
Happy Reading..
Setelah mengetahui kebenarannya, Adrian sangat bahagia karena ternyata Dia memiliki seorang Putera. Putera yang sudah berusia (12) tahun bernama Andreas.
Adrian tidak pernah menyangka jika perbuatannya di masa lalu membuahkan hasil.
Setelah kepergian Uncle Emre, Andreas mengajak papi dan mami nya untuk ke Resto Favoritnya. Karena Andreas dan Michelle sudah lapar.
"Mami ikut gabung dengan Kami Saja, Karena Andreas lihat Mami belum menyentuh makanan yang ada di Meja" ucap Andreas.
"Mami minta maaf yah Nak, Mami tidak bisa ikut gabung dengan kalian" ucap Emilia kepada anaknya.
"Mami tidak boleh menolak atau Andreas akan melakukan hal yang seperti dulu" Ancam Andreas Kepada maminya.
"Andreas jangan gitu nak gak baik, kasihan sama mami kamu. Kalau Mami kamu gak bisa ikut, cukup kita Saja bertiga Yang pergi" ucap Adrian berusaha menasehati Andreas.
"Uncle Aku tidak suka Jika Keinginan Andreas tidak dipenuhi" ucap Andreas yang sudah mulai merajuk.
Akhirnya Emilia memutuskan untuk ikut makan siang dengan mereka. Emilia tidak ingin mengulangi kesalahannya seperti dulu, karena keegoisannya Akhirnya Andreas kabur dari rumahnya. Andreas meninggalkan rumahnya selama 1 bulan.
Mereka berjalan ke arah mobil Adrian dan Michelle dan Andreas saling memberi kode untuk buru-buru membuka pintu mobil bagian belakang dan segera masuk dan duduk di jok belakang. Sehingga mau tidak mau Emilia duduk di kursi depan pas dekat kursi kemudi yang diduduki oleh Adrian.
Adrian tersenyum melihat tingkah Ke dua bocah cilik ini. Adrian berterima kasih kepada ke Dua bocah kecil tersebut melalui kaca spion mobilnya.
Emilia sangat tidak nyaman berada di samping Pria yang selama ini berhasil menjungkir balik kehidupannya. Laki-laki yang berhasil menanamkan benihnya ke dalam rahimnya.
Perlahan-lahan mobil mereka memasuki Area parkiran restoran langganan Emilia dan puteranya.
"Selamat datang Mr. dan Mrs." ucap Pelayan restoran tersebut di depan pintu masuk.
"Makasih" ucap Adrian.
Mereka berjalan ke lantai Dua karena mereka memilih ruangan khusus untuk mereka tempati makan. Adrian juga ingin berbincang-bincang dengan Emilia tentang Andreas puteranya.
Setelah mereka duduk pramusaji segera datang dan menanyakan perihal menu makanan apa yang akan mereka pesan. Setelah beberapa saat, Pramusaji itu berlalu meninggalkan ke empat orang tersebut.
"Andreas kamu ulang tahun tanggal berapa??" tanya Adrian.
Andreas lalu menatap Mata maminya untuk meminta ijin agar Dia diijinkan untuk menjawab pertanyaan papinya. Sebenarnya Andreas tahu arah pembicaraan papinya.
__ADS_1
Emilia memberikan kode kepada Andreas untuk tidak menjawab pertanyaan Dari Adrian. Emilia takut jika Andreas menjawab pertanyaan Adrian, Maka Adrian akan curiga dan mengetahui kalau Andreas adalah darah dagingnya sendiri.
"Maaf Apa semua itu sangat penting untuk Anda ketahui??" ucap Emilia dalam bahasa Indonesia.
"Gak penting sih cuma aku ingin mengetahui ulang tahun Andreas agar nanti kalau ultah bisa aku siapkan hadiah untuk Andreas" ucap Adrian.
Pintu terbuka dan masuklah seorang pelayan laki-laki membawa makanan. Pelayan itu menata makanan dengan rapi.
"Makasih banyak" ucap Emilia.
"Sama-sama Mrs" ucap pelayan itu.
"Michelle Mau makan apa sayang??" Tanya Emilia.
"Michelle mau makan Ayam Aunty" jawab Michelle.
Emilia segera mengambilkan ayam goreng untuk Michelle. Sedangkan Adrian Sibuk memilihkan makanan yang disukai oleh Andreas. Andreas memang tipe Anak yang tidak bisa makan makanan yang sembarang. Hal itu seperti Adrian papinya.
Mereka makan dengan penuh khidmatnya. Tidak ada yang berbicara bahkan makan siang kali ini terasa sangat sepi Hanya dentingan sendok yang mengisi kebisuan mereka.
Setelah beberapa saat kemudian, Emilia Meminta Ijin untuk ke Toilet.
Setelah beberapa saat kepergian Emilia ke Toilet, Adrian pun menyusul Emilia. Entah dorongan dari Mana Adrian masuk ke dalam Toilet tanpa permisi. Padahal Emilia sedang berada di dalam toilet itu, Emilia Lupa mengunci Kenop pintu Toiletnya sehingga Adrian dengan bebas dan leluasa masuk ke Toilet.
Emilia kaget melihat kedatangan Adrian. Emilia ingin berteriak, Tapi tiba-tiba Adrian membungkam Mulut Emilia dengan bibirnya. Adrian entah apa yang terjadi kepadanya sehingga Adrian Nekat mencium Bibir Emilia.
Emilia berusaha untuk menolak Ciuman Adrian tapi Apa lah Daya kekuatannya tidak sebanding dengan Kekuatan Adrian. Akhirnya Emilia pasrah dan Ikut menikmati alur permainan Adrian. Adrian semakin memperdalam Ciumannya sewaktu Adrian tahu kalau tidak ada lagi penolakan dari Emilia.
Bahkan Emilia juga sudah membalas Ciuman Adrian yang begitu memabukkan. 12 Tahun lebih Mereka tidak merasakan hal yang sedang mereka lakukan saat ini. Ciuman itu seakan-akan mewakili dari Kerinduan yang mereka rasakan. Selama mereka berpisah diantara mereka tidak ada yang menjalin hubungan Dekat dengan lawan jenis mereka. Apa lagi hak intim seperti yang sedang mereka lakukan saat ini.
Emilia Hanya bisa meneteskan air matanya. Adrian bagaikan orang yang kerasukan setan Saja. Bahkan Adrian sampai lupa mereka sedang berada di Mana.
Untung Saja Adrian cepat menyadari apa yang telah dilakukannya yang sudah melukai hati dan perasaan Perempuan yang selama ini Dia jaga dan Sayangi dengan segenap Hati dan Jiwa Raga. Dulu Andai saja Emilia tidak dalam kondisi Mabuk Pasti Adrian tidak akan mencicipi indahnya Tubuh Puteri dari Wiguna Albert Kim Said.
Adrian melepaskan Pangutan bibirnya diatas bibir Ranum yang merah merekah seperti kelopak bunga mawar merah yang baru mekar.
Adrian dan Emilia sama-sama ngos-ngosan Karena kurangnya pasokan udara yang masuk ke dalam tubuh mereka diakibatkan ciuman yang begitu dalam dan dengan durasi yang cukup Lama.
Sebenarnya mereka menikmati irama dari Ciuman itu Tapi Mereka menyadari kalau Apa yang sedang mereka lakukan adalah Salah. Cukup Kesalahan yang dulu yang pernah mereka lakukan yang membuahkan hasil.
__ADS_1
Tangisan Emilia semakin menjadi Saja, Bahkan tubuh Emilia merosot ke Lantai. Emilia tidak tahu harus berbuat apa. Dengan tindakan yang mereka lakukan baru saja. Adrian tidak kuasa melihat Perempuannya meneteskan air matanya. Adrian ikut duduk di lantai.
"Maafkan Kakak Emil, Kakak tidak berniat untuk melukaimu" Ucap Adrian yang ikut menangis.
Emilia tidak menjawab perkataan Adrian, Emilia tetap saja menangis. Adrian mencoba untuk memeluk tubuh Emilia. Awalnya Emilia ingin menolak pelukan Adrian Tapi hati, pikiran dan tubuhnya berkata lain.
Emilia membalas pelukan Adrian. Emilia ingin melepaskan segala kerinduannya kepada Ayah biologis anaknya walaupun hanya lewat pelukan. Adrian semakin mempererat pelukannya.
"Maafkan Kakak Emil yang tidak memperjuangkan hubungan kita di Depan Ayah, kamu tahu sendiri gimana kerasnya Ayah jika ada anaknya yang tidak mendengar perkataannya" ucap Adrian dalam tangisnya.
"Maafkan Kakakmu ini yang terlalu lemah dan bodoh Emil" ucap Adrian.
"Kakak tidak menepati janji kakak yang katanya kakak akan menjelaskan tentang hubungan kita di Depan Ayah" ucap Emilia sambil terisak.
"Aku menunggu kedatangan Kakak sebelum keberangkatan Aku ke Amerika Kak, bahkan Emil menyimpan Surat di atas Meja kamar kakak sebelum Aku berangkat" ucap Emilia.
Adrian heran dengan perkataan Dari Emilia tentang surat. Adrian sama sekali tidak mengetahui tentang surat yang ditulis oleh Emilia sebelum berangkat ke Amerika serikat
"Surat???" Tanya Adrian.
"Iya Kak, Emil menyimpan secarik surat untuk kakak agar kakak menghentikan kepergianku, bahkan di dalam surat itu aku menjelaskan semuanya tentang keadaan Aku saat itu" jawab Emilia.
"Tapi sampai sekarang aku tidak pernah mendapatkan surat dari kamu Emil" Ucap Adrian.
Emilia kaget setelah mendengar kalau Adrian tidak menemukan surat yang Dia simpan di atas Meja kamar Adrian.
TBC...
FANIA kembali mengingatkan untuk memaklumi Jika Reader menemukan adanya Typo dari pengetikan FANIA.
Surat kabar atau Surat apa yang di maksud oleh Emilia yah Readers..🤔🤔
Atau ada yang ingat tentang Surat itu???.
Waduh Abang Adrian ingat itu Toilet Bang. Ini ulah pihak ke Tiga yah Readers jadi Adrian lepas kontrol 🤣🤣.
Yang penasaran dengan Sepucuk Surat itu so Tunggu Saja kelanjutan kisah mereka.
FANIA kembali mengingatkan untuk selalu mendukung BDP Dengan Cara LIKE, RATE BINTANG 5, dan FAVORITKAN.
__ADS_1
Makasih banyak FANIA Ucapkan Kepada Readers Setia BDP 🙏🙏