
HAPPY READING..
Setiap masalah apa pun itu hadapi lah dengan ikhlas,sabar dan tenang. Jangan mengambil keputusan disaat lagi Esmosi jiwa dan raga. Karena yakinlah keputusan itu bisa membuat penyesalan diakhir cerita.
Seperti halnya Mark dan Eliana yang menyelesaikan masalah diantara mereka dengan saking mendiamkan tanpa ada yang mau berkompromi dengan keadaan yang ada. Mark setelah berpuasa selama hampir setahun akhirnya dirinya pun berbuka puasa dengan teh botol Sosro. Hehehe. Elliana untuk ke dua kalinya merasakan ketakutan kehilangan yang sangat kepada Mark. Rasa yang ada di dalam hatinya masih ada sehingga pintu maaf pun Elliana berikan untuk suaminya, Eliana tidak ingin terjadi sesuatu kepada Mark.
Karena itu lah Eliana memilih berdamai dengan masa lalunya.
Mark dan Eliana sedang Goyang gergaji, dan menghabiskan banyak ronde sedangkan Hyuna goyang lap ingus. Hyuna berdiri di balkon kamarnya sambil menatap indahnya sinar rembulan. Tetesan demi tetesan air mata membasahi pipinya.
"Ya Allah kenapa hati ini sulit sekali untuk melupakannya, semakin aku berusaha untuk melupakannya semakin aku tak mampu??." ucap Hyuna yang *******-***** baju dibagian dadanya.
Ke Esokan Harinya, Kapal yang mereka pakai sudah berlabuh di sekitar pulau T. Kapten kapal diperintahkan oleh pak Wiguna untuk berlabuh sementara waktu sebelum kapalnya sandar.
Semua orang belum ada yang bangun dan keluar dari kamarnya. Padahal sudah jam 10 pagi. Yang ada di Meja Makan hanya Mama Elisabeth, pak Wiguna, Hyuna dan Aditya beserta para bocah cilik.
"Kok Makanan di piringku diambil sih Kak??." Teriak Keyna karena Raditya mengambil sepotong makanannya.
"Kamu kok Pelit banget sih dek, Tadi aku ambil punya Amanda tapi Amanda gak komentar kok malahan Amanda ikhlas Memberikan makanannya kepadaku??". ucap Raditya.
"Jangan pernah samakan aku dengan Amanda, Aku Keyna putri dari Mark Lee al Ayyubi oke bukan putri Dimas" ucap keyna yang sudah merajuk.
Mama Elisabeth segera datang untuk melerai mereka, sedangkan Zack,Zoe hanya diam dan tetap menikmati makanannya seakan-akan pertengkaran itu tidak mengusiknya dan mengganggu mereka sedikitpun.
"Ada apa nih Sayang??." Tanya Mama Elisabeth kepada cucunya.
Mama Elisabeth semakin yakin kalau Amanda ada hubungannya dengan Menantunya, Setelah melihat Wajah Amanda dari dekat. Tapi Ibu Elisabeth tidak ingin berprasangka yang tidak-tidak.
"Grandma ini Kak Raditya masa dia ambil makananku padahal kan dia juga sudah punya bagian." jelas Keyna yang sudah menangis sambil mengadukan perbuatan kakaknya.
"Raditya sayang, kalau mau nambah kok gak minta lagi sama chef-nya kan chef-nya masak banyak nak" ucap Nenek mereka.
"Tapi Amanda, aku ambil makanannya tuh gak Jawab apa-apa hanya diam Saja bahkan bukan cuma sepotong yang Amanda kasih untuk saya loh Grandma" ucap panjang lebar Raditya.
Mama Elisabeth segera menoleh ke arah Amanda, sedangkan Amanda Selalu menunduk karena takut jika neneknya Keyna marah.
"Kalau Menginginkan sesuatu itu harus minta ijin lebih dahulu nak Raditya sama pemiliknya walaupun yang punya saudara maupun keluarga kita sendiri, dan keyna sayang jangan nangis atau pun marah-marah lagi, kalau mau lagi nanti nenek ambilkan" ucap mama Elisabeth.
"Sudah jam berapa ini, tapi mereka belum ada yang menampakkan batang hidungnya, hanya Hyuna dan Aditya yang hadir di sini?." tanya pak Wiguna sambil melirik sekilas jam di pergelangan tangannya.
"Iya nih, mereka gak ada yang bangun, bener-bener jiwa muda mereka masih lagi hangatnya Yah jadi mungkin mereka masih asyik tidur di dalam selimut" ucap Mama Elisabeth yang tersenyum menanggapi tingkah pasangan muda itu.
__ADS_1
"Gak usah dibangunin mereka, biarkan mereka menikmati apa yang mereka lakukan, moga saja cucu Wiguna bertambah lagi" ucap pak Wiguna yang tersenyum simpul.
"Kalau Aditya rencana pernikahannya kapan nih Nak, aku dengar kamu sudah bertunangan??" tanya Mama Elisabeth.
Aditya menghentikan makannya sementara waktu untuk menjawab pertanyaan dari Mama Elisabeth.
"Insya Allah akhir bulan ini Aunty" ucap Aditya yang melihat ke arah Hyuna.
Sedangkan Hyuna yang diperhatikan oleh Aditya hanya pura-pura tidak tahu kalau Aditya terus memandanginya dan tetap santai untuk menyantap makanannya walaupun dalam hatinya sedang risau setelah mendengar berita pertunangan sekaligus pernikahan Aditya.
"Aditya kapan-kapan ajaklah Daddy mu ke Indonesia, sudah Lama sekali Paman tidak bertemu dengan daddymu" ucap Pak Wiguna.
"Rencananya Minggu ini Daddy akan datang ke Indonesia Paman, kebetulan ada proyek kerjasama kami dengan Perusahaan Arya" terang Aditya.
"Syukurlah kalau gitu, oiy apa kamu masih sering jenguk mami kamu Nak??." tanya Pak Wiguna.
"Alhamdulillah Paman, setiap kali Aditya ke Indonesia pasti akan ke Sana" jawab Aditya.
Mereka makan sambil berbincang-bincang santai. Lalu tak lama kemudian rombongan pengantin lama maupun pengantin muda Akhirnya datang juga. Mereka masing-masing mengambil tempat duduk di samping pasangan mereka.
"Aditya lihat tuh mereka baru bangun padahal Sudah jam 11 Siang nih, mentang-mentang mereka lagi liburan jadi terlambat bangun" ucap pak Wiguna.
"Sekali-kali lah Yah kami bangun kesiangan maklum goyangan kapal membuat kami lupa kalau sudah siang" ucap Arya sambil tersenyum penuh arti ke arah Delia.
Semua orang saling berpandangan kemudian mengarahkan pandangan mereka ke arah Emilia dan Adrian. Sedangkan yang ditatap tak hentinya terbatuk-batuk saking kagetnya mendengar perkataan dari Pak Wiguna.
Emilia segera memberikan segelas air putih ke tangan Adrian. Adrian pun tidak mengerti dengan arah pembicaraan Ayah angkat sekaligus ayah mertuanya.
"Apa Ayah sudah tahu kalau kami sudah menikah??." monolog Adrian.
"Ayah kenapa kapalnya belum sandar di pelabuhan??." tanya Mark yang ingin mengalihkan perhatian Ayah mertuanya dari Adrian.
"Ayah ingin menikmati suasana di atas laut tanpa Kapal jalan, mungkin besok pagi saja kita sandarkan kapalnya" jawab Pak Wiguna.
"Anak-anak sudah makan belum Ma??." tanya Delia kepada ibu mertuanya.
"Alhamdulillah mereka sudah makan". jawab Mama Elisabeth.
"Alhamdulillah kalau gitu Ma" jawab Delia.
"Apa sebaiknya kami jujur saja dihadapan mereka, mungkinkah saat ini adalah waktu yang tepat untuk jujur" Monolog Emilia.
__ADS_1
Mereka pun melanjutkan acara makan bersama mereka tanpa ada lagi yang bersuara. Setelah mereka selesai makan. Ada yang kembali ke dalam kamarnya dan ada yang berjemur di buritan kapal maupun di anjungan kapal.
Hyuna menikmati indahnya laut dan tiupan angin sepoi-sepoi yang membuat rambut hitamnya terbang setelah diterpa angin. Ada tangan yang membantu Hyuna untuk merapikan kembali rambutnya. Hyuna pun menolehkan kepalanya ke arah tangan tersebut. Setelah mengetahui siapa sosok pemilik tangan itu, Hyuna pun buru-buru ingin menyingkirkan tangan tersebut. Tapi bukannya menyingkirkan tangan tersebut tapi membuat Hyuna jatuh ke dalam pelukan orang tersebut.
"Maaf, Maaf, dan Maaf" ucap Aditya yang masih memeluk tubuh Hyuna.
Hanya kata itu yang mampu lolos dari bibir Aditya. Sedangkan Hyuna awalnya menolak dan Ingin melepaskan pelukannya dari Aditya perlahan-lahan luluh dan membalas pelukan Aditya. Hyuna pun tak mampu untuk menahan laju air matanya. Perlahan-lahan air mata itu membasahi pipinya.
"Ini tidak boleh terjadi lagi, kamu itu sudah punya tunangan dan akan segera menikah" ucap Hyuna Setelah terbebas dari pelukan Aditya.
"Maaf, Aku tidak mampu dan tidak sanggup untuk melupakan semua kenangan indah yang pernah kita lalui bersama Hyuna" ucap Aditya yang masih memegang tangan Hyuna walau pun Hyuna selalu berusaha untuk melepas pegangan tangan tersebut.
"Sanggup atau pun tidak, apa yang pernah terjadi di antara kita tidak boleh terulang kembali dan biarkan semua itu menjadi kenangan untuk kita kenang, mari kita jalani hidup masing-masing tanpa saling menyakiti, aku sudah ikhlas Kak jadi aku mohon lepaskan tanganku" ucap Hyuna yang terus meronta untuk melepaskan pegangan tangannya.
Aditya yang memang memiliki perasaan dan selalu terjadi sesuatu pada dirinya jika berdekatan dengan Hyuna akhirnya melupakan di mana sekarang dia berada. Aditya langsung menci*** dan melum*** bibir Hyuna yang selama ini menjadi candu dan selalu ia impikan. Hyuna tidak ingin membalas hal tersebut dan hanya mematung saja. Hyuna tidak ingin mengulang kembali dosa besar yang pernah mereka lakukan.
Hyuna menghentikan ciuman tersebut dan langsung menampar wajah ganteng Aditya dengan keras.
"Jaga batasanmu, aku bukan wanita murahan yang gampang kamu cium di mana saja dan sesuka hatimu" ucap Hyuna sambil berlalu dari hadapan Aditya.
Hyuna tidak ingin kejadian dulu terulang kembali, cukup sekali Hyuna merasakan penderitaan. Hyuna sebenarnya tidak ingin melakukan hal itu, tapi Hyuna terpaksa agar dirinya tidak terperdaya dan tergoda bujuk rayu Aditya lagi.
Hyuna berlari dan terus berlari dengan air matanya yang membasahi pipinya. Hyuna berlari hingga dirinya tanpa sengaja menabrak tubuh seseorang.
"Aaaaahh" teriak Hyuna.
TBC...
📢Typo Mohon dimaklumi Yah Readers 🙏📢
Menurut Readers gimana kalau Adrian dan Emilia jujur saja tentang pernikahan diam-diam mereka???
Sedangkan Hyuna dan Aditya apa lanjut kisah mereka atau gimana nih???
Yang penasaran dengan kisah mereka yah Pantengin terus yah Updatenya BDP 🙏🙏
Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP 🙏💞💞.
Jangan bosan yah kk✌️🤗
Makasih banyak.
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah.
Makassar, 19 Maret 2022.