
Happy Reading..
Hyuna dan Dessy tanpa sengaja bertemu di Sebuah Tokoh tempat penjualan souvernir oleh-oleh khas Australia. Hyuna yang berlari mengejar seseorang yang menurutnya mirip dengan Ayah kandungnya yang tidak hati-hati Akhirnya menabrak tubuh Dessy sehingga barang belanjaan Dessy berhamburan di lantai. Hyuna kehilangan jejak Ayahnya karena membantu Dessy untuk membereskan barang-barangnya yang terjatuh.
Mereka sekarang sudah duduk di dalam sebuah restoran yang menyajikan berbagai macam jenis makanan yang berlabel halal. Orang-orang sudah mudah menemukan jenis masakan yang dijamin kehalalannya.
"Kamu yah dari dulu sampai sekarang masih sama, kalau jalan selalu saja gak hati-hati, kenapa sih kebiasaan kamu yang ceroboh itu kamu pelihara?." ucap Dimas.
Hyuna hanya cemberut mendengar perkataan Dimas Kakak sepupunya. Sedangkan Dessy cuek saja dan tetap menikmati makanannya tanpa ikut nimbrung. Dessy orangnya paling anti kepo dengan urusan orang lain. Saking enaknya makan Dessy sampai-sampai bersendawa di depan Dimas.
Dimas kaget sekaligus merasa lucu mendengar Dessy bersendawa di depannya. Dimas senyum-senyum saja mendengar Dessy bersendawa sedangkan Dessy melanjutkan untuk menghabiskan makanannya yang masih banyak porsi makanan dipiringnya.
"Kak Dimas boleh minta tolong tak??." tanya Hyuna kepada Dimas sambil mengaduk-aduk minumannya yang ada di dalam gelasnya.
"Insya Allah kakak bantu selama kakak bisa melaksanakannya" ucap Dimas yang pandangannya masih tertuju pada Dessy yang sekarang sedang mencicipi Kuenya.
"Serius gak! kakak mau bantuin Hyuna??" tanya Hyuna untuk memastikan kalau Dimas mau membantunya.
"Serius, apa sih yang tidak bisa Kakak lakukan untuk kamu??" ucap Dimas yang ikut mencicipi kue yang ada di piring Deessy.
Setiap kali Dimas menyendok kue yang ada di piring Dessy, Dessy selalu memindahkan piringnya dari tangan Dimas. Dessy bahkan sudah memindahkan piringnya ke sisi kanannya agar Dimas tidak bisa mengjangkau makanannya.
"Kamu yah! Kalau mau makan yah pesan Sono" ucap Dessy sambil melotot kan matanya ke arah Dimas. Dessy paling tidak suka jika dia sedang makan terus ada yang mengganggunya.
Dimas tidak menyerah dan tidak mau mendengarkan perkataan Dessy yang melarangnya. Bahkan Dimas sudah menggantikan makanan yang akan disendokkan ke dalam mulut Dessy ke dalam mulutnya. Dessy tidak terima dan langsung memukul lengan Dimas karena itu kue terakhir yang seharusnya masuk ke dalam mulutnya. Dessy ingin memesan kue itu lagi tapi ternyata persediaan kuenya sudah habis. Dessy memonyongkan bibirnya ke arah Dimas yang membuat Dimas ingin langsung mencium Dessy.
Dimas memajukan wajahnya ke arah wajah Dessy yang hanya terdiam. Dessy tidak berkedip memandang wajah Dimas yang semakin dekat sedangkan Dimas seolah-olah mendapatkan angin segar dan lampu hijau karena untuk pertama kalinya D tidak menolak dengan apa yang akan Dimas lakukan. Biasanya Dessy akan jutek Atau membalas perkataan Dimas yang tidak seharusnya.
Dimas semakin memajukan wajahnya. Dan sudah tidak jarak yang memisahkan wajah mereka. Hidung mancung mereka sudah saling bersentuhan. Dimas sudah memiringkan kepalanya sedikit untuk memci**** bibir Dessy. Tetapi Hyuna tiba-tiba berteriak dan memukuli lengan Dimas.
"Kak Dimas!!" ucap Hyuna yang suaranya melengking bagaikan penyanyi Rock saja.
Dimas kaget dan marah kepada Hyuna karena apa yang dia lakukan bersama Dessy terganggu. Tetapi Dimas tetap melanjutkan aksinya untuk menci*** bibir Dessy walaupun Hyuna sudah memukul lengan Dimas. Dimas sama sekali tidak terusik dengan teriakan dan pukulan dari adik sepupunya itu. Bahkan Dimas semakin memperdalam ciu***.
"Kakak Dimas apa yang Kakak lakukan, sadarlah" ucap Hyuna yang sudah dibuat greget sekaligus malu dengan tingkah Dimas.
Dimas entah kenapa bagaikan orang yang kesurupan saja, Dimas lupa dengan di Mana dia sekarang berada. Hyuna tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk menyadarkan Dimas. Hyuna tidak menyerah dan terus ngomel-ngomel agar Dimas tersadar dari apa yang dilakukannya.
__ADS_1
"Ya Allah apa yang terjadi pada kamu Kakak, sadarlah" ucap Hyuna yang tidak putus asa untuk menggoyangkan tubuh Dimas agar segera tersadar dari lamunannya. Bahkan apa yang dilakukan Dimas sudah menjadi tontonan gratis dari sebagian pengunjung restoran.
Tiba-tiba terdengar suara pukulan yang cukup keras. Akhirnya Dimas tersadar dari kelakuannya. Dimas pun tersadar dengan apa yang dilakukannya.
Dimas menatap tajam ke arah Hyuna sedangkan yang ditatap hanya acuh tak acuh dan mengangkat pundaknya.
"Hyuna! apa kamu tidak ingin melihat Kakak kamu bahagia" ucap Dimas yang sudah setengah berteriak di depan Hyuna.
Sedangkan Hyuna hanya mengarahkan jempolnya ke arah yang dipegang oleh Dimas. Sedangkan Dimas tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Hyuna tersebut. Karena greget dengan sikap kakak sepupunya, Akhirnya Hyuna langsung mengambil alih boneka Teddy bear yang ada di pegangan tangan Dimas. Dan menunjukkan boneka itu ke arah Dimas.
"Kakak sadar gak, dengan yang barusan kakak lakukan???" Tanya Hyuna sambil mengarahkan boneka Teddy bear itu dan menggoyangkan di depan Dimas.
Karena Dimas tidak mengerti dengan maksud dari Hyuna, Dimas menggelengkan kepalanya dan seperti orang linglung saja.
"Serius Kakak Lupa dengan apa yang barusan kakak lakukan??" ucap Hyuna yang sudah jengah dengan sikap Dimas.
Lagi-lagi Dimas menggelengkan kepalanya. Hyuna pun mengarahkan telunjuknya ke arah orang-orang yang melihat mereka.
"Lihat gara-gara Kakak, kita sudah menjadi artis dadakan" ucap Hyuna.
"Ya Allah Kakak, apa Kakak lupa dengan apa yang kakak lakukan" ucap Hyuna yang sudah tersulut emosinya melihat Dimas yang kayak orang bego saja.
Karena Dimas masih tetap tidak menyadari dengan apa yang dilakukannya. Akhirnya Hyuna memperlihatkan rekaman video yang dia sempat Ambil tadi. Dimas segera mengambil hp Hyuna. Dan betapa kagetnya Dimas setelah melihat isi dari video itu. Dimas segera melap bibirnya dengan tissue dan wajahnya memerah menahan malu. Sedangkan Dessy hanya terdiam dan menjadi penonton setia saja. Dessy Ingin tertawa terbahak-bahak melihat wajah Dimas yang sudah seperti kepiting rebus menahan malu. Tapi Dessy terus berusaha menahan tawanya.
Dimas langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Resto. Dimas tidak malu dengan pengunjung restoran yang melihat aksinya. Tetapi Dimas sangat malu dengan Dessy. Sehingga Dimas meninggalkan Resto tanpa pamit dari Hyuna atau pun Dessy. Sedangkan Dessy dan Hyuna terbahak-bahak Setelah kepergian Dimas.
Ke Esokan Harinya, Dimas dan Dessy sudah berada di depan ruangan pemilik perusahaan 3G Global Utama. Deasy dan Dimas akan menandatangi kontrak kerja sama dengan perusahaan tersebut. Dimas yang biasanya selalu ingin berdekatan dengan Dessy tetapi untuk kali ini, dirinya mengjaga jarak dari Dessy. Dimas duduk agak mengjauh dari Dessy. Yang biasanya tidak ingin mengjauh dari Dessy bagaikan perangko saja. Tapi Dessy tidak perduli atau memikirkan hal itu, malahan Dessy bersyukur karena tidak ada yang mengganggunya.
"Dengan bapak Dimas perwakilan dari perusahaan DA??" Tanya Sekretaris Presdir 3G Global.
"Iya betul, dengan saya sendiri" ucap Dimas sambil berdiri.
"Silahkan masuk pak, dari tadi bapak sudah ditunggu" ucap sekretaris itu.
"Makasih banyak" ucap Dimas.
Dimas berdiri dan berjalan masuk ke dalam ruangan Presdir tanpa menunggu atau mengajak Dessy. Sedangkan Dessy ikut saja walaupun dirinya tidak diajak oleh Dimas.
__ADS_1
Dimas dan Dessy saat ini sedang membahas Mega proyek dengan Bapak Richard Khalid. Pak Richard Khalid adalah pengusaha berdarah campuran. Pak Richard yang Ayahnya adalah asli Australia sedangkan ibunya adalah wanita Indonesia-Pakistan. Dimas dan Dessy bersyukur karena Perjanjian Mereka sukses.
Tiba-tiba handphone Dessy berdering dan Dessy meminta ijin keluar ruangan untuk mengangkat telponnya. Dimas memandang ke arah Dessy sehingga Dessy mengarahkan telponnya ke arah Dimas.
"Pak, Saya angkat dulu telponnya Hyuna" ucap Dessy.
Dimas hanya menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan perbincangannya. Sedangkan Pak Richard merasa familiar dengan nama yang disebut oleh Dimas.
"Halo Hyuna, ada apa??" ucap Dessy Setelah mengangkat HPnya.
"Aku sudah ada di depan Perusahaan 3G nih Kakak" ucap Hyuna.
"Kamu tunggu kami di Loby saja yah, kami sudah selesai dengan pekerjaan kami" ucap Dessy.
"Baik kak" ucap Hyuna.
Dessy dan Dimas hari ini berjanji untuk membantu Hyuna mencari keberadaan ayah kandung Hyuna.
TBC..
📢Typo Mohon dimaklumi yah Kakak📢
Akan kah perjalanan Hyuna mencari ayahnya tidak mendapatkan halangan???
Waduh bang Dimas usah mulai jaga jarak nih...
apa kah Dimas sudah menyerah untuk mengejar Dessy atau ada strategi lain yang secang di rencanakan oleh Dimas 🤔🤔🤔..
Yang ingin gabung grup chat Fania silahkan klik saja akun Fania dan akan muncul grup Chat Fania. Yang mau gabung dengan GC Sahabat F3 Silahkan Kakak.✌️
Yang penasaran dengan kelanjutan ceritanya pantengin terus yah Updatenya BDP 🙏🙏.
Makasih banyak Fania ucapkan untuk dukungan Readers Dalam bentuk apa pun 🙏🙏.
By Fania Mikaila Azzahrah.
Makassar, 04 Februari 2022.
__ADS_1