Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 161. Keputusan Terakhir


__ADS_3

Happy Reading


"Aku mohon jangan pergi lagi dari sisiku Del, Apa Salahku Del sehingga kamu menyiksaku, apa kamu tidak kasihan melihat anak-anakmu tanpa seorang Mama, Mereka harus hidup tanpa belaian dan kasih sayangmu??." ucap Arya yang masih memeluk tubuh istrinya.


Mereka berpelukan cukup lama, Delia tidak mampu lagi menahan laju air matanya, air mata itu pun jatuh membasahi pipinya. Delia hanya bisa menangis tersedu-sedu dalam dekapan Arya. Delia kembali merasakan hangatnya pelukan suaminya, Wangi parfum yang selama ini dia rindukan akhirnya Delia bisa hirup wanginya, Delia tidak menampik kalau dirinya juga sangat merindukan belaian dan pelukan Arya, tapi keegoisannya yang mendominasi dari dalam dirinya.


"Maaf" ucap Singkat Delia.


Hanya Kata maaf yang mampu lolos dari bibir Delia. Delia pun mulai membalas pelukan dari Arya. Mereka berpelukan di bawah sinar rembulan malam. Diterpa angin malam yang sepoi, dinginnya angin malam sama sekali tidak membuat mereka untuk beranjak dari tempat tersebut.


Mereka menyelami perasaan masing-masing. Tanpa mereka sadari ada orang yang berdiri di balik pohon yang sedang tertawa terbahak-bahak melihat mereka.


"Mungkinkah istrinya sudah mengetahui kebenarannya yang selama ini Ayahnya sembunyikan?? kalau itu yang terjadi pantas saja Dia mengasingkan diri dari Keluarganya, sayangnya Saya terlambat selangkah lagi untuk memperkeruh hubungan mereka" ucap Orang itu yang tertawa kecil dan penuh kelicikan.


"Delia tatap mataku, apa selama ini kamu tidak merindukan aku sedikitpun?" ucap Arya sambil memutar perlahan tubuh istrinya.


Tetapi Delia hanya menunduk dan tidak mampu memandang wajah suaminya. Delia masih saja meneteskan air matanya. Arya Wiguna menghapus setiap tetesan air mata yang keluar dari mata Delia.


"Aku sudah hampir gila Delia, aku mencari mu setiap hari, aku selalu bertanya kepada diriku sendiri apa yang kamu makan, apa tidurmu nyenyak tanpa pelukanku, apa kamu bisa menjalani harimu tanpa diriku?? tapi sekarang pertanyaan itu sudah terjawab, kamu bisa hidup tanpa diriku, Kamu bisa bernafas lega tanpa ada gangguan dari anak-anakku, kalau gitu pergilah Delia, aku melepas mu untuk menikmati hari yang sesuai kamu ingin, kami tidak akan mengganggu kehidupanmu lagi" ucap Arya sambil mulai melepaskan pelukannya dari tubuh Delia.


Arya mulai melonggarkan pelukannya dan perlahan-lahan dirinya melepas pegangan tangannya dari pinggang Delia.


"Kalau emang kamu tidak ingin kembali lagi bersama kami, ok aku ikhlaskan kepergian mu dan satu hal hiduplah dengan baik Delia" ucap Arya lalu berjalan ke arah pintu masuk.


Arya melangkah dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Delia tapi ternyata Arya kecewa karena sampai detik ini, Delia masih saja berdiri dari posisinya tanpa sepatah kata pun. Delia seperti patung yang tidak tahu harus berbuat apa. Delia hanya menatap punggung suaminya yang perlahan semakin mengjauh. Hanya air matanya yang terus menetes membasahi pipinya.


Arya semakin berjalan mengjauh dan tanpa Arya sadari Delia berlari ke arahnya dan memeluk tubuh suaminya. Arya tersenyum bahagia karena Delia mengikutinya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa hidup tanpamu kak, Aku jalani hari-hariku tanpa dirimu terasa sangat menyiksa, setiap aku ingin tidur aku selalu memeluk bantal guling sebagai pengganti kakak, aku sangat tersiksa Kak tapi kesalahan Ayah tidak bisa aku terima" ucap Delia yang masih memeluk tubuh suaminya.


Arya kemudian berbalik dan memegang dagu Istrinya agar wajah dan mata mereka saling bertatapan satu sama lainnya.


"Kakak sangat memakluminya Del, tapi apa karena kesalahan yang dilakukan oleh Ayah sehingga kamu tidak memikirkan masa depan dan kehidupan anak-anakmu, kalau mau marah dan benci terhadap Ayah Silahkan Del, tapi kasihanilah anak-anaknu yang setiap saat bertanya tentang kamu" ucap Arya.


Delia hanya menganggukkan kepalanya tanda Dia siap untuk pulang ke rumahnya. Arya lalu menggendong Istrinya ala bridal style saking gembiranya karena Delia siap untuk pulang. Arya mendudukkan tubuh istrinya di kursi penumpang kemudian dia juga ikut masuk ke dalam mobil dan duduk dibelakang kursi kemudi. Arya sedari tadi tersenyum bahkan senyumannya tidak pernah pudar sedikit pun. Arya menghubungi bibi Ainun dan beberapa asisten rumah tangganya untuk menyambut kepulangan Nyonya besar di kediamannya. Semua orang yang mendengar kabar baik itu bersyukur dan bahagia.


Kabar gembira kepulangan Delia sampai juga ke telinga seluruh anggota keluarga besar Wiguna dan ke dua sahabat terbaik Delia. Pak Wiguna ingin segera ke rumah Arya tapi dicegah oleh istri dan anak-anaknya.


"Berikan waktu Delia Yah, biarkan Delia menenangkan pikirannya dulu baru Ayah temui Delia" ucap Eliana.


"Iya Yah, Mungkin sekarang bukan lah Waktu yang tepat untuk berkunjung ke rumah Arya" ucap Emilia.


"Sabarlah Yah, aku yakin Delia sudah memaafkan Ayah" ucap Istrinya.


Karena bagaimanapun juga Delia selain menantunya tapi juga putri dari adik kembarnya. Karena itu lah pak Wiguna semakin merasa bersalah.


Hiruk pikuk pesta pernikahan Dimas dan Dessy masih terasa. Bahkan sekarang sudah tengah malam, sudah banyak tamu yang meninggalkan tempat perhelatan tersebut. Walaupun pesta tersebut dipadati oleh Tamu undangan tetapi protokol kesehatan tetap mereka jalankan. Mereka tidak ingin gara-gara acara tersebut penyebaran Parian virus Corona semakin merajalela dan korbannya bertambah. Bagi yang belum vaksin ke dua dan tidak menunjukkan hasil tes Mereka yang menyatakan mereka negatif maka mereka tidak akan bisa lolos ke dalam ruangan tempat acara. Bahkan panitia pelaksana acara menyediakan masker wajah gratis dan akan dibagikan kepada Tamu yang lupa memakai Maskernya, dan khusus tempat untuk cuci tangan pun tersedia.


Satu Minggu kemudian, Dessy dan Dimas pergi ke Italia untuk berbulan madu, awalnya mereka ingin ke Prancis tapi Dessy lebih memilih ke Italia alasannya Dessy belum pernah ke Italia. Dan sekarang mereka sudah berada di dalam pesawat komersial. Dessy kembali memilih naik pesawat komersial dari pada memakai pesawat pribadi.


Pesawat sudah tinggal landas menuju Roma, Italia. Dimas was-was dan sudah berjaga-jaga dengan kantong kresek maupun pakaian ganti untuk Dessy jika tiba-tiba Dessy mabuk perjalanan lagi. Tapi sampai sekarang tidak ada tanda-tanda Dessy akan muntah, Dimas tidak bisa memejamkan matanya karena khawatir jika sewaktu-waktu Dessy muntah. Sudah 22 jam perjalanan mereka tempuh tapi Dessy hanya tertidur pulas tanpa ada keluhan apapun. Dimas Akhirnya bisa bernafas lega karena Dessy tidak lagi mabuk perjalanan lagi Tapi sekarang giliran Dimas yang mabuk bukan mabuk perjalanan tapi mabuk setiap kali kulit dan tubuhnya bersentuhan langsung dengan Dessy istrinya. Sabar Bang bentar lagi Juga sampe di Roma. Kira-kira habis berapa ronde yah.


Sedangkan di Dalam salah satu apartemen termewah. Ada seorang anak gadis yang masih meratapi nasibnya yang malang. Untuk pertama kalinya merasakan jatuh cinta Tapi harus patah hati dan kecewa juga.


Hyuna tidak hentinya menangis tersedu-sedu Setelah mengingat kejadian di pesta pernikahan Dessy dan Dimas. Hyuna melihat Aditya berjalan mesra dengan seorang perempuan cantik dan seksi.

__ADS_1


"Aku terlalu bodoh, yang harus mencintaimu dan menyerahkan mahkota yang selama ini aku jaga" ucap ratap Hyuna sambil memukul bantal.


Untung ada bantal yang bisa Hyuna pukul, Othor gak bisa bayangin kalau othor yang ada di dekat Hyuna, Wkwkwkw.


"Kak Aditya kenapa kamu tega melukai hati dan perasaan Aku, apa salahku dan aku sudah menyerahkan yang terpenting dalam hidupku hanya untukmu tapi yang aku dapatkan hanya air mata" ucap Hyuna yang semakin meraung-raung dalam tangisnya.


Hyuna sangat menyesal dengan kejadian malam itu, Hyuna harus merelakan mahkotanya kepada Aditya Walaupun jelas-jelas Hyuna tahu kalau Aditya akan menikah dengan perempuan lain. Hyuna berharap dengan kejadian itu membuat dirinya semakin dekat dengan Aditya tapi ternyata impian tidak selamanya sesuai dengan kenyataan dan keinginan. Hanya air mata penyesalan yang Hyuna dapatkan. Penyesalan itu selalu datang dibelakang Mbak Hyuna kalau penyesalan munculnya di depan itu namanya pendaftaran, he-he-he yang sabar yah Hyuna kalau jodoh tak lari kemana kok.


Hari ini, Pak Wiguna, Mama Elisabeth dan yang lainnya berkunjung ke rumah Arya dan Delia. Kedatangan mereka disambut oleh celotehan baby Zi, sedangkan Zoe Saldana dan Zack sudah kembali ke Korea Selatan sedangkan Zack sudah kembali ke Inggris. Karena masa liburan sekolah mereka sudah usai.


Arya menyambut kedatangan keluarganya sedangkan Delia sibuk di dapur karena sedang membuat kue. Delia membuat beberapa macam jenis kue. Delia ingin mertuanya dan iparnya menikmati kue buatannya yang selama ini sering dia buat sewaktu dirinya tinggal di panti Jompo.


Delia membawa kue hasil buatannya sendiri ke ruang keluarga, karena keluarganya sudah berkumpul di ruangan tersebut. Delia dengan hati-hati menyimpan dan menata kue itu di atas Meja Delia tidak sanggup menatap ke arah Ayah mertuanya. Sedangkan pak Wiguna langsung berdiri dan berjalan ke arah Delia dan langsung memeluk tubuh keponakannya. Pak Wiguna menangis tersedu-sedu dalam pelukan keponakannya sendiri.


TBC..


Alhamdulillah bisa Update 1 Bab lagi.. kalau gak sibuk nanti Fania lanjut Update lagi 🙏✌️.


Fania kembali mengingatkan untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.


Bagi Readers yang ingin bergabung dengan Grub Chat Fania silahkan klik Nama akun FANIA saja. fania akan ACC permintaan dari kalian yang ingin menjadi member grup chatku ✌️🙏.


Makasih banyak.🙏✌️


by Fania Mikaila Azzahrah.


Kamis, 10 Maret 2022.

__ADS_1


__ADS_2