
Happy Reading..
Pertemuan antara Hyuna dengan Daddy-nya sungguh mengharukan. Semua orang yang hadir di restoran tersebut terharu melihat pertemuan tersebut. Sedangkan ada seseorang yang dipojokan yang menutupi jati dirinya harus mengalami penyesalan yang entah sampai kapan dan akan berakhir sampai di mana.
Hyuna dengan tampilannya sungguh sangat menyejukkan mata bagi yang memandangnya, Tak terkecuali Alan. Alan sangat terpesona dengan penampilan baru dari Hyuna. Sehingga tanpa terduga Alan memberanikan dirinya untuk meminta langsung kepada Ayahnya Hyuna untuk menikahi Hyuna. Alan langsung to the poin tanpa embel-embel apa pun.
Hyuna awalnya kaget dan shock setelah mengetahui kalau Aditya ternyata adalah kakak kandungnya. Timbul penyesalan dalam diri Hyuna. Hyuna tidak menyangka ternyata dirinya pernah melakukan hubungan terlarang dengan saudaranya sendiri. Tanpa orang lain sadari air mata Hyuna meleleh. Air mata kebahagiaan karena sudah bertemu dengan Ayah kandungnya dan sekaligus tangis penyesalan.
Hyuna tidak tahu harus berkata apa lagi, diluar dugaan ternyata Aditya adalah kakak kandungnya. Hyuna dan Aditya sama-sama menyesal dengan apa yang mereka pernah lakukan.
"Uncle tanpa mengurangi rasa hormat aku pada Uncle, Alan ingin melamar putri uncle Kim Hyuna." ucap Alan yang berlutut di hadapan Pak Edward.
Semua orang yang berada di dalam ruangan Resto tersebut perhatiannya tertuju kepada Alan yang berlutut dihadapan Antara pak Edward dan Hyuna sambil menyodorkan setangkai mawar merah dan sebuah kotak buludru warna pink yang sangat cantik.
Tak ada yang mengucapkan sepatah kata pun melihat apa yang dilakukan oleh Alan. Mereka malah berharap dan berdoa agar lamaran Alan diterima. Pak Edward sebenarnya bahagia dengan niat baik dari Alan tapi Pak Edward tidak ingin mengambil keputusan begitu saja, Pak Edward pasti bertanya kepada Hyuna terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan apa yang pantas dan cocok untuk putrinya.
"Saya sangat senang mendengar niat baik kamu, Uncle belum bisa menjawab ya atau No, kalau kamu benar-benar serius dengan Hyuna tolong datang ke acara Kakaknya Hyuna nanti malam, Di sana uncle akan menjawabnya" ucap pak Edward panjang lebar.
Sedangkan Hyuna hanya menunduk dan malu. Hyuna sangat bahagia tapi disisi lain dirinya selalu menganggap Kalau Dia tidak pantas untuk Alan. Hyuna pun berniat untuk berbicara empat mata dengan Alan setelah Daddy-nya pulang.
"Saya tunggu kalian di Acaranya Aditya dan Helena dan kamu buktikan kepada Saya ketulusan dan keseriusan kamu" ucap pak Edward sambil tersenyum dan memandang ke arah Alan dengan penuh arti.
Pak Edward pun meninggalkan mereka dan yang lainnya segera mendekati Hyuna dan Alan. Mommy-mommy kece mendekati Hyuna dan mengucapkan selamat dan meminta Hyuna untuk menerima lamaran Alan.
"Hyuna, kami kaget melihat Alan melamar kamu langsung di depan Daddy mu, benar-benar nekat yah" ucap Elliana.
"Iya sangat berani dan Saya sangat bahagia jika kamu menerima lamaran Alan" ucap Dessy menimpali.
"Iya Hyuna terima saja, lagian Alan itu pria yang baik dan pasti bertanggung jawab" ucap Delia ikut nimbrung yang sangat kepo dengan jawaban apa nantinya yang akan diberikan oleh pak Edward.
"Kalau menurut aku sih Yes saja, coba lihat Alan apa kurangnya dia sebagai cowok, ganteng iya, baik iya, punya masa Depan yang bagus tentunya, iya gak sih??." ucap Emilia yang kembali melanjutkan untuk menghabiskan minumannya.
"Kok kita sependapat yah Emilia" ucap singkat Rina.
Hyuna tersenyum malu mendengar perkataan dari Kakak sepupunya. Sebenarnya perkataan mereka benar adanya tapi Hyuna kembali teringat akan hidupnya yang sudah tidak sempurna. Hyuna pun diam-diam mengirimkan Chat ke Nomor Alan.
Hp Alan langsung berdering dan segera mengambil handphonenya yang ada dikantong celananya. Alan tersenyum manis ke arah Hyuna sebelum membuka dan membaca isi dari chat Hyuna.
__ADS_1
"Boleh kita ketemu kak, tapi hanya kita berdua saja, ada yang ingin Hyuna katakan" isi Chat Hyuna.
Alan pun langsung membalas pesan Hyuna.
"Ok di Mana dan kapan??." balas chat Alan.
"Kita ketemu di kamar aku saja kak sebelum berangkat ke Hotel di acara kak Aditya" balas Hyuna.
Semua orang Kembali ke dalam kamar masing-masing dan beristirahat sejenak sebelum berangkat ke Hotel tempat pelaksanaan acara Resepsinya Aditya dan Helena.
"Ya Allah apa yang harus aku katakan kepada kak Alan, dan kalau Dia bertanya siapa Pria yang berhasil merebut mahkotaku aku harus jawab apa??." tanya Hyuna pada dirinya sendiri yang sudah berderai air mata.
Hyuna memandangi pemandangan kota Sidney dari atas kamarnya. Hyuna perlahan-lahan membuka pintu jendela kamarnya dan segera berjalan ke arah luar balkon kamarnya. Hyuna pun merentangkan kedua tangannya untuk menghirup aroma udara Australia yang sedikit mengurangi rasa khawatir dan sedihnya.
Hyuna pun sudah melaksanakan shalat ashar sebelum berdiri di Balkon kamarnya. Sehingga ada perasaan lega untuk mengahadapi kenyataan yang akan terjadi. Hyuna sudah pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah SWT apa pun yang menjadi keputusan Allah SWT itu lah yang terbaik untuknya.
Hyuna masih merentangkan kedua tangannya dan menutup ke Dua kelopak matanya. Tiba-tiba ada perasaan nyaman yang dirasakan oleh Hyuna. Hyuna awalnya kaget setelah menyadari kalau ada tangan yang melingkar di perutnya. Hyuna lalu membuka matanya dan menatap ke arah orang yang sudah memberinya rasa nyaman dan aman. Tapi orang tersebut masih menutup matanya dan ikut menikmati tiupan angin sepoi-sepoi di sore hari itu.
Hyuna tersenyum senang dengan kehadiran Alan. Hyuna bahagia tapi langsung kembali teringat dengan kejadian itu lagi. Hyuna pun melepas paksa pelukan Alan dari pinggangnya.
"Maaf" ucap singkat Hyuna yang sudah berjalan Ingin meninggalkan Alan.
Alan yang menyadari bahwa Hyuna menangis karena kemeja biru tua yang dipakainya basah terkena tetesan air mata Hyuna. Moga saja air dari hidungnya Hyuna gak ikut yah Readers hehehehe. Alan pun menengadahkan wajahnya Hyuna karena Alan ingin melihat langsung wajah Hyuna. Alan langsung menghapus jejak air matanya Hyuna dengan jari tangannya yang halus.
"Maaf, Aku tidak pantas untuk kakak nikahi dan aku tidak pantas kakak cintai" ucap Hyuna yang menyentuh hidung mancung Alan.
Mereka sekarang saling berhadapan dan berpelukan. Alan sangat sedih melihat kondisi Hyuna.
"Apa Aku tidak pantas untuk menikahimu Hyuna, apa aku tidak pantas untuk bahagia dengan wanita pilihan hatiku??." tanya Alan pada Hyuna.
Hyuna langsung menggelengkan kepalanya.
"Kakak sangat pantas untuk bahagia dan menikah tapi bukan dengan Hyuna" ucap Hyuna yang kembali menangis.
"Tolong katakan padaku apa alasannya kamu berkata seperti itu??." tanya Alan yang sudah mulai serius.
Hyuna tidak mampu untuk merangkai kata untuk menyampaikan kejujuran dan kebenaran itu.
__ADS_1
"Maaf Aku....." ucapan Hyuna terpotong karena Alan langsung meluma*** bibir Hyuna. Mereka pun saling berbagi, saling meresapi dan menyekami perasaan masing-masing lewat penyatuan mereka. Hingga pasokan udara menipis yang membuat mereka menghentikannya.
Hyuna menoleh ke arah lain karena sangat malu dengan apa yang barusan dua lakukan. Hyuna yang awalnya menolak tapi lambat laung Hyuna pun membalas cium** Alan yang dirasakan oleh Hyuna sangat lihai dan memabukkan. Alan menyentuh bibirnya yang masih basah. Alan pun tersenyum manis. Ini yang pertama kalinya Alan alami dan lakukan tapi Hyuna seakan-akan menuntun Alan untuk melanjutkan dan lebih lagi. Sedangkan Hyuna tidak menyangka pertahanan dirinya sangatlah lemah.
"Maaf Aku sudah tidak pera*** lagi kak" ucap Hyuna.
Awalnya Alan kaget dan tidak menyangka kalau perkataan itu yang akan dia dengar dari bibir Hyuna. Tapi bagi Alan itu bukanlah menjadi permasalahan yang harus dipertanyakan atau pun dikhawatirkan. Bagi Alan apa pun yang terjadi pada masa lalu Hyuna bukanlah haknya untuk mempertanyakan hal itu. Karena bagi Alan semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki hidup dan melupakan kesalahan itu.
Hyuna kembali berlari ke dalam kamarnya tapi Alan kembali memegang tangan Hyuna dan menarik tangan Hyuna dan kembali memeluk tubuh Hyuna.
"Apa pun yang terjadi dengan kamu di masa lalumu, Aku tidak permasalahkan dan tidak keberatan, Satu hal yang perlu kamu ketahui kalau aku sangat mencintaimu dan cintaku ini tulus" ucap Alan.
Hyuna hanya mematung dan tidak tahu harus berkata apa-apa lagi. Hyuna bahagia mendengar penuturan dari Mulut Alan. Hyuna pun akhirnya mengulurkan tangannya ke arah Alan. Alan pun menyambut tangan Hyuna dan langsung memakaikan cincin emas yang begitu cantik dan pas dijari manis Hyuna. Alan sangat bahagia setelah Hyuna menerima cincin tersebut.
"Makasih" ucap Hyuna yang tersenyum malu sekaligus sangat bahagia.
Alan pun berdiri dan berusaha mensejajarkan tingginya dengan tinggi Hyuna. Alan kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Hyuna. Hyuna yang awalnya Malu akhirnya memberi sinyal agar Alan melanjutkan apa yang ingin dia lakukan. Mereka kembali menikmati keindahan sore hari dengan melalui penyatuan bibir mereka. Perlahan-lahan tubuh Hyuna terbaring ke atas ranjang. Cium** Alan semakin menuntut, Hyuna pun perlahan memberikan akses untuk Alan. Mereka kembali melanjutkan di atas ranjang milik hotel. Dan yang terjadi lah sesuatu yang seharusnya tidak boleh terjadi kembali.
To Be Continued...
Fania sangat bahagia Baca Koment itu dan yang lainnya 🙏🙏🥰🥰
Makasih banyak Fania Ucapkan Kepada Readers yang masih Setia untuk mendukung BDP 🙏💗.
Apa yang terjadi dengan ke dua anak manusia tersebut 🤔🤔.
Helena dan Aditya masih menunggu giliran untuk merayakan pesta resepsi pernikahan mereka. Dan apa kah yang akan terjadi di pesta tersebut akan kah ada drama atau apalah itu???.
Yang penasaran dengan kelanjutan apa yang dilakukan oleh Alan dan Hyuna dok pantengin terus yah aahh BDP🙏✌️.
Makasih banyak..
by
Fania Mikaila Az-Zahra
__ADS_1
Makassar, 23 Maret 2022