Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 324. Wujud Cinta Seorang Istri


__ADS_3

Happy Reading..


Kadang lebih baik diam, daripada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tak bisa mengerti.


"Marahnya aku diam, kecewanya aku diam, dan ketika aku lelah menghadapinya, aku harap itulah saatnya untuk kamu diam."


Sometimes it's better to be silent, than to explain what we feel, because it hurts when they can hear but can't understand.


"My anger is silent, my disappointment is silent, and when I'm tired of dealing with it, I hope it's time for you to shut up."


Andreas dan Pricilla masuk ke dalam kamarnya. Mereka tidak menyangka jika ke dua orang tuanya akan datang ke Indonesia.


Andreas tidak memungkiri bahkan tidak bisa menampik, jika di dalam relung hatinya sangat merindukan kehadiran sosok ke dua orang tuanya.


Tetapi, rasa kecewa yang sangat dia rasakan seolah-olah menutupi rasa yang ada.


Andreas berdiri di balkon kamarnya sambil menikmati indahnya sunset di kala sore itu. Cilla sedari tadi, memeluk tubuh suaminya dengan sangat posesif.


Pricilla berada di belakang suaminya dengan menempelkan wajahnya di punggung lebar dan bidang itu.


"Abang, apa tidak ingin berbicara baik-baik dengan mereka?" ucap Pricilla dengan sangat hati-hati,dia tidak ingin perkataannya memperkeruh suasana.


"Heeemmm," balas Andreas.


Tanpa menolehkan sedikit pun Wajahnya ke arah Cilla berada.


"Abang, Kasihan Mami dan Papi kalau Abang diemin gitu," ucap Cilla lagi yang berusaha membujuk Suaminya untuk membuka pintu maaf untuk mereka.


"Apa Abang ingin suatu saat nanti anak-anak Kita juga memperlakukan kita seperti sekarang mengingat ini? kalau Cilla gak mau yah Abang, pasti Cilla akan sangat sedih Abang kalau kelak di usia tuanya Cilla ada yang perlakukan kayak gitu," jelasnya.


Andreas menyunggingkan senyumnya saat mendengar Istrinya berbicara seperti itu, seperti anak kecil saja.


"Abang, tidak orang yang sempurna, sama halnya dengan ke dua orang tua, mereka pun memiliki banyak kekurangan dan kelebihannya, tidak selayaknya dan sepatutnya Abang memperlakukan kasar mereka, sebaiknya kita berbicara baik-baik dengan mereka Abang," tuturnya Cilla.


Andreas membalik tubuhnya menghadap ke arah Cilla dengan senyuman khasnya yang terbit dari wajahku secerah Sunset sore itu. Andreas bahagia karena dia tidak menyangka jika sifat Istrinya yang sekarang dengan awal-awal mereka bertemu sangatlah jauh berbeda.


Cilla yang sekarang lebih baik, bijaksana, dewasa dan penyayang tentunya jika kembali melihat beberapa bulan yang lalu. Cilla yang egois,keras kepala, ceplas-ceplos dan bertindak semaunya.


Mereka saling berhadapan dan memandang satu sama lainnya. Andreas menyunggingkan senyuman tipisnya, sedangkan Cilla menatap suaminya dengan tidak berkedip.


Andreas lalu memajukan wajahnya dan menyerongkan sedikit kepalanya lalu membisikkan kata-kata yang membuat Cilla tersenyum tanpa ada bantahan sedikit pun.


"Baby, aku ingin itu, boleh yah sekali saja!" tanya Andreas yang seperti anak kecil yang merengek meminta mainan.


Cilla tersenyum dan merasa geli karena suaranya seperti seseorang yang menggelitik di telinganya.

__ADS_1


Andreas tidak sabar menunggu tanggapan dan jawaban dari istrinya tersayang. Cilla pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan Andreas yang menginginkan mengambil jatah di sore hari menjelang magrib itu.


Andreas pun semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh istrinya hingga dada bidangnya berbenturan dengan puncak mount Everest milik Cilla yang begitu padat, kenyal dan menantang.


Andreas tanpa aba-aba langsung ******* bibir seksi yang sangat memikat itu. Cilla mengalungkan kedua tangannya ke pinggang suaminya. Sedangkan Andreas memegang tengkuk leher jenjang Pricilla.


Ciuman mereka semakin lama semakin menuntut dan menginginkan hal yang lebih dari sekedar bertukar Saliva saja.


Semakin lama semakin membuat mereka terbuai dalam irama kissing yang begitu mendamba dan mengungkapkan perasaannya masing-masing.


Hingga nafas mereka semakin memburu dan ngos-ngosan. Pasokan udara yang semakin menipis membuat mereka harus mengakhiri ciumannya.


Deru nafas mereka saling memacu dan nafas yang keluar dari rongga hidung mereka saling bertabrakan satu sama lainnya.


Andreas menggendong tubuh istrinya yang sudah bertambah bobot badannya selama hamil. Tubuhnya Cilla semakin seksi menurut Andreas.


Andreas merebahkan tubuh istrinya dengan sangat hati-hati mengingat Istrinya yang sedang berbadan dua.


Cilla masih mengalungkan tangannya ke leher suaminya dan kembali berinisiatif untuk menciumi bibir seksi milik suaminya.


Mereka kembali beradu lidah dan saling mengecap satu sama lain. Mereka seakan-akan tidak ada kepuasan dari apa yang mereka lakukan sore hari itu.


Perlahan-lahan satu persatu pakaian yang menutupi seluruh tubuh indah mereka sudah terbang dan jatuh ke atas lantai keramik. Pakaian itu teronggok begitu saja hingga membuat kamar tidur itu sedikit berantakan dengan apa yang dilakukan oleh pasutri ini.


"Heemmmph, baby aku su-ka," ucap Cilla dengan terbata menahan gejolak di dadanya yang sudah membuncah hingga ke ubun-ubunnya.


Bagian intinya sudah berdenyut menginginkan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar belaian saja.


Dengan irama dan ritme yang sedikit pelan dan lambat hingga Andreas tidak kuasa menahannya lagi.


"Sabar baby, aku tuntaskan dulu yah bagian di atas," ucap Andreas yang tersenyum licik melihat istrinya yang sudah memerah wajahnya menahan gelombang pasang surut hawa naf su nya.


Dia dengan sangat hati-hati dan penuh kelembutan menancapkan tiang listriknya hingga seluruhnya masuk ke dalam segitiga bermuda yang sudah basah dan lembab sedari tadi.


Dengan ritme dan irama yang teratur, Andreas menggoyangkan dengan sangat hati-hati mengingat Isterinya yang sedang mengandung buah cinta mereka.


"Aauuhh Baby, kenapa semakin lama punyamu semakin membuatku melayang dan tidak terkontrol," racau Andreas.


Cilla hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulut Suaminya yang matanya sudah memancarkan kilatan penuh gairah.


"Heemmppphhh Baby aku sangat suka punyamu yang semakin membuatku tertantang saja," ujar Andreas yang semakin tidak terkontrol saja ucapannya.


Hingga sesuatu yang sedari tadi ingin mendesak keluar akhirnya keluar juga. Lava panas yang sangat hangat itu membasahi seluruh rongga rahim Pricilla hingga ke dasar yang harus paling terdalam.


Senyuman terbit dari sudut bibirnya ketika semburan lava panas itu membasahi milik istrinya.

__ADS_1


Mereka sama-sama tersenyum bahagia dan lega. Sesuatu yang seharian ini mereka tahan sudah terlaksana dan terlampiaskan dengan penuh kasih sayang.


Mereka melupakan candaan dari Dokter Aulia yang melarang mereka berhubungan intim di saat kandungan dan masa kehamilan Cilla yang cukup muda dan rentang terjadi sesuatu itu.


Dari itulah Andreas menggenjot tubuhnya dengan sangat pelan dan ektra hati-hati demi keselamatan calon bayi mereka.


Kebahagiaan Istri adalah disaat bisa memenuhi kewajibannya di atas ranjang. Seorang suami pun sama akan sangat bahagia dan lega serta plong jika apa yang mengganjal di dalam hati dan pikirannya bisa tersalurkan dengan baik di atas tubuh sang istri tercinta.


Berniat menyenangkan pasangan juga jadi bagian dari adab serta tata cara berhubungan suami istri sesuai Sunnah dan syariat Islam.


Istri yang baik dalam Islam adalah dia yang berniat menyenangkan suaminya dalam segala hal yang dilakukannya, termasuk saat bercinta.


Dalam Islam membahagiakan suami itu penting karena surga istri ada di bawah kaki suaminya. Suami pun juga harus memperlakukan istrinya dengan baik.


Karena hubungan intim suami istri tentu dilandasi dengan niat untuk saling memberi kesenangan pada diri sendiri dan juga pasangan.


Intending to please your partner is also part of the adab and procedures for marital relations according to the Sunnah and Islamic law.


A good wife in Islam is one who intends to please her husband in everything he does, including when making love.


In Islam, making the husband happy is important because the wife's paradise is under her husband's feet. Husbands also have to treat their wives well.


Because the intimate relationship of husband and wife is certainly based on the intention to give each other pleasure to yourself and your partner.


Makasih banyak atas dukungannya terhadap Bertahan Dalam Penantian🥰, jangan bosan untuk memberikan dukungannya kalian kepada BDP yah 👌.


Jangan Lupa untuk mampir ke Novelku yg judulnya:



Sang Penakluk


Cinta Yang Tulus


Tidak Ada Jodoh Yang Tertukar



Tetap Dukung BDP dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5, Favoritkan agar selalu mendapatkan Notifikasi Updatenya dan Votenya Juga serta Giftnya yah ✌️


********To Be Continued********


by Fania Mikaila AzZahrah


Makassar, Kamis, 23 Juni 2022

__ADS_1


__ADS_2