Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 69. Kabar Duka


__ADS_3

Happy Reading...


Arya memarahi semua anak buahnya Tanpa terkecuali, bahkan Adrian yang sudah menjadi Saudaranya pun mendapatkan amukan Dari Arya. Arya bagaikan Orang yang kesetanan Saja.


Arya sudah berjanji untuk memberikan Santunan kepada Keluarga anak buahnya yang gugur bahkan Arya akan membiayai sekolah dari Anak-anak mereka yang orang tuanya meninggal dunia dalam kejadian itu.


Arya tidak akan segan untuk membantu siapa saja, termasuk anak buahnya yang meminta tolong bantuan kepada Arya. Hal ini sering dilakukan oleh Kakek dan Ayahnya. Karena itu lah Semua orang yang bekerja Di Perusahaan atau pun dengan Keluarga Wiguna merasa bahagia dan bersyukur mendapatkan Bos yang ringan tangan.


Arya akan kembali ke Desa T untuk memanggil seluruh Anak muridnya yang pernah Dia latih untuk membantu dan menjadikan mereka anak buahnya.


Arya segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk menghubungi pak Sahir atas rencana kedatangannya melalui Pos.


Selama Arya sudah kembali ke Kota, Arya Sudah mengirimkan berbagai macam bantuan ke Desa, baik itu perlengkapan seperti kendaraan, peralatan dan perabot rumah yang lebih modern dan canggih, Bahkan Arya sudah membiayai perbaikan jalan yang menuju Desa T.


Masyarakat Desa T sangat bersyukur dan menyambut antusias bantuan Arya. Sehingga perjalanan menuju ke Desa T lebih lancar dan aman. Sudah banyak Masyarakat Desa T yang melakukan perjalanan ke Ibu kota. Arya tidak pernah melakukan sesuatu dengan main-main Bahkan Arya mengeluarkan sejumlah Dana yang tidak sedikit.


Arya dan Delia meninggalkan Markas besarnya dan ingin kembali ke rumah Delia yang sudah Lama dia tinggalkan. Tapi langkah Arya terhenti di karenakan Handphonenya kembali berdering dan penelponnya tidak lain Adrian.


"Assalamualaikum Adrian" ucap Salam Arya.


"Waalaikum salam Arya, apa Kamu masih di Markas atau sudah sampai di rumahmu?" tanya Adrian.


"Aku masih di depan nih, baru mo Buka pintu mobilku Tapi kamu menelpon lagi" ucap Arya dengan raut wajah yang kesal.


Arya ngomel-ngomel dan memarahi Adrian yang selalu menelponnya. Arya ingin segera pulang karena ingin menghabiskan harinya bersama sang istri.


"Apa yang kamu katakan, itu tidak mungkin Adrian?" Tanya Arya sambil meneteskan air matanya.


Handphone yang dipegangnya terjatuh di aspal. Delia kaget melihat Reaksi Suaminya Setelah menelpon dengan Adrian.


"Itu tidak mungkin, pasti Adrian bercanda" Arya menangis tersedu-sedu Setelah Mendengar kabar dari Adrian.


Delia langsung memeluk tubuh suaminya untuk menenangkannya.


"Ada apa kak, apa yang dikatakan Oleh Adrian?" Tanya Delia dengan hati-hati.


"Oma Del, Oma" Arya semakin mengeraskan tangisannya.

__ADS_1


Bahkan Arya sudah tidak perduli dengan wibawanya. Seperti itulah Sikap Arya jika berhubungan dengan Keluarganya Arya tidak akan segan menangis.


Semua anak buahnya yang berada di Sana heran melihat bos-nya yang kesehariannya garang tiba-tiba menangis.


"Kak apa yang terjadi sama Oma Elisabeth, tolong jelaskan dengan baik?" tanya Delia.


Arya belum bisa berbicara Hanya menangis tersedu-sedu.


Delia segera menelpon balik Adrian untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Assalamualaikum KaK Adrian" ucap salam Delia.


"Waalaikum salam Del, di Mana Arya Apa kalian sudah berada di rumah sakit?" tanya Adrian.


"Belum kak, kami masih berada di depan Markas, emang Apa yang sedang terjadi KaK, Karena Arya sedari tadi hanya menangis Saja".


"Cepatlah ke Rumah Sakit Del sebelum kalian terlambat" ucap Adrian


Delia segera mematikan telponnya dan membantu suaminya untuk masuk ke dalam Mobil. Delia yang mengemudikan mobilnya Karena Arya tidak dalam kondisi yang baik.


Arya dan Delia berlari menuju Ruangan perawatan Oma Estella. Arya dan Delia Lupa memakai Maskernya. Sehingga orang-orang yang mengenalnya kaget dengan apa yang dilihatnya. Bahkan sebagian orang yang melihatnya takut.


Sesampainya di ruangan perawatan Oma Estella. Arya langsung membanting pintu ruangan itu tanpa basa-basi dan langsung nyelonong Saja. Seluruh keluarga besar Wiguna yang ada di Sana kaget dan shock melihat siapa orang yang membuka pintu dengan keras. Emilia dan Eliana kaget dengan penglihatannnya.


"Oma Ini Arya Oma, Tolong Bangunlah,aku sudah pulang" ucap Arya dengan wajah yang sudah nampak khawatir.


Keadaan Oma yang nampak sangat mengkhawatirkan bahkan Dokter sudah angkat tangan dengan kondisi Oma Estella.


Tiba-tiba Oma membuka matanya dan melihat ke arah wajah Arya dan langsung tersenyum melihat Cucu kesayangannya.


Tiba-tiba alat pendeteksi Denyut jantungnya sudah tidak berbunyi lagi. Semua orang sudah panik.


"Dokter apa yang terjadi dengan omaku, tolong Omaku Dokter" ucap Arya.


Dokter segera memeriksa keadaan dari Oma Estella dan ternyata Oma Estella Sudah meninggal dunia.


Tangis Haru terdengar jelas dari ruangan perawatan Oma Estella.

__ADS_1


Mereka tak kuasa mendengar perkataan Dokter yang menyatakan Oma Estella Sudah Tiada.


Arya sangat terpukul dengan kepergian Omanya. Arya menyesal Telah menunda untuk mengungjapkan kebenarannya dan jujur di depan Keluarganya.


Mereka sangat kehilangan sosok yang paling Baik di dalam keluarga besar Wiguna. Oma Estella adalah sosok Oma yang sangat berarti dalam hidup anak dan cucu-cucunya.


Berita Duka kepergian Oma Estella segera tersebar ke seluruh ibu kota bahkan ke seluruh pelosok negeri. Orang-orang tahu sosok Oma Estella yang humble dan tidak pernah membedakan status sosial seseorang. Bahkan Oma Estella mendirikan berbagai yayasan sosial.


Hari ini seluruh Negeri berduka atas kepergian Oma Estella Warren Albert Kim Said.


Eliana dan Emilia menangis meraung meratapi kematian Oma Estella. Mama Elisabeth pinsang setelah melihat kalau Mertuanya sudah meninggal dunia.


Kediaman Utama Wiguna sudah dipenuhi oleh pelayak baik dari keluarga besar Wiguna sendiri dan Rekan bisnisnya dari segala penjuru telah hadir. Ucapan Beal sungkawa dan karangan bunga sudah memenuhi Halaman rumah Besar itu.


Isak tangis pilu terdengar dari seluruh orang yang hadir di Sana mengiringi kepergian Oma Estella.


Jenazah Oma Estella Warren segera dikebumikan di TPU Keluarga Wiguna.


Orang-orang yang datang mengiringi kepergian Oma Estella Warren perlahan-lahan meninggalkan TPU. Setelah keadaan sudah sepi, Arya dan Delia baru lah muncul ke pemakaman Omanya.


Arya bersujud di depan makam Omanya Tapi dengan permintaan Keluarganya untuk sementara menutupi jati dirinya dan kembali memakai Maskernya.


"Maafkan Aku Oma, yang selama ini harus menutupi keberadaan ku Dari Oma, Maafkan Arya yang terlambat menyelamatkan Oma, Aku berjanji akan mencari keberadaan Arman dan menghancurkannya Oma" ucap Arya sambil menggenggam tanah pusara Omanya.


Arya tidak bisa menerima kenyataan bahwa Arman lolos dari Pantauan dan penjagaan anak buahnya. Arya takut dikemudian hari, Arman akan muncul dan membalas dendam atau pun mengganggu keluarganya.


TBC...


Jangan Lupa untuk tetap mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, FAVORITKAN DAN KOMENTAR Kakak Readers 🙏🙏🙏.


FANIA Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers Atas waktunya untuk membaca Novel BDP.


Ayo Dong Kakak isi Kolom Komentarnya setelah membaca Setiap Episodenya 🙏🙏.


See You Readers..


Makasih 💓💖💞🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2