Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 62. Masih dengan Kisah AdEm


__ADS_3

Happy Reading...


Sejak Malam panjang itu, Adrian dan Emilia tidak pernah bertemu lagi, bahkan saling menyapa lewat Handphone pun tidak pernah mereka lakukan. Semua akses yang berhubungan dengan Adrian telah terputus. Pak Wiguna melakukan itu demi kebaikan mereka bersama.


5 Tahun kemudian, Demi Emilia kembali ke tanah air. Kembalinya Emilia ke Indonesia Hanya untuk membantu menjaga Delia istri dari Arya kakaknya, atas permintaan Mama Elisabeth. Emilia terpaksa kembali mengenang masa-masa kebersamaannya dengan laki-laki yang sempat membuatnya terbuai dalam mimpi indah. Laki-laki yang tidak bisa Emilia lupakan dalam hidupnya, semakin keras usahanya untuk melupakan Adrian semakin besar pula rasa cintanya. Hingga sampai detik ini, Emilia masih berharap suatu saat nanti dia akan kembali bersatu dengan Pujaan hatinya.


Flashback off.


Adrian masih tidak percaya Jika cewek yang sedang duduk dan menikmati makan malamnya adalah cewek yang telah berhasil memporak-porandakan perasaan,hati dan hidupnya. Cewek yang setiap saat dia rindukan kehadirannya.


Emilia adalah cewek pertama yang mampu mengetuk pintu hatinya, satu-satunya cewek yang pernah dia lewatkan malam panjangnya. Hanya Emilia seorang yang Bisa membuat Seorang Adrian tidak bisa melihat lagi kecantikan wanita lain. Hingga Adrian


sampai detik ini masih lajang.


"gimana kabarmu Emilia??" tanya Adrian.


"Alhamdulillah baik kk, kalau kakak gimana??". Tanya Emilia.


"Tidak baik semenjak perpisahan kita malam itu?" ucap Adrian.


"Aku tidak percaya kalau kakak tidak bisa melupakan semua kenangan indah kita, apa lagi sudah 5 tahun loh kak?"


ucap Emilia yang sengaja berbicara seperti itu untuk menguji dan mengukur sampai di mana kejujuran dan kesetiaan Adrian.


"5 tahun, bagi orang lain itu hanya 5 tahun tapi bagi kakak 5 Tahun itu sangat panjang bahkan Aku pernah berfikir untuk mengakhiri hidupku disaat aku tidak bisa mendengar suaramu,tawamu, dan melihat senyummu, Aku tidak bisa menjalani hidupku dengan Baik tanpamu Emilia" ucap Adrian dengan mimik wajah yang sudah menampilkan kesedihan.


Hal itu terlihat jelas di kedua pasang Mata indah Emilia. Air mata Emilia mengalir Dengan sendirinya tanpa aba-aba dari empunya, bahkan Emilia sudah terisak setelah tahu apa yang dia alami dan rasakan selama mereka berpisah, Adrian pun rasakan.


"Tapi aku berusaha untuk kuat Emilia, karena aku yakin suatu saat nanti kita pasti akan bertemu lagi". ucap Adrian.


"5 Tahun kita tidak pernah bertemu lagi, Mungkin Ayah sudah menjodohkan kakak dengan wanita pilihan Ayah?" ucap Emilia.

__ADS_1


"Alhamdulillah, Kakak bersyukur karena Ayah tidak pernah berfikir dan tidak pernah menanyakan perihal itu, bahkan ayah tidak pernah menyinggung tentang jodoh Kakak" terang Adrian.


Emilia masih melanjutkan makannya sambil berbincang dengan Adrian. Emilia tidak percaya karena Emilia Sangat tahu bagaimana karakter Ayahnya Jika sudah memutuskan sesuatu pasti tidak akan pernah merubahnya lagi. Jadi Emilia kaget dengan penjelasan Adrian tentang Ayahnya yang tidak pernah menyinggung perihal perjodohan Adrian dengan cewek lain.


Emilia pun sebenarnya mengalami hal itu. Karena selama hidup di Amerika, Ayahnya sedikit pun tidak pernah bertanya kepada Emilia tentang cowok yang dia suka.


"Emilia Aku pernah mimpi dan mimpi itu tidak Hanya satu kali saja aku alami bahkan lebih dari Dua kali" ucap Adrian.


"Maksud Kakak mimpi, mimpi apa Kakak kalau Emilia boleh tahu??" Tanya Emilia sambil mengaduk minumannya yang sudah tidak dingin lagi.


"Suatu malam dan tepatnya 1 tahun perpisahan kita, Kakak bermimpi melihatmu menggendong seorang anak bayi laki-laki di sebuah taman dekat apartemenku, dan bayi itu sangat mirip denganku" ucap Adrian.


Tiba-tiba Emilia terbatuk setelah mendengar perkataan Dari Adrian. Adrian Langsung memberikan Segelas air putih untuk Emilia.


"Itu hanya bunga tidur kakak, jangan diambil hati, Mungkin kakak seharian bertemu dengan seorang anak bayi atau mungkin Kakak juga menginginkan bayi itu, Makanya bayi itu Hadir dalam mimpi Kakak" ucap Emilia yang nampak gelisah.


"Tapi Kakak bermimpi bertemu dengan bayi itu bukan cuma sekali, tapi sering aku mimpikan bayi itu loh Emilia, Bahkan dua hari yang lalu, Bayi itu datang lagi ke dalam mimpiku tapi wujudnya tidak seperti Pertama aku lihat, Bayi itu sudah menjadi anak-anak laki-laki yang lucu, Tampan dan pintar, tapi aku heran Emilia kok wajah anak laki-laki itu lagi-lagi mirip denganku??" tanya Adrian.


Handphone Adrian pun tiba-tiba berdering. Adrian segera mengangkat telponnya karena yang menelpon adalah Arya.


"Emilia Kakak pamit dulu, ada yang menelpon dan ini sangat penting, gak apa-apa kan aku tinggal sebentar?" ucap Adrian.


"Tidak apa-apa kok kakak, aku bisa jaga diri kok" ucap Emilia.


Adrian segera berlari Kecil sambil mengangkat telponnya.


"Halo Arya, kamu dari mana saja, dua hari Aku hubungi tapi nomor kamu selalu di luar jangkauan" tanya Adrian.


"Posisiku sekarang di tengah hutan dan baru Saja handphoneku dapat sinyal, Makanya aku segera menghubungimu" Ucap Arya.


"Kamu baik-baik saja kan Arya??" tanya Adrian dengan cemas.

__ADS_1


"Alhamdulillah Allah melindungi dan membantu kami Adrian, Padahal aku sudah hampir putus asa dengan keadaan di sini" ucap Arya.


"Aku akan kirimkan bantuan segera ke lokasi keberadaanmu" ucap Adrian.


"Oke, aku tunggu, ingat bawalah alat pelacak yang Bisa membantu dan kerahkan seluruh anak Buah Ayah yang Paling kuat dan persenjatai mereka dengan lengkap, Karena musuh kita bukan Orang sembarang yang bisa kita sentuh" ucap Arya panjang lebar.


"Kamu hati-hati dan jaga baik-baik Delia istrimu Arya dan posisi kamu aman kah Arya??" tanya Adrian.


"Aku berada tidak jauh dari markas Mereka, oiy mobilku aku simpan di jalan tidak jauh dari hutan, aku sengaja menyimpannya agar mereka tidak curiga dan lebih aman jika aku berjalan kaki" ucap Arya.


"Baiklah, selalu waspada dan jangan gegabah"


"Siap" ucap Arya.


Sambungan telpon pun terputus, Adrian segera ke markas besarnya untuk menyiapkan Perlengkapan yang akan dia bawa beserta memilih anak buahnya yang paling terbaik.


Arya melanjutkan pengintaiannya dan berharap keadaan keluarganya di dalam sana baik-baik saja.


Sedangkan di Dalam sel tempat Sikembar dan neneknya disekap, Mereka Sudah tampak kelelahan dan dalam kondisi yang tidak baik. Dikarenakan mereka belum makan dan minum selama mereka berada di ruang bawah tanah itu.


TBC...


Ayo dong kakak Spam Koment di Setiap Episodenya 🙏🙏


Tetap Dukung BDP Yah Readers 🙏🙏🙏.


Jangan lupa untuk meletakkan jempolnya di Tanda Like, Favorit dan di kolom komentar untuk penyemangat FANIA untuk Update Kakak 🙏🙏.


FANIA Ucapkan Makasih Banyak kepada kakak Readers yang telah memberikan dukungannya selama ini kepada BDP 🙏🙏🙏.


Terus pantengin Updatenya yah Readers 🙏🙏💞💗

__ADS_1


__ADS_2