Bertahan Dalam Penantian

Bertahan Dalam Penantian
Bab. 132. Permintaan Terakhir


__ADS_3

Happy Reading..


Ke Esokan harinya, Pak Rahmat Wijaya sudah sadar dari masa komanya, tetapi keadaannya masih belum stabil. Rina dan yang lainnya segera ke ruangan ICU setelah mendengar kabar kalau Pak Rahmat sudah sadar.


Dessy merasa heran, karena semalam waktu Dia tidur seingatnya, Dessy menyandarkan kepalanya ke tembok rumah sakit tetapi ketika Dia bangun malahan dirinya 1


Sedangkan Dimas hanya memperlihatkan lesung pipinya saja tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Dessy merasa malu dengan kejadian ini. Dessy ingin meminta maaf karena telah lancang bersandar di pundak Dimas, tetapi keadaan Bapaknya Rina yang sudah mengkhawatirkan sehingga Dessy mengurungkan niatnya.


Sedangkan Rina dan ibunya tidak henti-hentinya menangisi keadaan Bapaknya Rina yang sudah kritis.


"Rina" ucap bapaknya yang suaranya sudah lemah dan terputus-putus disaat Beliau berbicara.


"Iya pak, Bapak istirahat saja dulu yah, jangan banyak bicara dulu Pak" ucap Rina di samping bapaknya.


"Nak Emre di mana Nak??" tanya Pak Rahmat.


"Aku di sini Pak." ucap Emre.


Emre memegang tangannya pak Rahmat.


"Waktu bapak tidak lama lagi, bapak mohon dengan sangat kepadamu untuk segera menikahi putri bapak, bapak ingin melihat Rina menikah" ucap Pak Rahmat yang terbata-bata.


"Rina mohon jangan bicara seperti itu Pak, bapak pasti baik-baik saja." ucap Rina yang menahan laju air matanya karena Rina tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di depan Ayahnya.


"Bapak mohon nikahi Rina sekarang yah Nak, bapak mohon kepadamu." permohonan pak Rahmat kepada Emre.


Emre menatap Ke arah Rina untuk meminta jawaban, Emre sebenarnya ingin memenuhi permintaan terakhir Bapaknya Rina tetapi Emre juga tidak ingin dicap sebagai Pria yang memanfaatkan keadaan.


Rina juga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba dari arah pintu masuklah ibu-ibu yang seumuran dengan ibunya Rina.


"Kalian tidak perlu memikirkan banyak hal lagi, nikah saja lah dari pada perutmu semakin membesar, apa kamu tidak malu" ucap Bibi Risma adik dari Bapaknya Rina.


"Cukup Bi, Rina mohon jangan tambah beban fikiran bapak, kenapa Bibi selalu saja mencari-cari kesalahan kami??." ucap Rina yang tidak tahan dengan sikap bibinya itu.


"Kami mohon Bibi keluar dulu, Kasihan Bapaknya Rina bi, Kami mohon jangan tambah beban fikiran bapaknya Rina" ucap Delia.


Tetapi tangan Delia ditepis oleh Bibi Risma.


"Kalian sama saja, sama-sama tidak tahu malu" ucap bibi Risma sambil meninggalkan kamar perawatan Pak Rahmat dan membanting pintu saat Dia keluar.


Kedatangan Bibi Risma membuat keadaan Pak Rahmat semakin parah. Mereka tidak menyangka saudara sendiri yang memperkeruh suasana bahkan menambah beban fikiran saudaranya sendiri.


Ibunya Rina hanya menangis dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ibunya Rina sudah pasrah dengan keadaan yang akan terjadi kepada suaminya.


"Rina, Ibu mohon kabulkan permintaan terakhir Bapakmu Nak" ucap ibunya Delia disela tangisnya.


"Rina, Mungkin memang ini jalan yang paling terbaik yang bisa kalian lakukan kepada Paman dan Mungkin ini sebagai bakti kalian sebagai anaknya" ucap Delia yang memeluk tubuh Rina.


"Tapi Del, semua keluarga Kak Emre tahunya kami akan menikah hari Minggu nanti, apa kata mereka jika kami memajukan pernikahan kami??." ucap Rina.


"Tidak usah kamu risau kan hal itu, Kak yang akan mengurusnya." Ucap Emre.

__ADS_1


"Arya, tolong segera panggil Penghulu ke sini" ucap Emre kepada Arya.


"Oke" ucap singkat Arya.


Arya segera menelpon penghulu yang Dia kenal dan tidak lupa menghubungi uncle Hussain Kamel untuk segera ke rumah sakit. Kebetulan uncle Hussain Kamel masih ada di Indonesia.


Beberapa saat kemudian, Pak penghulu, pegawai catatan sipil, pegawai KUA setempat juga sudah datang. Sedangkan Uncle Hussain masih dalam perjalanan.


Mereka terlebih dahulu menyiapkan beberapa berkas dan surat-surat penting sebelum mereka melangsungkan ijab qobul. Sedangkan Rina dibantu oleh duo sahabatnya untuk mengganti pakaian dan sedikit memoles wajah Rina yang sudah sembab karena tidak henti-hentinya menangis.


Emre dan Rina sudah siap melangsungkan akad nikahnya. Uncle Hussain Kamel pun sudah hadir. Emre dan pak penghulu sudah saling berhadapan dan siap untuk mengucapkan ikrar ijab qobul. Setelah beberapa saat kemudian, Semua orang yang berada di dalam ruangan Perawatan Ayahnya Rina mengucapkan kata Sah.


"Sah" ucap Pak Penghulu.


Itu tandanya Emre dan Rina sudah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri.


"Alhamdulillah, ucap ke dua mempelai dan yang lainnya".


Pak Penghulu membaca Do'a dan sedikit wejangan pernikahan kepada ke dua mempelai pengantin.


"Maafkan bapak yah nak, gara-gara permintaan bapak kalian harus menikah dengan kondisi yang seperti ini." ucap ibunya Rina sambil memeluk putri tunggalnya.


"Ibu jangan berkata seperti itu, Mungkin ini jalan yang terbaik untuk memulai hubungan kami" ucap Emre.


"Makasih banyak Nak, tolong jaga Rina dengan baik dan tolong terima segala kekurangannya Rina nak" ucap bapaknya Rina disaat Emre ada di depan beliau.


"Insya Allah Pak, Emre akan menjaga dan menerima segala kekurangan dan kelebihan Rina dengan sepenuh hati dan ikhlas Pak, jadi Emre mohon jangan risau kan lagi tentang Rina dan bapak harus kuat agar bapak bisa melihat cucu bapak lahir" ucap Emre.


Suasana semakin bertambah haru. Ketika Dokter memeriksa keadaan pak Rahmat dan menyatakan bahwa pak Rahmat sudah tiada.


"Itu tidak mungkin Dok, pasti Dokter salah periksa, tolong periksa bapak Saya dengan baik dokter." ucap Rina sambil meneteskan terus air matanya.


Rina tidak percaya jika Bapaknya telah meninggalkannya untuk selamanya. Karena Seingat Rina Bapaknya tadi pagi sehat dan baik-baik saja.


Ibunda Rina pingsan setelah mendengar Dokter menyatakan Suaminya telah meninggal.


Arya dan Emre segera membantu ibu Risma dan membawa Ibu Risma ke atas Brankar yang ada di dalam ruangan itu.


Semua orang ikut bersedih atas meninggalnya bapak Rahmat yang mereka ketahui bahwa pak Rahmat adalah sosok bapak yang bijaksana, baik dan tentunya ramah kepada orang lain.


Semua orang yang mengenal pak Rahmat turut ikut bersedih. Pak Rahmat adalah sosok Tokoh masyarakat yang baik hati dan suka menolong warganya yang membutuhkan bantuan.


Pak Rahmat dikebumikan di Kampung Halamannya. Setelah proses pemakaman pak Rahmat, Rina dan Ibunya memutuskan untuk pindah dan menetap di Ibu Kota. Sedangkan Emre selalu berada di dekat Rina. Dukungan moril dan semangat Emre selalu berikan kepada Istrinya.


1 Minggu kemudian, Rina, Emre dan Ibunya berangkat ke Ibu kota. Perayaan pesta Resepsi pernikahan mereka terpaksa ditunda beberapa hari. Rina belum sanggup untuk melaksanakan resepsinya karena masih terpukul dan sedih atas kepergian Bapaknya yang secara tiba-tiba.


Arya dan Delia dibuat geram oleh tingkah Ibunya Rangga yang mengakibatkan Bapaknya Rina Sakit dan akhirnya meninggal. Karena itu lah Arya menjalankan rencanya yang sudah lama Dia dan Delia atur.


Hari ini, Orang-orang di jagad Maya dihebohkan oleh berita panas yang pastinya sangat Hot. Orang gempar dan kepo ingin mengetahui siapa sosok pria dan wanita yang ada di dalam Video asusila yang beredar di Sosmed. Mereka dibuat heran sekaligus tidak percaya dengan video tersebut. Setelah mereka menelusuri jejak pelaku dan tokoh utama dari video tersebut akhirnya mereka mengetahui siapa sosok cewek itu.


Hari ini pun suasana di Perusahaan Sinopec Group jadi riuh dan di sana sini semua orang memperbincangkan sosok istri dari Rangga Azof. Rangga dibuat heran dengan sikap dari semua rekan kerjanya. Dan bertanya kepada dirinya sendiri apa Rangga membuat masalah.

__ADS_1


Hari Rangga tidak bisa konsentrasi dalam bekerja. Sehingga dirinya memutuskan untuk segera pulang. Tetapi sebelum Rangga mengambil tasnya, HPnya berdering dan Rangga segera membuka hpnya.


Rangga shock sangat melihat Video yang dikirim oleh seseorang yang Rangga tidak kenal. Rangga ingin menghubungi nomor tersebut tetapi tidak bisa karena nomor hpnya diprivat. Rangga bahkan sudah melempar tas dan semua barang-barang yang ada di atas Meja kerjanya. Rangga segera berlari dan menuju parkiran mobil karena Rangga ingin segera pulang ke rumahnya.


"Dasar bego, cewek model gitu dipertahankan" ucap karyawan A setelah melihat Rangga berlari.


"Aku juga tidak menyangka ternyata Rindu cewek baya*** om-om genit, walaupun om-om itu sudah bau tanah yang penting berduit yah" ucap si B.


"Kalau Aku jadi Rangga amit-amit punya istri kayak Rindu dan tidak Sudi aku nikahin cewek Pe***" ucap si C.


"Goyangannya hot juga yah" ucap si D setelah melihat isi Video Hot Rindu.


"Wajar sih menurut aku Rindu bekerja seperti itu, penampilan dan gayanya saja kalau ke kantor bukan kayak orang yang mau bekerja di kantoran tapi kayak orang yang ingin jual di**, iya kan?". ucap si A.


"Betul Sekali katamu, tapi itu wajah dan tingkahnya kok polos gitu yah??" ucap Si B.


"Mungkin gitu cara Rindu untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya" ucap si C.


Mereka tertawa terbahak-bahak Setelah melihat video Panas Rindu istri Rangga. Mereka sangat tidak percaya karena mereka mengenal sosok Rindu yang sok suci Dimata mereka.


"Apa yang kalian lakukan, apa kalian digaji hanya untuk bergosip gas atau kalian ingin aku potong gaji kalian bulan ini??" ucap Atasan Mereka.


Kumpulan para Gosiper akhirnya bubar barisan setelah mereka mendapatkan peringatan keras dari atasannya.


Setelah kepergian Rangga, Dimas segera menghapus jejak Video yang sudah beredar di Sosmed. Bahkan kemampuan Dimas tidak diragukan lagi di bidang IT. Bahkan Dimas bisa menghapus jejak Video yang telah tersebar di kalangan Karyawan Perusahaan Sinopec Group dan masyakarat.


Rangga segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rangga bahkan sudah melanggar aturan. Tetapi Rangga tidak memikirkan hal itu yang ada difikirannya segera bertemu dengan Istrinya.


Rangga Akhirnya sampai juga di rumahnya. Tapi Rangga heran dengan mobil sedan hitam yang terparkir di depan rumahnya.


Rangga segera membuka pintu Rumahnya tapi Pintu Rumahnya terkunci. Untung saja Rangga memiliki kunci cadangan.


Rangga segera naik ke atas kamarnya yang berada di lantai dua rumahnya. Tetapi Rangga dibuat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Rangga membanting pintu kamarnya dengan keras Setelah tidak sanggup lagi.


TBC...


Sedih sangat Sedih 😭😭..


Ada yang Laporin Karyaku 😓😢😭🤧


📢📢Typo Mohon dimaklumi 🙏🙏


Maaf Jika ada Readers yang bertanya " Kok ceritanya gak di selesaikan satu dulu baru lanjut cerita tokoh lainnya??".


Maaf yah kakak FANIA sengaja gak Fokus pada Kisah satu orang saja. FANIA bahas Kisah mereka secara bergantian tetapi belum ada yang END Karena mereka saling terkait satu dengan yang lainnya.


Misalnya kisah Aditya dan Emilia untuk sementara Kisah mereka aku pending dulu terus aku lanjut tentang kisah Rina dan Emre. Kalau Kisah mereka END berarti tidak akan muncul lagi deh mereka di BDP 🤧 Tujuannya Fania buat gitu Agar kalian Tidak bosan saat Baca 🤭✌️🙏.


Moga suka yah Kakak..🙏🙏🥰.


by Fania Mikaila AzZahrah.

__ADS_1


Makassar, 26 Februari 2022.


__ADS_2