
Happy Reading...
Arya sudah membuka chat dan email yang dikirim oleh Dimas sebelum tumbang saat menghadapi Danu Cahyono bersama komplotannya. Untung saja Arya mengingat kejadian itu sebelum terlambat.
Arya segera berangkat ke Bandara untuk menjemput langsung Aditya yang baru saja sampai di bandara dari Dubai. Arya berharap kedatangan Aditya bisa segera membantunya untuk mengatasi dan Mencari siapa dalang dan otak dari semua peristiwa yang terjadi beberapa hari ini.
Hingga nyawa Rian hampir saja melayang gara-gara ada yang memanipulasi data stok darah yang katanya sudah habis.
Arya memberikan sanksi yang cukup tegas kepada bawahannya yang tidak patuh pada peraturan dan lalai dalam bertugas bahkan mereka sengaja bersantai saat sedang bekerja.
Ada hampir sepuluh orang yang dikirim ke daerah terpencil yang rawan bencana dan perang terutama direktur pelaksana harian di Rumah Sakit DA.
Arya tidak ingin bermain dalam hal menindak tegas terhadap Karyawannya yang menyalah gunakan tugas dan tanggung jawabnya. Bahkan Arya tidak memberikan keringanan hukuman sedikitpun Kepada mereka semua.
"Apa menurut Kakak hukuman untuk mereka terlalu berat?" tanya Delia saat menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan anaknya.
"Itu sangat pantas mereka dapatkan, dan jika kita lemah terhadap pelanggar maka suatu saat nanti mereka akan mengulanginya kesalahan yang sama dan tidak ada rasa tanggung jawab dari mereka juga" ucap Arya yang tidak bakalan merubah keputusannya siapa pun yang membujuknya.
"Mereka memang pantas mendapatkan sanksi itu, Mereka telah bersantai di jam kerja, kan mereka mendapatkan jam istirahat yang cukup setiap harinya tapi kenapa juga mereka berbuat seperti itu disaat keadaan sedang genting" timpal Delia.
"Karena itu lah Aku tidak mentolerir perbuatan mereka yang sudah merugikan Rumah sakit dan hampir saja mencoreng Nama baik rumah sakit kita" ucap Arya.
Delia menyendokkan berbagai jenis makanan ke dalam Piringnya Arya.
"Cukup" ucap Arya yang melarang Delia untuk menambah porsi makanannya.
Baby Zi hanya memperhatikan ke Dua orang tuanya dan tidak ingin ikut campur dalam urusan Orang besar. Baby Zidane hanya sekali-sekali menatap secara bergantian ke arah orang tuanya itu Jika menurutnya perbincangan mereka terlihat menegangkan.
"Siapa orangnya jika melanggar aturan yang sudah aku buat Aku tidak akan memberikan kelonggaran untuk mereka bahkan aku akan segera menindak lanjuti dengan tegas bahkan tanpa ampun kepada mereka" ucap Arya.
Arya masih menambah porsi makannya yang seakan-akan sudah seharian dia belum makan saja. Maklum semalaman Arya meladeni Istrinya bercocok tanam hingga fajar menyingsing di ufuk timur.
__ADS_1
Karena Jam tiga subuh baru lah Arya kembali dari kediaman Utama Keluarga besar Wiguna Albert Kim Said. Sehingga terpaksa Delia meladeninya hingga Arya merasa sangat puas dan kelelahan.
Sedangkan di RS DA, hari ini Hyuna sudah diijinkan untuk pulang ke rumahnya. Begitu pun juga dengan Dimas yang kondisinya kesehatan mereka semakin membaik saja. Sehingga Tim Dokter yang menangani kesehatan mereka memutuskan untuk mengijinkan mereka untuk pulang.
"Alhamdulillah akhirnya bisa menghirup udara bebas dari bau obat" ucap Hyuna.
"Mami Arjuna sama siapa di rumah, Apa Arjuna baik-baik saja?" tanya Hyuna pada Ibu mertuanya yang datang tanpa membawa baby Arjuna putra tunggalnya itu.
"Arjuna Mami titipkan di Villa Aunty kamu Elizabeth dan Aunty kamu juga dengan perkembangan Arjuna" tutur Mami Anna.
"Baguslah Kalau Mami simpan Arjuna di sana, karena menurut Hyuna selain rumah mami rumah Mama Elisabeth lah yang cukup aman dan baik untuk perkembangan Arjuna" ucap Hyuna dan berjalan ke arah luar ruangan.
Pengawal yang ditugaskan untuk menjaga keamanan Hyuna selalu standby 24 jam menjaganya. Bahkan mereka akan ikut hingga Hyuna sampai di rumahnya Mami Anna.
Awalnya Hyuna merasa risih, tapi karena Dia mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi sehingga Hyuna menerima body guard tersebut.
"Kita harus memperketat keamanan demi keselamatan kita semua, bukannya kita Takut mati tapi lebih mencegah dari pada harus mengobati dan menghadapi langsung penjahat tersebut" timpal Mami Anna.
"Hyuna menurut kamu kalau itu bukan jenazah Alan terus itu punya siapa dan Alan sekarang ada di mana, Apa Alan masih hidup atau sudah meninggal dunia?" tanya Mami Anna yang bertanya-tanya dan tidak percaya dengan kenyataan yang ada.
Selama ini mereka sudah menganggap Alan sudah tenang di alam sana ternyata yang mereka makamkan adalah bukanlah jenazah Alan anaknya.
"Kalau menurut Hyuna sepertinya ada yang dengan sengaja melakukan dan merencanakan semua ini dan yang jadi problem kita tidak tahu siapa dan apa motifnya melakukan semua ini?". ungkap Hyuna.
Mobil mereka semakin mengjauh dari Area rumah sakit DA. Dan perlahan menuju ke Villa milik pak Hendry.
"Kita tidak akan tahu siapa pemilik jazad tersebut karena jazadnya sudah hancur jadi debu, Hyuna Kasihan dengan pemilik jazad tersebut yang menjadi korban dari obsesi kejahatan Orang yang sangat picik dan hatinya sudah Mati" jelas Hyuna.
"Tapi mami dengar kakakmu datang dari Australia, semoga Dia bisa membantu kita menyelesaikan permasalahan-permasalahan pelik ini" harap Mami Anna.
"Amin Mi, Hyuna juga berharap demikian dan sangat bergantung pada mereka agar segera mengungkapkan kasus ini, Hyuna merasa Mas Alan itu masih hidup hanya saja kita tidak tahu di mana sekarang berada" ucap Hyuna.
__ADS_1
"Jadi gimana kondisi Rian yang telah mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan nyawa kamu?" tanya Mami Anna yang sedang bermain hp dan berselancar di dunia Maya.
Nenek jaman now yah Readers selalu tidak pernah ketinggalan dan selalu eksis.
"Alhamdulillah sudah membaik tapi belum bisa keluar dari rumah sakit, Hyuna merasa berhutang budi sama Rian, andai saja dia tidak segera datang menolongku Hyuna tidak tahu apa yang akan terjadi pada nasip Hyuna Mi" jelas Hyuna.
Hyuna sangat berterima kasih karena sudah diselamatkan oleh Rian saat mobil ingin menabrak tubuh Hyuna. Kehadiran Rian saat itu bagaikan mister Hero yang sengaja dihadirkan oleh Tuhan untuk menolong Hyuna di saat dalam keadaan bahaya.
"Kita harus berterima kasih kepada Rian, dan kalau bisa datanglah ke rumah sakit untuk menjaga Rian Nak, karena tanpa bantuannya lah, mungkin kamu tidak ada bersama mami sekarang ini" ucap Tulus Mami Anna.
Hyuna pun mempertimbangkan semua perkataan dari mertuanya dan ada benarnya semua yang dikatakan oleh Mami Anna.
"Mungkin besok pagi Aku akan datang ke RS untuk membesuk Rian, dan entah kenapa Aku merasakan kerinduan yang mendalam disaat beberapa hari ini tidak melihat senyumannya itu" ucap Hyuna yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada hatinya.
"Sejak Aku melihatnya langsung, entah kenapa perasaanku mengatakan kalau dia adalah orang yang selama ini dekat denganku dan perasaan ini mirip dengan apa yang Aku rasakan saat Alan putraku masih hidup".
Mami Anna langsung menghapus jejak air matanya yang sudah membasahi pipinya. Mami Anna tiba-tiba merasakan kerinduan yang sangat mendalam pada putra tunggalnya sekaligus anak bungsunya.
"Ya Allah jaga dan lindungilah putraku di mana pun Dia berada dan semoga Alan masih hidup, Amin yra".
Semoga harapan dan doa mami Anna terkabul yah Readers. Dan Arya segera mengetahui siapa sosok orang yang sudah mengusik ketenangan keluarganya.
Maafkan jika selalu ada typo dalam penulisannya 🙏.
Dan tetap dukung Bertahan Dalam Penantian BDP dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5 dan FAVORITKAN.
...--------To Be Continued--------...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Senin, 16 Mei 2022
__ADS_1