Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 236. Akad Nikah Double


__ADS_3

Happy Reading..


Tidak terasa hari Jum'at telah tiba, sang calon pengantin telah berada di tempat yang telah ditentukan untuk melaksanakan ijab kabul antara Arman dan Karina dengan Ratna dan Firman. Mereka sudah siap untuk dinikahkan tapi Arman digerogoti rasa grogi dan tidak percaya diri untuk mengucapkan lafal ijab qobul, bahkan disaat diajari oleh orang lain sering melakukan kesalahan.


Anggota keluarga besar Wiguna Albert Kim Said sudah memenuhi ruangan mesjid yang dipilih oleh ke dua calon mempelai sebagai tempat pelaksanaan acara akad nikahnya. Kembali hanya minus Eliana dan Emilia beserta suami dan anaknya yang tidak hadir. Kesedihan itu pasti dirasakan oleh Mama Elisabeth, tapi Mama Elisabeth tidak menampakkan wajah murung dan sedihnya. karena tidak ingin membuat anaknya yang hadir di tempat tersebut ikut sedih.


"Alhamdulillah Bapak Penghulunya sudah datang, gimana dengan ke Dua calon pengantin pria nya apa mereka sudah siap?" tanya Arya.


"Alhamdulillah kakakmu sudah siap walau pun masih grogi bahkan takut melakukan kesalahan pas ijab kabul nya" ucap Mama Elisabeth sambil tersenyum mengingat kejadian semalam waktu Arman menghapalkan kata-kata ijab kabul.


"Itu hal yang biasa dan lumrah terjadi kepada siapa pun Ma, tapi kalau aku dulu Alhamdulillah lancar jaya saja padahal tidak ada persiapan apa pun sebelumnya karena semuanya serba dadakan" ucap Arya yang mengingat kejadian saat dirinya digrebek dan akhirnya menikah dengan Delia Paramitha Wirawan Kim Said.


"Iya betul apa yang kamu katakan Arya, perasaan canggung, grogi dan tidak percaya diri pasti itu ada dalam diri setiap calon pengantin pria tapi kalau menurut aku sih berdo'a saja dan jangan lupa ucapkan basmalah sbelum memulainya" ucap Emre yang ikut mengingat sewaktu dirinya juga menikah dengan Rina.


Mereka berbincang-bincang sambil menunggu waktu yang tepat untuk memulai akad nikahnya. Karena saksi dan wali dari pihak Karina belum hadir dikarenakan berada di luar pulau S yaitu di pulau J. Sehingga mereka menunggu kedatangan wali nikahnya Karina dari pihak Bapaknya.


Mesjid yang khusus diperuntukkan untuk melaksanakan acara akad nikah di lantai dasar sudah disulap dengan warna dominan ungu shift dan warna pink sesuai keinginan Ratna Antika Monata dan Karina Amelia Latif.


Hari ini Villa milik Pak Hendry akan mengadakan open house yaitu buka bersama dan dirangkai dengan pemberian sembako kepada masyarakat yang kurang beruntung. Sehingga Pak Hendry menurunkan semua anak buah terbaiknya untuk mengawasi dan mengamankan acara tersebut. Pak Hendry tidak ingin acara tersebut terganggu oleh apa pun itu.


Paman Karina beserta istrinya berjalan tergopoh-gopoh karena merasa dirinya yang terlambat datang membuat Keponakannya harus menunda acara sakralnya. Karina sangat bahagia karena rombongan keluarga dari pihak Bapak dan ibunya juga sudah turut hadir di tempat acara. Mereka sangat bahagia dan mengagumi dekorasi tempat pelaksanaan acara.


"Ternyata calon suaminya Karina bukan orang sembarang" ucap bibi Wani adik dari Bapaknya Karina.


"Iya sepertinya mereka ini Orang yang sangat kaya dan berpengaruh di kota M, lihat saja di sekeliling kita" timpal Bibi Sumarni adik ipar ibunya Karina


"Apa yang kalian katakan benar adanya buktinya kita datang ke Sini bukan jumlah yang sedikit dan semua fasilitas dan biayanya mereka yang tanggung bahkan saya dilarang bawa apa-apa ke Sini" jelas Rida Kakak sepupunya Karina dari pihak Bapaknya.

__ADS_1


"Saya ingin bertanya nanti sama suaminya Karina sempat masih ada pria yang seperti nak Arman untuk saya jodohkan dengan putriku" ucap Ibu Mur Ipar dari ibunya Karina.


"Huuu dasar loh yah mana ada pria yang mau sama putrimu yang hanya tamatan SD saja" ucap ibu Nur minati sepupu dari bapaknya Karina yang kebetulan tinggal di Kota M.


Kasat kusut terdengar dari tempat duduk semua anggota keluarga besar Karina. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sangat bahagia dan ada juga yang cemburu karena merasa Karina sangat beruntung bisa menikah dengan pria Sultan. Tapi mereka bersyukur karena Karina akan menikah walau pun ibunya baru saja meninggal.


Arman sudah duduk berhadapan dengan bapak penghulu sedangkan Pamannya Karina menyerahkan sepenuhnya kepada Pak penghulu dari KUA setempat untuk mengambil alih untuk menikahkan keponakannya.


"Saya serahkan kepada bapak penghulu untuk menikahkan anak dari kakak saya berhubungan saya kurang paham dengan menikahkan Orang Kalau menikahi anak Orang lain Saya bisa dan siap saja" ucap Pak Anwar paman dari Karina yang membuat suasana yang sempat tegang jadi mengcair dengan gurauan dari pak Anwar.


"Kalau gitu kita mulai saja akad nikahnya" ucap pak penghulu yang sudah memegang tangan Arman yang sudah berkeringat dan grogi.


"Apa nak Arman sudah siap?" tanya pak penghulu.


"Insya Allah siap Pak" jawab Lantang Arman yang masih membuat saudaranya tertawa dengan mendengar perkataan dan jawaban lantang dari Arman.


"Baik pak" jawab Arman lagi.


"Saya kawinkan ananda Arman Hendry Wijaya Min dengan ananda Karina Amelia Latif putri dari bapak Abdul Latif dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas 24 karat senilai 27 gram dan uang 270 juta dibayar tunai" ucap pak penghulu.


"Saya terima Nikah dan kawinnya Karina Amelia Latif binti Abdul Latif dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Arman yang sedikit lemah karena mungkin pengaruh puasa.


"Bagaimana saksi Sah?" tanya pak penghulu.


"Sah" jawab semua orang yang berada di dalam Mesjid tersebut.


Bapak penghulu belum memberikan wejangan atau pun do'a untuk ke dua mempelai karena masih ada pernikahan antara Firmansyah dengan Ratna sehingga apk penghulu belum memberikan beberapa patah kata.

__ADS_1


Arman sudah di bawah ke dalam kamar pengantin Karina sedangkan Firman sudah duduk di tempat yang ditempati oleh Arman tadi hanya sedikit bergeser saja dari posisi Arman. Tanpa menunggu lama dan menunda lagi firman langsung duduk di hadapan oak penghulu saking kebeletnya ingin menikahi sahabat masa kecilnya dulu yang sudah berjanji akan menikahi Ratna padahal usia mereka sewaktu itu baru 11 tahun.


"Saya terima Nikah dan kawinnya Ratna Antika Monata binti Hendry Wijaya Min dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas satu stel 24 karat dengan berat 27 gram dan uang sebanyak 27 juta dibayar tunai" ucap Firman dengan suara lantang dan dalam sekali tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi Sah?" tanya pak penghulu kepada semua orang yang berada di sana sambil menolehkan kepalanya oak penghulu ke segala arah.


"Sah" ucap semua tamu undangan yang hadir di sana.


Mereka turut berbahagia dan ikut mendoakan kebahagiaan dari ke dua pasangan pengantin baru. Yaitu Ratna dan Firman dengan Arman dan Karina. Mereka sudah duduk berdampingan di hadapan pak penghulu karena Pak penghulu membaca do'a pernikahan serta memberikan beberapa nasehat pernikahan. Setelah acara akad nikah selesai. Mereka juga mengundang ustadz kondang yang ada di kota M yaitu ustadz Maulana. Suasana sempat haru saat ustadz Maulana menyebut tentang ke dua orang tua. Karina tak henti-hentinya tersedu-sedu dalam tangisnya. Karina merindukan kehadiran sosok Ibunya. Arman langsung memegang ke dua tangan istrinya dan ikut bersedih mengingat saat-saat terakhir ibunya Karina Arman menjadi saksinya dan Arman sudah berjanji kepada ibunya Karina untuk menikahi dan menjaga Karina seumur hidupnya Arman.


"Insya Allah Aku berjanji akan membahagiakan Karina putri Ibu dan menjaganya setulus hati jiwa dan ragaku".


"Ya Allah ampunilah segala dosa ku dan jadikanlah keluargaku Saqinah Mawadah dan warahmah" ucap Karina sambil mencium tangan suaminya.


"Ya Allah berikanlah Aku kesempatan untuk membahagiakan ke dua orang tuaku dan ijinkan kau berbakti dengan sebaiknya kepada suamiku kak Firman" ucap Ratna yang memohon kepada Allah SWT.


Mereka sungkeman bergantian kepada orang tuanya dan juga anggota keluarga yang dianggap lebih tua dari mereka. Tangis haru menyertai acara sungkeman tersebut hingga tepat di hadapan Mama Elisabeth Ratna tak henti-hentinya menangis dan mengucap kata Maaf kepada Mamanya yang selama sudah menyakiti hati Mama nya. Semua orang ikut terharu dan sekaligus bahagia melihat mereka yang sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.


...--------To Be Continued--------...


Maafkan Fania yang terlambat update Bertahan Dalam Penantian "BDP" dan hanya bisa update satu bab Saja maklum jadwal real life semakin padat dan banyak 🙏.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP 🙏


Jangan bosan yah Readers untuk baca novel receh FANIA ✌️.


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar, 26 April 2022


__ADS_2