
HAPPY READING..
Dimas terpaksa menerima permintaan dari Maminya atas perjodohan yang selama ini Dimas tolak. Demi maminya tercinta Dimas siap untuk menikahi wanita pilihan maminya walaupun hati kecil berkata jangan. Sejak kecil hanya maminya saja yang Dimas miliki, karena papinya Dimas meninggal dunia sejak Dimas berusia 11 tahun dan punya dua adik perempuan. Dimas tidak ingin melihat maminya kecewa dan bersedih. Bagi Dimas kebahagiaan Maminya adalah diatas kebahagiaannya sendiri.
"Baiklah Dimas siap menikahi wanita pilihan Mami" ucap Dimas.
perkataan itu sangatlah sulit untuk Dimas ucapkan Tapi Dimas tidak berdaya menanggung beban fikiran dari maminya. Dimas tidak menyangka jika ada seseorang di balik pintu yang sedang terisak dalam tangisnya dan Terus berusaha untuk menahan tangisnya. Dessy berlari mengjauh dari pintu Setelah Dessy mendengar keputusan Dimas yang siap menerima perjodohannya.
Dessy heran dengan sikapnya itu, Deasy pun bertanya-tanya dalam hatinya kenapa Dirinya bersedih, kecewa bahkan menangis hanya mendengar saja keputusan Dimas. Dessy duduk di salah satu kursi panjang yang ada di taman rumah sakit.
"Ya Allah kenapa air mata ini terus menetes, Kenapa aku tidak setuju dengan keputusan Dimas???" ucap Dessy yang heran dengan sikapnya sendiri.
Dimas pamit kepada maminya setelah Dimas menyetujui untuk melakukan perjodohan yang selama ini maminya sudah rencanakan. Dimas baru mengingat kalau dirinya datang ke rumah sakit bersama Dessy. Dari situlah Dimas mencari keberadaan Dessy. Dimas sudah menghubungi nomor hp Dessy tapi nomor handphone Dessy non aktif.
Dimas mencari-cari keberadaan Dessy di seluruh pelosok Rumah Sakit DA. Tapi tetaplah nihil, Dessy tetap tidak ditemukan. Sedangkan Dessy menangisi keadaannya yang terlalu lemah Hanya Karena Dimas ingin menikah Dirinya bersedih.
"Aku seharusnya ikut bahagia mendengar keputusan Dimas, Aku seharusnya tidak boleh menangis, Aku ini siapa, aku Ini bukan apa-apa nya Dimas" ucap Dessy sambil menyeka air matanya yang sedari tadi menetes.
"Aunty kok Nangis sih, Aunty gak Cantik lagi loh kalau nangis terus." ucap Seorang gadis kecil yang berusaha menghapus air mata Dessy dengan tangan kecilnya.
Dessy semakin menunduk karena dirinya malu dilihat oleh orang lain apa lagi yang melihatnya anak kecil.
"Aunty gak nangis loh, aunty cuma kelilipan saja" ucap Dessy sambil berusaha menghapus air matanya dan melihat siapa anak kecil yang berbicara dengannya.
Dessy berusaha untuk tersenyum di depan Amanda. Ya dia adalah Amanda gadis kecil yang membantu Dessy disaat Dessy tersedu-sedu.
"Lihat kan Aunty gak nangis" ucap Dessy sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Amanda.
Amanda tersenyum melihat tingkah Aunty kesayangannya. Amanda langsung memeluk tubuh Dessy walaupun tangan Amanda tidak mampu mengjangkau seluruh tubuh Dessy.
"Amanda kabarnya Gimana sayang, Amanda baik-baik saja kan?? Aunty kangen loh sama Amanda." ucap Dessy yang sekarang memangku tubuh Amanda yang sudah bertambah besar.
"Amanda juga kangen banget sama Aunty Tapi papi Amanda selalu gak punya waktu untuk ngantar Amanda nemui Aunty" ucap Amanda.
"Amanda kok bisa ada di Rumah Sakit, emangnya Amanda sakit??". Tanya Dessy sambil menyentuh dahinya Amanda.
"Amanda baik-baik saja kok Aunty cantik, Amanda ke rumah sakit temenin Nenek Amanda yang lagi sakit" jawab Amanda.
"Gimana sekolahnya Amanda, Amanda rajin kan ke sekolah??." tanya Dessy.
"Alhamdulillah sekolah Amanda lancar saja dan Amanda juara satu Aunty" ucap gembira Amanda.
__ADS_1
"Amanda di sini rupanya, sedari tadi Amanda dicariin loh sama Nenek' ucap Wanita yang mungkin sebaya dengan Dessy.
"Amanda udah dicari loh sama Nenek, Amanda gak pamit yah tadi waktu Amanda ke sini??" tanya Dessy.
Amanda hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Dessy. Amanda dijemput oleh baby sitter nya.
"Mungkin Amanda lupa tadi pamit sama kalian" ucap Dessy yang berusaha menurunkan tubuh Amanda dari pangkuannya.
"Amanda ikut sama mbak nya yah kasihan nenek Amanda yang sudah mencari Amanda ke mana-mana" ucap Dessy.
"Maafkan Amanda yah Mbak" ucap Amanda.
"Anak yang pinter, kalau gitu Amanda ikut sama Mbak nya kapan-kapan Aunty akan temui Amanda di rumahnya Amanda" ucap Dessy.
"Aunty jangan ingkar janji aunty yah, Amanda nanti kirim alamat Amanda di hp Aunty" ucap Amanda sambil mencium pipi Dessy.
"Aunty tunggu yah Nak" ucap Dessy yang membalas ciuman Amanda dan tidak lupa mengelus rambut panjang Amanda.
Percakapan ke duanya didengar oleh telinga seseorng. Dan orang tersebut tersenyum bahagia melihat interaksi Amanda dan Dessy. Orang tersebut tidak menyangka jika Amanda akan bahagia berada di dekat Dessy.
Sedangkan Dimas terus mencari keberadaan Dessy bahkan Dimas sekarang berada di ruang cctv untuk mencari dan melihat keberadaan Dessy. Dimas tersenyum setelah melihat Dessy duduk di salah satu kursi panjang yang ada di Taman rumah sakit. Dimas sangat khawatir setelah Dimas tidak menemukan Dessy di mana pun. Dimas sudah seperti orang gila saja.
Dimas pun mengantar Dessy kembali ke rumahnya sedangkan Dimas pulang ke rumahnya menggunakan Drive Ojol soalnya waktu ke rumah sakit Dimas memakai mobil Dessy. Sewaktu dalam perjalanan pulang Dimas selalu mencuri pandang ke arah Dessy. Dimas tidak mengerti dan tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi kepada Dessy karena mata Dessy memerah dan area kelopak mata Dessy membengkak.
Rangga, Dimas dan Dessy sudah berada di depan dokter yang akan menangani proses terapi Rangga. Dokter tersebut mengatakan kalau Rangga tidak akan lama menjalani terapinya, karena dilihat Rangga yang bersemangat dan terus berusaha untuk sembuh total dari penyakitnya.
"Kalau seperti ini terus keadaan yang ditunjukkan oleh pak Rangga, insya Allah pak Rangga segera sembuh total dari penyakitnya" ucap dokter Renata.
Dessy dan Dimas bahagia mendengar kabar itu. Rangga pun tidak henti-hentinya mengucap syukur Alhamdulillah karena dirinya dinyatakan akan segera sembuh.
"Alhamdulillah kalau gitu dok, kami sangat bahagia dengan kabar baik itu" ucap Dessy yang tersenyum manis ke arah Dokter.
Dimas senang melihat Dessy tersenyum karena sudah berapa hari Dimas tidak melihat lagi senyum manis Dessy.
"Ya Allah tersenyumlah terus di depanku Dessy walaupun senyum itu bukan ditujukan untukku" ucap Dimas di dalam hatinya.
Pintu ruangan praktek dokter Renata terbuka. Dan Masuklah seorang Dokter Cantik yang berhijab. Dokter tersebut tersenyum manis ke arah Dokter Renata.
"Maafkan Saya dokter yang telah mengganggu pekerjaan dokter" ucap dokter tersebut yang Merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kok dokter Aulia, Saya merasa tidak terganggu sama sekali" ucap dokter Renata.
__ADS_1
"Kalau gitu kami pamit dokter, insya Allah Minggu depan Kami akan datang lagi" ucap Dimas.
"Obatnya jangan lupa untuk ditebus dan kalau ada sesuatu yang pak Rangga Ingin tanyakan atau ingin konsultasi telpon saja ke nomor handphone saya pak" ucap dokter Renata.
"Kalau gitu kami pamit duluan karena mau nebus resep obat ini" ucap Dessy.
Dokter Renata hanya tersenyum. Sedangkan Dimas dan Dessy berjalan ke arah apotek. Deasy kembali diam dan seolah-olah mereka tidak pernah akrab sebelumnya. Setelah Dessy mendengar langsung kabar perjodohan Dimas, Dessy sudah mengambil sikap untuk menjaga jarak dari Dimas. Dessy tidak ingin hubungannya dengan Dimas menjadi penghalang atau pun penghancur perjodohan Dimas. Dessy pun sudah menyadari kalau dirinya sudah jatuh cinta kepada Dimas tetapi Dessy selalu berusaha untuk mencoba menghilangkan Dimas dalam hatinya.
Sulit bahkan itu susah untuk Dessy lakukan tapi mau tidak mau Dessy tidak boleh larut dalam perasaanya sendiri. Dessy berusaha untuk tersenyum walau pun hatinya menjerit.
"Makasih dokter" ucap Rangga. Rangga berdiri dari duduknya sambil tidak lupa menjabat tangan dokter Renata.
Dokter Aulia merasa familiar dengan Suara dan nama Rangga. Tapi dokter Aulia menepis anggapannya karena tidak sedikit orang yang memiliki nama Rangga. Tetapi hal itu langsung berubah ketika Rangga berbalik dan berdiri dari duduknya. Dokter Aulia tercengang dengan apa yang dilihatnya. Rangga pun tidak menyangka dan tidak percaya dengan apa yang ada di depan matanya. Rangga dan dokter Aulia sama-sama saling berhadapan dan saling berpandangan. Dokter Aulia tanpa terasa meneteskan air matanya. Dan mematung melihat Rangga ada di depannya.
Sedangkan Dimas dan Dessy sudah berada didepan apotek yang ingin menebus obat Rangga. Dessy kembali membisu dan akan berbicara jika menurut Dessy itu penting. Dimas sangat tidak nyaman dan tidak menyukai Jika Dessy memperlakukannya seperti itu. Dimas heran dengan perubahan sikap Dessy.
"Kalau Aku harus mencintaimu tanpa aku memiliki ragamu tidak apa, biarlah aku tetap bertahan dalam perasaan ini" ucap Dessy disaat mobil Ojol Dimas sudah berjalan dan mengjauh dari rumahnya.
Dessy berlari masuk ke dalam kamarnya dan langsung membaringkan tubuhnya dan menangis kencang. Dessy melupakan semua segala kerisauan dan kesedihan hatinya. Karena pintu kamar Dessy tidak tertutup sehingga Mamanya melihat kondisi Putri semata wayangnya.
"Aku sudah melihat kamu bercerai dengan Erlangga tapi kamu tidak seperti sekarang ini Nak, apa yang terjadi pada kamu Dessy??." tanya Mamanya Dessy yang Hanya Beliau yang mendengar pertanyaannya sendiri.
Bonus visualnya dokter cantik Aulia
Dua visualnya Dokter Aulia ada yang belum memakai hijab
TBC...
Hay Hay Fania datang lagi nih dengan kisah Double D " Dimas dan Dessy" dan Sepenggal Kisah Rangga.
Siapa sih Rangga di mata Dokter Cantik Aulia???🤔🤔🤔.
Dessy sudah mulai mencintai Dimas tapi Sudah terlambat yah 😢😓🤧.
Tunggu kisah mereka yah Readers 🙏🥰.
Makasih banyak..
__ADS_1
by FANIA Mikaila AzZahrah.
Makassar, 7 Maret 2022