Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 46. Kerinduan Si Kembar


__ADS_3

Happy Reading...


Sudah 2 tahun Arya beserta keluarga kecilnya berada di Desa T. Arya dan Delia sangat menikmati suasana di Pedesaan. Bahkan Arya tidak Punya keinginan untuk secepatnya balik ke Ibu kota.


Hari ini Zoe pulang dari sekolahnya bersama Zack tapi entah kenapa wajah Zoe sedari tadi menampakkan wajah yang tidak senang seakan-akan ada sesuatu yang Zoe sembunyikan. Hal itu Delia sangat tahu jika ada yang terjadi dengan Putrinya.


Delia segera ke Dapur untuk menyiapkan makanan untuk si Kembar. Hari ini Delia masak makanan khusus kesukaan Anak-anaknya yaitu Sea Food. Delia mendapatkan Bahan Sea Food dari tetangganya. Setiap hari ada-ada saja yang mengirimkan bahan makanan ke ruamahnya.


Arya memutuskan untuk membangun rumah walaupun rumah itu terbilang Kecil. Tapi Delia sangat bahagia. Arya dan Delia Merasa sudah sangat merepotkan pak Sahir dan ibu Marni. Walaupun Pak Sahir dan Istrinya sama sekali tidak merasa keberatan dan terganggu dengan kehadiran Arya dan keluarga kecilnya


di rumahnya. Bahkan Ibu Marni senang jika mereka tetap tinggal di rumahnya. Tapi karena Arya sudah memutuskan untuk pindah maka Pak Sahir tidak bisa mencegahnya.


Delia kemudian ke Kamar anak-anaknya untuk memanggil mereka makan.


Tok.. Tok.. Tok..


Delia mengetuk pintu kamar anaknya.


"Zack ayo makan nak" Ucap Delia


"Iya ma, tunggu Zack ganti baju dulu yah Ma" Jawab Zack dari dalam kamarnya.


"Jangan lama-lama yah Nak nanti makan-makannya keburu dingin"


"Siap Ma" Jawab Zack.


Delia melanjutkan perjalanannya ke Arah Kamar Zoe. Tiba-tiba Delia mendengar suara tangisan Dari dalam kamar Zoe. Delia pun Membuka pintu kamarnya dan mendapati keadaan Zoe yang tampak acak-acakan. Air matanya berlinang membasahi pipi gembulnya.


Delia langsung menghampiri Zoe.


"Puteri mama yang paling cantik gak ada duanya,kok Nangis sayang??" tanya Delia.


Zoe masih menangis sambil memeluk bingkai foto. Delia kemudian memeluk anaknya dan berusaha mengambil album foto yang ada dipelukan Zoe.


Tapi Zoe tidak ingin Mamanya mengambil bingkai itu dan akan tahu kalau album itu adalah terdapat foto Oma Estella, Aunty Dessy dan Paman dan Bibinya Delia.


Zoe semakin memeluk dan memegang Erat Album foto itu dan Tangisan Zoe semakin keras Saja.

__ADS_1


"Jangan diambil ma, Zoe gak mau mama ambil album ini" ucap Zoe masih menangis.


Delia heran kok Zoe seperti ini padahal Zoe tidak pernah seperti ini sebelumnya.


"Kok Zoe gak ijinin Mama untuk lihat albumnya Zoe,Puteri mama kenapa nak??"


"Bicara sama Mama nak, Zoe kenapa?"


Zoe masih saja menangis dan bujukan Delia belum berhasil.


"Ayo dong Nak, Tanya Mama ada apa dengan Zoe kok Nangis Terus, apa ada yang gangguin Zoe atau Mama punya salah kepada Zoe??" Delia masih berusaha untuk membuat Zoe Berbicara.


Delia untuk pertama kalinya mendapati anaknya dalam keadaan seperti ini. Zoe yang Delia tahu Jika menginginkan sesuatu pasti langsung berbicara mengutarakan isi hatinya dan apa yang Zoe inginkan.


Delia tidak menyerah dan terus membujuk Anaknya. Karena Zoe Sudah capek menangis Akhirnya Delia bisa mengambil album yang ada dipelukan puterinya.


Delia tercengang mendapati Album Foto itu yang isinya adalah foto Anak-anaknya bersama Oma Estella. Sebenarnya Delia Belum pernah bertemu langsung dengan Oma Estella, tapi Dari pembicaraan anak-anaknya tentang Oma Estella makanya Delia sedikit tahu tentang Oma Estella.


Bingkai foto itu yang menjadi satu-satunya barang penting Delia yang ikut bersama mereka karena bingkai foto itu ada di dalam tas kesayangan Zoe yang selalu Zoe bawa ke mana-mana jika bepergian dan jarang Zoe lepas tasnya jika berada di luar rumahnya.


Zoe masih sesegukan dan akhirnya membuka mulutnya untuk berbicara.


"Zoe kangen dengan Oma Estella,Zoe kangen sama Aunty Dessy sama Nenek Ainun juga Ma, kok sampai sekarang mereka gak ada yang datang jenguk Zoe Ma??" ucap Zoe disela tangisnya.


Delia dibuat Sedih dengan perkataan anaknya. Delia tidak tahu harus menjelaskan bagaimana agar Zoe paham dengan keadaan orang tuanya. Delia tidak habis fikir kalau anaknya akan mengalami hal ini.


Arya masuk ke dalam kamar puterinya, Karena sejak Delia masuk ke kamar Zoe, ternyata Arya mengikuti langkah kaki Istrinya.


Arya langsung mengambil alih memangku puterinya yang masih saja menangis.


Zack Sudah duduk di Meja makan sedari tadi, Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kedatangan Mama,Ayah dan adiknya. Zack tidak menahan laparnya Akhirnya Zack memutuskan untuk memulai acara makannya walaupun hanya ditemani Oleh berbagai macam masakan Mamanya beserta kursi yang masih kosong.


Delia dan Arya saling berpandangan dan tidak menyangka kalau anaknya akan merindukan Keluarga mereka yang ada di Kota Karena sudah 2 tahun mereka tinggal di Desa T tapi tak pernah sedikitpun terucap kata-kata itu dari salah satu anaknya.


"Zoe kok Nangis, coba ceritakan sama Ayah Nak?" tanya Arya.


"Zoe kangen sama Oma Estella, Aunty Dessy, Nenek Ainun,sama teman sekolah Zoe juga Ma, kok kita gak pulang ke rumah saja yah, Disini kan bukan kota tempat tinggal Zoe" ucap Zoe.

__ADS_1


"Zoe tidak suka tinggal di sini atau ada yang gangguin Zoe yah Nak??" tanya Arya.


"Tidak ada gangguin Zoe kok Yah tapi Zoe iri lihat Abil yang setiap hari di jemput sama Oma, Pamannya dan Auntynya Yah Tapi Zoe cuma yang sering jemput mama sama Ayah saja".


Arya dan Delia tersentuh dengan curhatan anaknya yang selama ini merindukan Keluarga mereka. Bukan cuma Zoe saja yang merasakan kerinduan tapi sebenarnya Arya dan Delia juga merasakan hal yang sama.


"Apa Zoe boleh barang sebentar saja Yah, boleh yah Ayah, sebentar saja??". Rengek Zoe.


Hati Arya teriris mendengar permintaan anaknya.


"Tidak usah lama Ma, yang penting sudah melihat mereka kita balik lagi ke Sini. Zoe Mohon Yah, Zoe mohon Ma ijinin Zoe pulang" Zoe bergantian ke arah orang tuanya untuk memohon Agar keinginannya dipenuhi.


Akhirnya Arya angkat bicara setelah mempertimbangkannya.


"Baiklah Ayah akan Fikirkan baik-baik kapan kita akan balik ke Kota,Tapi Ayah minta sama Zoe Jangan seperti ini lagi, Ayah tidak mau melihat Puteri Ayah Sedih lagi" ucap Arya.


"Ayah seriuskan gak bohong kan Yah??" Zoe tampak bahagia dengan perkataan Ayahnya.


"Ayah janji akan memikirkan kepulangan kita ke Kota, tapi bukan sekarang yah Nak, Zoe bisa kan menunggu beberapa waktu?" pinta Ayah Arya kepada anaknya.


"Zoe bisa kok Yah, yang penting kita akan balik ke Kota" ucap Zoe dengan mata yang bersinar cerah menandakan hatinya sudah bahagia dan tenang.


"Iya, Ayah tidak bohong dan tidak akan ingkar janji" ucap Arya.


Delia menyentuh lengan Suaminya dan menanyakan perihal keputusannya yang ingin kembali ke Kota. Arya hanya memberinya isyarat kalau Arya akan membicarakan tentang ini dengan Istrinya nanti.


Delia memaklumi keputusan yang diambil oleh suaminya. Keputusan ini sangat berat dan di Puteri Mereka Arya Akhirnya memutuskan untuk pulang ke kota kelahirannya.


TBC...


Alhamdulillah dan Makasih Banyak Fania ucapkan kepada Readers yang telah memberikan dukungannya kepada BDP baik itu Boom Like,Rate, Favoritkan BDP dan terkhusus yang sudah memberikan Gift Poin maupun Koinnya. Fania sangat bahagia dan bersyukur ternyata Apa yang Fania tulis/Ketik mendapatkan Respon yang sangat baik 🙏🙏😍🥰😘.


Seperti di bab sebelumnya Fania pasti akan selalu ingatkan dan Fania meminta tolong kepada Readers untuk membantu BDP Dengan Cara LIKE, FAVORITKAN,RATE BINTANG 5 DAN JIKA BERKENANG Bagi GIFT N VOTEnya 🙏🙏🙏.


Fania Tak Lupa ucapkan terima kasih banyak bagi kakak Author ataupun Kakak Readers yang telah memberikan masukan dan Sarannya. Fania berharap kalian bisa mengoreksi hasil tulisan Fania Karena ini adalah Novel pertama FANIA 🙏🙏🙏


MAKASIH BANYAK 😍🥰😘💞🙏

__ADS_1


__ADS_2