
Happy Reading...
Setelah bertemu dengan Emilia, Adrian bergegas ke Markas Besarnya untuk menyiapkan Perlengkapan dan memeriksa seluruh Anak buahnya yang akan terjun langsung ke lapangan membantu untuk menyelamatkan Oma Estella, Mama Elisabeth dan Si Kembar.
Perjalanan mereka tempuh lumayan Jauh, sehingga Mereka menyiapkan seluruh persediaan bahan makanan dan Persenjataan lengkap. Adrian kali ini tidak ingin menerima kegagalan. Adrian betul-betul Mengerahkan seluruh kemampuannya.
Setengah perjalanan mereka harus meninggalkan mobil yang mereka pakai dan melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki. Karena untuk mencapai Lokasi keberadaan Arya haruslah menempuh dengan berjalan kaki, Agar terhindar dari Anak Buah penjahat itu. Sebenarnya mereka bisa Saja langsung ke Lokasi itu dengan mengendarai mobil tapi untuk keamanan dan kelancaran strategi mereka yah harus berjalan kaki saja.
Mereka menempuh perjalanan untuk sampai ke tempat Di Mana Arya berada sekitar kurang lebih 5 jam perjalanan. Adrian tidak membawa Semua anak buahnya, tapi ada sekitar 10 orang yang berjaga di Lokasi penyimpanan alat-alat dan mobil mereka. Jika sewaktu-waktu Adrian membutuhkan bantuan Adrian tinggal menghubungi Mereka.
Sore Harinya, Rombongan anak Buah Adrian telah sampai ke Pondok tempat persembunyian Arya. Arya dan Delia kembali memakai Maskernya Karena mereka belum merencanakan untuk membuka jati dirinya.
Setelah Anak Buahnya selesai mendirikan tenda, Adrian menyuruh kepada anak buahnya untuk beristirahat sejenak sambil menunggu waktu shalat Magrib.
"Kalian istirahat lah Dulu, Ba'da Magrib kita berkumpul untuk membahas rencana selanjutnya" Perintah Adrian kepada anak buahnya.
"Baik bos" jawab serentak anak Buah Adrian.
Mereka berjalan menuju Tenda yang sudah mereka bangun. Lokasi yang mereka tempati sekarang adalah lokasi paling strategis dan paling aman dari jangkauan anak buah Penjahat itu.
Waktu telah menunjukkan Pukul 8 malam, Mereka kembali berkumpul untuk membahas rencana selanjutnya. Seharusnya mereka sudah berkumpul Setelah shalat Maghrib tapi karena masih banyak dari mereka yang bum Makan Malam jadi terpaksa pertemuannya di undur.
"Ar apa kamu sudah memiliki rencana untuk menyelamatkan keluarga kita" Ucap Adrian kepada Arya.
"iya aku dan istriku sudah memikirkan berbagai rencana penyelamatan karena aku yakin mereka memiliki banyak anak Buah yang terlatih dan kuat jadi aku juga sudah menyiapkan beberapa bubuk racun untuk melumpuhkan" Terang Arya.
"Syukurlah kalau gitu, kita tinggal melaksanakannya Saja" ucap Adrian.
"bagaimana kalau malam ini,kita langsung bergerak ke TKP?" Ucap Arya.
"Apa itu tidak terlalu cepat bagaimana kalau besok subuh Saja" ucap Adrian.
"Tidak Adrian, Aku sudah memikirkan matang-matang segalanya dan entah kenapa perasaanku tidak enak" Arya Nampak cemas dan khawatir dengan keadaan dan kondisi dari keluarganya.
"Kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu baiklah kita bergerak" Ucap Adrian.
Adrian segera menghubungi seluruh anak buahnya untuk bersiap Karena malam ini juga mereka akan melakukan penyelamatan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Mereka Sudah sampai di Sekitar Rumah yang menjadi tempat persembunyian Dari komplotan penjahat itu.
Arya, Adrian dan Delia segera menuju pintu bagian belakang yang kebetulan penjaganya tertidur setelah Delia menaburkan bubuk Obat tidur di sekitar area. Hal ini dimanfaatkan baik oleh mereka.
Masing-masing diberi Beberapa jenis racun beserta penawarnya. Delia sudah menjelaskan kepada mereka bagaimana cara menggunakannya.
Setelah mereka masuk dari arah pintu belakang ternyata Rumah itu memiliki banyak ruangan yang setiap ruangan memiliki penjaga yang menjaganya.
Arya langsung berhadapan dengan Salah satu dari penjahat itu, sedangkan Adrian dan Delia berpencar untuk mencari keberadaan Keluarganya.
Perkelahian pun akhirnya tak terelakkan, Anak Buah Adrian dan penjahat itu saling bertempur.
Tak ada yang ingin mengalah bahkan mereka mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.
Kegaduhan yang tercipta dari perkelahian itu akhirnya Big Bos dari Penjahat itu pun tahu.
"Bos gawat, ada beberapa orang yang telah mengepung Rumah ini, bahkan sudah banyak korban dari anak buah kita yang berjatuhan" Ucap Anak Buahnya.
"Laksanakan rencana ke dua, ingat jangan biarkan ada yang lolos"
"Baik bos"
Big Bos itu berucap sambil tertawa terbahak-bahak dan mengeluarkan aura gelap yang siap membunuh seseorang.
Oma Estella yang sudah kelelahan dan kondisinya yang semakin parah dikarenakan mereka hanya diberikan makanan dan minuman sekali Saja dalam sehari. Sudah 1 Minggu hal seperti itu berlangsung.
Sedangkan Si kembar terlihat lebih mampu menahan beban itu dikarenakan Si kembar sudah pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya. Mereka menjalani hal itu, sewaktu tersesat di hutan belantara dan terdampar di Desa T.
Mama Elisabeth pun tak kalah mengkhawatirkan keadaannya. Siapa pun yang melihat kondisi mereka pasti akan menangis.
"Apa kalian bahagia mendengar kabar bahwa Anak Kalian datang untuk menyelamatkan kalian??" tanya penjahat itu.
Seuntai senyum mengembang di bibir Pucat Mama Elisabeth setelah mendengar kabar kalau Adrian dan anak buahnya Datang untuk menyelamatkan mereka.
"Alhamdulillah Makasih Banyak ya Allah engkau mengirimkan anakku ke Sini untuk menyelamatkan kami" do'a Mama Elisabeth.
"Mama bangun Ma, Adrian sudah datang menolong kita, ayo bangun ma kita harus kuat menanti kedatangan mereka" ucap Mama Elisabeth yang membangunkan Mertuanya yang sudah tidak sadarkan diri akibat dehidrasi dan kelaparan.
__ADS_1
"Ayo bangunkan segera mertuamu supaya kalian bisa melihat langsung dengan Mata kepala kalian bagaimana aku menghabisi nyawa Anak-anakmu" Penjahat itu berbicara sambil menarik dagu Mama Elisabeth.
"auhh sakit,tolong lepaskan kami, aku mohon, aku Akan memberikan uang berapapun yang kalian minta tapi tolong lepaskan kami Dulu" Mama Elisabeth berbicara sambil menahan sakit di bagian perut dan dagunya.
"Hal ini lah yang aku tunggu-tunggu dari kemarin, aku ingin melihat kalian berlutut dan memohon ampun di depanku haaah!" ucap penjahat itu.
Karena Sikembar berhasil melepaskan ikatan dari tangan dan kakinya sehingga Zack langsung berlari dan menarik masker penutup wajah bis Bos penjahat itu.
Dari sinilah Mereka Akhirnya tahu siapa otak dan dalang dari kejahatan selama ini. Mama Elisabeth dan Si kembar kaget dan shock tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Ternyata orang yang berdiri di depan mereka adalah Arman Maulana Yusuf, Dia asisten Pribadi Dan sekaligus salah satu orang kepercayaan suaminya sendiri.
Arman langsung ingin memukul Zack tapi Zack yang sudah dibekali teknik taekwondo oleh orang tuanya berhasil melawan dan menghindari pukulan Arman.
"Ternyata kamu bocah kecil Jago juga" ucap Arman yang sudah berapi-api ingin menghajar Zack.
Sedangkan Zoe berusaha membantu nenek dan Omanya untuk melepaskan tali yang melilit ditubuh Mereka.
Zoe segera menekan cincinnya untuk memberikan sinyal kepada ayahnya. Agar keberadaan mereka segera diketahui oleh Arya.
Zack mendapatkan tendangan yang lumayan kuat dibagian perutnya dan tersungkur ke arah dinding.
"Hanya segitu kemampuan kalian haaa, Masih bocah ingusan sudah berani ingin melawanku!!" Suara Arman begitu menggelegar bagaikan petir di siang bolong Saja.
Arya segera menyelesaikan pertempurannya dan bergegas ke arah Ruangan yang ada sinyal dari alat pelacak yang dipakai anaknya.
"Baiklah Aku sudah putuskan kalau Kamu bocah ingusan yang akan menjadi korban pertama di tangangku,jadi bersiap lah untuk akhir dari hidupmu" Ucap Adrian sambil mengarahkan pistolnya ke arah bagian kepala Zack.
"Aku mohon jangan lakukan itu kepada Cucuku, aku Saja yang kamu tembak" ucap Mama Elisabeth sambil melindungi tubuh Cucunya.
Tiba-tiba pintu terbuka dengan kuat dari luar.
TBC...
Kenapa sih Malas banget Untuk mengisi Kolom Komentarnya.
Fania CUMA Minta untuk Like, Favoritkan, Rate Bintang 5 dan Isi Kolom Komentar Saja Tidak Lebih kok Kakak Readers 🙏🙏🙏.
Makasih banyak kepada Readers yang telah SUKA Rela mendukung BDP 🙏💗.
__ADS_1