Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 57. Keadaan yang Genting


__ADS_3

Happy Reading..


Hari berganti hari, Minggu berganti dengan Bulan. Zack dan Zoe Dihujani kasih sayang oleh seluruh anggota keluarga Wiguna bukan cuma Anggota keluarga Saja yang menyayangi tapi seluruh ART yang bekerja di Rumah Keluarga Wiguna pun ikut memberikan kasih sayangnya dengan tulus. Dengan hadirnya Zack dan Zoe di Kediaman Kakek dan Neneknya Suasana di Kediaman itu jadi ramai.


Di Sebuah Rumah yang sangat mewah dan besar, seseorang berdiri di depan jendela yang kacanya mengjulang tinggi menghadap ke arah pantai. Orang itu memegang sebuah Bingkai foto.


"Akhirnya Anak-anak kalian Muncul juga, Pembalasan dendam jilid ke dua akan aku lakukan, siap-siap saja Kalian semua menanti pembalasan dendamku ini" Orang itu tersenyum dengan penuh aura kemarahan.


Bahkan Gelas yang sempat dia pegang hancur saking kerasnya dia memegang gelas itu. Dan melempar sisa gelas itu ke arah Cermin.


Bruuuuuukkkk..


Bunyi itu membuat anak buahnya kaget dan berlari ke arah kamar bosnya Tapi tidak ada yang berani mengusik pekerjaan Big bosnya.


Sedangkan di tempat lain, tepatnya di rumah kosan Arya dan Delia, Arya sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.


"Gimana perkembangannya, apa orang itu sudah menampakkan batang hidungnya??" tanya Arya.


"Belum ada tanda-tanda kemunculan mereka,tapi Saya tetap memantau Jika ada pergerakan dari mereka dan tetap melakukan pengamanan ketat di sekitar di Kembar" ucap Adrian.


Ya dia adalah Mister X yang selama ini menjadi orang yang berada di balik layar yang selalu membantu Arya dan Delia melaksanakan rencananya tanpa sepengetahuan Pak Wiguna.


Semua Sumber dana dan maupun alat transportasi yang dipakai Arya adalah berasal dari Mister X atau Adrian.


Hari ini Zack dan Zoe akan diajak oleh Oma Estella untuk mengunjungi makam Orang tuanya. Zack dan Zoe tidak banyak protes Hanya mengiyakan saja keputusan Oma Estella.


Pak Wiguna Langsung memerintahkan kepada seluruh Anak buahnya untuk memperketat pengawasan Cucu dan Mamanya.


Ada 4 mobil yang mengikuti mobil Yang dipakai oleh Oma Estella. Pak Wiguna bahkan melengkapi Anak buahnya dengan senjata super canggih.


Perjalanan rombongan lancar tanpa ada hambatan. Beberapa menit kemudian, Mereka Sudah sampai ke TPU Tempat orang yang menjadi Korban dalam kecelakaan mobil Arya.

__ADS_1


Anak Buah yang ikut dalam penjagaan adalah anak buah terpilih dari semua anak buah pak Wiguna.


Oma Estella dan mama Elisabeth kembali meneteskan air matanya, ketika mendo'akan Ke duanya. Tak Lupa menaburkan bunga mawar kesukaan Arya dan Delia.


"Nak, Oma datang lagi tapi kali ini,Pak tidak sendiri tapi ditemani oleh Mamamu dan kedua anak-anakmu, pasti kamu bahagia kan nak? lihatlah mereka sudah besar dan Juga pinter". ucap Oma Estella.


"Iya Nak, Anak-anak kalian sudah besar-besar, kehadiran mereka membuat hari-hari kami jadi penuh warna, Mama berharap kalian di sana Bahagia dan tenang" ucap Mama Elisabeth.


"Ayo sini Nak Do'akan Ayah dan Mama kalian dan taburkan bunga ini" ucap Oma Estella sambil memberikan 1 tempat bunga ke tangan Si kembar.


"Kami datang Yah, Ma, kami sangat merindukan kalian, apa kalian Juga merindukan kami?, kami sudah besar Ma, Kami sangat merindukan kehadiran kalian". ucap Zoe. Zoe melampiaskan kerinduannya kepada ke dua orang tuanya di atas pusara korban kecelakaan itu.


Sudah hampir 6 bulan Si kembar tidak bertemu dengan orang tuanya. Zoe pun mencurahkan segala gundah gulananya. Oma Estella dan Mama Elisabeth ikut menangis dan Terharu mendengar Curahan hati Zoe.


Zack membacakan surah Al Fatihah diatas makam korban kecelakaan itu. Dalam Do'a Zack tidak menyebut nama orang tuanya Tapi nama korban itu.


Adrian yang ikut dalam rombongan itu tak menyangka jika anak-anak Arya sangat memainkan perannya dengan Baik. Bahkan Mereka berakting dengan sangat baik dan alami.


"Pak Supir kita singgah ke Bakery Khadijah dulu sebelum pulang" ucap Oma Estella.


"Baik Oma" ucap Supir Oma.


"Halo, Mereka menuju ke jalan A" ucap Si A.


"Ok, lanjutkan semuanya sesuai rencana, jangan biarkan rencana kita kali ini Gagal lagi, ingat habisi nyawa Anak-anak Arya". Ucap Bos Mereka.


"Baik Bos" Ucap si A.


Mobil yang ditumpangi oleh Oma Estella berbelok ke kiri berlawanan arah jalan ke Bakery Khadijah. Oma Estella dan yang lainnya yang berada di dalam mobil tidak mengetahui kalau jalan yang mereka lalui berbeda dengan Arah jalan ke arah bakery Khadijah. Karena Si kembar tak henti-hentinya membuat mereka tersenyum dan tertawa dengan tingkah di Kembar.


Mobil yang mengikuti mereka sudah berada jauh dibelakang Mereka, bahkan rombongan pengawal anak buah pak Wiguna diganggu oleh Beberapa mobil yang mereka tidak tahu arah kedatangannya, Rombongan yang tidak diketahui itu menembaki Ban mobil anak buah Pak Wiguna bahkan mereka tak segan menembak beberapa anak buah Pak Wiguna.

__ADS_1


Ali selaku anak buah kepercayaan pak Wiguna segera memberikan informasi kepada pak Wiguna kalau ada beberapa mobil yang menghadang mereka, bahkan sudah ada beberapa korban yang gugur.


Adrian yang kebetulan waktu itu mendapat telpon dari seseorang yang mengaku asisten Pribadinya segera memutar mobilnya ke arah Perusahaan Sinopec Group.


Adrian mendapatkan informasi kalau ada masalah yang sangat urgen dan serius yang terjadi di perusahaan Sinopec Group.


Hal ini dimanfaatkan oleh anak buah Penjahat itu. Mereka segera menembaki beberapa anak buah pak Wiguna hal ini membuat Oma Estella dan yang lainnya menjadi khawatir Sekaligus takut. Oma Estella segera melaporkan kejadian ini kepada Pak Wiguna tapi Oma Estella belum menyentuh tasnya Beliau sudah diancam menggunakan pistol oleh Supir pribadinya.


Oma Estella dan lainnya jadi takut dan tidak tahu harus berbuat apa.


"Kalau kalian masih menyayangi nyawa kalian jangan ada yang mencoba untuk menghubungi seseorang" Supir itu.


Mobil mereka menuju arah hutan belantara dan tidak terkejar oleh mobil aNak buah Pak Wiguna.


Oma Estella dan Mama Elisabeth sudah menangis dan Takut jika terjadi sesuatu kepada mereka terutama kepada cucunya.


"Ya Allah tolong dan lindungilah kami, jangan biarkan Terjadi sesuatu kepada Kami terutama kepada cicitku" Do'a Oma Estella.


Supir itu menghentikan laju mobilnya karena ada beberapa temannya yang ingin naik ke mobil itu. Setelah naik ke Mobil, Orang itu langsung menutup mulut dan mengikat tangan Oma Estella dan lainnya agar tidak ada lagi pergerakan untuk melawan mereka.


Kejadian ini segera diketahui oleh Arya Karena Sebelum Arya membawa anak-anaknya ke rumah Utama, Arya memasang alat pelacak di Ke dua cincin si kembar.


TBC..


Maafkan FANIA yang Beberapa hari ini tidak bisa Update dikarenakan Fania sedang berduka 🙏🙏🙏.


Berkat Dukungan dan Do'a para Readers Alhamdulillah BDP Sudah Lulus Kontrak 🙏🙏🙏.


Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏 🙏🙏.


Bagi Readers yang ingin bergabung dengan GRUB CHAT Fania silahkan klik Profil FANIA yah🙏

__ADS_1



__ADS_2