
Happy Reading..
Awalnya Arya sangat bahagia dengan berita kehamilan istrinya. Saking gembiranya Arya sampai jingkrak-jingkrak sehingga Handuk yang dipakai Arya Wiguna melorot.
Tapi disaat yang bersamaan Arya juga harus menerima kenyataan bahwa Salah satu Calon bayi kembarnya tidak bisa diselamatkan. Dokter sudah berusaha Tapi Allah SWT lah yang berkehendak atas segala-galanya.
Arya sangat terpukul setelah mengetahui kalau Salah satu calon Bayinya meninggal. Arya sangat menyesali keputusannya untuk berlibur ke negeri asal Ayahnya, Andai saja Arya tahu kalau Delia sedang hamil pasti Arya tidak akan melakukan perjalanan ke Korea Selatan.
Tapi apa mau dikata Nasi sudah menjadi bubur. Arya harus menerima semua kepahitan hidup ini dengan ikhlas dan sabar. Arya sangat Sedih melihat kondisi Istrinya yang harus berjuang di Meja operasi. Arya Tak henti-hentinya meneteskan air mata dan berdo'a untuk kelancaran operasi Sang istri dan keselamatan Delia dan calon bayinya.
Keesokan harinya,Delia sudah dipindahkan ke Ruang Perawatan VVIP Rumah Sakit. Delia masih tidak sadarkan diri disaat Arya lagi lagi bersedih dan menyesali keputusannya. Arya mengeluarkan segala gunda gulananya di dalam hati dan pikirannya dikala Delia masih tidak sadarkan diri.
Arya tidak ingin memperlihatkan kelemahannya dihadapan Delia. Karena Arya tidak ingin memberikan beban fikiran Kepada Delia. Karena efek lelah dan ngantuk, Arya Akhirnya ketiduran di dekat tubuh Delia pas dekat Tangan Delia.
Delia Akhirnya bangun, dan wajah pertama yang Dia lihat adalah wajah damai Suaminya. Delia mengelus wajah tampan Arya dan tak Terasa air matanya menetes. Delia sangat menyesal karena telah menutupi berita kehamilannya. Menurut Delia, andai saja Dia tidak menutupinya Mungkin calon anak mereka masih hidup.
"Maafkan Delia kak, Delia tidak bermaksud untuk menutupi kebenaran ini, andai saja Delia tahu akan seperti ini pasti Delia sudah memberitahukan kepada kakak" ucap Delia disela tangisnya.
Delia sangat terpukul dan sangat menyesal karena menurutnya gara-gara Dia lah sang calon bayi mereka harus Tiada. Delia buru-buru menghapus jejak air mata di pipinya. Delia tidak ingin ada orang yang tahu sisi kelemahannya dan tidak ingin memberikan beban fikiran Kepada Arya dan keluarganya.
Arya bangun dari tidurnya. Dan melihat Ke Arah sang istri yang sudah terbangun dari tidurnya.
Arya langsung tersenyum melihat Delia yang sudah sadar.
"Alhamdulillah kamu sudah sadar Sayang" ucap Arya sambil mencium tangan Delia.
"iya kak" ucap Delia singkat.
"Apa kamu butuh sesuatu atau ada yang sakit, coba beritahukan sama Kakak sayang bagian mana yang Sakit??" Tanya beruntun Arya.
"Alhamdulillah tidak ada yang sakit kok kak, aku baik-baik saja, apa lagi melihat wajah kakak aku semakin sehat dan baik Saja" ucap Delia mencoba untuk tetap tersenyum walaupun di dalam hatinya bagaikan diremas-remas.
"Serius Sayang, kamu baik-baik saja, atau kakak panggilkan dokter untuk memeriksa keadaan kamu??" tanya Arya.
"Aku hanya ingin minum kak, haus banget" ucap Delia sambil menyentuh bagian lehernya.
"Hati ini yang sakit KaK, bukan fisik Delia" sayangnya ucapan itu hanya ada di dalam hati Delia Saja. Delia tidak mampu untuk mengucapkan dan mengeluarkan kata-kata itu.
Arya segera mengambil air dan gelas di atas Meja Nakas. Dan menyodorkan gelas yang berisi air itu ke arah mulut Delia.
__ADS_1
"Ini minum sayang, pelan-pelan yah minumnya" ucap Arya dengan sangat hati-hati.
"Apa aku bisa minta sesuatu?" Tanya Delia dengan hati-hati.
Arya menatap wajah istrinya sebelum menjawab pertanyaan Delia.
"Emangnya kamu mau minta apa??" tanya Balik Arya. sambil terus menggenggam tangan Istrinya.
"Kak aku ingin Makan masakan Korea lagi tapi..." Ucap Delia yang ragu-ragu untuk menyampaikan keinginannya.
"Tapi apa sayang, kenapa harus ada tapi nya kalau kamu menginginkan sesuatu" ucap Arya.
"Apa aku boleh makan masakan Korea tapi Kakak yang masak makanan itu??" ucap Delia.
"Kalau masalah itu, itu soal gampang sayang tapi kita harus konfirmasi dokter terlebih dahulu makanan apa yang paling cocok kamu makan dan yang tidak boleh kamu Makan" ucap Arya.
Wajah Delia kembali murung karena keinginannya tidak terpenuhi. Delia heran dengan permintaannya sendiri yang ingin Makan masakan Korea padahal setau Delia Dia sudah tidak hamil lagi jadi tidak mungkin masih ngidam.
Arya mengetahui hal itu, kalau Istrinya kecewa dengan perkataannya.
"Kamu minum obat Dulu, setelah minum obat aku akan tanyakan hal ini kepada Dokter" ucap Arya berusaha untuk membuat Istrinya tenang dan nyaman.
"Kakak keluar dulu yah, mau panggil dokter untuk ngecek keadaan kamu, ga apa-apa kan aku tinggal sebentar?" tanya Arya.
"Ga apa-apa kok Kakak, pergi Saja Delia bisa walaupun sendiri" ucap Delia.
Sebenarnya Delia ingin menangis tapi Delia sekuat tenaga untuk menahan tangisnya.
Arya berjalan ke luar ruangan perawatan Delia. Setelah pintu tertutup. Delia tak mampu lagi untuk menahan buliran air matanya. Delia menangis tanpa mengeluarkan suaranya.
Sedangkan di Depan Pintu, Arya bersandar ke pintu dan menangis. Arya pun sama dengan Apa yang dirasakan oleh Delia. Tapi mereka sama-sama tidak ingin membuat pasangan mereka mengetahui kelemahan dan kesedihan mereka yang bisa membuat mereka terpuruk dengan keadaan.
Sedangkan di Rumah Oma Estella, Paman Park mengambil sebuah Figura dari atas Meja Nakas ranjangnya.
Paman Park meneteskan air matanya dikala menatap Sosok wajah orang yang berada di dalam Figura itu.
"Apa kah Dia Anakmu adek?? wajah kalian sangat mirip, bahkan caranya bersikap, bertutur kata, senyumnya semuanya sama dengan kamu" ucap Paman Park disela isak tangisnya.
Paman Park kembali teringat dengan Sahabat satu-satunya dan orang yang sudah dia Anggap adik kandungnya. Walaupun mereka berbeda Negara dan awalnya berbeda keyakinan tapi rasa sayangnya sebagai kakak tidak kurang bahkan tidak pudar dimakan waktu. Sampai sekarang paman Park sangat merindukan kehadiran sosok wanita itu.
__ADS_1
"Tapi kata orang kamu sudah meninggal adek, bagaimana dengan anak yang kamu kandung Dulu, apakah Dia kamu lahirkan ke dunia, apa kah anakmu Cowok atau cewek dek??" tanya paman Park kepada dirinya sendiri.
Paman Park sangat ingin bertemu dengan Adik angkatnya tapi hal itu sangat mustahil terjadi karena Adik angkatnya pulang ke Negaranya dan kabar terakhir yang Dia dapat adalah Adik angkatnya meninggal dalam kecelakaan.
Arya kembali ke dalam kamar perawatan Delia setelah merasa baikan. Arya tidak ingin gara-gara kesedihannya membuat kesehatan Delia terganggu.
Pintu terbuka dan Masuklah Arya beserta Dokter dan perawat. Delia tersenyum ke arah Suaminya.
Dokter segera memeriksa keadaan Delia dengan seksama.
"Syukurlah Semuanya Berjalan sesuai yang kita harapkan, kondisi Nyonya Muda Sangat baik, dan kondisi Calon bayinya juga Sehat" Ucap Dokter.
Perkataan Dokter membuat Delia heran sekaligus bahagia karena mengetahui kalau Calon bayinya masih hidup.
"Maksud dokter tadi apa yah, aku tidak mengerti?? Tanya Delia.
Dokter dan Delia sama-sama menatap ke arah Arya. Arya Merasa tidak enak karena belum menyampaikan berita itu kepada Delia Istrinya.
Dokter mengerti dengan maksud dari pandangan Mata Arya.
"Seperti ini Nyonya Muda, Sebenarnya Nyonya mengandung Calon bayi kembar tapi karena keadaan Nyonya yang tidak memungkinkan untuk mempertahankan Salah satu dari Mereka Akhirnya bayi Nyonya meninggal dan berita baiknya salah satu bayi Nyonya masih bisa diselamatkan" Ucap Dokter yang menutupi penyebab pendarahan yang dialami oleh Delia sesuai Arahan dari Arya.
Delia tidak kuasa menahan tangisnya, Akhirnya Delia mengeluarkan air matanya yang sedari tadi dia tahan. Dan tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah SWT karena masih diberi amanah dan kepercayaan lagi untuk mengandung bayi. Delia berjanji akan menjaga dan merawat calon bayinya dengan sangat baik dan hati-hati.
"Makasih banyak Dokter" ucap Delia.
Delia sementara waktu melupakan ngidamnya yang ingin makan masakan Arya Karena bahagia mendengar kabar itu.
TBC..
Alhamdulillah bayi mereka masih bisa diselamatkan salah satunya.
Kira-kira siapa yah Cewek yang dimaksud dengan Paman Park dan apa sih hubungannya dengan Arya????
Yang penasaran dengan kelanjutan kisahnya dari Mereka selama di Korea Selatan di Pantengin saja terus Updatenya BDP.
FANIA Ucapkan Makasih banyak untuk Readers yang masih setia memberikan dukungannya kepada BDP 🙏🙏🙏 Jangan Bosan yah Kakak dengan karya Recehku ini.
Makasih 🙏💖.
__ADS_1
Makassar, Rabu, 19 Januari 2022.