
Happy Reading...
Hari ini anggota keluarga Wiguna merencanakan berbagi berkah dengan keluarga yang tidak mampu dengan cara menyantuni anak yatim, memberikan sedekah kepada fakir dan miskin serta berbagi sembako dan takjil bagi pengguna jalan raya. Dan sebagian dari mereka ada yang langsung mendatangi perkampungan yang terdekat dari kediaman Utama Wiguna. Semua langsung berbaur dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan tidak sekat jarak pembeda diantara mereka.
Hyuna sangat bahagia karena merasa sangat dibutuhkan dan disayangi oleh orang-orang yang datang dan bertemu langsung dengannya.
"Makasih banyak nak, semoga kamu selalu bahagia dan dilindungi oleh Allah SWT" ucap seorang nenek tua yang mendapatkan bantuan langsung dari tangan Hyuna.
"Amin ya robbal Alamin, Makasih banyak Nek, atas do'anya". ucap Hyuna yang tersenyum bahagia dan tulus kepada setiap warga yang mendapatkan bantuan.
Apa yang dilakukan oleh anggota keluarga Wiguna menjadi tranding topik hari itu hingga beberapa hari ke depan. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan moment tersebut. Ada yang siaran langsung ke Sosmednya ada yang sekedar mengambil foto aksi mereka dan ada yang kagum dengan paras dari wajah hot Daddy dan Mommy kece. Ada juga yang berselfi dengan mereka. Kesempatan kali ini benar-benar menjadi ajang dan kesempatan bersosialisasi dengan masyarakat dan menjadi kenangan yang paling berkesan dalam hidup mereka.
Jauh dari hiruk pikuk kota M dan keramaian, di dalam sebuah Villa yang megah dan cantik. Dengan fasilitas Villa yang mewah dan lengkap, Ada sepasang perempuan dan pria yang sedang bernegosiasi demi kebaikan dan keamanan dari anak-anak dan cucunya.
"Kamu masih seperti dulu, masih sangat cantik walaupun sudah lebih 50 tahun umurmu dan ini lah yang selalu membuat aku tergila-gila dan terpesona" ucap pria itu.
"Tolong lupakan apa yang telah terjadi di antara kita di masa lalu, semuanya sudah berlalu" ucap Mama Elisabeth yang sudah cemas dengan sikap pria di depannya.
"Aku tidak akan pernah bisa melupakan saat indah kita dulu, dan aku ingin mengulang semua itu Elisabeth" ucap pria itu yang semakin mendekat ke arah Mama Elisabeth.
Mama Elisabeth pun berusaha untuk melangkah mundur dan tidak ingin disentuh oleh pria itu.
"Tolong jaga batasanmu Herry, ingat kita sudah tidak ada hubungan apa pun lagi, apa kamu sudah melupakan semua yang telah terjadi??." tanya Mama Elisabeth yang sudah nampak pucat karena takut.
"Aku tidak akan pernah melupakan setiap inci bagian dari tubuh, bahkan parfum dan ukuran cel*** masih aku ingat dengan baik" ucap pak Herry dan mengendus bau parfum dari tubuh Mama Elisabeth di ujung hijabnya.
"Tolong jangan seperti ini, aku mohon" ratap Mama Elisabeth saat tangan orang itu yang ingin menjamah tubuh bagian sensitif mama Elisabeth.
"Hahahaha, ternyata kamu masih seperti dulu, setiap kali aku meminta hal seperti ini pasti kamu akan ketakutan, Elisabeth apa salahku haaaa jika mencintaimu dan kenapa kamu tega meninggalkan aku dan lebih memilih hidup dengan Wiguna brengs**** itu, apa aku tidak pantas untuk kamu, apa salahku apa kurangnya diriku padamu??." tanya Herry Winata Jaya dengan volume suara yang sudah besar sambil menggenggam ke dua tangan Mama Elisabeth.
"Kita bukan suami istri lagi Herry, apa kamu lupa di malam aku melahirkan putra kita kamu tega meninggalkan aku demi perempuan itu dan bahkan kamu dengan sadarnya mempertontonkan kemesraan dan perselingkuhan kalian di depanku, di mana hati nuranimu saat itu, kalau kamu sudah melupakan semuanya aku akan mengingatkan kamu lagi". ucap Mama Elisabeth dengan suara lantang.
Sedangkan pria tersebut hanya terus terdiam dan tersenyum licik.
"Saat itu perutku sakit ingin melahirkan anakmu tapi kamu sama sekali tidak perduli bahkan berbagai ucapan kata-kata kasar yang seharusnya aku tidak dapatkan kamu malah melontarkan kata-kata itu di hadapan orang banyak, apa kamu sudah lupa?." ucap Mama Elisabeth dengan deraian air matanya.
__ADS_1
Henry menyadari kalau sikapnya dulu sudah sangat kasar dan kelewat batas yang tega menelantarkan Istri dan anaknya dan berselingkuh dengan perempuan yang tidak jelas.
"Apa kamu tidak pernah memikirkan sedikit pun perasaanku, sakitnya hati ini Herry, tiga tahun pernikahan kita tapi sedikit pun kamu tidak pernah memperlakukan aku dengan baik layaknya seorang istri dan malam itu kamu tega mempertontonkan bagaimana kamu berselingkuh di depan ke dua mataku hingga kamu mengusirku dan menceraikan Aku bahkan kamu tega memisahkan aku dengan ke dua anakku huuuuu" ucap Mama Elisabeth yang menggebu sambil menangis tersedu-sedu.
Pak Herry sama sekali tidak menyagkal semua perkataan yang dilontarkan oleh Mama Elisabeth Karena seperti itu lah kenyataan yang terjadi 39 tahun yang lalu.
"Dan disaat aku terpuruk ada seseorang pria yang suka rela membantuku mengjaga dan melindungiku dengan segenap hatinya dan Pria itu sahabat kamu sendiri tapi kamu malah menghancurkan hidup dan anak-anaknya, kamu di mana saja selama ini?? aku ingin memperjuangkan hakkku atas anak-anakku tapi kamu sedikit pun tidak pernah memperdulikan dan mempertemukan aku dengan mereka" ucap Mama Elisabeth yang tergugu sambil terduduk di lantai dengan deraian air matanya membasahi wajahnya yang masih nampak cantik.
"Elisabeth Maafkan aku, Aku terlalu bodoh waktu itu yang dengan mudahnya terperdaya oleh bujuk rayuannya, Aku sudah buta hati dan buta pikiran waktu itu karena kata-kata dan hasutannya sehingga aku tidak menyadari kesalahan aku itu, Maafkan aku Elisabeth" ucap pak Hendry yang ikut terduduk di lantai di hadapan Mama Elisabeth.
Mama Elisabeth tidak menanggapi perkataan dari mantan suaminya dulu. Pak Hendry adalah mantan suami pertamanya awalnya pernikahan mereka bahagia dan saling mencintai hingga kedatangan sosok perempuan di antara mereka yang membuat hubungan pernikahan mereka hancur dan dengan tega pak Hendry menceraikan mama Elisabeth di hari di mana dirinya melahirkan ke dua putra kembarnya. Dan diusir secara tidak terhormat dari Villa yang sekarang ini mereka berada.
"Aku mohon maafkan aku Elisabeth, Maafkan Aku, aku sangat menyesal dengan semua yang telah aku lakukan padamu, tolong kembalilah kepadaku Elisabeth" ratap pak Hendry.
Mama Elisabeth masih menangis dan duduk di lantai marmer yang begitu cantik ornamennya. Villa yang sangat besar dan megah itu menjadi saksi ke dua insan yang pernah bersatu dalam ikatan suci pernikahan tetapi harus hancur dan berpisah karena adanya godaan pihak orang ke tiga.
"Maaf Hendry aku tidak bisa" jawab Mama Elisabeth.
Perkataan dari Mama Elisabeth membuat pak Hendry murka dan langsung menarik tengkuk mama Elisabeth dan menci*** paksa, Mama Elisabeth yang tidak bisa menghindar terpaksa menerima perlakuan kasar dari mantan suaminya. Walau pun di dalam hatinya masih ada secuil rasa terhadap mantan suaminya. Mama Elisabeth meronta dan Ingin menghentikan apa yang diperbuat oleh Hendry tapi tak berdaya melawan kekuatan Laki-laki yang sudah kalap yang ada di depannya. Mama Elisabeth akhirnya pasrah. Setelah pasokan udara keduanya menipis baru lah pak Hendry melepaskan pangutan bibirnya.
Mama Elisabeth langsung menampar sekuat tenaganya wajah pak Hendry. Sedangkan pak Hendry hanya mengelus wajahnya bekas tamparan keras dari Mama Elisabeth. Pak Hendry tidak membalas perlakuan Mama Elisabeth bahkan dirinya sudah dijadikan Samsat oleh Mama Elisabeth.
"Maaf" ucap pak Hendry sambil memegang bibir Elisabeth yang masih basah dan sedikit bengkak akibat ulahnya sendiri.
Mama Elisabeth memalingkan wajahnya dari hadapan pak Hendry.
Beberapa saat kemudian mereka terdiam dan saling menyelami perasaan dan pikiran masing-masing. Hingga Mama Elisabeth bertanya tentang ke Dua buah hatinya.
"Tolong katakan di mana ke dua anakku, aku mohon pertemukan aku dengan mereka" ucap Mama Elisabeth yang terus memohon kepada oak Hendry.
Pak Hendry terdiam dan tidak ingin membuka suaranya karena dirinya pun bingung harus menjawab apa karena salah satu anak mereka yaitu putri mereka meninggal akibat perbuatan dari mantan istri selingkuhannya. Sedangkan putranya pun keberadaannya tak beliau ketahui. Semua ini ulah dari perempuan lukcnut tersebut yang tega menculik anaknya sehingga keberadaan buah hati mereka tidak diketahui hingga sekarang. Dan pelakunya yaitu selingkuhannya meninggal bersama putri mereka.
"Andai kamu menyayangi mereka pasti kamu tidak akan pernah meninggalkan mereka??." ucap pak Hendry agar Elisabeth tidak bertanya tentang keberadaan anak mereka.
"Sedikit pun aku tidak pernah melupakan ke dua buah hatiku yang ada bersamamu bahkan Aku berusaha mencari anakku tapi kamu selalu menyembunyikan keberadaan mereka dan menutup semua akses untukku, 9 bulan mereka aku kandung, tidak mudah aku melewati kehamilanku Waktu itu, tangis kesakitan waktu kelahiran mereka aku tidak hiraukan yang penting aku bisa melahirkan ke duanya dengan selamat tapi sekarang kamu menuduhku jika aku tidak sayang mereka??, ku mohon pertemukan aku dengan mereka Hendry." ucap Mama Elisabeth yang bersujud dihadapan pak Hendry
__ADS_1
"Maaf" cuma ucapan itu yang bisa pak Hendry ucapkan.
Mama Elisabeth langsung menatap tajam ke arah oak Hendry dan tidak mengerti dengan maksud permintaan maafnya.
"Maaf, maksudnya apa??." tanya Mama Elisabeth sambil menggoyang tubuh oak Hendry.
"Ayok katakan kepadaku mereka ada di mana aku ingin bertemu dengan mereka Hendry!." ucap Mama Elisabeth yang sudah putus asa.
"Maaf putri kita sudah meninggal dunia saat Dia diculik oleh wanita ibli*** itu sedangkan putra kita sampai detik ini aku tidak tahu keberadaannya" jawab pak Hendry.
Bagaikan petir di siang bolong, perasaan mama Elisabeth hancur sehancurnya saat Dia mendengar kabar tersebut. Mama Elisabeth semakin histeris menangis.
"Ini semua gara-gara kamu Hendry, kamu yang melakukan semua ini kepada anak-anakku, kamu tega, apa Salahku padamu haaa?." ucap Mama Elisabeth.
"Maafkan aku Elisabeth Aku terlalu bodoh dengan tipuannya" ucap sesal pak Hendry.
Mama Elisabeth pun berdiri dari posisi duduknya dan berjalan seperti orang gila saja.
"Tolong mengjauhlah dari hidupku" teriak Mama Elisabeth.
"Aku mohon kembalilah bersamaku dan kita cari bersama putra kita" ucap Pak Hendry lagi.
"Dan setelah semua yang kamu lakukan kepadaku kamu ingin kembali lagi denganku, Maaf aku tidak bisa" Ucap Mama Elisabeth saat dirinya sudah melangkahkan kakinya di depan pintu.
"Jika kamu tidak kembali dan hidup bersamaku lagi maka jangan salahkan kau jika satu persatu Anggota keluarga Wiguna yang kamu sayangi itu akan berakhir di tanganku" teriak pak Hendry.
Mama Elisabeth mengehentikan langkahnya dan tidak tahu harus berbuat apa lagi.
To be Continued..
Makasih banyak atas dukungannya terhadap BDP" Bertahan Dalam Penantian".
Typo Yang meresahkan mohon untuk memaklumi nya 🙏
Makasih banyak..
__ADS_1
By fania Mikaila Azzahrah
Makassar, 10 April 2022