit sehingga mudah untuk mengamankan lokasi tersebut.


"Tutup akses jalan ke Lab, jangan biarkan seorang pun yang memasuki area ini" teriak Arya kepada anak buahnya.


Arya merekam kejadian itu dan langsung mengirimkan ke nomor hp pihak polisi Agar segera datang dan menjadi saksi perkelahian tersebut serta mengamankan Penjahat itu. Dimas yang melindungi Map tersebut terkena tendangan tepat dibagian dadanya sehingga Map itu terlempar tepat di hadapan Orang yang memakai topeng itu.


...To Be Continued.....


Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP dan jangan lupa untuk tetap memberikan dukungannya kalian agar Viewer Bertahan Dalam Penantian semakin bertambah ✌️.


FANIA menerima segala spam Like, spam Rate Bintang 5 dan Spam GIFT juga boleh asal jangan SPAM KOMENTAR ✌️🙏.


Typo Mohon dimaklumi 🙏


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Senin, 09 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2