
Happy Reading...
Lampu mobil yang dipakai Arman terus berkedap kedip. Tiang listrik menjadi sasaran empuk dari kecelakaan tersebut. Keadaan dan kondisi yang tidak stabil dan pengaruh derasnya hujan membuat kecelakaan tersebut tidak terelakkan lagi.
Mobil Arman menabrak tiang listrik hingga terbalik. Sedangkan pengendara mobil yang menyebabkan Arman kecelakaan hanya lecet sedikit dan berhasil kabur dari tempat kejadian kecelakaan.
Seorang perempuan yang membawa payung di tangan kanannya dan kantong kresek di tangan kirinya yang sedang berjalan dibawah guyuran air hujan karena ingin membuang sampah tanpa sengaja melihat kejadian kecelakaan tersebut. Perempuan tersebut berlari dengan kencang untuk menolong korban kecelakaan.
"Ya Allah apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini?." tanyanya pada dirinya sendiri.
Karina memeriksa segala penjuru mobil untuk mengecek adanya korban jiwa. Tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan sehingga pandangan Karina terbatas. Mobil yang terguling dan terbalik mengenai tiang itu pintu mobilnya terkunci. Karina sudah berusaha untuk menarik pintu itu tapi hasilnya sia-sia saja. Karina mendekatkan wajahnya ke kaca mobil bagian Supir dengan berjongkok melihat seseorang yang dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan bersimbah darah dibagian kepalanya.
kasihan sekali dengan pengemudi mobil sport itu, semoga saja masih hidup, aku harus mencari bantuan untuk segera menyelamatkan nyawanya.
Karina pun berdiri lalu berlari mencari bantuan. Karena sudah tengah malam jarang ada masyarakat yang terjaga dari tidurnya. Karina segera mencari bantuan ke pos ronda, biasanya di tempat itu pemuda banyak yang belum tidur karena main bareng mabar game online. Dengan payung yang masih berada di dalam genggamannya, Karina semakin mempercepat langkahnya setelah melihat masih ada beberapa pemuda yang berjaga di pos Ronda tersebut.
"Tolong... tolong ada orang yang mengalami kecelakaan di ujung perempatan jalan, mobilnya terbalik, tolong saya untuk membantu mengeluarkan Korban tersebut" ucap Karina dengan nafas yang memburu dan ngos-ngosan.
"Di mana kejadiannya??." tanya seorang pemuda.
"Di depan Dekat jalan belokan ke arah kompleks kita, ayo cepat kasihan korbannya" ucap Karina lagi.
Mereka mengamankan hp mereka masing-masing lalu berlari ke arah lokasi kecelakaan.
"Ya ampun ini mobil parah banget kondisinya" ucap pemuda A.
"Mobil mahal loh ini, lihat saja bannya" ucap si B.
"Iya aku yakin pemiliknya pasti anak sultan nih" timpal C.
Karina heran melihat pemuda itu yang hanya sibuk mengamati mobil tersebut tanpa ingin menolong supir korban kecelakaan tersebut.
"Apa yang kalian lakukan haaaa!! hanya sibuk dengan harga Mobilnya, kalau kalian penasaran nanti kita tanyakan kepada pemiliknya tapi selamatkan dulu korbannya kasihan Jangan sampai dia mati" ucap Karina.
Para pemuda tersebut berusaha untuk membuka pintu mobilnya Arman dan ada yang segera mengambil motor berserta jas hujannya.
Dengan susah payah akhirnya pintunya pun terbuka dan mereka mengeluarkan korban tersebut. Karina kaget melihat siapa korban kecelakaan tersebut. Ternyata korbannya adalah Arman.
"Ayo cepat naikkan ke atas motor sebelum terlambat dan jangan lupa pakaikan mantel hujannya" titah Karina.
Karina yang membawa motor tersebut dan seorang pemuda dibelakang yang membantu untuk memegang Arman sedangkan lainnya ikut menyusul mereka ke rumah Sakit. Dibawah guyuran air hujan Karina melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karena takut jika nyawa Arman tidak bisa ditolong lagi. Untungnya jarak dari tempat kejadian dengan rumah sakit tidak terlalu jauh.
Karina mengemudikan motornya hingga di depan pintu masuk Rumah Sakit lalu berteriak minta tolong.
"Tolonggg... Perawat tolong kami" teriak Karina.
Perawat yang lagi jaga segera membantu Karina dan pemuda itu untuk menaikkan tubuh Arman ke atas Bangkar rumah sakit lalu mendorongnya. Karina dan beberapa pemuda itu ikut mendorong Arman hingga ke depan pintu ruangan Operasi.
"Cukup di sini saja, kalian menunggu di luar" ucap suster yang mencegah Karina dan pemuda tersebut untuk masuk ke dalam ruangan dengan cara menghalau mereka dengan ke dua tangannya.
Mereka pun menuruti perkataan perawat tadi. Dokter pun segera masuk ke dalam ruang operasi. Hingga beberapa jam operasinya belum juga selesai. Karina mondar mandir di depan pintu ruang operasi seperti setrikaan saja.
"Karina kami pamit pulang dulu yah, kalau ada apa-apa kabari kami, sudah jam 2 lewat soalnya kita mau sahur jadi pulang dulu" ucap Si B.
__ADS_1
"Makasih bro atas bantuannya, tanpa kalian aku tidak akan bisa membawa tuan Arman ke rumah sakit" ucap syukur Karina kepada pemuda tersebut.
"Sama-sama bro, kami pamit pulang, assalamu alaikum" ucap mereka kompak.
"Ini dompet sama hpnya tuan yang kecelakaan itu" ucap Si A sambil menyorongkan benda itu ke tangan Karina.
"Waalaikum salam, hati-hati yah" tutur Karina.
Karina sudah memeluk badannya yang sudah menggigil karena kedinginan, seluruh pakaian yang dipakai Karina sudah basah kuyup.
Nanti juga kering, tapi gimana caranya aku menghubungi nomor keluarga tuan. Arman yah? Aku kan tidak tahu dengan kode kunci hpnya tuan Arman.
Karina kadang berdiri kadang duduk di bangku khusus penunggu pasien. Karina Ingin mencari makanan untuk sahur tapi karena Karina tidak membawa uang terpaksa Karina hanya minum air putih saja. Karina berjalan ke arah Resto rumah sakit dan meminta tolong agar diberikan air putih untuk sekedar mengganjal perutnya dan sebagai makanan sahurnya.
"Mbak bisa minta tolong, bagi segelas air putihnya yah Mbak, sedikit saja asalkan ada" ucap Karina yang berharap mendapatkan air putih untuk dia konsumsi sebagai sahurnya.
Penjaga resto itu memperhatikan Karina dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Cantik tapi sayangnya miskin dan meminta, hanya air mineral saja dia tidak mampu beli apa lagi pakaian yang bagus sambil geleng-geleng kepala.
"Maaf di sini tidak ada yang gratis Mbak, jadi tolong cari di tempat lain saja" ucap Mbak itu dan mengusir Karina dengan halus.
Karina langsung berjalan ke arah pintu keluar. Sudah jam 3 lewat, tapi karina belum sahur juga. Karina memeriksa kantong celananya karena teringat siang tadi ada pembeli yang memberikan dirinya uang lebih dari harga normal kue yang dia jual. Dan dengan berulang kali memeriksa semua kantong celananya dan untungnya ada selembar uang yang sudah basah yaitu uang dua ribu rupiah.
Alhamdulillah ada selembar uang 2rb, tadi aku lupa kalau Ternyata Aku sudah kasih semua ke ibu uang yang aku peroleh.
Karina berjalan ke arah belakang rumah sakit dan mencari penjual makanan ataupun minuman yang harganya sesuai dengan uang yang dia pegang. Karina sekarang sudah berdiri di depan warung kecil. Kemudian membeli air mineral dalam kemasan gelas plastik dan sisanya sebungkus Roti.
"Pak air gelas sama rotinya yah" ucap Karina sambil menyodorkan uang tersebut ke arah bapak penjaga warung.
"Maaf yah pak uangnya basah, soalnya tadi aku mengantar teman yang sakit ke rumah sakit hanya naik motor jadi pakaianku basah" jelas Karina.
"Kamu bisa sakit Nak kalau kamu terus-menerus pakai pakaian itu" ucap bapak tersebut sambil berlalu masuk ke dalam warungnya.
Karina duduk dan menikmati santapan sahurnya. Karina tetap bersyukur walau pun hanya makan sahur seadanya saja. Pak pemilik Warung tersebut berjalan ke arah Karina dengan menenteng satu lembar sarung.
"Ini sarung bisa kamu pakai, agar badanmu tidak terlalu dingin" ucap bapak tersebut.
"Bapak tidak perlu repot-repot kok, aku masih bisa tahan pak" ucap Karina yang menolak secara halus karena tidak ingin merepotkan orang lain.
"Tidak apa-apa nak, kalau kamu tidak mau mengambilnya anggap saja kamu pinjam jadi Kalau kamu ada waktu baru kamu balikin ke Sini" ucap bapak itu yang memaksa Karina untuk mengambilnya.
"Karena bapak memaksa aku akan ambil sarung ini" ucap Karina sambil tersenyum manis ke arah bapak tersebut.
Andai saja kau punya anak laki-laki pasti aku kan jodohkan dia dengan putraku sayangnya anak cewek pun tidak ada dengan senyuman terpaksa.
"Makasih banyak Kalau begitu pak, aku permisi dulu karena teman Saya sedang dioperasi, Assalamu alaikum" ucap Karina yang berpamitan kepada bapak tersebut.
Karina memegang sarung tersebut dan kembali berjalan ke arah ruangan operasi. Dan ternyata Arman masih belum selesai dioperasi. Karina pun memakai sarungnya karena kedinginan dan duduk di kursi tunggu. Karina terlelap di bangku tersebut. Hingga beberapa saat kemudian, operasi tersebut telah selesai dan berjalan lancar. Perawat keluar untuk mencari keberadaan orang yang mengantar pasien tersebut. Perawat tersenyum melihat Karina yang tertidur pulas di atas Kursi panjang tersebut.
Perawat sebenarnya kasihan untuk membangunkan Karina tapi karena administrasinya harus diselesaikan sebelum Pasien dipindahkan ke dalam ruangan perawatan.
"Mbak, Mbak bangun temannya sudah selesai dioperasi" ucap Perawat tersebut yang sedang berusaha untuk membangunkan Karina.
__ADS_1
Karina pun terbangun dari tidurnya dan langsung bangkit dan merapatkan sarungnya Karena cuaca semakin dingin.
"Maaf Mbak Saya ketiduran, mengantuk banget soalnya" ucap Karina yang malu-malu karena kedapatan tertidur.
"Teman Mbak sudah dioperasi jadi tolong selesaikan secepatnya administrasinya agar pasien segera dipindahkan ke ruangan perawatan" jelas Suster tersebut.
Karina bengong dengan perkataan dari Suster tersebut dan bingung mau ambil uang dari mana. Uang sepeserpun tidak punya. untuk Makan sahur saja cuma sepotong roti dan segelas air putih saja.
"Maaf Mbak, apa Mbak mendengar perkataanku?" tanya Mbak suster tersebut.
"Eeehhh maaf Mbak, Saya akan segera menyelesaikan semua administrasinya" Jawab Karina yang gelegapan karena terciduk sedang tertidur.
Lalu Karina bangkit dari duduknya, dompet yang sempat dia pegang tadi terjatuh. Karina pun memungut dompet itu. Lalu memeriksa isi dari dompet tersebut yang berwarna cokelat susu yang bahannya sangat lembut dengan merek terkenal.
Alhamdulillah aku bisa memakai kartu-kartu ini untuk membayar biaya perawatan dan operasi tuan Arman.
Karina merapikan rambut dan mencepol rambut panjangnya secara asal saja kemudian berjalan ke arah resepsionis dan bagian administrasi untuk melunasi biaya perawatan dan Operasi Arman.
"Maaf ini kartu bisa dipakai untuk melunasi tunggakan pembayaran perawatan atas Nama Arman Mbak??." tanya Karina yang mengambil kartu Kredit Milik Arman yang berwarna hitam.
Pegawai tersebut langsung mengambil kartu kredit tersebut.
"Maaf Nomor pinnya berapa?." tanya Mbak pegawai itu.
Karina pun bingung karena tidak tahu nomor pin kartu milik Arman. Karina memeriksa isi dompet Arman dan mengeluarkan semua uang yang ada di dalam dompet tersebut dan ternyata ada sekitar 5 juta isi dari dompet tersebut.
Aku ambil uangnya dulu yah pak untuk bayar uang muka perawatan bapak, aku tidak punya uang soalnya dan kartu kredit bapak juga tidak bisa aku pakai.
"Maaf apa saya boleh bayar segini dulu Mbak, nanti nyusul untuk pelunasannya" ucap Karina sambil menyodorkan uang sejumlah 5 juta tersebut.
"Kami terima uang ini tapi pihak rumah sakit menunggu Mbak untuk melunasinya hingga jam 1 Siang kalau Mbak belum melunasi nya terpaksa kami pindahkan Teman mbak ke Ruangan perawatan lain dan sisa pembayarannya adalah 245juta yah Mbak" terang mbak itu.
Karina kaget setelah mendengar total uang yang masih harus dia bayar.
Banyak mamat sih Mbak, boleh diganti sebagian pakai beras atau pakai jasa bersih-bersih hehehehe
" Makasih Mbak, Saya akan usahakan secepatnya" ucap Karina sambil berlalu dari hadapan Mbak itu.
Karina berjalan masuk ke kamar perawatan Arman sedangkan Arman sudah berada di atas Bangkar rumah sakit di dalam kamar perawatan VIP. Karena sudah pukul 4 pagi, Mata Karina tersisa 5 whatt, Karina pun terlelap di samping tangan Arman sambil duduk di kursi.
To Be Continued
...****************...
Makasih banyak Atas dukungannya terhadap BDP "Bertahan Dalam Penantian"
Jangan lupa Juga Mampir di Novel Fania yah yang terbaru bagi yang belum mampir 🤭✌️.
Judulnya "Cinta Yang Tulus".
Makasih banyak.
Fania Mikaila Azzahrah
__ADS_1
Makassar, 14 April 2022