Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 119. Jadi Tontonan Gratis


__ADS_3

Happy Reading...


Suasana yang sebelumnya Cukup Kondusif di dalam cabang Butik Andreas, Tiba-tiba pegawai dan Pelanggan jadi heboh dengan aksi akting yang super duper keren dari Rindu Calon istri Rangga yang tinggal menghitung jam mereka akan menikah.


Pegawai dan Security yang ada di Sana sebenarnya ingin mengamankan Rindu yang sudah mengganggu kenyamanan dan aktifitas Konsumen Butik Andreas. Tapi hal itu dicegah oleh Delia dengan memberikan kode kepada mereka.


Terpaksa Mereka Hanya bisa menjadi penonton Setia Saja. Rindu semakin dibuat di atas angin Saja, Karena Delia masih slow menanggapi perkataan Dari Rindu.


"Apa Aku salah jika datang ke Butik ini, Perasaan gak ada tuh aturan yang mengatakan Orang miskin dan yang penampilannya Jelek tidak bisa belanja di Butik Andreas" Ucap Delia.


"Emang tidak ada sih, Tapi apa Kamu tidak malu masuk ke Butik paling mahal di Kota kita dengan tampan dan penampilan yang sangat sederhana" ucap Rindu yang semakin ingin menyudutkan Delia dengan penghinaan Tapi bagi Delia, itu hanya angin lalu seperti Orang Kentut Saja.


"Terus, Kamu rugi yah kalau Aku ke Sini??" ucap Delia yang semakin mendekat ke arah Rindu.


Sedangkan Rindu entah kenapa merasakan aura yang tidak biasa. Rindu mundur dari posisi berdirinya. Rindu ingin menghubungi kekasihnya, Tapi Rindu belum memencet tombol aktif di Handphonenya, Rangga sudah masuk ke dalam Butik. Rindu sangat bahagia setelah melihat Rangga berjalan ke Arahnya. Rindu pun berlari menuju Rangga. Dan langsung memperlihatkan aktingnya yang lumayan Alami. Seperti seseorang yang sedang ditindas dan dibully.


Delia hanya menggapainya dengan senyuman saja. Delia bahkan tidak terpengaruh dengan kedatangan Rangga yang notabene Hanya bawahan dari Suaminya. Bahkan Posisi Rangga Hanya ketua Divisi Personalisasi Saja. Jika Delia menginginkan Rangga dan Rindu dipecat dari Perusahaan Sinopec Group Sangat mudah bahkan lebih sulit untuk mencari uang recehan di Jalan.


Rangga juga dibuat semakin jengkel saat Dia mendengar desas desus dari Orang-orang yang baru saja keluar dari Butik Andreas. Mbak itu berbicara dengan temannya mengenai perempuan yang membuat ulah.


"Aku heran deh, kok ada cowok yah yang mau menikahi perempuan model kayak dia yah??" ucap Konsumen Butik Andreas.


"Iya juga, kalau Aku cowoknya aku tidak bakalan sudi mau menikah dengan cewek itu" ucap konsumen satunya.


" kan kangen sama Kamu" Ucap Rindu yang dibuat sengaja lebih manja dan centil sambil merangkul lengan Rangga dengan posesif seakan-akan ada cewek yang akan merebut Rangga darinya.


Rangga sambil berusaha melepaskan rangkulan tangan Rindu yang dibuat jengkel dengan Sikap Rindu.


"Maaf Mbak, maksudnya Mbak ada cewek yang sedang bertengkar gitu, kalau boleh tahu nama cewek itu siapa??" tanya Rangga.


"Maaf Pak, Kami tidak tahu namanya tapi dari ciri-cirinya sih cewek itu memakai pakaian yang agak minim warnanya merah gitu" ucap Mbak itu.


Rangga langsung tahu kalau cewek yang dimaksud Mbak itu adalah Rindu. Rangga segera berlari masuk ke dalam Butik Andreas. Karena Dia khawatir kalau Rindu akan mempermalukan dirinya.


Rangga pucat seketika setelah tahu Kalau Rindu sedang mencari perkara dan Masalah dengan Delia istri dari Presdir tempat Dia bekerja.


Rangga semakin dibuat jengkel, karena takut jika hal ini membuat dirinya dipecat dari pekerjaannya.


Rindu melihat Rangga sedang berjalan ke arah mereka. Rindu langsung berjalan ke arah Rangga dan langsung bergelayut manja di lengan Rangga. Hal itu membuat Rangga jadi risih dan tidak enak hati.


"Rindu lepaskan, ingat kita ini sedang berada di tempat umum, tolong jaga sikapmu" ucap Rangga yang berusaha melepaskan pegangan tangan Rindu dari lengannya.


"Sayang, Aku takut sekali soalnya Ibu-ibu ini marah-marah sama Saya" ucap Rindu yang sengaja berbohong untuk menutupi kesalahannya.


"Assalamualaikum Ibu Delia" ucap Rangga yang sudah pucat.


"Waalaikum salam" ucap Singkat Delia.


"Sayang kamu kenal ibu-ibu ini yah??" tanya Rindu.


"Diam! Aku mohon berhentilah mengoceh" ucap Rangga.

__ADS_1


"Sayang kok kamu tega bentak-bentak Aku sih, Aku kan gak salah apa-apa?" ucap Rindu yang kembali berakting menangis.


"Kamu tahu gak siapa ibu-ibu yang kamu maksudkan, beliau adalah Istri dari Presdir Perusahaan Sinopec Group" ucap Rangga.


"Itu tidak mungkin deh Sayang, masa sich perempuan model gini istrinya Presdir kita?". tanya Rindu.


Rindu kaget mendengar penuturan Rangga tetapi Dia tidak mempercayai begitu saja perkataan Rangga. Karena sesuai yang Dia sering dengar dari karyawan lain kalau istri Presdirnya sangat cantik,modis dan baik hati.


"Kalau kamu tidak percaya sudah, yang jelasnya aku sudah mengatakan yang sebenarnya" ucap jengkel Rangga.


Rindu tetap tidak mau percaya, baginya itu hanya bualan Rangga saja yang ingin menghentikan keributan yang diciptakan oleh Rindu dengan cara berbohong.


"Sayang mereka telah menghinaku loh" ucap Rindu.


"Ya Allah ini cewek kok pinter banget aktingnya Yah, kalau boleh tahu kamu belajar aktingnya di mana sih??" ucap Dessy yang dibuat geram oleh Sikap Rindu.


"Sayang, kok Dia bilang aku lagi akting huhuuuhuhu" ucap Rindu sambil mengeluarkan Air mata Buayanya.


Dessy semakin dibuat jengah saja bahkan sudah tersulut emosinya.


"Dessy gak usah diladenin Cewek model kayak Mak lampir" ucap Delia.


"Apa kamu bilang Haaa! Cantik-cantik gini dibilang kayak Mak lampir??" ucap Rindu yang sudah mengeluarkan Sifat aslinya.


Rina Hanya diam dan tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka. Rina tidak ingin berurusan dengan Mereka lagi. Andai saja bisa Rina akan meninggalkan tempat itu Juga. Tapi Delia tidak mengijinkan Rina untuk pergi.


"Ucapan Teman aku itu emang benar adanya, bahkan kamu itu sudah melebihi mak lampir Saja" ucap Dessy.


Tapi aksinya berrhasil digagalkan oleh Delia. Delia langsung memelintir tangan Rindu ke arah belakang Tubuhnya.


"Aauuh sakit" ucap Rindu.


"Ini hanya peringatan buat kamu, jangan coba-coba untuk Buat keributan dan mengacau Butikku" ucap Delia.


Rindu kaget setelah mendengar perkataan Delia.


"Butik kamu, maksudnya kamu pemilik butik Andreas??" ucap Rindu yang tidak percaya dengan pendengaran.


"Jangan ngaco deh, itu tidak mungkin, Kamu itu terlalu banyak bermimpi, sadar lah ibu" ucap Rindu.


Delia menambah kekuatan tangannya untuk semakin mengeratkan pelintiran nya ditangan Rindu.


"Aahh sakit" ucap Rindu yang semakin merasakan Sakitnya akibat perbuatan Delia.


"itu hak kamu mau percaya atau tidak, lagian kamu percaya atau tidak aku tidak masalah dan tidak rugi sedikit pun" ucap Delia.


Rangga tidak tahu harus berbuat apa-apa, antara takut dan kasihan kepada Rindu. Tapi dia juga takut jika kelak dipecat. Itu sama saja Dia akan jadi gelandangan.


"Ibu Delia, Aku mohon lepaskan tangan Ibu dari tubuh Rindu" Ucap Rangga yang sudah memelas untuk meminta bantuan Agar Delia melepaskan tangannya.


Arya Hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya dari layar handphonenya. Arya tidak menyangka kalau Delia akan bertindak seperti itu. Arya masih anteng duduk di dalam mobilnya.

__ADS_1


"Kalau Kamu ingin Delia melepaskan Kekasihmu ini, gimana kalau kamu berlutut di depan kami" ucap Dessy.


"Ide bagus tuh, Aku Kok gak kepikiran ke situ Yah??" ucap Delia pura-pura bingung.


Rangga putus asa dan sudah tidak punya jalan keluar lagi. Akhirnya Rangga terpaksa memenuhi permintaan Dari Dessy. Nasib Rangga sudah seperti Sudah Jatuh tertimpa Tangga pula. Nasib Rangga kali ini Benar-benar Apes. Runtuh lah wibawanya. Yang selama ini terkenal Tegas,Baik dan ganteng yang suka menebar pesona di Perusahaan Sinopec Group.


"Eeeits Stop!, Kamu harus bersujud sambil mengatakan dengan kata-kata Aku mohon lepaskan Rindu Ibu Delia yang terhormat" ucap Dessy.


Dengan terpaksa Rangga memenuhi permintaan Dari Dessy. Rangga lakukan semua ini hanya karena takut Dirinya dipecat bukan karena Kasihan sama Rindu.


"Aku mohon dengan Sangat,Tolong lepaskan Rindu Ibu Delia yang terhormat dan yang paling Cantik" ucap Rangga.


Delia dan Dessy sangat puas dan bahagia melihat Rangga yang sudah tidak berdaya lagi.


Delia segera melepaskan tangannya dari tubuh Rindu. Tapi Rindu semakin dibuat geram saja dan tidak ada kapoknya. Karena Rangga tidak menjelaskan kepada Rindu Kalau Delia adalah istri dari Arya.


Delia sengaja melepaskan mereka dan masih punya rencana untuk mempermalukan Rindu Dan Rangga di depan orang banyak.


Tiba-tiba Pintu Besar yang terpasang kokoh itu terbuka lebar dan masuklah seorang yang penuh dengan kharisma, berwajah ganteng tentunya yang mengeluarkan aura dingin yang mencekam.


"Assalamu alaikum" ucap Salam Arya.


"Waalaikum salam" Jawab semua orang yang mendengar salam Arya.


"Maafkan Saya terpaksa datang terlambat" ucap Arya yang tidak ingin terlalu dekat dengan Delia Karena Dia tidak ingin Rindu tahu kalau Delia adalah istrinya. Karena Rindu itu tidak mempercayai perkataan Rangga dan ini menjadi keuntungan tersendiri untuk Arya dan Delia yang berniat ingin memberikan pelajaran kepada Rindu.


"Tidak apa-apa kok Kak" ucap Dessy.


"Katanya tadi udah ada di depan tapii Kok gak masuk?" ucap Delia.


"Tadi waktu Aku mau ke Sini, ada telpon dari Rekan bisnis Aku yang datang dari Amerika dan ingin segera dijemput, jadi kakak jemput Dia dulu baru Aku mengantar Dia ke Hotel, barulah Aku ke sini" ucap Arya.


"ohh gitu yah Kak" ucap Delia.


Entah kenapa hati Rina dibuat tidak enak dan takut setelah mendengar negara Amerika.


"Ya Allah ada apa dengan diriku??" monolog Rina.


TBC..


📢Typo Bertebaran📢


Alhamdulillah Fania bisa update 1 bab lagi.. Moga Hari ini bisa Crazy up.


Jangan Lupa untuk tetap mendukung BDP 🙏💞.


Makasih banyak..


by FANIA Mikaila AzZahrah.


Makassar, 18 Februari 2022.

__ADS_1


__ADS_2