
Happy Reading..
Penyatuan dua insan yang telah lama terpisah dan akhirnya kembali dipertemukan kembali oleh takdir. Hyuna dan Alan menyatukan diri mereka dalam hasrat dan gelora bercinta yang sudah lama terkubur dan terpendam karena perpisahan yang membuat mereka harus merelakan waktu yang cukup banyak terbuang.
Hyuna memenuhi hasrat suaminya dan memimpin jalannya permainan mereka. Alan hanya memberikan pengarahan sedangkan Hyuna yang mengeksekusi permainan mereka.
"Tapi, Mas kan baru sadar apa lagi mas masih sakit, apa sebaiknya kita tunda saja dulu?" tanya Hyuna yang tidak ingin terjadi sesuatu kepada suaminya jika memenuhi permintaan dari Alan.
"Aku tidak mampu menahannya lagi Hyuna" Jawab Alan dengan bola mata yang berbinar binar dengan hasrat yang semakin menggebu-gebu.
"Baiklah Mas, tapi harus hati-hati Hyuna takut menyakiti Mas" ucap Hyuna yang tidak sanggup lagi menahan gelora di dadanya.
Alan menyentuh dengan lembut aset milik Hyuna yang masih terhalang dengan pakaian pelindung. Alan walau pun dengan perlahan tapi pasti membuat Hyuna menggelinjang kegelian saking lembutnya sentuhan jemari Alan di atas gundukan gunung itu.
Alan memainkan ke dua benda itu dengan memakai tangannya yang tidak sakit. Hyuna sudah melupakan semua logikanya seketika dan dibuat terbang melayang ke langit tingkat tujuh. Sentuhan demi sentuhan pun Alan lakukan, saking lembutnya belaian tangan membuatnya semakin menginginkan hal yang lebih dari itu.
Keadaan Alan yang baru sadar dari komanya tidak menjadi penghalang yang berarti. Hingga mereka sama-sama mencapai puncak kenikmatan tertinggi baru lah mereka menuntaskan kegiatan mereka.
"Pelan-pelan saja yah Mas aaaahhh" ucap Hyuna.
"Mas tidak bisa menahannya sayang" ucap Alan.
Beberapa saat kemudian permainan mereka pun diakhiri dengan Alan menciumi kening istrinya. Rambut panjang Hyuna terurai karena Alan sengaja melepas ikatan rambutnya.
"Makasih banyak sayang, i love you Kim Hyuna" ucap Alan setelah sudah selesai melaksanakan kewajibannya.
"Sama-sama sayang, i love you to Alan suamiku" balas Hyuna dan mencium sekilas bibir Alan.
Hyuna menutupi seluruh tubuh Alan dengan selimut karena Hyuna ingin ke kamar mandi membersihkan dirinya. Untung saja Hyuna kepikiran sebelum berangkat ke Rumah Sakit DA untuk membawa beberapa potong pakaian dan perlengkapan mandi sekaligus make up-nya sehingga tidak kesulitan untuk membersihkan dirinya.
Setelah merasa cukup, Hyuna menyelesaikan pekerjaannya dan buru-buru keluar dan tidak lupa mengambil wadah baskom tempat untuk mengisi baskom dengan air hangat.
"Mas, Hyuna bersihin badan mas yah, Tapi ingat jangan sampai itunya bangkit dan minta jatah lagi" ucap Hyuna dengan wajah yang serius tapi ada rasa ingin menahan tawanya.
"Iya Mas akan berusaha untuk menahannya, kamu tenang saja" padahal dalam hatinya ingin menerkam lagi Hyuna yang sudah semakin cantik setelah berganti pakaian dan memoles Wajahnya dengan make up.
"Jangan cuma iya yah mas, Mas itu biasanya bilang iya tapi selalu berjanji tapi ujung-ujungnya Hyuna mandi lagi, andai saja Mas tidak sakit, Hyuna akan memenuhi permintaan Mas berapa kali pun, tapi mas masih sakit, jadi Hyuna mohon dengan sangat jangan sampai yah Mas" ucap Hyuna yang sudah memulai aktivitasnya.
Hyuna membantu suaminya untuk membersihkan sisa-sisa bercocok tanam mereka dengan tissue basah dan handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat. Hyuna dengan telaten melakukan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang istri.
__ADS_1
Alan yang mendapat perlakuan seperti itu hanya diam terpaku dan tidak henti-hentinya menebar senyum dihadapan Hyuna. Hyuna yang sedari tadi ditatap pun tersenyum malu-malu yang membuat ke dua pipinya merona merah bagaikan buah tomat yang matang.
"Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu, Cintaku padamu setiap hari tidak pernah berkurang walaupun kurang lebih empat tahun kita tidak bertemu dan aku sangat bahagia karena cintamu kepadaku pun tidak berkurang tanpa kamu ucapkan aku bisa merasakan itu semua, Makasih banyak Sayang".
Alan memandang ke arah istrinya yang telaten merawat dirinya. Hingga Hyuna membersihkan seluruh tubuhnya hingga ke daerah sensitifnya tanpa ada rasa ragu dan risih apa lagi jijik. Hyuna ingin meraih pundi-pundi pahala lewat kegiatannya ini.
"Ya Allah aku tidak akan pernah bosan untuk mengucapkan makasih banyak kepadaMu atas segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan kepada keluarga besarku, dan selalu jaga dan lindungilah kami ya Allah dari segala marabahaya".
Setelah selesai membersihkan seluruh tubuh suaminya, Hyuna memakaikan pakaian pasien yang baru kembali ke tubuh atletis suamimya.
"Mas kok semakin jago main, emang Mas belajar dari mana sih gaya seperti itu? apa jangan-jangan Mas?" ucap Hyuna dihadapan Alan.
Hyuna tidak habis pikir dengan apa yang terjadi dengan suaminya karena mampu melakukan dan memuaskannya walaupun dengan keadaan yang cukup mengkhawatirkan tapi Alan berhasil melewati itu semua.
Alan hanya menarik hidung bangir ban mancung milik istrinya yang gemes mendengar perkataan Hyuna barusan.
"Buang pikiran kotor kamu dari dalam kepalamu, apa yang mas lakukan itu murni dari gerakan refleks Mas yang selama ini mas tahan dan mas lakukan itu semua juga berkat kemampuan dan kelihaian kamu memimpin jalannya permainan kita" Ucap Alan.
"Hehehehe, tapi Hyuna suka dengan permainan Mas" ucap Hyuna yang langsung menundukkan kepalanya saking merasa malu dengan perkataannya yang berhasil lolos dari bibirnya.
"Mas sangat merindukan wajahmu yang seperti ini Hyuna, wajah yang kemerah-merahan dan tersipu malu" ucap Alan yang sudah menoel pipi Hyuna bagaikan Hyuna bayi yang baru lahir saja.
"Mas, bisa ceritakan kepada Hyuna sewaktu Mengalami kecelakaan dan wajah mas ini tidak seperti dulu lagi" tanya Hyuna yang kepo dan sangat ingin tahu dengan kejadian tersebut.
Hyuna menarik kursi untuk dia duduki karena merasa tidak nyaman duduk di atas ranjang rumah sakit bersama dengan suaminya dan takut jika tiba-tiba ada gerakan yang dia lakukan membuat Rian terganggu.
"Ceritanya sangat panjang, tapi mas ingin bertanya sama kamu" ucap Alan sambil memegang tangan Hyuna.
Hyuna menatap ke dua bola mata suaminya sebelum menganggukkan kepalanya.
"Silahkan mas bertanya saja selama Hyuna tahu dan bisa pasti akan jawab pertanyaan Mas" tutur Hyuna.
"Kalau kamu lihat wajah Mas yang sekarang dengan yang dahulu, mana yang paling kamu suka?" tanya Alan yang langsung menatap tajam ke dalam bola matanya Hyuna yang seakan-akan ingin mencari kebohongan dari dalam matanya Hyuna.
Hyuna tanpa pikir panjang langsung menjawab pertanyaan dari suaminya.
"Dua-duanya Hyuna suka walaupun Hyuna masih sering terbayang wajah Mas yang terdahulu, tapi Hyuna tidak mempermasalahkan wajah Mas mau ganteng atau pun jelek, karena Hyuna mencintai Alan bukan karena dari wajahnya saja" ucap Hyuna.
"Makasih banyak Sayang, Mas sangat bahagia karena Allah masih memberikan waktu dan kesempatan kepada Mas untuk bertemu dengan istri sholehahku ini" tutur Alan yang menarik tengkuk Hyuna dan langsung ******* bibir merah nan merona itu.
__ADS_1
Mereka menautkan kedua bibir mereka dan lidah Alan bermain di dalam mulut Hyuna, mereka saling bertukar saliva. Hyuna mampu meladeni dan mengimbangi permainan lidah suaminya itu.
Hingga pasokan udara yang masuk ke hidung hingga rongga lehernya semakin sedikit dan persediaan udara dari dalam dadanya semakin sedikit membuat mereka menyudahi permainannya.
Nafas mereka sama-sama tersengal-sengal dan ngos-ngosan. Alan berusaha untuk menahan hasratnya yang kembali bergelora karena tidak ingin membuat istrinya kembali bekerja extra.
Alan melap ujung bibir Hyuna yang menyisakan sedikit saliva di sana. Hyuna tiba-tiba mengingat sesuatu yang membuat Alan terkejut.
"Mas Hyuna belum...." Hyuna sengaja menggantung ucapannya karena baru mengingat hal tersebut.
Alan yang heran dengan perkataan dari Hyuna hanya menunggu Hyuna melanjutkan perkataannya.
................
Kira-kira Apa yah yang Hyuna ingin katakan kepada Alan?? jadi penisirin nih.
Yang penasaran ditunggu kelanjutan kisah mereka yah Readers.
*FANIA UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK KEPADA KAKAK READERS YG SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA KEPADA BERTAHAN DALAM PENANTIAN.
Dukungan kalian sangatlah berarti dan Penting untuk Fania*.
Tetap Dukung BDP dengan Cara:
Like setiap Babnya.
Rate Bintang 5
Favoritkan
Bagi yang punya Koin atau Poin lebih bolehlah Fania minta untuk berikan GIFT walaupun hanya setangkai bunga mawar merah 🤭✌️.
Maaf jika sering ada Kesalahan dalam Penulisannya atau Typonya 🙏.
...********To Be Continued********...
by Fania Mikaila AzZahrah
Makassar, Rabu, 18 Mei 2022
__ADS_1