
Happy Reading..
Setelah berhasil mengantongi ijin dari Mamanya, Zoe segera berjalan ke arah garasi tempat mobilnya berada. Zoe hari ini bahagia karena bisa memiliki waktu luang untuk hangout bersama dengan beberapa temannya. Kebetulan mereka pernah satu sekolah di Inggris.
Zoe mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan mencari jalan alternatif yang tidak terdapat kemacetan. Maklumlah daerah ibu Kota cukup padat merayap jalannya. Setiap harinya selalu saja terjadi kemacetan di mana-mana.
Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah cantiknya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan temannya tersebut.
Tanpa disadarinya, ada sebuah mobil yang mengikutinya sedari tadi, sejak mobilnya mulai meninggalkan kediaman orang tuanya.
Sedikit pun dia tidak tahu jika ada yang membuntuti mobilnya hingga sekarang. Mesin mobilnya sudah mati, Zoeya sudah keluar dari mobilnya.
Dia tidak lupa bercermin di kaca jendela mobilnya dan memperhatikan dengan seksama penampilannya. Apa yang dilakukan olehnya tak lupuk dari pandangan seseorang.
"Kamu tetap cantik walaupun tidak berdandan."
Mata setajam elang yang siap memangsa mangsanya itu, sedari tadi memperhatikannya.
Zoya masuk ke dalam Kafe, dia berjalan perlahan menuju ruangan yang sudah dipesan oleh temannya.
"Hey!!" Teriak seseorang kearahnya.
Talia, Linda dan Septi adalah ke tiga sahabatnya saat sekolah di Inggris. Mereka tidak satu kelas,tapi setiap akhir pekan mereka akan berkumpul bersama. Apa lagi mereka adalah sama-sama dari Indonesia.
Zoe mempercepat langkahnya menuju meja tempat temannya berada.
"Maaf yah sedikit terlambat, maklumlah jalan macet."
Mereka secara bergantian cipika cipiki lalu berpelukan satu sama lainnya.
"It's okay, just relax anyways we've only been here for a few minutes," jawab Talia.
"Kota Jakarta tidak mungkin bisa bebas dari kemacetan, setiap hari bikin mumet saja," timpal Septi.
"Selow gaes, bawa happy sajalah, dan hari ini aku yakin kalian tidak akan rugi datang ke sini," ucap Linda yang tersenyum penuh arti ke hadapan temannya.
Ke tiganya memandang Linda dengan wajah yang keheranan. Mereka saling melempar pandangan satu sama lain.
Belum hilang kebingungan mereka, muncul empat orang pria yang lumayan tampan lah. Itu terlihat dari wajah dan penampilan mereka.
Linda yang melihat kekasihnya sudah datang, segera berdiri untuk menyambut kedatangan mereka.
Linda sumringah melihat kekasih dan sahabatnya sudah datang.
__ADS_1
"Maafkan datang terlambat, maklum mereka sangat sibuk jadi harus bersabar menunggunya," jelas Roi Pacarnya Linda.
"Tidak apa-apa kok sayang, Kami memakluminya kok, biasa pria sukses seperti kalian pasti sulit untuk membagi waktunya," timpal Linda.
"Kekasihku memang selalu mengerti dengan kondisi kami," ujar Roi.
Zoe hanya duduk manis di kursinya tanpa ada niat untuk ikut berbincang dengan mereka.
Salah satu dari sahabatnya Roi tak henti-hentinya menatap ke arah Zoe, dengan senyumannya yang selalu tertuju pada Zoe.
"Kenalkan ini semua teman-temannya Roi, dan mereka adalah sahabat aku waktu sekolah di London," terangnya.
Mereka saling berkenalan satu sama lainnya. Giliran Andrew Andika sahabatnya Roi yang sedari tadi menatap Zoeya dengan tidak bosan-bosannya.
Mereka berjabat tangan, berkenalan untuk lebih akrab lagi. Zoe hanya sesekali tersenyum menanggapi perbincangan mereka.
"Andrew," ucapnya lalu mengulurkan tangannya ke arah Zoe.
"Zoe," jawabnya singkat.
Talia yang memperhatikan gerak geriknya Andrew mengerti dengan arti pandangan dan tatapannya ke arah Zoe.
"Zoe, Andrew ini pengusaha muda dan masuk kategori sukses di usianya yang terbilang masih muda," jelasnya.
"Zoe Kamu kan belum punya pacar, jadi sebaiknya kalian saling berbincang-bincang agar kalian bisa lebih dekat lagi."
Setelah mendapatkan lampu merah, Andrew semakin gencar mendekati Zoe. Zoe sifatnya yang ramah, humble, dan mudah bergaul membuat mereka cepat dekat satu sama lain.
Gelas yang dipegangnya hampir saja retak, setelah mendengar berbagai rayuan dan gombalan maut yang diucapkan oleh Andrew untuk Zoe.
"Dasar pria jelek, beraninya menggoda calon istriku, dia belum tahu siapa aku rupanya."
Mata dan wajahnya memerah, genggamannya semakin kuat memegang gelasnya hingga hampir saja gelas itu pecah di tangannya.
Hingga larut malam mereka masih asyik bercanda dan berkumpul bersama. Karena merasa sudah dekat dengan Zoe, Andrew dengan lancang dan beraninya menyelipkan anak rambutnya Zoe yang terjatuh mengenai wajahnya itu.
Adegan romantis mereka menjadi tontonan dari beberapa orang terdekat dari mereka. Tidak terkecuali dengan seseorang yang sedari tadi berusaha menahan amarah dan cemburunya.
"Makasih banyak," ucapnya.
Linda dan Roi sudah berpamitan entah ke mana, tinggallah Zoe, Andrew, Septi dan Talia serta dua orang pemuda yang masing-masing duduk di sampingnya.
Tidak hanya sekedar itu saja, Andrew bahkan melap ujung bibirnya Zoe dengan menggunakan jarinya. Zoe semakin memerah wajahnya diperlakukan seperti itu oleh seorang pria dalam seumur hidupnya.
__ADS_1
Andrew memegang tangannya Zoe dan berniat ingin mengutarakan perasaannya di depan Zoe. Tetapi, baru ingin membuka mulutnya untuk mengucapkan kata tiba-tiba, datang seorang pria d antara mereka.
Zoe terkejut saat melihat siapa pria yang duduk di kursi. Septi dan Talia terkesima dan tidak berkedip melihat sosok pria yang menurutnya sangat tampan dan wajahnya mirip dengan oppa Jhi Chan Wook itu.
Hingga mulut mereka terbuka lebar dan menganga hingga lalat bisa terbang ke dalamnya.
"Maaf anda salah orang, gadis yang ada di depanmu adalah calon istriku," terangnya dengan menatap tajam ke arah Andrew.
Andrew hanya tersenyum meremehkan perkataan dari Elang. Dia tidak percaya dengan apa yang barusan diucapkan oleh Elang.
"Maaf di mana buktinya jika Anda adalah calon suaminya cewek tercantik di Sini?" Andrew ingin menantang langsung Elang.
Andrew sangat tidak percaya dengan penuturan dari Elang, apa lagi tidak bukti yang memperkuat pernyataannya.
"Kalau Anda tidak percaya aku akan buktikan di hadapan semua orang dan khusus di hadapanmu," terangnya.
Elang berdiri dan melangkah maju ke hadapan Zoe, hingga jarak mereka semakin sedikit saja. Nafas keduanya sudah saling memburu dan menerpa hidung mancung keduanya.
Elang menarik dengan penuh kelembutan tengkuk lehernya Zoe. Lalu mendaratkan ciuman di atas bibirnya Zoe. Elang ******* bibir seksi dan tebal dengan penuh gairah cinta.
Aksi nekatnya Elang membuat sahabat Zoe tidak berkedip dan tidak percaya dengan apa yang mereka perbuat.
Beberapa pengunjung Kafe itu melihat dan menjadi saksi pembuktian diri dari Elang.
Mereka merasa apa yang dilakukan oleh Elang sungguh luar biasa dan sangat berani. Mereka dibuat tercengang dengan kelakuan mereka.
Zoe hanya terdiam mematung dan tidak tahu harus bertingkah seperti apa lagi. Ciuman pertamanya berhasil di dapatkan oleh Elang.
Wajahnya memerah menahan rasa malunya. Wajahnya sudah seperti buah tomat yang matang.
Awalnya ciumannya sedikit kasar karena tidak ada balasan dari Zoe. Membuat Elang bahagia karena itu tandanya Elang adalah pria yang pertama mencicipi manisnya bibir merah merona milik Zoe.
Perlahan tapi pasti, Zoe terbawa suasana dan mengikuti alur yang diciptakan oleh Elang hingga tanpa dia sadari membalas ciumannya Elang.
Zoe tanpa disadarinya sudah mengalunkan tangannya di leher Elang. Mereka lupa daratan dan melupakan orang yang menonton secara langsung dan Live mereka.
Andrew langsung pergi dari sana, Sedangkan yang lain masih asyik menikmati tontonan live tersebut.
********To Be Continued********
Makasih banyak all Readers.
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Minggu, 03 Juni 2022