Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 210. Kondisi Hyuna


__ADS_3

Happy Reading..


Harta, Tahta dan Wanita kadang menjadi momok yang menakutkan jika Seseorang tidak memiliki pengendalian intern yang baik. Sifat dan Karakter seseorang akan berubah jika tidak mampu untuk mengendalikan emosi dan ego dalam meraih dan menjaga ke tiga hal tersebut.


Seperti halnya yang dialami oleh keluarga besar Emre. Mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan seluruh harta dan kekayaan yang dimiliki oleh Oma Ella Nenek kandung Emre. Pamannya pak Mutahar menjadi tamak dan gelap mata setelah bertahun-tahun melihat harta yang begitu banyak tetapi tidak bebas untuk menggunakan harta itu.


Sehingga pak Mutahar dan antek-anteknya mencari cara untuk melakukan rencananya. Dan saat memiliki kesempatan Pak Mutahar pun melakukan aksinya. Bahkan tega meracuni dan membuat Ibu sambungnya dalam keadaan kritis dan juga menyiksa Keponakannya beserta istri dari Keponakannya sendiri.


Keadaan Emre sudah tidak sadarkan diri disaat pertolongan datang. Rina segera memangku Suaminya dan menangis histeris melihat kondisi Emre. Paman Hussein segera melarikan Emre ke rumah sakit terdekat dan Pak Mutahar beserta komplotannya sudah diamankan oleh pihak kepolisian.


Emre segera ditangani oleh dokter sedangkan Rina masih menangis tersedu-sedu dan sedikit trauma. Untung saja Rina tidak terguncang hebat seperti yang pernah dia alami dulu.


"Ya Allah selamatkan lah suamiku" ucap Rina yang berdiri di depan ruang operasi.


"Kamu harus kuat dan sabar" ucap Paman Hussein.


Kabar duka tersebut sudah sampai ke tanah air tercinta dan membuat keluarga besar Wiguna kembali terkejut karena masalah yang dihadapi Hyuna belum selesai sekarang mereka mendapatkan kabar yang sangat mengejutkan tentang insiden yang dialami oleh Emre dan Rina.


Setelah beberapa jam operasi yang dilakukan oleh tim dokter untuk menyelamatkan Nyawa Emre pun sudah selesai dan Emre sudah terbebas dari masa kritisnya.


"Gimana dengan kondisi suami saya Dok??." tanya Rina.


"Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai yang kita harapkan, tuan Muda Emre bisa diselamatkan dan kondisinya pun sudah terlepas dari masa kritisnya" jelas dokter yang menangani Emre.


"Alhamdulillah" jawab Rina dan pak Hussein bersamaan.


Emre pun dipindahkan ke ruangan perawatan VVIP. Rina sudah bisa bernafas lega karena kondisinya sudah stabil. Sedangkan pak Mutahar dengan banyaknya bukti-bukti kejahatannya akhirnya Pihak polisi memutuskan hukuman penjara seumur hidup sedangkan anggota keluarga Emre yang terlibat pun tidak terlepas dari hukuman bahkan mereka telah diusir dan dikeluarkan dari istana Oma ella. Kondisi kesehatan Oma Ella pun berangsur membaik dan sudah bisa bergerak dan berbicara normal.


Sedangkan di dalam negeri..


Arya dan yang lainnya sangat tidak percaya dengan kabar mengenai kondisi Hyuna. Delia menceritakan tentang apa yang dia lihat dan rasakan saat dirinya tempo hari mengunjungi Hyuna. Arya pun meminta kepada Adrian untuk bersamanya ke rumah sakit Jiwa untuk melihat langsung kondisi dari Hyuna. Dan ingin memastikan apa kah kecurigaan dan keraguan Delia berdasar dan sesuai dengan fakta yang ada.


Arya berangkat ke rumah sakit bersama Adrian. Arya tidak lupa menelpon Aditya untuk memeriksa semua Cctv di rumah sakit jiwa dan di rumahnya sewaktu Hyuna dinyatakan gila dan dibawa ke RSJ.


Awalnya kedatangan Arya dan Adrian tidak diterima dengan baik oleh pihak rumah sakit dan seolah-olah mereka dihalang-halangi untuk masuk dan bertemu dengan Hyuna.


"Maaf pak kondisi Hyuna sangat tidak baik bahkan Hyuna sering mengamuk bahkan kemarin sempat melukai petugas pak" tutur perawat yang berkilah untuk menghalangi Arya masuk ke dalam rumah sakit.


"Benar apa yang dikatakan oleh rekan kami kalau Nona Hyuna diamankan ke dalam ruangan isolasi yang tertutup agar tidak ada lagi korban jiwa pak" ucap Perawat A.

__ADS_1


Tapi apa yang diutarakan oleh Mereka tidak menyurutkan niat dan langkah Arya dan Adrian untuk melihat langsung kondisi Hyuna.


"Sepertinya ada seseorang yang sengaja melakukan hal ini dan membuat Hyuna Semakin menderita" monolog Arya.


"Kalau kami tidak boleh masuk baiklah Saya akan menelpon tim pengacara Saya dan meminta bantuan kepada polisi" ucap Adrian yang menggertak ke dua petugas tersebut dan ingin melihat reaksi mereka.


Dan ternyata dugaan mereka benar ada sesuatu yang mereka sembunyikan. Arya segera menghubungi nomor handphone Pengacara dan pihak kepolisian untuk segera datang ke rumah sakit tersebut.


Untung Saja mereka sudah merencanakan dan menyiapkan semuanya sebelum datang ke sana.


Polisi dan pengacara langsung mencari pihak penanggung jawab rumah sakit bahkan dokter Rindiani yang datang saat itu kaget dengan suasana ricuh di rumah sakit. Karena pihak rumah sakit bersikeras untuk tidak mengijinkan mereka masuk.


"Maaf ada Apa??. tanya Dokter Rindiani yang sekaligus penanggung jawab rumah sakit.


"Maaf dokter Kami tidak diijinkan untuk masuk menjenguk keluarga kami yang sakit dengan alasan katanya Keluarga kami itu defresi berat dan tidak dalam kondisi yang baik bahkan katanya sudah menyakiti seseorang perawat makanya dari itu kami ingin melihatnya Secara langsung" jelas Arya.


"Tolong berikan laporan hasil pemeriksaan Nona Hyuna kepada Saya" perintah Dokte Rindi yang tidak ingin menerima bantahan.


Setelah beberapa saat, Dokter rindi mengijinkan mereka untuk masuk tapi masih ada beberapa pegawai yang melarang mereka. Sehingga dokter Rindi mengambil keputusan untuk mengamankan pegawai Yang melanggar tersebut untuk dibawa ke kantor polisi.


Tapi dokter yang sering menyuntikkan obat ke tubuh Hyuna segera menghubungi bosnya dan menginformasikan bahwa mereka sudah curiga. Karena terburu-buru untuk pergi Dokter gadungan tersebut meninggalkan barang bukti berupa botol bekas yang masih ada sisa Obatnya dan spoitnya alat yang dipakai untuk menyuntikkan obat tersebut.


Arya mencari keberadaan Hyuna dan ternyata Hyuna sudah terkapar di lantai dengan kondisi yang sangat mengenaskan, tubuh Hyuna penuh dengan luka, badannya kurus padahal belum satu bulan dirawat.


"Kakak tolong" ucap Hyuna dengan suaranya yang parau dan melambaikan tangannya ke arah Arya.


"Ya Allah Hyuna" teriak Arya.


Arya segera menggendong Hyuna dan berlari ke arah luar untuk membawa Hyuna ke rumah sakit DA untuk mendapat penanganan serius.


"Periksalah semua penjuru rumah sakit dan blok dan tutup jalan ke luar Jangan biarkan satu pun orang yang keluar dari sini tanpa melalui pemeriksaan" perintah Adrian Kepada anak buahnya.


Dokter Rindi segera mengambil botol itu lalu memeriksanya dan mengatakan kalau obat itu tidak cocok dan sangat berbahaya jika dalam jangka waktu lama dipakai oleh seseorang. Dokter Rindi pun malu karena dibawah pimpinannya ada kejadian yang sangat mencoreng reputasi dan nama instansi kedokteran.


"Bantu pihak polisi untuk mencari pelaku nya" perintah dokter Rindi kepada pihak keamanan rumah sakit setelah menemukan botol obat dan suntikan yang tercecer di lantai.


Semua pegawai dan suster yang menghalangi Arya juga sudah diamankan oleh pihak kepolisian tetapi polisi langsung menyerahkan mereka kembali ke tangan Anak buah Arya agar mereka yang menangani komplotan penjahat tersebut.


Adrian mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Dokter yang menangani Hyuna dan anggotanya. Arya sudah meneteskan air matanya melihat kondisi Hyuna.

__ADS_1


"Maafkan Kakak yang tidak becus menjagamu" ucap Arya yang tidak kuasa menahan tangisnya melihat Hyuna.


Anggota keluarga Wiguna sudah berada di rumah sakit menunggu kedatangan Hyuna. Mereka sudah menangis setelah mengetahui yang terjadi dengan Hyuna.


"Ya Allah Hyuna Maafkan kami yang tidak percaya jika kamu sudah sembuh dan lebih percaya kepada Dokter itu" ucap Ibu Ratu maminya Alan.


Mama Elisabeth langsung mengelus tangan Mertuanya Hyuna.


"Sabar dan kita harus menjaga Hyuna demi kesembuhannya, kasihan Arjuna yang harus hidup tanpa kasih sayang Maminya." ucap Mama Elisabeth.


"Tapi aku curiga dengan semua yang terjadi di dalam keluarga kita jika ada seseorang yang sengaja membuat semua ini untuk menghancurkan keluarga besar kita" ucap Delia.


"Mulai dari kejadian penculikan Delia, Rangga tertembak karena Aulia diculik, dan terakhir kecelakaan yang dialami oleh Alan yang membuat Alan meninggal" ucap Emilia.


"Apa mungkin Dia dalang dibalik semua kejadian ini, tapi apa Dia belum ikhlas dan menerima kenyataan yang sudah digariskan oleh Allah kepada kami?." tanya Mama Elisabeth pada dirinya sendiri.


Hyuna pun sudah dilarikan ke dalam ruangan untuk segera mendapatkan penanganan intensif. Semua orang kembali menangis melihat kondisi Hyuna yang baru 1 Minggu lebih dirawat di RS, tapi sudah tampak seperti Mayat hidup saja.


Hanya karena persoalan cinta yang tidak berbalas sehingga membuat seseorang menjadi dendam dan gelap mata. Bahkan harus hidup dalam dunia kegelapan. Apa susahnya untuk berdamai dengan masa lalu dan menerima kenyataan yang ada. Dan ikhlas menerima takdir yang sudah digariskan oleh Allah.


"Ya Allah sampai kapan cobaan yang engkau berikan kepada kami akan berakhir??" ucap Ibu Ratu mertuanya Hyuna.


Sudah berjam-jam Hyuna di dalam ruangan intensif, Suster pun sudah keluar masuk membawa peralatan dan obat-obatan tetapi kondisi Hyuna masih ktitis.


"ya Allah selamatkan lah anakku dan sehatkan lah dia kembali agar segera berkumpul dengan kami seperti dulu lagi" ucap Mama Elisabeth.


Mereka tidak sabar menunggu hasil pemeriksaan medis dari Hyuna. Emilia menelpon Adrian untuk mengetahui perkembangan dari pencarian dokter yang menangani Hyuna. Tapi Dokter tersebut berhasil lolos dan ternyata dia bukanlah dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut. Karena Adrian sudah mencari informasi tentang jati dirinya ternyata namanya tidak tercantum di dalam daftar nama-nama dokter yang bekerja di rumah sakit jiwa Harapan.


To be continued..


Makasih banyak atas dukungannya 🙏


Mohon untuk memaklumi typo yang bertebaran.


Tetap dukung Bertahan Dalam Penantian yah Readers 🙏.


Makasih banyak.


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, tgl 08 April 2022


__ADS_2