
Happy Reading..
"Kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Delia yang mulai cemas.
"Alhamdulillah aku baik-baik saja kok Aunty, hanya saja tadi sempat muntah sekali di atas pakaiannya orang sih," ujarnya yang kembali tersenyum mengingat hal itu.
"Aku sudah kirim sayang nomor hpnya bunda Kamu, kalau selesai segera pulang ke rumah, ingat Kamu itu sedang hamil harus banyak istirahat,"
"Makasih banyak Aunty, Cilla tutup dulu telponnya, assalamu alaikum."
"Waalaikum salam," jawab Delia dibalik telponnya.
Sambungan telpon pun terputus. Andreas membelokkan mobilnya di depan Jalan karena akan segera ke RS DA.
Pergi, tapi ada
Hilang tapi ada
Kehadiranmu menjadikanku sempurna Bersama kekasihku
Seiring waktu berjalan
Hari-hari kita lalui
Bungaku tumbuh berkembang mekar mewangi Dan berseri
Musim berganti waktu
Saat kumbang mendekatmu
Mata memandangmu
Hatiku tak menentu
Aku bergetar saat kau memilih
Tak kuasa melepas bungaku
Mawar jantung hatiku
pergi tinggalkanku
Demi cinta dan pilihanmu
Pergi, tapi ada
Hilang tapi ada
Sesaat aku terkenang
Bayangmu dalam lamunan
Kerinduanku merasuk sampai jiwaku
Kuingin bertemu
Musim berganti waktu
Saat kumbang mendekatimu
Mata memandangmu
Hatiku tak menentu.
__ADS_1
Setelah menelpon bersama dengan Aunty Delia, mereka segera menuju Rumah Sakit DA dan sudah membuat janji dengan Dokter Aulia sekaligus sepupu dari Maminya Andres.
"Abang, gimana kalau gara-gara aku muntah di atas pakaiannya Laila, dia jadi benci dan dendam sama Cilla?" ucapnya Cilla yang baru tersadar dengan sikapnya tadi terhadap Laila calon tunangan suaminya itu.
Andreas memegang tangan Cilla lalu menciumnya penuh dengan ketulusan hatinya.
"Kamu tidak perlu Khawatir dengan semua itu,ada Abang yang akan selalu bersama Kamu, Abang yang akan menghadapi dia jika berani bertindak jahat sama calon dari Ibu dari anak-anakku," ucap Andreas yang berusaha membantu Pricilla agar kerisauan dan kegundahan hatinya hilang.
"Aku lega dan bisa hidup dengan tenang kalau gitu sayang," ucap Cilla yang semakin manja di hadapan suaminya.
"Nanti kalau Kamu sudah melahirkan Abang akan mengajarkan Kamu beberapa teknik taekwondo dan bela diri yang sangat berguna dan bermanfaat untuk Kamu ke depannya."
"Serius Sayang!!"
"Aku sangat serius dengan apa yang Aku katakan, Aku tidak pernah main-main dengan semua ucapanku," jawabnya.
"Aku gak sabar melewati sembilan bulan lagi agar Baby kita lahir ke dunia hingga Kau bisa berlatih dengan Abang," ujarnya.
"Itu kan di depan rumah Sakit DA?" tunjuk Cilla.
"Yoi mantul sekali, itu Rumah Sakit milik Uncle Arya Wiguna," jawab Andreas.
"Kalian emang anak Sultan," ucap Cilla.
"Istriku juga anak Sulthan Kok dan calon Mami Sultan juga," terangnya dengan senyuman yang sedari tadi menghiasai wajahnya yang tampan itu.
Mobil mereka sudah terparkir di Parkiran khusus mobil, hari ini RS terbilang cukup ramai dipadati pengunjung.
Hal itu bisa dilihat dari banyaknya pasien dan dokter yang lalu lalang di lobby RS, maupun di dalam setiap unitnya, seperti di UGD, ICU.
"Rumah sakitnya besar yah, dan aku lihat fasilitasnya sangat modern dan canggih," ucap Cilla yang mengagumi RS DA.
Andreas memeluk pinggang Istrinya dengan sangat posesif, seakan-akan ingin memperlihatkan bahwa wanita cantik yang ada di sampingnya adalah miliknya seorang. Tidak boleh ada yang mendekati Margaretha Agatha Pricilla.
Bagi Andreas ucapan yang tidak baik untuk ditujukan kepadanya, sama sekali tidak digubris atau pun dipedulikan sedikitpun.
Baru beberapa langkah kakinya melangkah masuk lebih dalam lagi, Bunda Aulia sudah berjalan ke arah mereka untuk menyambut kedatangan pasangan pengantin baru.
"Assalamu alaikum," ucap salam keduanya setelah mereka berhadapan.
"Waalaikum salam," balas Dokter Aulia.
Pricilla segera mencium punggung tangan Bundanya lalu cipika cipiki.
"Kamu yah nikah saat Bunda sibuk di meja operasi," jelas Bunda Aulia.
"Maaf Bunda nikahannya dadakan soalnya, itu Andreas tidak ingin ada orang lain yang tahu pernikahan Kami," jawabnya.
"Apa!! emangnya Kamu ini anaknya siapa?? harus main petak umpet saja saat nikahan, Kamu itu penerus Keluarga Besar Wiguna Albert Kim Said bukan rakyat jelata yang harus diam-diam menikah," tutur Aulia yang sedikit jengah dengan perkataan dari ponakan sepupunya itu.
Andreas hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Bundanya. Seperti itulah sifat bundanya. Selalu saja tidak ingin dianggap sebelah mata dan tidak suka jika ada yang meremehkan atau merendahkan anggota keluarganya. Beliau akan berada di garis terdepan untuk membela keluarganya.
"Maafkan Andreas Bunda, pasti bunda tahu apa alasannya yang melatar belakangi sehingga saya memilih untuk menikah secara dadakan," tuturnya.
Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan Prakteknya berada. Sambil berbincang-bincang santai.
"Aku juga heran dengan Papi Kamu, mungkin dia sudah melupakan dulu bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan restu dari Mama Elisabeth dan Papa Wiguna, Aku tidak habis pikir Andreas kenapa Papi Kamu berbuat seperti itu," ucapnya.
"Iya bunda, Papi lupa kalau ini tahun 2022 di mana bukan lagi jamannya Siti Nurbaya yang harus menikah dengan jodoh yang sudah ditentukan oleh ke dua orang tuanya," ujarnya.
"Suatu saat jika bunda bertemu dengan Papi Kamu biarkan Bunda yang akan menghadapinya," jelas Bunda Aulia yang ikut geram dengan sikap dan keputusan sepupunya itu.
"Aahh lupakan masalah Papi Kamu, kalau dia yang kita bahas nggak akan ada habisnya," ucapnya yang tersenyum manis ke arah pasutri yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Betul apa yang dikatakan oleh Bunda," jawabnya.
Sedangkan, Pricilla hanya terdiam dan menjadi pendengar tanpa ada niatan untuk mencampuri urusan mereka berdua.
Pricilla hanya sesekali tersenyum manis ke arah ke duanya. Pricilla senang karena sebagian besar keluarga besar dari suaminya sangat humbel dan tidak pernah membedakan status mereka, walaupun Cilla juga bukan orang miskin tapi setidaknya mereka selalu memandang orang itu sama saja, tidak ada bedanya.
"Silahkan masuk ke ruangan Bunda, maaf yah sayang ruangan Bunda sempit," ucapnya yang merendah padahal ruangan itu sangat lah luas dan dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan kedokteran yang sangat canggih.
"Ini mah luas banget Bun ruangannya bahkan anak kecil saja bisa main bola di sini,iya kan Abang?" tanya Pricilla.
"Alhamdulillaah, thanks atas pujiannya loh cantik," ucapnya saat mendudukkan tubuhnya di atas kursi kebesarannya.
Andreas dan Cilla pun ikut duduk di hadapan dokter Aulia.
"Bunda mulai periksa Kamu yah tapi bunda ingin bertanya beberapa hal terlebih dahulu sama Cilla," ucapnya yang tersenyum simpul ke arah Andreas.
Andreas yang melihat senyuman dari Bundanya tidak mengerti dengan maksud dari senyuman itu.
"Sejak kapan Kamu mengetahui jika Kamu hamil, dan haid Kamu terakhir kalinya itu kapan?" tanya dokter Aulia.
"Kalau taunya kalau aku hamil itu kemarin pagi sih Bun, dan terakhir kali Aku datang bulan itu sekitar dua bulan lebih kayaknya,"
"Kalau gitu Kamu berbaring di atas ranjang, bunda akan memeriksa kondisi kesehatan janin dan ibunya,"
Cilla pun segera menuruti perintah dari Bundanya. Dokter Aulia segera mengoleskan jel ke atas perut datarnya Cilla lalu mengarahkan alat khusus untuk mengetahui kondisi janinnya hingga hasilnya diketahui di layar komputer.
"Lihat sepertinya kandungan Kamu sudah jalan tiga bulan, Alhamdulillah semuanya sehat, ibunya sehat dan calon bayinya juga," jelasnya.
Wajah Andreas sumringah melihat bayinya yang masih sangat kecil itu. Matanya berkaca-kaca saking bahagianya melihat janin yang ada di dalam rahim istrinya.
Andreas pun memegang tangan Cilla dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.
"Syukur Alhamdulillah kalau mereka sehat," ucap Andreas yang selalu berseri-seri seperti halnya dengan Cilla.
"Sudah yah Bunda?" tanya Cilla lalu menarik kembali pakaiannya yang sedikit tersingkap ke atas tadi.
"Bunda akan resepkan obat dan vitamin paling terbaik untuk calon bayi kalian, ini cicitnya Paman Wiguna jadi tidak boleh asal saja," jelasnya.
"Makasih banyak Bunda," ujarnya Cilla yang bahagia saat mengetahui jika calon anaknya baik-baik saja.
Thank you God, you have entrusted this little angel in my body. I'll take care of it with all sincerity.
Getting a gift in the form of a child's trust is a source of happiness that is awaited by a husband and wife. Having children adds to the completeness of a family.
Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:
Sang Penakluk
Cinta Yang Tulus
Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar
Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian 🙏
Tetap Dukung BDP dengan Cara, Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan untuk tetap dapat Notifikasi Updatenya dan Votenya serta Giftnya yah ✌️
...********To Be Continued********...
...by Fania Mikaila Azzahrah...
__ADS_1
...Makassar, Selasa, 21 Juni 2022...