
Happy Reading..
Rian, Mama Elisabeth dan Hyuna sudah menapaki lantai keramik Swalayan tersebut yang begitu mengkilap hingga bisa dipakai untuk bercermin. Mereka belum sempat membuka pintu swalayan tersebut, tetapi tiba-tiba ada seseorang perempuan yang berteriak ke arah Rian.
Raut wajah Rian langsung berubah drastis yang awalnya santai, kadang tersenyum sekarang menjadi dingin dan tidak bisa terbaca dari air wajahnya.
"Hay Sayang, Kok sudah lama gak mampir di rumah, Aku kangen loh sama kamu" ucap perempuan tersebut sambil bergelantungan di lengan Rian.
Rian merasa risih dengan sikap perempuan tersebut tapi apa daya Rian tidak bisa berkutik lagi dan jika dirinya melawan seperti yang pernah dia lakukan bisa membuatnya kembali mendekam di dalam penjara yang ada di dalam kediaman perempuan tersebut.
"Maafkan saya Putri, Saya akhir ini sangat sibuk, kalau ada waktu Aku pasti akan mampir" ucap Rian.
"Kalau kamu sibuk Aku kan bisa berkunjung ke tempat kerjanya kamu, apa kamu tidak merindukan Aku sayang?" tanya Putri Abimayu yang melirik ke arah Hyuna, Tetapi Hyuna yang ditatap membuang mukanya ke arah lain karena menurutnya hal itu bukanlah urusannya hanya saja merasa risih dengan apa yang mereka lakukan.
"Perempuan itu siapa dan Aku akui Dia lebih cantik dari saya z apa Dia yang diincar oleh Rian?"
"Ya Allah ternyata di jaman now seperti sekarang ini kenapa semakin banyak perempuan yang modelnya kayak Dia yah, seakan-akan dia tidak punya sopan santun dan tata Krama budaya orang timur".
"Hari ini Aku ingin menghabiskan waktu bersama dengan Hyuna tapi kenapa perempuan jahat ini muncul di saat yang tidak tepat".
"Mbak kalau sudah selesai urusannya bolehkah Rian ikut dengan kami? ini masih jam kerja Rian loh Mbak dan kami belum belanja sama sekali dan kebetulan perutku sudah lapar banget nih" ucap Hyuna yang sudah jengah melihat tingkah laku dari Putri yang katanya tunangan Rian, tetapi Hyuna menyembunyikan raut wajah jengkelnya di hadapan mereka.
"Mas besok kita lihat cincin tunangan kita yah, dan jangan lupa tinggal sebulan lagi kita akan segera menikah jangan lupakan itu, dan satu hal lagi, Kamu harus berhati-hati dalam bertindak jika tidak menginginkan hal seperti dulu terulang kembali lagi" ucap putri yang berbisik di telinga Rian.
__ADS_1
"Kenapa sih perempuan ini kayak keganjengan banget yah dan apa Lagi itu mencium pipi seorang pria di hadapan orang banyak lagi".
"Maafkan Putri Tante yang sudah mengganggu aktivitasnya Tante, oiya nanti Kalau kami bertunangan Tante juga bisa datang dan Putri akan mengundang secara khusus Tante dan anak Tante" ucap putri sambil mengarahkan pandangannya ke arah wajah Hyuna.
Hyuna yang ditatap hanya tersenyum terpaksa dan kembali lagi tidak menampakkan wajah jenuhnya agar tidak membuat Putri curiga kepadanya.
"Insya Allah, yang penting kamu undang Tante, pasti Tante akan datang" ucap Mama Elisabeth.
"Putri tunggu kedatangan Tante dan anak Tante yang cantik, Putri sangat berharap kalian hadir di Acara pentingku" ucap putri.
Putri adalah seorang anak tunggal dari seorang pengusaha batu bara yang berasal dari Kalimantan timur tetapi lebih memilih hidup dan tinggal di ibu kota negara tercinta kita. Putri sedari kecil memiliki suatu penyakit yang hanya dirinya dan ke dua orang tuanya yang tahu jika Dia sakit. Keluarganya sengaja menyembunyikan penyakit tersebut dari khalayak umum dikarenakan mereka malu. Karena penyakit ini lah sehingga Pak Abimanyu dan istrinya tidak ingin mengekang Putri dan seakan-akan mengijinkan putrinya itu melakukan apa pun asalkan penyakitnya tidak kambuh lagi. Tapi itulah putri yang sangat lihai dalam menyembunyikan penyakitnya dari orang lain bahkan menipu ke dua orang tuanya jika dia sudah sembuh. Putri mengidap penyakit yaitu memiliki kepribadian ganda.
Kepribadian ganda adalah suatu penyakit yang diakibatkan oleh adanya traumatis yang dialami oleh penderitanya sewaktu kecil baik itu siksaan atau pun kekerasan yang mereka dapatkan sewaktu mereka masih kecil. Penderita kepribadian ganda kadang melupakan apa yang telah dia lakukan dan membuat di penderita sifatnya akan berubah dalam waktu hanya 39 menit saja yang tiba-tiba tertawa bahagia dan tanpa sebab langsung marah walau pun hanya masalah sepele saja.
"Hyuna menurut kamu Putri itu gimana?" tanya Mama Elisabeth yang membuka percakapan diantara mereka karena sedari tadi tidak ada yang berkomentar atau pun memulai untuk berbicara.
"Maksudnya Aunty apa, Hyuna tidak ngerti maksud Aunty" ucap Hyuna yang heran sekaligus bingung dengan pertanyaan dari Mama Elisabeth.
"Maksudnya Tante itu, Kalau kamu perhatikan Putri calon tunangannya Rian itu sifatnya gimana menurut penilaian kamu?" tanya Mama Elisabeth yang memperjelas perkataannya dan melirik ke arah Rian yang kebetulan berada jauh dari mereka sehingga mereka bebas berbicara dan merasa tidak enak jika Rian mendengar perbincangan mereka yang sedang membahas tunangannya.
"Kalau boleh jujur sih sesuai yang Hyuna lihat sepertinya ada yang disembunyikan oleh Putri tapi Hyuna tidak tahu dan melihat gerak geriknya tadi pun Hyuna curiga dan merasa ada yang aneh" ucap Hyuna yang kembali mengingat gesture dari tubuh Putri.
"Kok pikiran kita sama yah, dan Tante sangat yakin jika ada rahasia besar yang dia sembunyikan dari orang lain" ucap Mama Elisabeth lagi.
__ADS_1
Sedangkan Rian sedari tadi mendengarkan perbincangan mereka secara diam-diam.
"Ternyata mereka juga curiga dengan sikap dari putri, Aku harus gimana agar bisa terbebas dari putri?".
Mereka berbelanja hingga sore hari, tidak ada kebutuhan pokok untuk mengisi stok bahan makanannya yang ada di lemari pendinginnya. Sebenarnya Mama Elisabeth tidak perlu repot-repot untuk berbelanja dan berbaur dengan orang lain dan antri yang membuat mereka harus berdesakan dengan orang lain juga. Hanya tinggal menekan nomor hp nya maka segala kebutuhan pokok dan keperluan dapurnya sudah tersedia.
Tapi Mama Elisabeth menginginkan menjalani hari-harinya dengan penuh keikhlasan, Kesabaran dan tidak ingin terlalu dimanja oleh suaminya. Rian langsung bergegas ke arah tempat bumbu masakan yang khusus untuk membuat masakan khas Korea tersebut yang kebetulan sudah mereka ganti dengan sesuai Permintaanya Mama Elisabeth yang tersenyum manis ke arah Hyuna dan memberikan kode kepada Hyuna untuk terdiam karena Rian sudah berjalan ke arah mereka. Mereka tidak ingin jika Rian mendengar percakapan diantara mereka.
"Tante sepertinya ada yang Tante belum ambil?" tanya Hyuna yang memeriksa isi dari troli belanja yang di dorong oleh Rian.
"Coba Tante periksa lagi mugkin Tante lupa untuk mengambil bahan tersebut z kalau gitu kamu pergilah untuk mengambil bahan tersebut dan Tante yang akan antri di sini" ucap Mama Elisabeth.
Hyuna pun berjalan ke arah Rak tempat bahan masakan Korea tersebut dan Ingin meraihnya tapi langkah tangannya hanya menggantung di udara karena Rian yang langsung meraih bungkusan tersebut yang Hyuna tidak bisa mengambilnya dengan menggunakan tangan kosong biasa saja.
"Makasih banyak" ucap Hyuna.
Rian hanya menganggukkan kepalanya dan langsung melenggang pergi dari hadapan Hyuna. Rian memasukkan sesuatu ke dalam tas selempang Hyuna yang dipakainya tanpa sepengetahuan dari Hyuna maupun orang lain.
...--------To Be Continued--------...
Makasih banyak Fania ucapkan kepada Readers yang masih setia membaca Karya receh Fania ✌️ Dan jangan lupa untuk budayakan setelah membaca untuk menekan Tanda Like, Favorit Vote dan Rate Bintang 5 yah Kakak all 🙏💗
by Fania Mikaila AzZahrah
__ADS_1
Makassar, Kamis 05 2022