
Abang harap kedatanganku nanti adalah saat Kamu akan menjawab yes," ujarnya sebelum mengemudikan mobilnya ke arah luar halaman rumahnya Arya Wiguna.
Tubuh Zoe sehat total lebih cepat dari perkiraan dokter. Sehingga dia tidak ingin diantar masuk oleh Elang.
Zoe membuka pintu rumahnya dan dia terkejut melihat siapa yang buka pintu rumahnya.
"Nenek," teriaknya.
Zoe memeluk tubuh Mama Elisabeth dengan penuh kasih sayang dan kerinduan.
"Apa kondisi Nenek sudah baikan?" tanyanya yang masih memeluk tubuh Neneknya.
"Alhamdulillah Nenek sudah baikan Nak, kalau belum baikan mana bisa kembali ke Jakarta," ucapnya.
Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan hingga ke arah dalam rumahnya.
"Cucuku tambah cantik saja, baru berapa hari tinggal di sini sudah banyak yang berubah," ujar Neneknya.
"Aaahh Nenek bisa saja, padahal masih sama kok enggak ada yang berubah," balasnya.
"Kamu ke dalam saja nak, istirahat Kamu butuh waktu untuk pemulihan," timpal Mamanya.
"Zidane mana Ma, tadi sepertinya?" tanyanya ke arah Delia.
"Hanya masalah sepele saja, Polisi hanya salah paham jadi yah urusannya cepat kelar gitu," jawabnya.
Mama Elisabeth menatap ke arah menantunya yang meminta penjelasan apa yang sedang terjadi kepada cucunya. Mereka berbincang-bincang sambil berjalan ke arah kamarnya Zoe.
"Ada perempuan yang masuk ke dalam mobilnya Zidane dan ternyata usut punya usut perempuan itu kabur dari rumah suaminya, tapi alasannya aku gak tahu sih Ma, nanti lah kita tanyain hal tersebut kalau Zidan sudah pulang," jelasnya.
"Kenapa setiap hari semakin banyak saja ulah aneh orang-orang," ucap Mama Elisabeth yang menggelengkan kepalanya.
Mereka tersenyum menanggapi perkataan Neneknya. Orang yang tertua di dalam keluarganya.
Zidane bingung dengan apa yang terjadi dengannya. Hanya melihat senyuman manis Tante Listie membuat jantungnya berdegup kencang dan tiba-tiba rasa grogi menyerangnya seketika.
"Apa ini yang dinamakan jatuh cinta, tapi kenapa aku harus jatuh cinta pada istri orang?"
Pikirannya melanglang buana hingga ke tempat yang jauh sekali sedangkan tangannya masih setia di atas setir mobilnya.
"Aku tidak boleh jatuh cinta pada Tante Listie, aku tidak ingin dicap pebinor," sambil memukul sesekali setir mobilnya.
Mobilnya perlahan memasuki area rumahnya. Dia disambut dengan senyuman dan sapaan dari Security-nya.
__ADS_1
"Assalamu alaikum, selamat malam Tuan Muda Zi," tuturnya.
"Waalaikum salam, malam juga Pak Heri."
Mobilnya sudah memasuki garasi rumahnya yang sudah berjejer beberapa mobil mahal yang berbagai merek terkenal di dunia. Mobil itu berjejer rapi di dalam garasinya.
Zidane langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menemui Mamanya seperti kebiasaannya. Dia ingin bergegas mandi lalu menemui anggota keluarganya.
Zoe langsung melempar tasnya ke atas ranjang king size-nya. Lalu meraih handuk dan berjalan ke arah kamar mandi. Dia mengisi air hangat ke dalam bathtub nya dan masuk ke dalamnya.
Pikirannya kembali tertuju pada Tante Listie yang sudah berhasil mengusik ketenangan hidupnya. Dia tersenyum bahagia mengingat saat dia dengan tiba-tiba dipeluk oleh Tante Listy.
"Apa aku mencintainya? tapi semua rasa yang aku rasakan tidak boleh terjadi dia sudah menikah dan usia kami terpaut jauh sekali."
Dia berendam di dalam air dengan busa sabun mandi yang sudah memenuhi permukaan bathub tersebut. Wangi dari aroma terapi mampu membuatnya rileks dan santai.
"Aku harus membantunya,aku sudah berjanji padanya, dan semoga dia segera mendapatkan bukti yang kuat untuk segera menggugat cerai suaminya yang bajingan itu."
Sedangkan di dalam ruangan yang sangat mewah seorang perempuan sedang berendam di dalam bathtub nya juga. Dia kembali teringat saat-saat dia refleks memeluk tubuh pria brondong yang baru dikenalnya.
Senyuman tersungging di bibirnya saat teringat kembali dengan perlakuannya sendiri yang sedikit agresif memeluk tubuh Zidane.
"Kamu masih muda, tapi tubuhnya sungguh sangat seksi," tuturnya yang menertawai dirinya sendiri yang mulai tergoda dengan anak muda bau kencur itu.
"Jika Roy menginginkan tubuhku mulai detik ini aku harus pintar berakting dan berbohong, aku jijik disentuhnya lagi."
Dia segera menyelesaikan mandinya dan bergegas berpakaian secepat kilat. Dia tidak mau disiksa lagi hanya karena gara-gara terlambat. Dia menyalakan alat perekam video sebelum membuka pintunya.
Roi tidak tersenyum sedikit pun kepada istrinya. Bahkan dia memeluk erat seorang wanita yang berpakaian sangat seksi setengah telanjang.
Tangan Roy langsung memegang kuat dagunya Listie dengan cengkraman kuku tajamnya yang mampu melukai ujung dagunya.
"Aaahhh sakit Mas," teriaknya.
"Sakit!!! ini belum seberapa hukuman yang Kamu dapatkan akibat dari ulahmu yang nekat kabur dari Istanaku."
Listie merintih kesakitan saat kulitnya lecet dan terkelupas akibat tancapan kuku tajam Roy. Darah segar sudah menetes membasahi leher jenjangnya.
"Mas tolong lepaskan sakit sekali Mas," ucapnya yang meratap memohon agar segera dilepaskan.
"Aku tidak akan melepaskan Kamu, hari ini aku akan memberikan pelajaran yang sangat berarti untuk Kamu, agar Kamu sadar siapa Kamu di sini."
Roy menampar sebanyak lima kali wajahnya lalu dengan kuatnya mendorong tubuh Listie hingga terjerembek dan berbenturan dengan tembok.
__ADS_1
"Aaaaaaahhhhhhhh!!!"
Roy dan kekasih selingkuhannya hanya tersenyum melihat kesakitan yang dialami oleh Listie.
Listie terduduk di atas lantai dan mengelus punggungnya yang sakit. Tidak berhenti di situ, Roy kembali menarik rambutnya dengan sekuatnya hingga ada beberapa helai rambutnya terlepas dan rontok dari akarnya.
"Aaaahhhh su-dah Mas, sa-kit se-kali," teriaknya yang kembali disiksa.
"Listie lihat baik-baik apa yang akan Saya lakukan bersama Kekasih baruku, Kami akan melakukannya di depan matamu."
Roy berdiri lalu menginjak tangan kirinya Listie.
"Aaaaahhhhhhhh!!!!"
Teriakan kembali menggema di dalam kamar pribadinya Listie. Betapa sakitnya tubuhnya dipukuli berulang kali hingga dia menyerah dan tidak tahan lagi. Dia terbaring di atas lantai untuk mengurangi rasa sakitnya.
Mereka beradegan panas, bercumbu mesra di depan ke dua matanya. Tetapi, hal itu sama sekali tidak membuat Listi cemburu malahan membuatnya risih dan jijik.
Listie memalingkan wajahnya dan menatap ke arah alat perekamnya.
"Ya Allah tolonglah aku, bebaskan aku dari tempat terkutuk ini, aku juga ingin bahagia seperti perempuan di luar sana."
Tangisannya pecah seketika, dia sesegukan dan meratapi nasibnya yang begitu menyedihkan. Dia berharap besar pada Zidane untuk segera membantunya dan mencarikan solusi yang tepat untuk permasalahannya.
"Aku harus mengambil beberapa berkas penting milik orang tuaku, setelah itu barulah aku kabur dari sini."
Roy sama sekali tidak jijik bersetubuh dengan banyak wanita dalam sehari. Hal itu dia lakukan sebagai tumbal pesugihannya.
Mereka melakukan hal itu hingga berulang kali banyaknya. Roy sama sekali tidak merasakan kelelahan. Setelah perempuan itu terkapar akibat ulahnya, dia menelpon anak buahnya untuk mengantar seorang wanita cantik yang lebih seksi dari pada yang tadi.
Roy kembali bersetubuh di hadapan Listie hingga mencapai kepuasan yang dia inginkan. Air matanya terus menetes membasahi pipinya hingga jatuh ke atas lantai.
"Ya maafkanlah hambaMu ini yang banyak dosa dan tolonglah aku agar penderitaan ini segera berakhir."
Suara tangisannya sama sekali tidak dihiraukan oleh Roy bahkan Roy sudah melupakan keberadaannya di dalam kamar itu.
...Makasih banyak untuk semua Readers....
...********To Be Continue********...
...By Fania Mikaila Azzahrah...
...Makassar, Rabu, 06 Juli 2022...
__ADS_1