Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 269. Lawan Yang Sepadan


__ADS_3

Happy Reading..


Hyuna awalnya duduk di samping Suaminya Alan, tetapi Hyuna takut dan khawatir jika gerakannya yang tiba-tiba akan menyentuh dengan tidak sengaja luka Alan. Sehingga Hyuna memutuskan untuk menarik kursi kemudian dua pakai untuk duduk di samping ranjang rumah sakit.


Alan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuna sambil memainkan benda kenyal yang ada di bawah hidung mancung nan bangir milik Hyuna. Hyuna sudah mengerti jika suaminya kembali menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar itu.


Alan menarik tengkuk leher Hyuna hingga semakin memangkas jarak mereka. Dan sekarang sudah tidak spasi yang memisahkan mereka. Hidung mancung ke duanya saling bertemu dan bibir mereka pun sudah merapat.


Deru nafas keduanya kian bertambah. Tanpa aba-aba Alan langsung menjilati bibir Hyuna dan **********. Benda kenyal itu menjadi tempat destinasi Alan saat ini.


Alan semakin melancarkan serangannya. Hyuna pun yang sudah mengerti langsung mengimbangi permainan suaminya. Mereka saling ******* dan menautkan ke dua lidah mereka di dalam rongga mulutnya.


Mereka bahkan sudah bertukar Saliva, hingga nafas mereka sudah tersengal dan ngos-ngosan karena pasokan udara yang masuk ke dalam rongga mulut mereka semakin menipis.


Hyuna semakin memiringkan kepalanya agar mendapatkan posisi yang nyaman untuk meladeni permainan Alan. Mereka sama-sama bermain dan hingga mereka merasakan kenikmatan baru lah mereka menghentikan permainannya itu.


Nafas keduanya memburu, Alan mendekatkan dahinya ke dahi Hyuna.


"I Love you Kim Hyuna" ucap Alan.


"I love you to Mas Alan" balas Hyuna.


Alan kemudian melap sudut bibir Hyuna setelah melihat ada sedikit Saliva di ujung bibirnya.


Tiba-tiba Hyuna baru teringat sesuatu yang sangat penting menurutnya. Dan wajah Hyuna nampak sangat khawatir.


Rian yang melihat hal itu langsung bertanya kepada istrinya.


"Ada apa sayang, apa yang terjadi?" tanya Alan yang sudah cemas dengan sikap Hyuna.


"Mas, Hyuna belum kb" ucap Hyuna yang langsung menutup mulutnya.


Sedangkan reaksi Alan diluar kendali Hyuna. Alan malah tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan dari Hyuna yang mengatakan dirinya belum sempat memakai alat kontrasepsinya.


"Ya ampun Hyuna, kenapa hal kecil seperti kamu risaukan sih sayang?as tidak masalah kok jika kamu hamil lagi dan mas sangat berharap di dalam perutmu ini tumbuh benih cinta kita sayang" ucap Alan sambil mengelus perutnya Hyuna.


Hyuna pun tersadar dari pikirannya yang berlebihan itu.


"Ingat kamu itu punya suami jadi wajar saja kalau kamu sampai hamil dan rencananya Mas emang mau buat Kim Hyuna hamil anak ke dua dari Alan Permadi Parker" ucap Alan dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya.


"Tapi kan Mas Arjuna masih kecil loh baru empat tahun apa sebaiknya kita tunda dulu saja keinginan untuk berikan adek untuk Juna?" tanya Hyuna.


"Maafkan Mas sayang, tapi Mas tidak ingin menunda-nunda lagi sedapatnya saja, Kalau Allah kasih rezeki adik untuk Juna kenapa tidak, Mas pasti sangat bahagia dan tugas kamu hanya menjaganya dengan baik benih cinta kita itu" ucap Alan yang selalu menghujani jemari tangan Hyuna dengan ciuman.

__ADS_1


"Sejujurnya Hyuna juga ingin punya baby girl seperti Kak Delia, Kak Desyy juga yang punya putri yang cantik-cantik" ucap Hyuna yang langsung menunduk dan menyembunyikan wajahnya yang sudah sangat merah.


Alan pun tersenyum melihat reaksi Istrinya dan langsung menengadahkan wajahnya ke atas.


"Kalau begitu jangan pakai apa pun untuk menundanya sayang kalau ada waktu kita go go gasfoll saja yah" ucap Alan yang kembali memainkan benda kenyal itu.


"Tapi sekarang cukup Yah mas, Hyuna capek mau tidur" ucap Hyuna yang memang tubuhnya kelelahan dan sangat ngantuk karena beberapa hari ini tidak bisa tidur dengan nyenyak.


"Kalau gitu kamu naik ke atas ranjang mas saja" ucap Alan sambil menepuk sisi ranjang yang kosong.


"Tapi mas janji tidak akan ganggu Hyuna yah Mas" ucap Hyuna yang menautkan jari kelingkingnya dengan jari suaminya.


"Ok Mas janji dan setelah kamu bangun mas akan bercerita tentang apa yang mas alami saat kecelakaan maut itu terjadi" ucap Alan yang sambil mengelus puncak hijab Hyuna.


Alan tidak hentinya tersenyum melihat tingkah polos Istrinya. Alan bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga kecilnya. Dan yang menjadi beban pikiran Alan adalah bagaimana caranya agar terbebas dari belenggu Putri perempuan psikopat itu.


"Aku harus segera menghubungi Bang Arya, untuk meminta bantuan kepadanya".


Sedangkan di dalam ruangan khusus yang berada di dalam kediaman Utama Keluarga besar Wiguna Albert Kim Said. Arya dan Aditya wajah mereka nampak sangat serius.


Aditya sedang bekerja keras untuk menembus pertahanan dari sistem keamanan orang yang sudah merencanakan ini semua.


Aditya yakin Kalau orang ini lah yang melakukan kejahatan beberapa hari ini. Karena hanya orang ini yang berani bertindak untuk mengacaukan sistem yang dimiliki oleh Arya dan Aditya.


"Iya Saya juga sudah curiga karena virus ini yang beberapa hari lalu berhasil mengganggu sistem keamanan Perusahaanmu" ungkap Arya.


Mereka sedang bertempur melawan penjahat itu melalui komputernya Aditya. Dan jika berhasil mereka pasti akan mengetahui siapa pelakunya.


Pintu ruangan itu terbuka lebar dan masuklah Dimas bersama Adrian yang kebetulan baru sampai dari Amerika. Adrian datang ke Indonesia untuk bertemu dengan klien barunya sambil bersilaturahmi dengan keluarganya.


Kedatangan dua orang itu tidak mampu mengusik pekerjaan Arya dan Aditya.


"Wajah kalian nampak serius, sepertinya ada sesuatu yang terjadi?" tanya Adrian yang tidak mengetahui kalau mereka sedang menghadapi musuh yang Lumayan kuat.


Dimas mengambil dua kursi untuk dirinya dan Adrian. Arya hanya menoleh sepintas ke arah Adrian.


"Alan masih hidup, apa kalian sudah tahu?" tanya Arya tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptopnya.


"Aku sudah dengar dari Dimas baru saja, tapi gimana mungkin itu bisa terjadi padahal kita sendiri yang memakamkan jenazah Alan ke dalam liang lahat, jadi itu mustahil dan apa kalian sudah yakin?" jawab Adrian yang malah bertanya balik.


"Papa Hendry sudah melakukan tes DNA dan hasilnya kalau Alan masih hidup tapi dengan wajah barunya, dan alasan kenapa wajahnya Alan berubah itu lah yang kami sedang cari, Walaupun hal itu bisa kita tahu hanya dengan bertanya langsung pada Rian" terang Arya.


"Rian?" tanya singkat Adrian yang tidak tahu siapa sosok yang dibilang Rian.

__ADS_1


"Rian adalah pria yang selama beberapa bulan ini bekerja di Villa Mama Elisabeth dan karena Rian lah kami tahu ada yang tidak beres, karena tiba-tiba cincin pernikahan yang selalu Alan pakai tiba-tiba berada di dalam tas selempang Hyuna" ucap Dimas yang membantu Arya menjawab pertanyaan dari Adrian.


"Terus" ucap Adrian.


"Gak ada yang belok kok masih terus" ucap Dimas dengan berusaha bercanda untuk mencairkan suasana ketegangan yang terjadi di dalam ruangan itu.


"Dan dari situ lah kami diam-diam menggali makam pria yang kita anggap Alan tersebut hingga kami mengetahui kalau itu bukanlah jazad Alan dan kami mengetahui itu semua juga bukan dengan mudah saja, tapi kami bahkan bertarung dengan beberapa orang yang kami tidak ketahui siapa orang itu" jelas Dimas.


"Sayangnya Saya tidak cepat datang kalau gini" ucap Adrian.


"Kamu datang ke Indonesia dengan siapa, di mana anak istrimu?" tanya Arya.


"Saya hanya seorang diri karena rencana awal saya dua hari saja di tanah air tapi mendengar penjelasan Dimas dan melihat ketegangan kalian Saya memutuskan untuk menetap beberapa hari di sini" tutur Adrian.


Mereka kembali hening dan tatapan mata mereka tertuju pada Laptop yang dimainkan oleh Aditya. Wajah mereka mengisyaratkan jika apa yang mereka kerjakan dan lakukan sekarang adalah tidak semudah membalik telapak tangan.


..............


Semoga Aditya segera berhasil menyusup ke dalam sistem pertahanan Penjahat itu yah Readers.


Yuk bantu mereka dengan doa dan like setiap Babnya BDP agar Aditya dan Arya berhasil.


Semoga suka dengan tulisan receh fania yah..


MAKASIH BANYAK FANIA UCAPKAN KEPADA SEMUA READERS YG TELAH SUDI UNTUK MAMPIR UNTUK MEMBACA NOVEL RECEHKU 🥰😘.


DAN JANGAN LUPA UNTUK MELETAKKAN JEMPOLNYA DI TANDA LIKE RATE BINTANG 5 DAN FAVORITKAN ✌️.


MAAF JIKA SELALU SAJA ADA TYPO ATAU PENGETIKAN KATA YANG SALAH 🙏.


Jangan Lupa untuk mampir juga ke Novelku yg lainnya dengan judul:


Cinta yang Tulus


Tidak ada Jodoh yang Tertukar


Makasih 🙏🥰😘.


...*********To Be Continued********...


by Fania Mikaila Azzahrah


Makassar, Rabu 18 Mei 2022

__ADS_1


__ADS_2