Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
BAB. 296. Makan Malam


__ADS_3

Happy Reading..


Sudah hampir jam 6, tapi pencarian masih belum membuahkan hasil yang baik dan masih seperti semula. Zoe sudah kelelahan dan ingin menyerah, tapi sudut matanya melihat buku yang ada di jejeran paling atas adalah salah satu buku yang dia cari.


"Alhamdulillah akhirnya ketemu juga dengan buku itu," Ucapnya yang kegirangan karena percariannya hampir berhasil tinggal selangkah lagi.


Zoe tersenyum bahagia dan lega melihat buku tersebut. Zoe pun ingin meraih buku itu, tapi tangannya yang sudah cukup panjang masih tidak bisa mengjangkau tempat buku itu berada. Buku itu berada di Rak paling atas sekitar enam jengkal dari puncak kepalanya.


Zoe pun memutuskan untuk berjinjit untuk meraihnya, tapi masih belum berhasil juga dapat dan tetap gagal. Sehingga Zoe memutuskan untuk melompat sedikit untuk meraihnya.


"Ya Allah siapa sih yang naruh bukunya paling atas, kan semua orang yang datang ke sini semuanya tidak tinggi," ucap Zoe yang mengeluh yang ingin menyerah saja.


Zoe melompat beberapa kali, hingga tumpuan kakinya saat mendarat di lantai kurang sempurna, sehingga tubuhnya kehilangan keseimbangan karena kakinya goyah yang tidak mampu menahan bobot tubuhnya. Tubuh Zoe pun terjatuh ke belakang.


"Aahhhhh," teriak Zoe.


Untung hari itu, Perpustakaan sedikit sepi karena sudah hampir malam.


Zoe menutup matanya saking takutnya dan tidak sanggup menahan sakit tubuhnya yang terbentur dengan lantai keramik. Zoe menutup matanya saking tidak mampunya untuk melihat apa yang sudah terjadi padanya. Tapi yang dirasakan oleh Zoe berbanding terbalik, tubuhnya ringan seakan-akan melayang di udara.


Elang menangkap tubuh Zoe lalu bergerak memutar untuk mengatur posisi berdirinya agar lebih nyaman dan leluasa untuk menggendong tubuh Zoe.


Zoe belum sanggup untuk membuka ke dua kelopak matanya karena tidak mampu membayangkan apa yang sudah terjadi pada dirinya sendiri.


"Ya Allah aku belum mau mati, aku belum menikah," tuturnya dengan deraian air matanya.


Elang yang melihat reaksi gadis yang jago beladiri itu yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan, membuat Elang langsung main nyosor saja. Elang mencium sekilas bibir Zoe. Elang melakukan hal tersebut agar Zoe berhenti berteriak dan menangis kencang dengan suara cemprengnya itu.


Zoe seketika berhenti menangis dan perlahan membuka matanya karena terkejut dengan benda kenyal nan dingin yang tiba-tiba menempel di atas bibirnya.


Tatapan matanya langsung beradu dengan mata tajam bak Elang yang sedang ingin menerkam mangsanya.


"Cakep, tampan dan pastinya macho, tapi tatapan mata itu sepertinya aku pernah melihatnya, tapi masalahnya di mana?"


Elang hanya terdiam melihat raut wajah kebingungan dari Zoe. Hingga beberapa saat mereka masih saling bertatapan. Tidak ada yang berani berkomentar atau pun mengganggu apa yang mereka lakukan. Begitu lah kehidupan di Luar Negeri.


Hingga kesadaran Zoe telah kembali dan menurunkan sendiri dirinya tanpa bantuan dari Elang.


"Makasih banyak," ucapnya.


Wajahnya langsung bersemu kemerahan menahan malu. Sedangkan debaran jantung dari Elang semakin berdebar tidak karuan hanya melihat senyuman tulus dan manis dari Zoe.

__ADS_1


"Maaf sudah merepotkan Anda, makasih banyak karena sudah menolongku, kalau Tuan tidak datang tepat waktu mungkin punggungku sudah mendarat di atas lantai," jelas Zoeya.


"Tidak apa-apa," jawabnya dengan singkat padat dan jelas.


"Senyumannya sangat cantik, Apa yang terjadi dengan jantung ini saat aku berada di dekatnya?"


Elang pun menyodorkan sebuah buku kehadapan Zoe. Buku itu lah yang membuatnya harus berada dalam gendongan pria yang tidak dikenalnya, tapi mampu membuatnya tersipu malu.


Zoe meraih buku itu dan kembali mengucapkan makasih banyak. Zoe buru-buru berjalan meninggalkan Elang yang masih berdiri melihat kepergian dari Zoe. Hingga suara seseorang yang mampu mengintrupsinya sehingga dengan gerak cepat mengehentikan langkahnya. Lalu menolehkan kepalanya ke arah belakang.


"Apa Saya bisa mentraktir Kamu makan?" tanyanya.


Perkataan yang terlontar dari bibirnya tidak dia sadari, spontan saja keluar dari mulutnya. Hingga Elang pun kebingungan dengan sikapnya sendiri.


Zoe belum bisa menjawab pertanyaan sekaligus permintaan dari Elang. Zoe masih tidak percaya dengan perkataan yang baru beberapa detik yang lalu terdengar oleh telinganya.


Elang mengulang kembali perkataannya karena melihat Zoeya yang terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Elang dibuat salah tingkah dengan sikap diamnya Zoya dan menganggap jika Permintaanya itu tidak masuk akal dan memiliki maksud dan niat tersembunyi.


Elang menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Masih menunggu dengan setia untuk mendengarkan jawaban dari Zoe.


"Semoga saja jawabnya Yes."


Zoe tidak menyangka jika di hari pertama mereka bertemu ada seorang pria yang langsung mengajak dan menawarinya makan malam. Walaupun sebenarnya Zoeya lapar, karena tadi tidak sempat makan gara-gara sibuk membereskan semua barang-barangnya yang berantakan akibat pria bertopeng itu.


"Senyuman itu mampu melelehkan hatiku, Bang kamu cakep amat sih."


Perkataan dan pujian itu hanya mampu tertahan dalam kerongkongan mulutnya.


Elang langsung berjalan mendahului Zoe yang masih setia berdiri mematung karena baru kali ini ada pria yang serius dan berani mengajaknya makan malam.


Zoe hanya mengekor di belakang Elang dan mengikuti langkah kakinya. Kebetulan tidak jauh dari sana ada restauran. Sehingga Resto tersebut yang menjadi pilihan Elang. Elang mendapatkan informasi tentang Resto tersebut pemiliknya adalah orang Indonesia. Sehingga Elang memilih untuk masuk ke dalam restoran tersebut.



Restoran Bali Bali namanya. Zoeya menatap ke atas spanduk yang bertuliskan Restoran Bali Bali dan heran dengan keputusan dari Elang. Zoeya merasa sangat bahagia karena bisa makan masakan kuliner negara asalnya. Untuk mengjangkau tempat itu, Zoeya butuh waktu sekitar 1 jam dari Kediaman Neneknya, sedangkan dari unit Apartemennya hanya butuh sekitar kurang lebih 25 menit saja, tapi kadang Zoeya sengaja datang ke Restoran tersebut jika memiliki waktu luang. Bahkan pemilik restoran hingga pelayannya sudah sangat hafal baik dengan Zoeya.


"Selamat datang Tuan dan Nona," ucap Seseorang perempuan.


Perempuan itu langsung membuka pintu ketika melihat mereka masuk. Suasana malam itu sungguh ramai dikunjungi oleh Tamu.


"Makasih," ucap Zoe dengan mengunakan bahasa Indonesia sehingga membuat Pelayan tersebut semakin ramah, karena sudah mengenali Zoeya.

__ADS_1


Elang memilih duduk yang agak jauh dari keramaian. Zoe tetap setia mengekor di belakangnya. Mereka pun sudah duduk di kursi masing-masing. Mbak pramusaji segera menyodorkan sebuah daftar menu kehadapan mereka yang membuat Elang kebingungan dengan nama-nama masakan yang ada di dalam daftar menu tersebut.



Karena kebingungan dengan makanan apa yang akan dia bawa pesan, akhirnya Elang hanya memilih Secara acak dan yang menurutnya nama masakan itu unik dan lucu, jadi Elang memutuskan memilih empat jenis masakan yang membuat Zoe terbengong.


"Ya Allah ini orang kelaparan atau apa, pesan banyak banget makanan, apa dia mampu untuk menghabiskan makanan sebanyak itu?".


Zoe menggelengkan kepalanya dengan pelan agar Elang tidak menyadari apa yang dia lakukan.


Selama ini Zoe Selalu datang ke sana sendirian sehingga orang-orang yang mengenalnya berbisik-bisik tetangga.


Beberapa saat kemudian, pesanan mereka sudah datang. Elang terkejut melihat banyaknya nampang makanan yang dibawa oleh pelayan yang berjalan ke arah Mejanya.


Ada seporsi nasi dan rendang, nasi goreng seafood lengkap dengan udang goreng tepungnya, dan Nasi kuning yang lengkap dengan ayam, sambal, krupuk, perkedel jagung, ayam goreng dan acarnya.





Semua makanan yang sudah tersaji di atas meja membuat seketika selera makan Zoeya meningkat drastis. Zoeya tanpa aba-aba langsung mengambil seporsi nasi kuning berdoa lalu langsung melahap makanan itu tanpa sungkan. Sedangkan Elang masih kebingungan dengan jenis makanan yang tersaji di hadapannya.


Elang melihat Zoeya yang sangat menikmati makanannya pun memutuskan untuk memulai makannya. Elang menggelengkan kepalanya tanda setuju dengan cita rasa dari masakan tersebut yang mampu membuatnya semakin menyendok makanannya. Elang tidak memungkiri jika nasi goreng yang dimakannya sangatlah lezat.


"Nasi goreng ini tidak kalah enaknya dengan yang pernah dimasaknya tempo hari lalu."


.............


Alhamdulillah akhirnya selesai juga mengetik Dua Bab hari ini.


*Makasih Banyak Atas Dukungannya kepada BDP 🙏


Dukungannya kepada BDP sangat lah berarti ✌️


Tetap Dukung BDP dengan Cara Like setiap Babnya, Rate Bintang 5 dan Favoritkan 🙏*


...********To Be Continued********...


by Fania Mikaila AzZahrah

__ADS_1


Makassar, Minggu, 05 Juni 2022


__ADS_2