
Happy Reading..
Zoe dengan gesit memegang tangan si pria dengan kuat lalu memelintirnya. Zoe melakukan gerakan memutar. Tubuh pria itu pun ikut berputar mengikuti irama langkah kakinya. Hanya beberapa sepersekian detik saja ada bunyi suara.
Seperti tulang yang retak dan patah jadi dua.
Kreeekkkk…..
"Aaaahhhhhhh!!!!"
Ke dua orang lainnya, nyalinya mulai menciut. Mereka tidak menyangka, jika anak dari pemilik Perusahaan tempat mereka ingin beraksi, ternyata memiliki kemampuan yang terpendam dan tersembunyi dari orang lain.
"Apa kalian masih mau tinggal di sini?" Tanya Zoe yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya.
"Bos kalau kita mundur dan pulang, uang banyak yang dijanjikan oleh di Tua Bangka itu hilang sudah," tutur anak buahnya yang berdiri di sampingnya.
Orang yang dipanggil Bos tersebut terdiam dan memikirkan baik-baik perkataan dari anak buahnya.
Dia kemudian manggut-manggut dan menyeringai licik ke arah Zoe.
"Kami tidak akan pulang dari sini tanpa membawa pulang apa yang Kami inginkan," ujarnya.
"Baiklah kalau begitu aku juga sudah siap meladeni Kamu," ujarnya.
Mereka bertiga mengeroyok Zoe yang hanya sendirian saja. Zoe meladeni penjahat itu dengan kemampuan yang dia miliki.
Beberapa kali, Zoe ingin ditendang di bagian perut bawahnya,tapi selalu berhasil menghindar. Bahkan Zoe juga memberikan perlawanan dan memberikan tendangan bebas yang cukup mematikan.
Ikatan rambutnya sudah terlepas dari ujung rambutnya. Dia tidak ingin mengulur waktu lebih lama lagi. Zoe melangkah maju ke depan mereka dan tanpa aba-aba langsung meninju perut Orang yang dipanggil Bos tersebut hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah segar.
"Aaaahhhhh!!!
Zoe kembali melancarkan aksinya setelah melihat dan menyadari jika Si Bos sudah tidak baik-baik saja. Zoe kembali menendang bagian inti pusat dari pria itu.
Zoe beralih ke anak buahnya, Zoe juga melakukan hal yang sama. Karena Zoe melihat jika kemampuan mereka hampir sama. Hanya sekali serangan tendangan keras dibagian aset terpenting orang itu hingga membuatnya tersungkur karena tepat sasaran.
Zoe maju ke depan mereka, lalu jongkok untuk menyesuaikan tingginya. Zoe memegang dagu salah satu dari mereka.
"Ayok katakan padaku siapa yang telah berani menyuruhmu untuk membuat onar dan mengusik ketenangan Kami haaaa!!!"
Zoe memegang dengan kuat dagu si perompak itu.
__ADS_1
"Aku tidak mengijinkan siapapun orangnya yang berani berniat untuk bermain-main dengan keluargaku," tuturnya sambil melepaskan cengkraman tangannya.
Tiga orang sekaligus berhasil dia lumpuhkan.
"Bagaimana dengan Abang Elang katanya mereka ada hampir 30an gitu," lalu mengendarkan pandangannya ke sekeliling Loby Perusahaan Sinopec Group.
Dia segera berlari ke arah sumber suara orang yang sedang bertarung. Dia tidak menghiraukan kakinya yang bertelanjang tanpa memakai alas kaki.
Dia semakin mempercepat langkahnya ketika suara itu semakin dekat dari arahnya.
Dia terkejut melihat banyaknya pria yang memakai setelan jas berwarna hitam dari mulai jas hingga sepatunya yang berwarna hitam pula.
Dia kemudian semakin mempercepat langkah kakinya. Setelah tidak menemukan sosok dari Pria yang sedang dicarinya itu.
"Abang di mana? Kenapa hanya mereka yang ada?" Tanyanya yang sudah kebingungan sekaligus ketakutan dalam waktu yang bersamaan.
"Tidak mungkin Abang Elang? Pasti dia baik-baik saja, tapi dia ada di mana?" Tanyanya yang sudah mulai panik dengan ketakutannya sendiri.
Dia kembali berlari untuk mencari keberadaan Elang. Hingga suara bariton seseorang mampu mengalihkan perhatian dan langkah kakinya yang terhenti sesaat setelah mendengar teriakan dari orang itu.
Raut wajahnya yang awalnya ketakutan, cemas, khawatir sekarang berubah jadi jengah. Karena orang itu dengan santainya menikmati makanan dan minuman yang disuguhkan di depannya.
Zoe berjalan ke arah Elang, dengan menghentakkan kakinya dengan kuat di atas lantai keramik.
Elang yang melihat reaksi dan tingkah laku Zoe segera menarik tangan Zoe hingga dia terjebak dalam pelukan dan pangkuan Elang.
Tatapan mereka beradu hingga nafas mereka sama-sama memburu dan saling tabrakan satu dengan yang lain.
"Kamu sangat manis jika wajahmu cemberut gini," ujarnya sembari menarik pelan bibirnya Zoya.
"Iiihh apaan enggak jelas banget, di mana coba letak cantiknya kalau wajah kayak gini," balasnya dengan semakin mengerucutkan bibirnya ke arah Elang.
Elang yang melihat hal tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung memajukan wajahnya. Dia memegang tengkuk leher jenjangnya Zoe. Elang mengecup sekilas bibirnya Zoe.
Zoe Saldana yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam mematung, pasrah dan refleks menutup ke dua matanya.
Elang yang melihat reaksi dari Zoe hanya tersenyum saja tanpa ada niatan untuk melanjutkannya ciumannya di atas bibir seksinya Zoeya.
"Belum saatnya Abang melakukan hal yang lebih dari sekedar pelukan dan kecupan saja, tunggulah jika sudah ada kata sah di antara kita."
Elang menyentuh bibirnya Zoe yang sedikit basah dan semakin memerah. Zoe tersipu malu mendengar penuturan dari Elang.
__ADS_1
Elang menatap ke dalam bola matanya Zoe, yang bening itu sebening embun pagi dan secerah sinarnya mentari.
Mereka saling beradu pandang dan saling mengagumi satu sama lain. Mungkin kalau pria lain sudah mengambil kesempatan dalam kesempitan apa pun. Iya gak Readers..
"Abang sekali lagi bertanya sama Kamu, apa Kamu bersedia untuk menjadi istriku dari ibu anak-anakku kelak?"
Elang masih memangku Zoe dan masih setia dan sabar menunggu keputusan dan jawaban dari Zoe.
"Ya Allah apa aku jawab ya saja?"
Zoe menatap tak berkedip ke arah Elang. Dia ingin sekali dan mau jadi istrinya Elang, tapi banyak keraguan yang muncul dari dalam benaknya. Ketakutan yang meliputi hatinya yang teringat dengan biduk rumah tangga Auntynya yaitu Eliana dan Mark sehingga membuatnya takut untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Dia kembali teringat dengan perkataan dari Mamanya.
"Sayang berfikir lah setenang mungkin untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh hatimu, dan ingat lah jika keputusanmu itu adalah untuk masa depanmu untuk selama Kamu bernafas."
Elang harap-harap cemas dan juga takut jika Zoe kembali menolaknya yang kedua kalinya.
"Ya Allah semoga Zoe siap menjadi istri dan pendamping hidupku."
"Bismillahirrahmanirrahim, yes," jawabnya singkat.
Elang meminta untuk mengulang perkataan dari Zoe. Ia ingin memastikan bahwa apa yang dia dengar barusan adalah bukan salah dengar atau pun hanya ilusi semata saja.
"Apa yang Kamu katakan tadi, Abang kurang jelas mendengar perkataanmu," ujarnya.
Zoe tanpa protes sedikit pun bersedia untuk mengulang kembali jawabannya. Dia tidak mengetahui jika, Elang sengaja melakukan hal itu agar dia bisa mengerjai Zoe yang sudah nampak sangat serius dengan keputusannya itu.
Zoe memegang ke dua pipinya Elang dengan ke dua tangannya.
"Abang Elang, Zoe bersedia jadi kekasih halalnya Abang Elang dan siap menjadi pendamping hidupnya Abang hingga maut memisahkan kita berdua," jelasnya lalu mencium sekilas bibirnya Elang lalu turun dari pangkuannya Elang sambil berlari ke arah pintu keluar.
Apa yang mereka lakukan sama sekali tidak dilihat oleh anak buahnya Elang. Mereka sedari tadi hanya terdiam mematung dan menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap atau pun mencuri pandang ke arah mereka.
Arya dan Zack awalnya akan segera ke sana menyusul mereka, tetapi segera dicegah oleh Elang.
Mereka akan bertemu di kediaman Arya Wiguna untuk membahas kekacauan tersebut dan membahas lamaran dan pernikahannya.
Elang ikutan berlari mengejar Zoe. Mereka berkejaran seperti artis-artis Bollywood jika sedang bernyanyi.
...Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian....
...by Fania Mikaila Azzahrah...
__ADS_1
...Makassar, Jum'at 08 Juli 2022...